Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  pelepece on Fri 13 Jul 2012, 19:59

Malam Sabtu nggak punya apelan (lha wong sudah ubanan), iseng iseng saya mengkaji kegiatan beternak ayam namun bukan dari segi industri/pasar, lebih kepada usaha atau efforts si peternak.

Sering kita dengar komentar penghobi/peternak ayam untuk membiakkan jago jago yang 'menangan'. Saya berpendapat bahwa cita cita ini sulit untuk dicapai. Kemenangan seekor ayan di gelanggang dipengaruhi bermacam macam variabel yang tak diketahui. All things equal, paling paling kita hanya bisa bilang kemungkinan menang ya 50:50 atau sesuatu yang random.

Untuk binatang peliharaan yang lebih mapan seperti anjing, ikan, kucing umumnya dikenal istilah trah atau breed. Oleh karena itu, lebih realistik kalau sasaran kita beternak adalah menghasilkan ayam dengan karakteristik yang relatif konsisten/seragam dalam hal (urutan sesuai selera) : gaya tarung, postur, ukuran, mental, stamina, warna, dan seterusnya.Dengan pemahaman itu, mungkin peternak akan melakukan hal hal sbb:

1. Tentukan karakteristik yang diinginkan. Seperti hal nya pemain bola, tidak ada pemain yang bisa jadi Messi, sekaligus Ronaldo, sekaligus Xabi, sekaligus Nemanja Vidic . Demikian juga ayam. Sebagai peternak ayam tarung, saya asumsikan tarung adalah karakteristik pilihan yang utama. Dalam hal gaya tarung, Tidak ada ayam yang bisa semua teknik sama baiknya: gancang, pukul KO, tengok, nyayap, pukul depan/samping/badan, atret pukul , nyawat dll. Tentu kita hanya bisa memilih beberapa aspek tarung utama dan karakteristik fisik sesuai selera dan terpaksa menerima nilai kurang untuk aspek lain.

2. Pilih Pacek dan Biang TERBAIK yang bisa didapat.
Hal ini sangat penting karena sulit sekali untuk mendapat hasil baik kalau awalnya kurang baik.
Terbaik artinya sesuai jangkauan geografis, sesuai gaya tarung dan ciri fisik , sesuai anggaran, sesuai track record: memiliki silsilah dan rekor yang dapat dirunut, yang bisa didapatkan dalam periode seleksi yang kita tentukan misal 4 bulan (nanti nggak mulai mulai he he.) . Agar tetap layak secara ekonomis , mulailah dengan kombinasi 1 pacek vs 2 babon saja, kecuali bila anggaran bukan masalah. Anda bisa mulai dengan lebih dari 2 pacek vs banyak babon. Namun mohon diingat jumlah pacek vs biang yang lebih akan meningkatkan kerumitan pengelolaan secara deret ukur atau eksponensial (apa deret hitung ya he he).

3. Gunakan metode pemuliaan ternak.
- Strategi breeding konsisten: misal 3 kali linebreed dilanjutkan dg 1 x crossbreed, dst dst (masing-masing peternak punya strategi sendiri) .
- Dokumentasikan mulai F1, F2, F3 dst secara sistematis dan mudah terlacak, Peternak besar seperti CP mencantelkan kode rekam jejak si ayam berupa semacam plat logam berkode pada sayap ayam tersebut. Kalau kita biasanya dikasih gelang warna warni. Ingat, selalu dicatat.
- Seleksi tanpa pandang bulu. Ayam yang tidak sesuai kriteria misal: target gaya tarung, ukuran, postur tubuh, segera dibuang atau dipotong .

- Boleh berbeda pendapat, sebaiknya jangan gunakan pacek dan biang yang terlalu gado gado trahnya. Misal Pacek 4 Darah vs. babon 3 darah. Karena campuran, terlalu banyak kombinasi gen gen yang akan memperlama waktu untuk mendapatkan keturunan yang seragam. Lain halnya kalau untuk ayam yang turun gelanggang/battlecock, rekan rekan boleh saja melakukan cross breed ayam F3 atau F4 ternakan kita dengan trah tangguh lain untuk mendapatkan ayam yang tangguh (meskipun sangat boleh jadi tidak seragam)
Kalau alam melakukan seleksi alam/natural selection selama (ratusan)ribu tahun, peternak adalah pelaku seleksi buatan (artificial selection). Dengan demikian, untuk mendapat suatu trah (line), tidak ada jalan pintas. Peternak harus melakukannya untuk waktu cukup lama. Dengan asumsi tidak ada peristiwa katastrofik seperti wabah dll., setidaknya setelah 3 - 4 keturunan atau 3 - 4 tahun barulah kemungkinan besar didapat keturunan yang diidamkan.

Kesimpulan saya:
1. Beternak perlu komitmen kuat dari sisi waktu, biaya, dan perhatian/usaha
2. Peternak perlu memahami dasar dasar genetika (agar nggak terlalu banyak coba cross sana sini ) dan juga manajerial agar usaha beternak tersebut lebih mangkus dan sangkil.
3. Setelah dipikir pikir, Saya belum layak disebut peternak serius, baru penghobi saja. Jadi ya kita nikmati saja, jangan terlalu serius kalau ayam kita belum sesuai harapan atau dibilang kurang bagus.
4. Yang terakhir, kajian saya jangan terlalu ditanggapi serius. He he he.

Cheers,

Pelepece




pelepece
kopral
kopral

Jumlah posting : 42
Join date : 14.01.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  qhincay on Fri 13 Jul 2012, 22:29

Postingan yang mantap.... Trims...

qhincay
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 191
Join date : 05.02.12
Age : 37
Lokasi : Kerinci-Jambi /HP 081386135697/BB 29439F2A

http://ayamjagoan.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  Tamu on Fri 13 Jul 2012, 22:33

mencoba dan dievaluasi pak....

Tamu
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  Bang_Jalil on Fri 13 Jul 2012, 22:41

Ulasan yang bagus mas, sangat bermanfaat.
Mudah2an bisa jadi bahan renungan kita yang terkadang tanpa sadar terbawa "khayalan" untuk memiliki ayam2 yang berkwalitas.
Salam kenal... Smile

Bang_Jalil
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1320
Join date : 27.02.12
Lokasi : Tangerang

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  ekob on Sat 14 Jul 2012, 10:04

Inspirasi yang menggugah. :-D:-D:-D

ekob
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 133
Join date : 04.07.10
Age : 40
Lokasi : Kediri Utara

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  Kadirvanhoten on Sat 21 Jul 2012, 22:12

pelepece wrote:
Kesimpulan saya:
1. Beternak perlu komitmen kuat dari sisi waktu, biaya, dan perhatian/usaha
2. Peternak perlu memahami dasar dasar genetika (agar nggak terlalu banyak coba cross sana sini ) dan juga manajerial agar usaha beternak tersebut lebih mangkus dan sangkil.
3. Setelah dipikir pikir, Saya belum layak disebut peternak serius, baru penghobi saja. Jadi ya kita nikmati saja, jangan terlalu serius kalau ayam kita belum sesuai harapan atau dibilang kurang bagus.
4. Yang terakhir, kajian saya jangan terlalu ditanggapi serius. He he he.

Cheers,

Pelepece




Kesimpulan yang maniez...sekedar hobby ternak, smart but just enjoy aja lagi ( mo hasil bagus pa jelek), and ndak menggurui...Semoga sukses hobbynya brooww... cheers

Kadirvanhoten
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 481
Join date : 09.12.11
Lokasi : semarang

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  dexs mandala on Sat 21 Jul 2012, 23:10

Topik yang bagus bagi yang ingin mulai beternak seperti saya sekarang Smile

dexs mandala
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 194
Join date : 20.04.12
Lokasi : medan

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  Bin_Rooster on Sun 22 Jul 2012, 15:12

pelepece wrote:Malam Sabtu nggak punya apelan (lha wong sudah ubanan), iseng iseng saya mengkaji kegiatan beternak ayam namun bukan dari segi industri/pasar, lebih kepada usaha atau efforts si peternak.

Sering kita dengar komentar penghobi/peternak ayam untuk membiakkan jago jago yang 'menangan'. Saya berpendapat bahwa cita cita ini sulit untuk dicapai. Kemenangan seekor ayan di gelanggang dipengaruhi bermacam macam variabel yang tak diketahui. All things equal, paling paling kita hanya bisa bilang kemungkinan menang ya 50:50 atau sesuatu yang random.

Untuk binatang peliharaan yang lebih mapan seperti anjing, ikan, kucing umumnya dikenal istilah trah atau breed. Oleh karena itu, lebih realistik kalau sasaran kita beternak adalah menghasilkan ayam dengan karakteristik yang relatif konsisten/seragam dalam hal (urutan sesuai selera) : gaya tarung, postur, ukuran, mental, stamina, warna, dan seterusnya.Dengan pemahaman itu, mungkin peternak akan melakukan hal hal sbb:

1. Tentukan karakteristik yang diinginkan. Seperti hal nya pemain bola, tidak ada pemain yang bisa jadi Messi, sekaligus Ronaldo, sekaligus Xabi, sekaligus Nemanja Vidic . Demikian juga ayam. Sebagai peternak ayam tarung, saya asumsikan tarung adalah karakteristik pilihan yang utama. Dalam hal gaya tarung, Tidak ada ayam yang bisa semua teknik sama baiknya: gancang, pukul KO, tengok, nyayap, pukul depan/samping/badan, atret pukul , nyawat dll. Tentu kita hanya bisa memilih beberapa aspek tarung utama dan karakteristik fisik sesuai selera dan terpaksa menerima nilai kurang untuk aspek lain.

2. Pilih Pacek dan Biang TERBAIK yang bisa didapat.
Hal ini sangat penting karena sulit sekali untuk mendapat hasil baik kalau awalnya kurang baik.
Terbaik artinya sesuai jangkauan geografis, sesuai gaya tarung dan ciri fisik , sesuai anggaran, sesuai track record: memiliki silsilah dan rekor yang dapat dirunut, yang bisa didapatkan dalam periode seleksi yang kita tentukan misal 4 bulan (nanti nggak mulai mulai he he.) . Agar tetap layak secara ekonomis , mulailah dengan kombinasi 1 pacek vs 2 babon saja, kecuali bila anggaran bukan masalah. Anda bisa mulai dengan lebih dari 2 pacek vs banyak babon. Namun mohon diingat jumlah pacek vs biang yang lebih akan meningkatkan kerumitan pengelolaan secara deret ukur atau eksponensial (apa deret hitung ya he he).

3. Gunakan metode pemuliaan ternak.
- Strategi breeding konsisten: misal 3 kali linebreed dilanjutkan dg 1 x crossbreed, dst dst (masing-masing peternak punya strategi sendiri) .
- Dokumentasikan mulai F1, F2, F3 dst secara sistematis dan mudah terlacak, Peternak besar seperti CP mencantelkan kode rekam jejak si ayam berupa semacam plat logam berkode pada sayap ayam tersebut. Kalau kita biasanya dikasih gelang warna warni. Ingat, selalu dicatat.
- Seleksi tanpa pandang bulu. Ayam yang tidak sesuai kriteria misal: target gaya tarung, ukuran, postur tubuh, segera dibuang atau dipotong .

- Boleh berbeda pendapat, sebaiknya jangan gunakan pacek dan biang yang terlalu gado gado trahnya. Misal Pacek 4 Darah vs. babon 3 darah. Karena campuran, terlalu banyak kombinasi gen gen yang akan memperlama waktu untuk mendapatkan keturunan yang seragam. Lain halnya kalau untuk ayam yang turun gelanggang/battlecock, rekan rekan boleh saja melakukan cross breed ayam F3 atau F4 ternakan kita dengan trah tangguh lain untuk mendapatkan ayam yang tangguh (meskipun sangat boleh jadi tidak seragam)
Kalau alam melakukan seleksi alam/natural selection selama (ratusan)ribu tahun, peternak adalah pelaku seleksi buatan (artificial selection). Dengan demikian, untuk mendapat suatu trah (line), tidak ada jalan pintas. Peternak harus melakukannya untuk waktu cukup lama. Dengan asumsi tidak ada peristiwa katastrofik seperti wabah dll., setidaknya setelah 3 - 4 keturunan atau 3 - 4 tahun barulah kemungkinan besar didapat keturunan yang diidamkan.

Kesimpulan saya:
1. Beternak perlu komitmen kuat dari sisi waktu, biaya, dan perhatian/usaha
2. Peternak perlu memahami dasar dasar genetika (agar nggak terlalu banyak coba cross sana sini ) dan juga manajerial agar usaha beternak tersebut lebih mangkus dan sangkil.
3. Setelah dipikir pikir, Saya belum layak disebut peternak serius, baru penghobi saja. Jadi ya kita nikmati saja, jangan terlalu serius kalau ayam kita belum sesuai harapan atau dibilang kurang bagus.
4. Yang terakhir, kajian saya jangan terlalu ditanggapi serius. He he he.

Cheers,

Pelepece




Mantaaabb.......Boossss....

Bin_Rooster
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 230
Join date : 28.04.12
Lokasi : Klaten

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  cay on Sun 22 Jul 2012, 22:28

Mantabs....ulasan yang bermanfaat...

cay
moderator
moderator

Jumlah posting : 3975
Join date : 08.11.11
Lokasi : depok PIN BB: 51CC3639

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  rame2x on Mon 23 Jul 2012, 15:20

mantap kajiannya Very Happy

rame2x
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 111
Join date : 25.06.10

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  Tamu on Mon 23 Jul 2012, 20:35

ikut nyimak masalah breeding ayam aduan kerena suka berternak & kebetulan baru saja memulainya, jadi bisa tambah ilmu, he3... Very Happy Very Happy Very Happy

Tamu
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  abipanzer on Mon 23 Jul 2012, 20:40

[quote="pelepece"]Malam Sabtu nggak punya apelan (lha wong sudah ubanan), iseng iseng saya mengkaji kegiatan beternak ayam namun bukan dari segi industri/pasar, lebih kepada usaha atau efforts si peternak.

Sering kita dengar komentar penghobi/peternak ayam untuk membiakkan jago jago yang 'menangan'. Saya berpendapat bahwa cita cita ini sulit untuk dicapai. Kemenangan seekor ayan di gelanggang dipengaruhi bermacam macam variabel yang tak diketahui. All things equal, paling paling kita hanya bisa bilang kemungkinan menang ya 50:50 atau sesuatu yang random.

Untuk binatang peliharaan yang lebih mapan seperti anjing, ikan, kucing umumnya dikenal istilah trah atau breed. Oleh karena itu, lebih realistik kalau sasaran kita beternak adalah menghasilkan ayam dengan karakteristik yang relatif konsisten/seragam dalam hal (urutan sesuai selera) : gaya tarung, postur, ukuran, mental, stamina, warna, dan seterusnya.Dengan pemahaman itu, mungkin peternak akan melakukan hal hal sbb:

1. Tentukan karakteristik yang diinginkan. Seperti hal nya pemain bola, tidak ada pemain yang bisa jadi Messi, sekaligus Ronaldo, sekaligus Xabi, sekaligus Nemanja Vidic . Demikian juga ayam. Sebagai peternak ayam tarung, saya asumsikan tarung adalah karakteristik pilihan yang utama. Dalam hal gaya tarung, Tidak ada ayam yang bisa semua teknik sama baiknya: gancang, pukul KO, tengok, nyayap, pukul depan/samping/badan, atret pukul , nyawat dll. Tentu kita hanya bisa memilih beberapa aspek tarung utama dan karakteristik fisik sesuai selera dan terpaksa menerima nilai kurang untuk aspek lain.

2. Pilih Pacek dan Biang TERBAIK yang bisa didapat.
Hal ini sangat penting karena sulit sekali untuk mendapat hasil baik kalau awalnya kurang baik.
Terbaik artinya sesuai jangkauan geografis, sesuai gaya tarung dan ciri fisik , sesuai anggaran, sesuai track record: memiliki silsilah dan rekor yang dapat dirunut, yang bisa didapatkan dalam periode seleksi yang kita tentukan misal 4 bulan (nanti nggak mulai mulai he he.) . Agar tetap layak secara ekonomis , mulailah dengan kombinasi 1 pacek vs 2 babon saja, kecuali bila anggaran bukan masalah. Anda bisa mulai dengan lebih dari 2 pacek vs banyak babon. Namun mohon diingat jumlah pacek vs biang yang lebih akan meningkatkan kerumitan pengelolaan secara deret ukur atau eksponensial (apa deret hitung ya he he).

3. Gunakan metode pemuliaan ternak.
- Strategi breeding konsisten: misal 3 kali linebreed dilanjutkan dg 1 x crossbreed, dst dst (masing-masing peternak punya strategi sendiri) .
- Dokumentasikan mulai F1, F2, F3 dst secara sistematis dan mudah terlacak, Peternak besar seperti CP mencantelkan kode rekam jejak si ayam berupa semacam plat logam berkode pada sayap ayam tersebut. Kalau kita biasanya dikasih gelang warna warni. Ingat, selalu dicatat.
- Seleksi tanpa pandang bulu. Ayam yang tidak sesuai kriteria misal: target gaya tarung, ukuran, postur tubuh, segera dibuang atau dipotong .

- Boleh berbeda pendapat, sebaiknya jangan gunakan pacek dan biang yang terlalu gado gado trahnya. Misal Pacek 4 Darah vs. babon 3 darah. Karena campuran, terlalu banyak kombinasi gen gen yang akan memperlama waktu untuk mendapatkan keturunan yang seragam. Lain halnya kalau untuk ayam yang turun gelanggang/battlecock, rekan rekan boleh saja melakukan cross breed ayam F3 atau F4 ternakan kita dengan trah tangguh lain untuk mendapatkan ayam yang tangguh (meskipun sangat boleh jadi tidak seragam)
Kalau alam melakukan seleksi alam/natural selection selama (ratusan)ribu tahun, peternak adalah pelaku seleksi buatan (artificial selection). Dengan demikian, untuk mendapat suatu trah (line), tidak ada jalan pintas. Peternak harus melakukannya untuk waktu cukup lama. Dengan asumsi tidak ada peristiwa katastrofik seperti wabah dll., setidaknya setelah 3 - 4 keturunan atau 3 - 4 tahun barulah kemungkinan besar didapat keturunan yang diidamkan.

Kesimpulan saya:
1. Beternak perlu komitmen kuat dari sisi waktu, biaya, dan perhatian/usaha
2. Peternak perlu memahami dasar dasar genetika (agar nggak terlalu banyak coba cross sana sini ) dan juga manajerial agar usaha beternak tersebut lebih mangkus dan sangkil.
3. Setelah dipikir pikir, Saya belum layak disebut peternak serius, baru penghobi saja. Jadi ya kita nikmati saja, jangan terlalu serius kalau ayam kita belum sesuai harapan atau dibilang kurang bagus.
4. Yang terakhir, kajian saya jangan terlalu ditanggapi serius. He he he.

Cheers,

Pelepece



Trims Mas dah membuka wawasan sangat bermanfaat sekali

abipanzer
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 161
Join date : 23.02.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  Modesto on Mon 23 Jul 2012, 21:14

Ternak ayam adu = santai, serius, sukses...kata guru smp saya Very Happy

Modesto
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1182
Join date : 21.03.10
Age : 35
Lokasi : Ponorogo

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  cayo711 on Mon 23 Jul 2012, 22:28

Ulasan yg lugas dan sangat mudah dicerna.... Izin menyimak om...

Salam tempel.... Very Happy

cayo711
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 224
Join date : 30.06.12
Age : 35
Lokasi : Bedono-Ambarawa

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  rayhanfz on Tue 24 Jul 2012, 00:49

memang butuh kesabaran tingkat tinggi mas...

kebanyakan penasaran " kira2 jadi seperti apa ya anaknya pacek a dg b, pacek b dg c dll....."

rayhanfz
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 1568
Join date : 06.07.12
Age : 30
Lokasi : (sidoarjo-jawa timur) BBM D05492AD / 081252592555

http://karang-ayam.blogspot.com/

Kembali Ke Atas Go down

Re: Beternak ayam serius perlu komitmen serius

Post  Sponsored content Today at 13:50


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik