kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  simafuhan on Fri 22 Jun 2012, 22:04

Ini adalah kronologis sebenarnya meninggalnya papi saya, Bernardus Hartono Purnamasidi. Oleh beberapa orang dikenal dengan Hartono kroto, Hartono kristal, atau pak kroto kristal.
Sekedar info untuk yang belum tahu, kroto kristal adalah nama merk makanan burung, usaha utama papi.
Namun papi sangat aktif di berbagai bidang, di dunia bola papi pernah menjabat sebagai asisten manager persebaya, pengurus PSSI cabang surabaya, pemilik dan pendiri Putra Surabaya, klub kelas 2 di bawah naungan Persebaya.
Di dunia burung pernah menjabat sebagai ketua PBI (persatuan Burung Indonesia). Di dunia kinologi (anjing) pernah menjabat sebagai wakil ketua PERKIN. DI dunia balap sepeda juga sempat menjadi pengurusnya.
Di dunia tanaman hias juga pernah menjadi pengurusnya. Di dunia religi papi aktif di dewan paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela dan salah satu pendiri OTASA (Orang Tua Asuh).
Terakhir papi aktif di dunia ayam laga, merupakan salah satu pendiri PPAI.
Saya mohon maaf bila history2 di atas ada yg salah, karena terlalu aktifnya. Buat yang sudah mengenal pasti tahu papi adalah orang yang aktif dan sehat.
Saat2 sebelum meninggal pun papi sangat sehat, di Thailand papi tiap hari suka bersepeda sendiri, entah itu hanya sekedar jalan2 atau mau belanja makanan ke pasar.
Jadi kalau beredar issue bahwa papi memang sudah sakit sesaat sebelum meninggal itu salah besar. Begitu juga dengan dugaan bahwa papi kecapekan.
Bepergian keliling Singapore, Malaysia, Thailand lalu kembali ke Surabaya adalah rutinitas/hal yang biasa tiap 1-2 bulan sekali berhubung anak dan cucu semua di sana (saya di Malaysia, kakak pertama di Thailand, kakak kedua di Singapore)

Berikut kronologisnya:

Pukul 12 tengah malam tgl 6 juni 2012(atau pukul 00:00 dini hari tgl 7 Juni) saya, papi, dan mami mendarat di juanda dari bangkok dengan penerbangan air asia.
imigrasi dan pengambilan bagasi berjalan lancar. Saat akan keluar, di x-ray pintu keluar bagasi kami kembali diminta untuk dicek.
(entah untuk apa sebenarnya ini, di bandara lain hanya hand carry yg diminta, bagasi pun tidak semua yg dicek)
Salah satu yg dicek adalah kardus kecil berisi obat ayam, calc anjing, tempat makan ayam, camilan2 oleh2. Jumlah semuanya tidak ada yg banyak, berat total hanya 7kg.
dari segi nilainya pun kita iseng2 menghitung jumlahnya juga tidak sampai 500 ribu rupiah.

Berhubung tidak ada prasangka apa2 dan tidak berniat menganggu jalannya penumpang lain (karena kami masing2 membawa 1 troli) saya dan mami keluar
untuk menemui sepupu saya yg sudah menjemput. Setelah memarkir troli di pinggir jalan yg biasa mobil datang menjemput, saya kembali untuk mengecek papi selagi mami dan sepupu menunggu koper.
berhubung saya tidak bisa masuk (pintu auto di juanda kedatangan hanya bisa dibuka dari dalam) saya hanya bisa melihat bahwa papi sudah tidak ada di x-ray pintu keluar.

Saya lalu segera lapor ke mami dan oleh mami saya disuruh pergi ke ruangan bea cukai karena menurut mami kalau sudah masuk ke ruangan tersebut sudah pasti UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
dan papi tidak pernah membawa cash dalam jumlah banyak, selalu mami yang bawa.
Begitu kembali ke-2 kalinya ini ternyata petugas2 bea cukai sudah keluar mencari2 keluarga (maksudnya saya atau mami) tapi mereka tidak ada bilang apa2 dan hanya mengajak saya ke ruangan bea cukai.

Begitu masuk saya kaget melihat papi saya yang sudah pingsan dalam keadaan duduk di kursi. Tidak ada satupun petugas yang berusaha menolong, mereka semua hanya acuh tak acuh melihat.
Saya meminta mereka segera memanggil petugas medis (katanya sudah dipanggilkan termasuk ambulance, entah benar atau tidak mereka sudah memanggil sebelumnya atau gara2 saya yang meminta juga tidak tahu, muka mereka juga santai2 senyum2 saja) dan segera lari keluar memanggil mami.

Mami dan sepupu segera lari masuk selagi saya menunggu koper. Di dalam mami dan sepupu menunggu petugas medis datang. Akhirnya datang perempuan berjilbab membawa stetoskop (tidak tahu ini dokter atau hanya perawat).
Oleh dia dicek denyut nadi papi dan dia mengatakan bahwa sudah tidak ada denyutnya. Mami shock mendengar itu dan setelah kesal menunggu ambulance yang tak kunjung datang, diputuskan untuk membawa papi dengan mobil sendiri.

Oleh perempuan tadi kami diajak untuk ke klinik juanda, tapi berhubung ragu dengan fasilitas yg ada (hanya klinik emang bisa apa? dari awal juga keproffesional staff2 juanda/bea cukai sudah sangat minim, siapa juga yg mau ambil resiko dengan mereka, ini masalah hidup dan mati)
oleh mami ditolak dan minta segera ke HCOS (RS PREMIER di nginden), perempuan tadi minta diturunkan saat itu jg berhubung kita tidak jadi ke klinik.

Sampai di HCOS (kurang lebih pukul 1 dini hari) oleh pihak HCOS sudah dinyatakan papi sudah meninggal sebelumnya (sudah terlambat) karena serangan jantung. Berhubung meninggalnya bukan di HCOS, pihak HCOS tidak bisa mengeluarkan surat kematian.
Oleh pihak HCOS kami disarankan untuk menghubungi ARIO dan meminta tolong mereka untuk mencari dokter yang bersedia mengeluarkan surat kematian. Setelah membereskan administrasi (pembayaran dll.) di HCOS (saya masih menyimpan kuitansinya, tertera di situ pukul 2:12:04)
kami membawa jenazah papi ke adi jasa menggunakan ambulance ARIO dan di sana papi dipersiapkan untuk dimasukkan ke peti es.
Sementara itu oleh ARIO dipanggilkan dokter yang mau membantu untuk mengeluarkan surat kematian.

Oleh dokter tersebut kami disarankan untuk menulis tempat kematian di rumah (semolowaru) BUKAN di juanda (yang sebenarnya) karena bila kami tulis di juanda nanti malah akan berurusan dengan polisi yang pasti akan memerlukan forensik/otopsi.
Berhubung kami tidak mau papi diotopsi (papi sudah meninggal dengan tenang, tanpa rasa sakit, sesuai permintaan yang selalu papi katakan semasa hidup) maka kami pun setuju dan menandatangani surat kematian tersebut.




Demikian kronologis ini saya tulis dengan maksud untuk memberitahukan kejadian SEBENARNYA meninggalnya papi. Ini untuk menghapus issue2 ataupun salah persepsi.
Apalagi kebohongan dari pihak bea cukai Juanda yg sempat on-air di radio Suara Surabaya pada hari senin, tanggal 11 juni, mengatakan bahwa papi meninggal jam 4 pagi di rumah sakit.
Tidak hanya salah soal waktu dan tempat kematian, pihak bea cukai pada saat on-air juga mengatakan AKAN bersilahturami ke rumah, itu juga bohong belaka.
Tidak ada satupun usaha untuk itu. Memang ada 2/3 petugas yang datang ke rumah tapi ditolak oleh pegawai saya yg kebetulan tinggal di depan rumah (tanggal 7 Juni, jadi sebelum kejadian on-air di radio) berhubung saat itu mami dan saya masih shock dan tidak ingin diganggu oleh siapapun.

Kami sekeluarga TIDAK AKAN menuntut atau ingin memperpanjang masalah ini, kalau pihak bea cukai mau menyangkal ya silahkan, saya tidak peduli, yang paling tahu sebenarnya juga Tuhan Y.M.E.
Kalau mereka ingin bersilaturahmi juga akan saya tolak, saya tidak ingin rumah papi dikotori oleh mereka. Ngurusin mereka juga cuma bikin saya nambah dosa (misuh2 kan dosa).
Biar mereka urus sendiri dengan Tuhan di akhirat nanti, karma itu ada.



simafuhan

Jumlah posting : 1
Join date : 22.06.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  Kipas on Fri 22 Jun 2012, 23:08

turut berduka cita om...semoga keluarga diberi ketabahan dan keikhlasan....amin

Kipas
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 89
Join date : 07.08.11
Lokasi : di dalam kurungan

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  LQ on Sat 23 Jun 2012, 04:54

Kipas wrote:turut berduka cita om...semoga keluarga diberi ketabahan dan keikhlasan....amin
beliau telah meninggal dgn tenang,tnp merepotkan yg ditinggalkan(keluarga),patut dikenang jasa & kiprah bg kemajuan kususnya ayam laga/aduan,..smoga keluarga penerus beliau,punya semangat sepertinya.

LQ
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 698
Join date : 28.01.10
Age : 41
Lokasi : kandang ayam,mburi omah.

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  Jagonantang on Sat 23 Jun 2012, 19:28

turut prihatin atas apa yang telah terjadi, semoga diberikan ketabahan dan keiklasan pada keluarga yang ditinggalkan.
semoga beliau tenang di alam sana.
kami dari komunitas penggemar ayam laga telah kehilangan seorang yang cukup dikenal luas dan disegani di dunia hobi ayam laga.
sekarang yang kami tunggu adalah kabar, siapakah penerus almarhum dalam menggeluti hobi ayam laga. untuk kita bisa berjalan bersama meneruskan apa yang sudah beliau rintis.


Jagonantang
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 1856
Join date : 15.08.08
Lokasi : pondok kelapa,jakarta timur

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  rahmad on Sun 24 Jun 2012, 23:52


turut berduka cita mas...semoga keluarga diberi ketabahan..

rahmad
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 604
Join date : 12.04.11
Lokasi : Yogyakarta/Banda Aceh

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  andrioke on Mon 25 Jun 2012, 01:04

Turut berduka cita.... semoga arwah beliau di terima di sisi Nya...

andrioke
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 290
Join date : 09.09.11
Lokasi : Pamulang. Tangsel

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  jaghana on Mon 25 Jun 2012, 11:04

simafuhan wrote:Ini adalah kronologis sebenarnya meninggalnya papi saya, Bernardus Hartono Purnamasidi. Oleh beberapa orang dikenal dengan Hartono kroto, Hartono kristal, atau pak kroto kristal.
Sekedar info untuk yang belum tahu, kroto kristal adalah nama merk makanan burung, usaha utama papi.
Namun papi sangat aktif di berbagai bidang, di dunia bola papi pernah menjabat sebagai asisten manager persebaya, pengurus PSSI cabang surabaya, pemilik dan pendiri Putra Surabaya, klub kelas 2 di bawah naungan Persebaya.
Di dunia burung pernah menjabat sebagai ketua PBI (persatuan Burung Indonesia). Di dunia kinologi (anjing) pernah menjabat sebagai wakil ketua PERKIN. DI dunia balap sepeda juga sempat menjadi pengurusnya.
Di dunia tanaman hias juga pernah menjadi pengurusnya. Di dunia religi papi aktif di dewan paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela dan salah satu pendiri OTASA (Orang Tua Asuh).
Terakhir papi aktif di dunia ayam laga, merupakan salah satu pendiri PPAI.
Saya mohon maaf bila history2 di atas ada yg salah, karena terlalu aktifnya. Buat yang sudah mengenal pasti tahu papi adalah orang yang aktif dan sehat.
Saat2 sebelum meninggal pun papi sangat sehat, di Thailand papi tiap hari suka bersepeda sendiri, entah itu hanya sekedar jalan2 atau mau belanja makanan ke pasar.
Jadi kalau beredar issue bahwa papi memang sudah sakit sesaat sebelum meninggal itu salah besar. Begitu juga dengan dugaan bahwa papi kecapekan.
Bepergian keliling Singapore, Malaysia, Thailand lalu kembali ke Surabaya adalah rutinitas/hal yang biasa tiap 1-2 bulan sekali berhubung anak dan cucu semua di sana (saya di Malaysia, kakak pertama di Thailand, kakak kedua di Singapore)

Berikut kronologisnya:

Pukul 12 tengah malam tgl 6 juni 2012(atau pukul 00:00 dini hari tgl 7 Juni) saya, papi, dan mami mendarat di juanda dari bangkok dengan penerbangan air asia.
imigrasi dan pengambilan bagasi berjalan lancar. Saat akan keluar, di x-ray pintu keluar bagasi kami kembali diminta untuk dicek.
(entah untuk apa sebenarnya ini, di bandara lain hanya hand carry yg diminta, bagasi pun tidak semua yg dicek)
Salah satu yg dicek adalah kardus kecil berisi obat ayam, calc anjing, tempat makan ayam, camilan2 oleh2. Jumlah semuanya tidak ada yg banyak, berat total hanya 7kg.
dari segi nilainya pun kita iseng2 menghitung jumlahnya juga tidak sampai 500 ribu rupiah.

Berhubung tidak ada prasangka apa2 dan tidak berniat menganggu jalannya penumpang lain (karena kami masing2 membawa 1 troli) saya dan mami keluar
untuk menemui sepupu saya yg sudah menjemput. Setelah memarkir troli di pinggir jalan yg biasa mobil datang menjemput, saya kembali untuk mengecek papi selagi mami dan sepupu menunggu koper.
berhubung saya tidak bisa masuk (pintu auto di juanda kedatangan hanya bisa dibuka dari dalam) saya hanya bisa melihat bahwa papi sudah tidak ada di x-ray pintu keluar.

Saya lalu segera lapor ke mami dan oleh mami saya disuruh pergi ke ruangan bea cukai karena menurut mami kalau sudah masuk ke ruangan tersebut sudah pasti UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
dan papi tidak pernah membawa cash dalam jumlah banyak, selalu mami yang bawa.
Begitu kembali ke-2 kalinya ini ternyata petugas2 bea cukai sudah keluar mencari2 keluarga (maksudnya saya atau mami) tapi mereka tidak ada bilang apa2 dan hanya mengajak saya ke ruangan bea cukai.

Begitu masuk saya kaget melihat papi saya yang sudah pingsan dalam keadaan duduk di kursi. Tidak ada satupun petugas yang berusaha menolong, mereka semua hanya acuh tak acuh melihat.
Saya meminta mereka segera memanggil petugas medis (katanya sudah dipanggilkan termasuk ambulance, entah benar atau tidak mereka sudah memanggil sebelumnya atau gara2 saya yang meminta juga tidak tahu, muka mereka juga santai2 senyum2 saja) dan segera lari keluar memanggil mami.

Mami dan sepupu segera lari masuk selagi saya menunggu koper. Di dalam mami dan sepupu menunggu petugas medis datang. Akhirnya datang perempuan berjilbab membawa stetoskop (tidak tahu ini dokter atau hanya perawat).
Oleh dia dicek denyut nadi papi dan dia mengatakan bahwa sudah tidak ada denyutnya. Mami shock mendengar itu dan setelah kesal menunggu ambulance yang tak kunjung datang, diputuskan untuk membawa papi dengan mobil sendiri.

Oleh perempuan tadi kami diajak untuk ke klinik juanda, tapi berhubung ragu dengan fasilitas yg ada (hanya klinik emang bisa apa? dari awal juga keproffesional staff2 juanda/bea cukai sudah sangat minim, siapa juga yg mau ambil resiko dengan mereka, ini masalah hidup dan mati)
oleh mami ditolak dan minta segera ke HCOS (RS PREMIER di nginden), perempuan tadi minta diturunkan saat itu jg berhubung kita tidak jadi ke klinik.

Sampai di HCOS (kurang lebih pukul 1 dini hari) oleh pihak HCOS sudah dinyatakan papi sudah meninggal sebelumnya (sudah terlambat) karena serangan jantung. Berhubung meninggalnya bukan di HCOS, pihak HCOS tidak bisa mengeluarkan surat kematian.
Oleh pihak HCOS kami disarankan untuk menghubungi ARIO dan meminta tolong mereka untuk mencari dokter yang bersedia mengeluarkan surat kematian. Setelah membereskan administrasi (pembayaran dll.) di HCOS (saya masih menyimpan kuitansinya, tertera di situ pukul 2:12:04)
kami membawa jenazah papi ke adi jasa menggunakan ambulance ARIO dan di sana papi dipersiapkan untuk dimasukkan ke peti es.
Sementara itu oleh ARIO dipanggilkan dokter yang mau membantu untuk mengeluarkan surat kematian.

Oleh dokter tersebut kami disarankan untuk menulis tempat kematian di rumah (semolowaru) BUKAN di juanda (yang sebenarnya) karena bila kami tulis di juanda nanti malah akan berurusan dengan polisi yang pasti akan memerlukan forensik/otopsi.
Berhubung kami tidak mau papi diotopsi (papi sudah meninggal dengan tenang, tanpa rasa sakit, sesuai permintaan yang selalu papi katakan semasa hidup) maka kami pun setuju dan menandatangani surat kematian tersebut.




Demikian kronologis ini saya tulis dengan maksud untuk memberitahukan kejadian SEBENARNYA meninggalnya papi. Ini untuk menghapus issue2 ataupun salah persepsi.
Apalagi kebohongan dari pihak bea cukai Juanda yg sempat on-air di radio Suara Surabaya pada hari senin, tanggal 11 juni, mengatakan bahwa papi meninggal jam 4 pagi di rumah sakit.
Tidak hanya salah soal waktu dan tempat kematian, pihak bea cukai pada saat on-air juga mengatakan AKAN bersilahturami ke rumah, itu juga bohong belaka.
Tidak ada satupun usaha untuk itu. Memang ada 2/3 petugas yang datang ke rumah tapi ditolak oleh pegawai saya yg kebetulan tinggal di depan rumah (tanggal 7 Juni, jadi sebelum kejadian on-air di radio) berhubung saat itu mami dan saya masih shock dan tidak ingin diganggu oleh siapapun.

Kami sekeluarga TIDAK AKAN menuntut atau ingin memperpanjang masalah ini, kalau pihak bea cukai mau menyangkal ya silahkan, saya tidak peduli, yang paling tahu sebenarnya juga Tuhan Y.M.E.
Kalau mereka ingin bersilaturahmi juga akan saya tolak, saya tidak ingin rumah papi dikotori oleh mereka. Ngurusin mereka juga cuma bikin saya nambah dosa (misuh2 kan dosa).
Biar mereka urus sendiri dengan Tuhan di akhirat nanti, karma itu ada.


hmmm... Sad Sad Sad .............
.........................
.............
mas Frans kapan2 mampir ke jakarta ya...!

jaghana
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 7111
Join date : 01.07.10
Age : 39
Lokasi : matraman jak-tim 085217314302. pin BB 2843A31C

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  0ysTer-n1ck on Mon 25 Jun 2012, 12:59

Turut berduka cita buat keluarga yg ditinggalkan..

Smga amal ibadah dan kebaikan Pak KK diterima Tuhan YME...

0ysTer-n1ck
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 274
Join date : 05.10.11
Age : 34
Lokasi : Bogor

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  iwancakep101 on Mon 25 Jun 2012, 14:01

turut berduka cita sedalam-dalamnya semoga arwah almarhum dapat diterima di sisi-NYA sedang yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.

salam

iwancakep101
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 173
Join date : 12.04.12
Lokasi : Sidoarjo-Surabaya-Bojonegoro-Kediri

Kembali Ke Atas Go down

Re: kronologis meninggalnya alm. Hartono Purnamasidi

Post  Sponsored content Today at 06:17


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik