Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Halaman 2 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  SANGSANG on Sat Aug 25, 2012 1:07 pm

FOTO-FOTO DI ATAS INI MENURUT VERSI BELANDA DISEBUT MEMUSNAHKAN EKSTREMIS DAN TERORIS, KARENA MEREKA MENOLAK DAN TIDAK MAU DIJAJAH, MEMBANGKANG DAN TIDAK MAU BEKERJA SAMA DENGAN BELANDA, MAKANYA DISEBUT EKSTREMIS DAN TERORIS YANG HARUS DIMUSNAHKAN, KARENA KALAU TIDAK DIMUSNAHKAN, BISA MENJADI DURI DALAM DAGING, PENGHALANG BAGI BELANDA MENGERUK KEKAYAAN ALAM INDONESIA...
TUJUAN UTAMA PENJAJAHAN OLEH BANGSA EROPA TERHADAP NEGARA BERKEMBANG DAN TERBELAKANG ADALAH MERAMPAS SELURUH KEKAYAAN ALAM DI NEGARA LAIN AGAR BANGSA MEREKA MENJADI MAKMUR DAN MENCAPAI PERADABAN YANG TINGGI (TERMASUK TUJUAN LAIN)....
KITALAH YANG TELAH MEMBIAYAI KEHIDUPAN DAN KEMAKMURAN SELURUH BAGSA BELANDA SELAMA RATUSAN TAHUN ITU..... SEHINGGA MENJADI SEPERTI SEKARANG....
BANGSA BELANDA MEMINTA KITA MELUPAKAN MASA LALU DAN MENERIMANYA SEBAGAI SAHABAT
MERDEKA!!!!

SANGSANG
Kapten
Kapten

Jumlah posting: 392
Join date: 10.08.11
Lokasi: Cibinong

http://www.papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  kodok perang on Mon Aug 27, 2012 1:50 am

Belanda..! (cuuuuiiiihhhhhh)

Londo semprul itu mang gak punya otak klo soal omongan ma tindakan..

Lihat saja ketika Perang Dunia II meletus, apa strategi utama mereka..
Mengandalkan pembajiran daratan biar tidak bisa dilalui Jerman.. Dan gagal dalam hitungan jam..
Kemudian kabur dengan pengecut ke Inggris..

Coba lihat apa yang Negara Indonesia lakukan ketika mereka (Belanda) melakukan agresi yang ke 2!
Maklumat Perang Rakyat Semesta dikumandangkan!
Panglima Tertinggi Jendral Besar Sudirman ikut bertempur bergerilya dengan kondisi sakit parah!

Dalam Perang Kemerdekaan, berani belanda itu masuk ke desa2 sendirian? Tanpa perlengkapan tempur lengkap? Tanpa dukungan kendaraan lapis baja dan serangan udara?

Bandingkan dengan bangsa kita....
Maju menyambut serangan tank dan puluru senapan mesin dengan bergelombang dan hanya mengandalkan senjata seadaanya, bahkan cuma keris ataupun bambu runcing...
Gugur satu orang didepan, banyak pejuang mengantri utk menggantikannya..

klo belanda.. ngebebasin negaranya aja nunggu sekutu..
PENGECUT!!!!

SAYA BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!

Sang Merah Putih ditegakkan dengan setinggi2nya dengan darah dan airmata yang tidak sedikit...

Saya bangga dengan para pejuang kemerdekaan kita..
Saya jamin setiap keturunan saya mengingat mereka!!!!
Darah yang mereka keluarkan tidak akan sia-sia...
Keringat mereka mengharumkan nama mereka sepanjang zaman.......

MERDEKA ATAU MATI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

kodok perang
Kapten
Kapten

Jumlah posting: 421
Join date: 14.06.11
Lokasi: Tanjung Barat, Jakarta Selatan

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  herikris haidar on Mon Aug 27, 2012 8:08 am

Thread yang sangat penting bagi generasi muda... mengingat dan membuka sejarah bangsa, ini yang sering didengung-dengungkan oleh bung karno... "JASMERAH" jangan sekalipun melupakan sejarah.

Miris memang melihat dan merasakan bangsa ini jika dibandingkan dengan perjuangan para pejuang dan pemimpin kita dimasa lalu dimana masa2 yang sangat sulit dan penting demi lahir dan tegaknya NKRI, yang mana mereka telah korbankan jiwa, raga, harta dan bendanya untuk bangsa ini bayangkan dengan kondisi saat ini yang mana masing2 pemimpin saling bersaing dengan pencitraannya masing2 dan sibuk menumpuk pundi2 hartanya tak perduli itu milik rakyat dan bangsanya, mereka telan semua!
Kita hanya bisa bangga menjadi bangsa ini manakala kita mengingat bagaimana gigihnya mereka merebut, mempertahankan dan menjaga bangsa ini dari ancaman bangsa lain.

Dulu kita punya harga diri bangsa yang sangat tinggi dimata dunia... kita tidak takut dengan bangsa lain, kita tidak takut Amerika, kita tidak takut diembargo, kita punya JATIDIRI, kita berusaha untuk tidak tergantung oleh bangsa lain... seperti kala bung karno yang dengan lantang menyuarakan "BERDIKARI" manakala memimpin bangsa 'dunia ke-3' diforum konferensi asia-afrika.
Ingat, kita pernah menjadi 'macan' asia diera tahun 60an sebelum kita dihancurkan dan dipermalukan oleh 'bangsa' kita sendiri!

Kini kita hanya bisa mengenang dan berharap akan keberanian para pemimpin kita terdahulu, kita hanya bisa berharap akan lahirnya para pemimpin negeri ini seperti mereka yang benar2 berjuang untuk rakyat dan bangsanya. Lihat... bagaimana susah dan miskinnya bung karno pada saat menjelang detik2 wafatnya, bukan dengan perawatan dan peralatan kedokteran yang layak, bukan dirumah sakit yang megah bahkan dalam keadaan terasing!

Kini kita semua telah diracuni oleh doktrin2 para pemimpin kita yang telah dikendalikan dan tidak berkutik oleh bangsa lain, takut! ya ketakutan itulah yang telah menggiring bangsa yang besar ini yang mempunyai keberanian dan semangat layaknya seekor macan menjadi bangsa yang pengecut!
Tidak berani hanya sekedar menyatakan dan mengungkap kedzoliman bangsa lain yang telah men cabik-cabik harga diri dan jiwa bangsa kita.

Masihkah kita bangga menjadi bangsa ini?
Bangsa yang rendah diri, bangsa yang hanya manggut-manggut mendengarkan wejangan dari bangsa lain tanpa berani berbuat, bangsa yang kerap menjadi bulan-bulanan dan cibiran bangsa lain tanpa berani bertindak, bangsa yang terpuruk ditengah kekayaan alamnya yang melimpah, bangsa yang seakan tidak bisa hidup tanpa bangsa lain, bangsa yang tega memakan hak para saudaranya yang miskin, bangsa yang saling berebut citra dan kekuasaan, bangsa yang kerap kali menunduk kala menatap bangsa lain, BANGSA TERKORUP!!!

Saya tidak bangga menjadi bangsa yang seperti ini namun saya CINTA INDONESIA, kecintaan yang insya allah akan saya persembahkan jiwa dan raga ini untuk membela dan menjaganya!

herikris haidar
Premium member
Premium member

Jumlah posting: 976
Join date: 02.07.11
Age: 38
Lokasi: jati sampurna, bekasi

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  topanbadai on Mon Aug 27, 2012 4:50 pm

herikris haidar wrote:Thread yang sangat penting bagi generasi muda... mengingat dan membuka sejarah bangsa, ini yang sering didengung-dengungkan oleh bung karno... "JASMERAH" jangan sekalipun melupakan sejarah.

Miris memang melihat dan merasakan bangsa ini jika dibandingkan dengan perjuangan para pejuang dan pemimpin kita dimasa lalu dimana masa2 yang sangat sulit dan penting demi lahir dan tegaknya NKRI, yang mana mereka telah korbankan jiwa, raga, harta dan bendanya untuk bangsa ini bayangkan dengan kondisi saat ini yang mana masing2 pemimpin saling bersaing dengan pencitraannya masing2 dan sibuk menumpuk pundi2 hartanya tak perduli itu milik rakyat dan bangsanya, mereka telan semua!
Kita hanya bisa bangga menjadi bangsa ini manakala kita mengingat bagaimana gigihnya mereka merebut, mempertahankan dan menjaga bangsa ini dari ancaman bangsa lain.

Dulu kita punya harga diri bangsa yang sangat tinggi dimata dunia... kita tidak takut dengan bangsa lain, kita tidak takut Amerika, kita tidak takut diembargo, kita punya JATIDIRI, kita berusaha untuk tidak tergantung oleh bangsa lain... seperti kala bung karno yang dengan lantang menyuarakan "BERDIKARI" manakala memimpin bangsa 'dunia ke-3' diforum konferensi asia-afrika.
Ingat, kita pernah menjadi 'macan' asia diera tahun 60an sebelum kita dihancurkan dan dipermalukan oleh 'bangsa' kita sendiri!

Kini kita hanya bisa mengenang dan berharap akan keberanian para pemimpin kita terdahulu, kita hanya bisa berharap akan lahirnya para pemimpin negeri ini seperti mereka yang benar2 berjuang untuk rakyat dan bangsanya. Lihat... bagaimana susah dan miskinnya bung karno pada saat menjelang detik2 wafatnya, bukan dengan perawatan dan peralatan kedokteran yang layak, bukan dirumah sakit yang megah bahkan dalam keadaan terasing!

Kini kita semua telah diracuni oleh doktrin2 para pemimpin kita yang telah dikendalikan dan tidak berkutik oleh bangsa lain, takut! ya ketakutan itulah yang telah menggiring bangsa yang besar ini yang mempunyai keberanian dan semangat layaknya seekor macan menjadi bangsa yang pengecut!
Tidak berani hanya sekedar menyatakan dan mengungkap kedzoliman bangsa lain yang telah men cabik-cabik harga diri dan jiwa bangsa kita.

Masihkah kita bangga menjadi bangsa ini?
Bangsa yang rendah diri, bangsa yang hanya manggut-manggut mendengarkan wejangan dari bangsa lain tanpa berani berbuat, bangsa yang kerap menjadi bulan-bulanan dan cibiran bangsa lain tanpa berani bertindak, bangsa yang terpuruk ditengah kekayaan alamnya yang melimpah, bangsa yang seakan tidak bisa hidup tanpa bangsa lain, bangsa yang tega memakan hak para saudaranya yang miskin, bangsa yang saling berebut citra dan kekuasaan, bangsa yang kerap kali menunduk kala menatap bangsa lain, BANGSA TERKORUP!!!

Saya tidak bangga menjadi bangsa yang seperti ini namun saya CINTA INDONESIA, kecintaan yang insya allah akan saya persembahkan jiwa dan raga ini untuk membela dan menjaganya!

Mantap bg. Saya idem aja Smile

topanbadai
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting: 643
Join date: 07.09.10
Age: 41
Lokasi: Banda Aceh

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  Modesto on Mon Aug 27, 2012 10:40 pm

Foto eksekusi....mmmmm
sebenernya bukan kita saja yg punya riwayat kelam tentang sejarah penjajahan
tiap bangsa yg pernah berperang pasti punya pengalaman buruk seperti itu.
menghujat Belanda sepertinya sudah bukan masanya lagi, untuk apa menghujat negara
yang sekarang sudah menjadi negara sahabat meskipun dulu pernah menjajah kita
Kalo mau hujat-menghujat maka dunia ini akan penuh dengan hujatan karena sejarah
perang dan penjajahan ada di seluruh muka bumi ini.

Daripada lebay, lebih baik kita mencontoh bangsa Jepang yg berhasil bangkit dari
kekalahan perang dunia II menjadi negara maju dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Menengok masa lalu sebagai kenangan pahit maupun manis boleh-boleh saja
Tapi jangan sampai lupa menatap masa depan yang jauh lebih penting. Very Happy

Modesto
Jendral
Jendral

Jumlah posting: 1147
Join date: 21.03.10
Age: 33
Lokasi: Ponorogo

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  herikris haidar on Tue Aug 28, 2012 12:17 am

Modesto wrote:Foto eksekusi....mmmmm
sebenernya bukan kita saja yg punya riwayat kelam tentang sejarah penjajahan
tiap bangsa yg pernah berperang pasti punya pengalaman buruk seperti itu.
menghujat Belanda sepertinya sudah bukan masanya lagi, untuk apa menghujat negara
yang sekarang sudah menjadi negara sahabat meskipun dulu pernah menjajah kita
Kalo mau hujat-menghujat maka dunia ini akan penuh dengan hujatan karena sejarah
perang dan penjajahan ada di seluruh muka bumi ini.

Daripada lebay, lebih baik kita mencontoh bangsa Jepang yg berhasil bangkit dari
kekalahan perang dunia II menjadi negara maju dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Menengok masa lalu sebagai kenangan pahit maupun manis boleh-boleh saja
Tapi jangan sampai lupa menatap masa depan yang jauh lebih penting. Very Happy
Laughing Laughing Laughing
Menurut saya tidak ada yang lebay disini mas, mungkin lebih pantasnya mengingatkan kembali kepada kita semua akan kenangan masa lalu untuk membangkitkan rasa nasionalisme yang mulai pudar, yang sekian lama telah dinina bobokan oleh tembang2 kamuflase, bahasa2 politikus yang seolah meredam namun dibalik itu ada maksud dan tujuan yang lain.
Janganlah mudah melupakan sejarah kita begitu saja... biarkanlah nasionalisme itu tumbuh dan berkembang lewat apapun termasuk lewat forum ini. bukankah ini juga forum anak bangsa?
Lantas akan seperti apa kita kelak, kalau kebangkitan nasionalisme itu dikatakan lebay?
Apa yang terjadi dikemudian hari manakala kita coba membusungkan dada kita untuk mengungkap kehinaan diri kita yang telah dihinakan oleh bangsa lain dimasa lalu harus dibungkam oleh doktrin2 yang seolah-olah melupakan kejadian itu begitu saja..."biarkanlah, toh bukan cuma kita yang dihinakan!!!"

Mencontoh jepang?
Jangan mimpi selagi masih ada pembungkam rasa nasionalisme di negeri ini!
Jepang adalah bangsa yang mempunyai rasa nasionalisme yang luar biasa, mereka begitu menghargai budaya bangsanya, mereka bangsa yang gentle yang tidak pernah bersembunyi dari jatidirinya yang sesungguhnya, mereka tidak butuh pencitraan!!!


herikris haidar
Premium member
Premium member

Jumlah posting: 976
Join date: 02.07.11
Age: 38
Lokasi: jati sampurna, bekasi

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  didik adi on Tue Aug 28, 2012 10:28 am

Modesto wrote:Foto eksekusi....mmmmm
sebenernya bukan kita saja yg punya riwayat kelam tentang sejarah penjajahan
tiap bangsa yg pernah berperang pasti punya pengalaman buruk seperti itu.
menghujat Belanda sepertinya sudah bukan masanya lagi, untuk apa menghujat negara
yang sekarang sudah menjadi negara sahabat meskipun dulu pernah menjajah kita
Kalo mau hujat-menghujat maka dunia ini akan penuh dengan hujatan karena sejarah
perang dan penjajahan ada di seluruh muka bumi ini.

Daripada lebay, lebih baik kita mencontoh bangsa Jepang yg berhasil bangkit dari
kekalahan perang dunia II menjadi negara maju dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Menengok masa lalu sebagai kenangan pahit maupun manis boleh-boleh saja
Tapi jangan sampai lupa menatap masa depan yang jauh lebih penting. Very Happy
mungkin tanpa kita sadari saat ini kita juga sedang dijajah koq.
saya pernah mendengar dari seorang pembicara dunia pendidikan yg mengatakan sekarang kita sedang dijajah secara opini dan pemikiran dan itu lebih sulit untuk dihadapai dibanding penjajahan secara fisik seperti jaman dulu(menurut pakar kita dijajah belanda gak selama 350 tahun).
dan kalo kita perhatkan dunia pendidikan sekarang pun hanya menciptakan manusia pinter tanpa mengenal akar budaya bangsa kita sendiri, jadi bukan melulu kesalahan generasi sekarang kalo mereka pun kurang paham sejarah bangsa ini. Sad

didik adi
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting: 506
Join date: 20.05.11
Lokasi: weleri, jawa tengah

Kembali Ke Atas Go down

Sepenggal Cerita Dari Arek Surabaya

Post  Abu Aslam WSS on Tue Aug 28, 2012 12:07 pm

RAHASIA DI BALIK PERANG SURABAYA 10 NOVEMBER 1945


Perang Surabaya November 1945, bisa dikatakan… merupakan pertemuan antara : Keberanian rakyat Indonesia, kegagalan Intel Inggris, cerobohnya Belanda dan naifnya pemimpin Republik di Jakarta dalam memahami keadaan.

Perang ini amat massif sifatnya dan merupakan perang pertama di dunia setelah Hitler dikalahkan pada Mei 1945. Perang ini juga merupakan sebuah kejutan besar bagi Inggris dan menjadi inspirasi bagi negara Asia lainnya untuk mengobarkan perlawanan anti kolonial. Bisa dikatakan “Perang Surabaya adalah titik balik terpenting bagi negara-negara jajahan di Asia untuk memulai revolusinya”.



Di tahun 1942, ketika Jepang berhasil menginvasi Jawa dan mendaratkan banyak pasukan di Pulau paling kaya di Asia, pasukan Belanda mundur ke belakang. Beberapa pasukan Belanda di garis terdepan ditangkap dan diinternir, namun para penggede militer Belanda terutama bagian intelnya berhasil mengungsi ke tepi-tepi pantai atau di bandara kecil kota diterbangkan ke Australia dengan terburu-buru. Disana para penggede militer Belanda terus menjalin hubungan dengan Inggris, dan memeloti setiap berita yang masuk tentang Hindia Belanda. Dikabarkan pula Belanda telah menanam ribuan senjata ringan dan beberapa senjata berat yang siap digunakan sebagai perlawanan bawah tanah terhadap Jepang bila kemudian hari Jepang sudah melemah daya tempurnya maka pasukan bawah tanah bersenjata siap mengepung Jepang. Sampai detik ini belum bisa dibuktikan adanya penemuan senjata-senjata baru, tapi dari banyak kesaksian di masa perang Revolusi 1945 banyak dari pasukan laskar bersenjata memiliki alat persenjataan yang amat baik dan bukan peninggalan Jepang.

Sementara di Eropa, Churchill dan Franklin Delano Roosevelt terus melakukan koordinasi, mereka berdua memanfaatkan Stalin untuk menghadapi Hitler di front timur dan juga memutuskan sebuah persetujuan baru untuk bersiap bila sekutu kalah oleh Hitler di Eropa maka pertempuran akan dilanjutkan di Asia. Churchill dan Roosevelt pun menuliskan perjanjian Atlantic Charter 1940 yang isinya antara lain : “Hak bangsa-bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri” isi perjanjian ini jika dilihat kemudian waktu adalah hanya sebagai bom waktu agar bangsa Asia bisa dimanfaatkan oleh Inggris dan Amerika Serikat dalam melawan Hitler. Bukti bahwa Inggris-Amerika akan menjadikan semua dunia adalah wilayah jajahan mereka terjadi tahun 1945, dalam perjanjian Yalta, Inggris-Amerika Serikat dan Sovjet Uni sepakat bahwa geopolitik akan dibelah menjadi blok barat dan blok timur. Setelah Stalin tertawa-tawa menandatangani perjanjian ini di depan Roosevelt dan Churchill, lalu Roosevelt dan Churchill bertemu di ruangan lain dan membicarakan tentang nasib jajahan Asia. Churchill bersikeras “Biarlah jajahan di Asia akan tetap seperti masa sebelum Jepang mengobrak-abrik Asia” ini artinya : Inggris, Perancis dan Belanda akan menerima keuntungan besar. Roosevelt diam saja karena mau-nya Churchill ini jelas merugikan Amerika Serikat. Roosevelt melihat keadaan dan kemudian pelan-pelan menarik diri dari agresifitas Inggris di Asia. Bagi Roosevelt belum waktunya Amerika masuk ke Asia, sebuah wilayah yang belum begitu dikenalnya kecuali Filipina.

Ketika kemenangan sekutu mulai terasa di Asia, setelah MacArthur secara lompat kodok berhasil satu persatu mencaplok pulau-pulau di Asia, berawal dari kemenangannya menguasai pulau-pulau kecil di Pasifik selatan, kemudian menguasai Biak dan membunuhi ribuan serdadu Jepang. Lalu menerbangkan pesawat-pesawatnya ke Filipina, disana MacArthur memenuhi janjinya kepada rakyat Filipina “I shall return”. Sampai pada titik ini, MacArthur dan Amerika Serikat masih bercitra menjadi pembebas negeri, apalagi di Asia, Jepang amat kalap demi kemenangan perang ia memperbudak penduduk negeri-negeri jajahan.

Namun dibalik kemenangan MacArthur ini, Belanda dengan licik memanfaatkan Amerika Serikat, seperti kebiasaan orang Belanda yang selalu ambil manfaat sebanyak-banyaknya dan berjuang sekecil-kecilnya, maka Belanda mulai mendompleng kemenangan MacArthur demi menguasai kepulauan paling kaya di dunia : Hindia Belanda. Pada tahun 1943, ketika Filipina sudah dikuasai MacArthur, Belanda langsung menerbangkan Van Mook dari Australia untuk ikut menandatangani perjanjian di Tacloban, Filipina tentang wilayah perang. Saat itu wilayah perang dibagi dua : Wilayah Tenggara (South East) dan South West (Pasifik Barat Daya) kebanyakan wilayah Indonesia masuk ke dalam South West. Baik wilayah perang Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya semuanya dibawah komando MacArthur sebagai Supreme Commander. Setelah Jepang menyerah kalah, dengan gentleman Amerika Serikat menyerahkan wilayah perang itu kepada Inggris. Inggris saat itu menunjuk Lord Louis Mountbatten, Raja Muda India untuk menjadi penguasa di Asia eks jajahan Jepang. Mountbatten sendiri berkedudukan di Saigon.

Van Mook, Van Der Plas dan Spoor adalah tiga serangkai dari Belanda yang paling banyak melobi pihak Inggris untuk mengembalikan Hindia Belanda ke tangan Belanda. Van Der Plas menganggap remeh situasi di Hindia Belanda. Inilah kesalahan terpenting intel-intel Belanda di Indonesia yang masih melihat pergerakan pemuda di Jawa atau Sumatera adalah pergerakan anak bawang. Karena sikap meremehkan Van Der Plas ini membuat Van Mook bersama Spoor hanya merekrut 5000 serdadu Belanda dari Suriname dan Curicao untuk disiapkan mengamankan kedatangan mereka di Jawa.

Saat sarapan pagi di markasnya Australia, Van Mook kaget mendengar berita Proklamasi dari Jakarta. Van Mook mulai memiliki insting akan ada situasi berat, tapi ketika Van Mook menyampaikan ini ke Van Der Plas, Van Der Plas hanya tersenyum kecil dan berkata singkat “Apa bisa sekelompok manusia penakut melawan Brigade tempur veteran perang dunia?”

Sekelompok orang pengecut ternyata sudah berubah. Van Mook mati-matian mempertahankan pendapat bahwa Belanda harus mengirimkan banyak pasukan. Van Der Plas menolak, karena dengan mengirimkan banyak pasukan akan membuat kecurigaan Inggris tentang begitu menggebunya Belanda mencaplok Hindia Belanda “Santai saja jangan membuat Inggris atau Amerika memperhatikan kita” . Gagal meyakinkan Van Der Plas, akhirnya Van Mook menghubungi jaringannya di London agar segera melobi Perdana Menteri Inggris. Utusan Van Mook mengejar PM Inggris ke Downing Street, tapi ternyata Churchill sedang beristirahat di Chequers, pinggiran kota London disana diadakan pertemuan dadakan. Churchill akhirnya menyarankan agar dibentuk sebuah tentara pengambil alihan sipil, pihak Belanda setuju lantas disana dibentuklah NICA (Nederlaands India Civil Affair), NICA ini akan jadi semacam pengawal pemerintahan peralihan untuk kemudian menegakkan kekuasaan Belanda di Inggris, dalam nota Chequers yang tertanggal 24 Agustus 1945 ini pula termuat komitmen Inggris untuk siap membantu apabila NICA mengalami kesulitan dalam menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia.

Nota Chequers ini amat rahasia, bahkan Van Mook sendiri sampai beberapa saat merahasiakannya di depan teman-temannya, karena apabila ini bocor maka pendaratan Inggris sebagai pasukan pembuka akan gagal. Inggris kemudian membentuk RAPWI, sebuah organ pembebasan tawanan perang sekutu oleh Jepang dan pasukan Inggris mendarat di Jawa atas nama AFNEI. Barulah beberapa hari kemudian setelah berpikir panjang Van Mook menunjukkan surat nota Chequers ke Van Der Plas, sambil marah-marah Van der Plas bilang ke Van Mook, kenapa tidak langsung diberikan kepada dirinya info itu, karena Van Der Plas bisa tau posisi Inggris saat ini. Van Der Plas langsung memutuskan untuk membawa Van Mook ke Kandy, Srilanka untuk menemui Lord Louis Mountbatten.

Disini kemudian Van Mook dan Van Der Plas ditemui di teras belakang dengan santai di rumah dinas Mountbatten. “Kita akan melanjutkan hasil pertemuan di Yalta 1945 dan melanjutkan keputusan tuan Perdana Menteri tentang ini” kata Van Mook sambil menyerahkan surat nota Chequers kepada Mountbatten. Raja Muda India itu membaca dengan seksama surat itu, lalu mengonfirmasi dengan ajudannya atas keabsahan surat itu lewat jalur rahasia, setengah jam kemudian ada pesan dari London bahwa surat itu absah. Tanpa pikir panjang Mountbatten berkata “Akan saya perintah ke seluruh divisi pasukan saya untuk membantu pasukan Belanda. Tapi ini jangan terlalu berlebihan biarlah Inggris membereskan seluruh persoalan sipil dengan baik”

“Kami tak ingin kedahuluan Komunis” kata Van Mook menakut-nakuti Inggris. Mountbatten tersenyum “ Saya tau watak Stalin, ia sudah terikat dengan perjanjian Yalta 1945. Stalin tidak akan masuk ke wilayah yang dikuasai sekutu, asal kita jangan pancing dia”. Mountbatten langsung melanjutkan “Saya punya intelijen disana namanya Kolonel Van Der Post, biarlah dia jadi perwira penghubung nanti kita akan terima banyak laporan dari dia”.

Van Mook setuju, begitu juga dengan Van Der Plas mereka bersalaman dengan Mountbatten lalu balik ke Australia dan menyiapkan pasukan serta para perwira stafnya. Di Australia pemimpin pasukan diputuskan perwira KNIL orang Jawa bernama Abdulkadir Wijoyoatmodjo dan Mayor KNIL Santoso.Abdulkadir dan Santoso diperintahkan Van Mook untuk ke Djakarta untuk mengadakan pengembangan kontak-kontak jaringan dengan eks perwira KNIL yang masih memiliki pasukan. Abdulkadir dan Santoso langsung berangkat ke Jakarta dan menemui beberapa perwira KNIL di Jakarta untuk bersiap melakukan perang dengan pihak Indonesia apabila pasukan NICA nanti mendarat dan menerima perlawanan.

Setelah Abdulkadir bertemu dengan pasukannya, lalu Van Mook dan Van Der Plas datang ke Jakarta disana ia berjumpa dengan Kolonel Van Der Post, kontak terpenting Van Der Post dengan banyak pemimpin-pemimpin baru Republik. Van Mook agak nggak suka dengan Van Der Post yang secara eksplisit mendukung kemerdekaan Indonesia. Van Der Post sempat menertawai Belanda ketika pasukan Belanda akan datang kembali. “Kamu akan berhadapan dengan banyak orang nekat” kata Van Der Post di satu sore depan stadion Vios, Menteng.

Karena sudah memegang Nota Chequers itu Van Mook amat yakin bisa menguasai kembali Republik.

Sementara di Djakarta sendiri, kedatangan sekutu disambut baik. Sukarno amat takut apabila dirinya akan ditangkap karena tuduhan kolaborator, sementara Hatta dan Sjahrir sudah berhitung untuk menghindari perang terhadap sekutu. Kelemahan Sukarno yang kadang-kadang menyebalkan adalah “Ia tidak memperhitungkan kekuatannya sendiri” padahal seluruh bangsa ini mau merdeka secara sukarela karena mereka melihat figur Sukarno.

Hatta dan Sjahrir amat bergantung dengan figur Sukarno. Sementara kekuatan lain belum bermunculan, Tan Malaka masih bersembunyi di rumah Achmad Subardjo dan masih bingung harus kontak siapa lagi yang bisa dipercaya, karena Sukarni menghilang setelah Tan Malaka bertemu dengan Sukarni di rumahnya. Sukarni, Maruto Nitimihardjo, Chaerul Saleh, dan banyak tokoh pemuda berkali-kali meyakinkan Sukarno akan perang total dengan sekutu. Sukarno marah-marah karena perbuatan amat gila berperang dengan pasukan sekutu.

Para pemuda tidak tau akan nota Chequers 24 Agustus 1945, tapi para pemuda liwat insting politiknya yakin Belanda bermain di belakang sekutu, kejadian ini seperti 120 tahun yang lampau saat pasukan Inggris menyerahkan Jawa ke tangan Belanda setelah kekalahan Napoleon.

Sukarno, Hatta dan Sjahrir tidak mau berspekulasi dan memutuskan untuk menganut garis “menghindarkan perang dan menyelamatkan nyawa orang banyak dari peperangan” …. ???

Lalu sekutu datang ke Tanjung Priok. Kedatangan sekutu disana mendapatkan banyak perhatian dari orang-orang Priok termasuk Hadji Tjitra (mertuanya Lagoa, jagoan Priok) dan Hadji Tjitra melaporkan kedatangan sekutu yang bersenjata lengkap juga beberapa orang berbicara bahasa Belanda kepada pemimpin pemuda Maruto Nitimihardjo. Kedatangan orang Belanda ini menjadi alasan bagi Pemuda untuk menembaki sekutu di Jalan-Jalan Djakarta, lalu Sukarno marah-marah dan membentak Maruto juga Pandu Kartawiguna “Hentikan Perang, Tolol!!”…………

Maruto marah begitu juga dengan Pandu. Tapi di tempat lain sudah mulai muncul tokoh baru Tan Malaka, yang ternyata mereka kenal sebagai Ilyas Hussein seorang utusan pemuda dari Bayah, Banten.

Di Tanjung Mas, Surabaya Pasukan sekutu mendarat dan membebaskan banyak interniran perang Belanda. Banyak eks orang kaya Belanda langsung lupa diri, mereka kemudian berpesta. Di Hotel Yamato, para orang kaya Belanda menyiapkan pesta untuk mengganti nama Hotel Yamato ke nama semula yaitu : Hotel Oranje. Proses penggantian nama ini kemudian diikuti oleh pengerekan Bendera Belanda di atas hotal Yamato. Perintah pengerekan ini dilakukan oleh Ploegman salah seorang advokat Surabaya di jaman sebelum Jepang. Pengibaran itu dilakukan jam 9 malam.

Paginya pengibaran bendera Belanda bikin perhatian banyak orang yang sedang berjalan kaki. Pemuda-pemuda yang dilapori rakyat bahwa Belanda mengibarkan bendera langsung ngasah bambu runcing, beberapa pemuda melapor ke Residen Surabaya : Sudirman. “Lha, kan sudah ada perintah dari Jakarta untuk mengibarkan bendera merah putih” Sudirman memegang surat perintah 1 September 1945 tentang bendera merah putih lalu membawanya ke Hotel Yamato. Disana Sudirman dikawal Sidik dan Haryono. Sampai di depan kerumunan massa, Sudirman ditemui beberapa orang pemuda yang kalap “Kita bakar saja hotel ini” Sudirman menahan ide pemuda itu, lalu ia segera masuk ke ruang lobi Hotel. Disana Sudirman disoraki orang-orang Belanda yang sedang menyiapkan acara dansa.

“Mana Pemimpin Belanda disini..!!” kata Sudirman sambil kedua tangannya memegang pinggang. “Saya kamu mau apa?” kata Ploegman dengan pandangan menghina. Lalu Sudirman menunjukkan surat perintah Djakarta tentang pengibaran bendera “Kamu bisa baca ini?”

Ploegman mengibaskan tangannya dan mengenai surat itu langsung terjatuh ke lantai. Sidik yang melihat kelakuan kurang ajar Ploegman langsung memegangi leher Ploegman, lalu Ploegman mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke Sudirman. Tak lama kemudian dari belakang pistol meletus dan mengenai punggung Sidik. Sidik langsung jatuh dan mati, lalu beberapa orang Belanda mau mengeroyok Sudirman dan Haryono. Para pemuda menerobos masuk dan terjadilah perkelahian seperti di bar-bar, beberapa orang Belanda digebuki sampai mati.

Di luar keadaan semakin memanas, beberapa orang pemuda naik ke atas dan merobek warna biru Belanda, lalu mengibarkan sisa bendera robekan itu : Merah Putih, sekejap rakyat Surabaya terdiam lalu menangis, beberapa diantara dengan semangat menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan suara gemetar. Hari itu rakyat Surabaya memiliki keIndonesiaannya.

Sejak Insiden Yamato itu kemudian pemuda menyerang pos-pos militer sekutu. Perang kecil-kecilan terjadi, barulah pada akhir Oktober 1945 terjadi perang besar. Inggris mengirimkan Hawthorn untuk melobi Sukarno di Djakarta. Sukarno langsung berangkat ke Surabaya, ditengah tembakan mendesing Sukarno menemui beberapa pemuda dan memerintahkan menghentikan tembakan “Musuh kita bukan sekutu, mereka hanya membebaskan tawanan perang..” kata Sukarno. Para pemuda menuruti apa kata Sukarno.

Lalu gencatan senjata terjadi.

Van Mook menganjurkan pada Mountbatten agar mengirimkan Jenderal administrasi saja, semacam Jenderal Salon yang tak pernah pegang pasukan. Bagi para Jenderal amat senang dan merupakan reputasi menarik apabila diperintahkan memegang pasukan. Begitu juga yang terjadi pada Mallaby, selama perang dunia kedua Mallaby hanya duduk di belakang meja merapihkan administrasi markas dan mengatur alat-alat peraga Atlas untuk presentasi para Jenderal yang mengatur pasukan di lapangan.

Mallaby yang saat itu berpangkat Mayor Jenderal dengan senang hati menerima perintah memimpin pasukan Brigade 49 yang terkenal nekat dan berhasil menghajar Jepang pada perang Burma 1944. Pangkat Mayor Jenderal pun diturunkan menjadi Brigadir Jenderal, karena pangkat seorang komandan Brigade Inggris adalah Brigjen.

Mallaby yang saat itu menjadi saksi atas gencatan senjata memerintahkan pasukannya untuk menarik diri dari semua pertempuran. Keputusan itu ditandatangani 29 Oktober 1945. Namun informasi gencatan senjata ternyata tidak sampai ke seluruh pasukan. Ada pasukan kecil India (Gurkha) yang membangun benteng pasir di bawah Jembatan Merah Surabaya. Mereka menembaki segerombolan pemuda. Para Pemuda membalas berondongan senjata dengan serbuan bambu runcing, naas bagi Mallaby yang dikiranya kota sudah aman dia berjalan-jalan malam untuk mencari restoran yang masih buka, ia lapar. Dengan naik mobil Buick ia bersama pengawalnya berkeliling Surabaya, di dekat jembatan merah ia malah masuk ke wilayah Republik, kemudian ada pistol menyalak ke dada Mallaby. Seketika Mallaby mati kemudian ada granat masuk ke dalam mobil Mallaby, mobil Mallaby meledak hebat. Mayatnya terpanggang di dalam.

Sampai sekarang siapa yang nembak Mallaby, siapa yang melempar granat tidak diketahui, apakah ini mainan intelijen Belanda, NEFIS atau memang sebuah aksi spontan pemuda. Namun yang jelas dari sinilah Perang Surabaya bermula.

Dalam perang lima tahun dengan NAZI, Inggris tidak pernah kehilangan satu Jenderal pun. Tapi di Surabaya baru lima hari mendarat seorang Jenderal terbunuh. Inilah yang membuat marah Inggris. Lalu dengan cepat Mountbatten menunjuk Mayor Jenderal Mansergh sebagai kepala pasukan Inggris di Surabaya untuk membereskan kota Surabaya. Mayjen Mansergh yang jago perang dunia itu langsung mengambil keputusan untuk melucuti semua orang Surabaya.

“Hak apa orang Inggris memerintahkan orang Surabaya sebuah bagian dari negara berdaulat” teriak Bung Tomo sambil menggebrak meja setelah mendapatkan laporan bahwa ada ultimatum bahwa orang Surabaya harus menyerahkan senjata sampai tanggal 10 November 1945.

“Wah perang ini” kata Bung Tomo di depan banyak temannya. Beberapa jam kemudian Bung Tomo memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan mobil lalu pergi ke Tebu Ireng, Jombang. Disana ia berjumpa dengan Hadratus Sjaikh Hasjim As’ary (kakek Gus Dur) untuk meminta pertimbangan. “Perang ini akan jadi perang sahid, perang suci karena membela tanah air, tapi sebelum saya putuskan bantu kamu baiknya kamu dzikir dulu, saya menunggu seorang Kyai dari Cirebon”

Esoknya Hadratus Sjaikh berkata lagi pada Bung Tomo “Kamu perang saja, ulama membantu, santri-santri membantu”.

Mendapat jaminan dan restu dari tokoh ulama, Bung Tomo langsung ke Surabaya dan meneriakkan di corong “Radio Pemberontak”



…Saudara-saudara Allahu Akbar!!… Semboyan kita tetap: MERDEKA ATAU MATI.

Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita

sebab Allah selalu berada di pihak yang benar

percayalah saudara-saudara,

Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar…!! Allahu Akbar…! Allahu Akbar…!!!

MERDEKA!!!

Mendengar pidato Bung Tomo, orang Surabaya paham itu isyarat perang. Mayjen Mansergh juga ambil kesimpulan bakal ada perang beneran. Akhirnya tanggal 10 November tiba, sirene pagi berbunyi keras dan tak satupun rakyat Surabaya yang datang ke pos militer sekutu untuk menyerahkan senjata.

Para pemuda membangun benteng-benteng pasir, menjalin kawat berduri, bersembunyi di jendela-jendela toko sudah perseneleng siap tempur.

Pagi hari Gubernur Surjo mendatangi beberapa tokoh pemuda. Gubernur Soerjo bilang “ini sudah keterlaluan Inggris, sudah tidak menganggap Pemerintahan Djakarta itu ada, tidak ada Republik Indonesia” lalu Gubernur Soerjo dengan blangkonnya berpidato “kita tidak mau dijajah kembali, Merdeka….!!”

Jam 6 pagi dari arah pelabuhan di Surabaya Utara, kanon-kanon kapal perang Inggris sudah mengarah ke kota. Tembakan pertama meletus jam 6.10 dari sebuah kapal kemudian meletus lagi dari semua kapal berikutnya seluruh wilayah kota yang dekat dengan pelabuhan jadi korbannya.

Wilayah Surabaya Utara dihuni oleh banyak orang-orang Cina, Arab, India dan beberapa pedagang dari Bugis. Rata-rata dari mereka adalah pedagang. Rumah-rumah mereka hancur dengan tanah, tembakan kanon terus menerus menghancurkan Pasar Turi, Kramat Gantung dan Pasar Besar. Beberapa tempat sudah tak berbekas. Jam 7 pagi pasukan Inggris mulai masuk ke Surabaya.

Mereka masuk ke kampung-kampung dan menembaki rakyat dengan membabi buta, ada orang tembak, ada pemuda tembak mati. Sekutu menendangi rumah penduduk dan mencari senjata, bila ada yang melawan tembak mati.

Rakyat Surabaya belum melawan, mereka masih siaga di posisinya masing-masing, belum ada perintah tembak dari Djakarta. Para penggede militer TKR di Djakarta dilapori situasi Surabaya terutama penembakan kanon di Surabaya Utara. Amir Sjafruddin yang saat itu mengurusi pertahanan langsung memerintahkan “Lawan!!” lalu datanglah perintah dari Djakarta agar rakyat Surabaya melawan.

Jam 9.15 milisi Surabaya sudah dapat kabar bahwa Jakarta menyetujui perang, lalu tembakan pertama kali terjadi di Pasar Turi dari pihak Republik. Di batas-batas kota rakyat mulai berdatangan memasuki kota, ratusan ribu orang memasuki kota Surabaya mempertahankan kedaulatan bangsanya yang sedang dihina Inggris dan Belanda.

Pasukan resmi tentara juga mulai mengoordinasi, semuanya ikut dalam barisan milisi, pertahanan Republik langsung dibangun dari arah barat ke Timur, wilayah Asem Jajar dijadikan wilayah perang pertama antara sekutu dan Republik. Di wilayah ini pasukan sekutu berhasil dipukul mundur, beberapa dari mereka tewas ketika pasukan bambu runcing nekat maju dan masuk ke lobang pasir dimana mitraliyur ditaruh. Di selatan Pasar Turi pasukan Inggris menerobos masuk tapi ditembaki dari gedung-gedung oleh pasukan rakyat.

Jam 10.12 di langit Surabaya suara pesawat menderu-deru kencang. Rupanya Inggris mengerahkan pasukan Royal Air Force (RAF) langsung dari pangkalan militernya di Burma. Pasukan RAF yang dikerahkan ini adalah veteran perang dari Perang Dunia kedua yang mengebom Berlin.

Tapi sekarang bukan Berlin yang dibom tapi Kota Surabaya, mereka mengebom kantor-kantor pemerintahan, gedung-gedung sekolah. Bila tahun 1940 Inggris dibombardir Jerman, maka Inggris mengulangi kejahatan Jerman dengan memborbardir kota Surabaya, banyak orang tertembak mati kena runtuh gedung, dan orang yang tertembak mitraliyur pesawat, Inggris seperti pasukan gila yang mengamuk habis-habisan.

Tapi Inggris belum kenal watak orang Surabaya yang panas. Pasukan rakyat kemudian mengambil beberapa mitralyur anti pesawat buatan Jepang dan menembaki skuadron pasukan RAF. Dua pesawat kena tembak salah satunya adalah seorang jenderal yang bernama Brigjen Robert Guy Loder Symonds seorang komandan pasukan Artileri yang sedang melakukan survey udara. Jenderal ini kemudian dibawa ke Jakarta dan dimakamkan di Kramat Pulo, Menteng.

Pertempuran makin meluas, sampai ke Kali Mas. Di pinggir Kali Mas pasukan sekutu langsung menggempur pasukan rakyat. Jam 12 siang hari pertama, pasukan infanteri mulai mendarat sekitar 20.000 orang, inilah pasukan terbesar Inggris setelah perang dunia selesai, dan merupakan perang paling brutal sepanjang sejarah pertempuran pasukan Inggris.

Dari Radio hampir seluruh rakyat Indonesia menunggu laporan-laporan dari perkembangan perang, mereka menunggu pidato Bung Tomo. Semua mendekatkan telinga mereka di radio. Pada hari itu juga banyak dari orang-orang Indonesia di tempat lainnya menyiapkan diri untuk perang ke Surabaya. Sekitar 20.000 orang Bali sudah siap masuk ke Surabaya, beberapa bisa menyusup dan langsung menggempur sekutu. Dari Aceh sudah disiapkan ribuan orang pengiriman, di Medan ribuan orang berkumpul untuk bersiap diberangkatkan ke Surabaya, di Lombok Mataram di depan para Ulama, rakyat Lombok siap mati dan akan berangkat ke Surabaya. Di Yogyakarta sudah mulai ada pengiriman pasukan, Malang sudah kirim pasukan sementara Djakarta masih menunggu perkembangan, penggede-penggede Djakarta masih berharap perang bisa diselesaikan dengan cepat.

Di wilayah lain di luar Surabaya, Jenderal Sudirman dan para staf-nya memutuskan untuk memotong rantai logistik sekutu. Jadi 20 ribu pasukan infanteri bakalan terlokalisir dan digebuki rakyat Surabaya. Taktik ini berhasil, laskar-laskar rakyat di Jawa Barat menghadang pasukan logistik sekutu yang mau masuk dari arah barat, di Malang gudang logistik pasukan sekutu dihancurkan, otomatis selama 5 hari pasukan sekutu terkunci dari semua pintu masuk kota, sementara ribuan orang Indonesia terus mengalir memasuki kota dengan senjata apa adanya berperang melawan sekutu.

Pasukan sekutu mulai stress, karena logistik tidak ada, bantuan tempur logistik yang diterjunkan dari pesawat kemakan orang-orang Republik, bahkan nyaris tidak ada logistik yang berhasil didapatkan pasukan Inggris. Mereka sudah terkunci dan terkepung oleh seluruh orang Indonesia yang mengitari mereka, keberadaan pasukan Inggris dari Brigade 49 tinggal menghitung waktu.

Tempat-tempat dimana pos pasukan Inggris berada di blokade total, tak ada listrik, tak ada makanan, mereka harus berjaga 24 jam agar jangan sampai ditembaki Republik yang terus menerus nggan berhenti. Di hari kelima pertempuran mulai jarang tembakan dari pasukan sekutu, pasukan Inggris mulai kehabisan amunisi, beberapa orang Surabaya nekat masuk ke pos-pos Inggris dan meledakkan granat, inilah yang mereka takutkan. Dalam kondisi rusak mental inilah, pasukan Brigade 49 mulai teriak-teriak ke markas mereka di Djakarta bahwa mereka sudah terdesak.

Rahasia kekalahan Inggris ini disimpan rapi-rapi, jangan sampai Penggede Republik Indonesia tau, mereka berlagak ja’im dan masih mencitrakan diri sebagai pemenang perang di Surabaya. Begitu juga dengan pemimpin di Jakarta yang tidak begitu mengetahui perkembangan perang di Surabaya, mereka sudah ‘underestimate’ bahwa perang akan dimenangkan oleh Inggris.

Di Singapura para panglima Inggris berkumpul. “Kita sudah kalah di Surabaya” kata seorang Panglima. “Pasukan kita sudah kelaparan, tidak ada lagi pasokan” memang saat itu pasukan sekutu sudah amat kelaparan. Mereka tidak dapat pasokan logistik, sementara para pejuang Republik dapat pasokan terus menerus nasi bungkus, pisang, dan banyak bahan makanan dari rakyat yang sukarela membuatkan masakan di dapur umum. Bahkan beberapa pasukan Inggris seperti anjing kelaparan saat melihat sisa nasi bungkus bahkan yang udah basi, mereka ambil dan makan.

“Keadaan ini harus dirahasiakan” Bagaimanapun pasukan Brigade 49 dari Divisi V adalah pasukan kebanggaan Inggris, mereka dijuluki “Fighting Cock” pada Perang Burma 1944, merekalah yang merebut satu persatu wilayah Burma dengan sistem gerilya hutan, kini Brigade itu perlahan-lahan mati kelaparan, digebukin dan ditembakin.

Lalu para Panglima itu mengutus Admiral Heifrich menemui Presiden Sukarno. Heifrich mengakui sendiri dalam buku biografinya, ‘Keputusan untuk menghentikan perang, satu-satunya hanya pada Presiden Sukarno” apa yang dilakukan Heifrich ini bila diperhatikan sangat aneh untuk watak Inggris yang amat ksatria. Karena saat ultimatum, Inggris sempat menganggap Pemerintahan Republik Indonesia tidak ada, lantas setelah pasukan Brigade 49 sudah kalah dan terjepit ia minta tolong pada Sukarno.

Disinilah kesalahan Sukarno paling fatal, ia masih termakan halusinasi bahwa sekutu adalah pihak yang menang perang dan merupakan alat yang baik untuk berdiplomasi dengan Belanda. Sukarno nggak paham kekuatan bangsa sendiri, ia tidak langsung melihat pertempuran, jalan diplomatiknya yang dipilih merupakan blunder besar dalam perang Kemerdekaan 1945-1949.

Perang Surabaya yang berlangsung selama tiga minggu, di minggu pertama dimenangkan oleh pihak Republikein, tapi karena keputusan Sukarno yang memerintahkan penghentian perang, sehingga Jenderal Sudirman membuka blokade lalu pasukan Divisi V yang awalnya sudah diputuskan tidak akan masuk Surabaya karena takut dihabisi, jadi masuk. Logistik yang tadinya terputus mengalir kembali.

Dan kemudian Inggris mampu menghajar pasukan Republik. Lalu nggak berapa lama Inggris menguasai kota Surabaya, karena sudah dapat suplai logistik dari Jakarta.

Apakah yang terjadi bila Sukarno tau kebohongan Inggris, mulai dari Nota Chequers 24 Agustus 1945 sampai pada rahasia pasukan Brigade 49 yang kocar-kacir. Sukarno saat itu berada pada persimpangan politik yang amat tragis. Di satu sisi hanya dia-lah yang dipercaya rakyatnya, di sisi lain dia tidak mau perang dengan sekutu, karena nama Sukarno sudah tercatat sebagai kolaborator. Bila Sukarno diambil pihak sekutu, Sukarno kuatir Indonesia akan kehilangan pemimpin.

Kesalahan besar Sukarno yang menghentikan perang ini juga sama fatalnya dengan perintah Sukarno agar melarang pasukan KKO pimpinan Mayjen Hartono masuk ke Djakarta di tahun 1966 untuk memberikan pelajaran bagi Suharto. Sukarno memang pribadi yang menarik tapi ketika ia harus masuk ke dalam situasi perang nampaknya ia lebih memilih menghindar.

Padahal perang Surabaya adalah sebuah drama besar yang bisa dijadikan landasan untuk merdeka sepenuhnya, Perang Surabaya juga dikabarkan lewat radio-radio dan didengarkan oleh para pejuang di banyak negara terjajah seperti Vietnam dan Burma, dari perang inilah kemudian membangkitkan semangat mereka melawan Kolonialisme.

Pelajaran dari sejarah ini adalah ketika kita sudah pada situasi perang, janganlah kita hentikan dengan diplomasi, janganlah kita memberikan tempat pada lawan. Kita harus percaya atas kemampuan diri sendiri.

Di Surabaya 1945 menjadi pengetahuan bagi kita bahwa kita bangsa berani dan Berdaulat.

” Kedaulatan Ditangan Rakyat dan Untuk Kepentingan Rakyat… Bukan di Tentukan oleh Sikap pemimpin yang lemah, yang termakan Janji manis Si Tipu dan Si Pembohong Besar Menjual Negara dan Rakyat Demi Pencitraan dan Kepentingan Pribadi ..”

Januari 1948 Panglima Besar Jendral Soedirman menulis:

“ Kamu bukanlah tentara sewaan, Tetapi prajurit yang berideologi sanggup berjuang, Menempuh maut untuk kelahiran Tanah Airmu, Percaya dan yakinlah, Bahwa kemerdekaan suatu negara, Didirikan di atas timbunan reruntuhan ribuan jiwa, Harta benda rakyat dan bangsanya, Tidak akan dapat dihapuskan oleh manusia siapa pun juga “


Inilah yang membuat kita bangga kita Bangsa yang punya harga diri , punya keberanian dan berani membela mana yang benar dan mana yang salah walau nyawa taruhannya . Kita sudah membuktikan bahwa Inggris harus membayar sangat mahal sekali atas kemenangan di Surabaya dan Surabaya berhasil kita ubah menjadi neraka bagai tentara Inggris . Di medan eropa pun saat vs Jerman – Italia – Jepang pihak sekutu tidak pernah kehilangan seorang Jendral pun namun di Surabaya lain cerita , 2 orang jendral sekutu mati sia sia di Surabaya mereka adalah :
1. Mayor Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby
2. Brigadir Jendral Robert Guy Loder Symonds

Abu Aslam WSS
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting: 764
Join date: 05.12.09
Age: 29
Lokasi: Surabaya - 083 857 60 70 63

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  herikris haidar on Tue Aug 28, 2012 1:10 pm

Mantap ulasan kilas balik sejarahnya cak tanto... semoga ini bisa dilihat dan dibaca oleh semua anak bangsa supaya sedikit demi sedikit akar nasionalisme didalam hatinya bisa kembali tumbuh dan bangkit.

salam nasionalisme I love you

herikris haidar
Premium member
Premium member

Jumlah posting: 976
Join date: 02.07.11
Age: 38
Lokasi: jati sampurna, bekasi

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  phyxius on Tue Aug 28, 2012 1:51 pm

MERDEKA

HIDUP ATAU MATI !!!!!!!

phyxius
Premium member
Premium member

Jumlah posting: 550
Join date: 05.07.11
Age: 35
Lokasi: Banda Aceh

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  SANGSANG on Tue Aug 28, 2012 5:12 pm

Modesto wrote:Foto eksekusi....mmmmm
sebenernya bukan kita saja yg punya riwayat kelam tentang sejarah penjajahan
tiap bangsa yg pernah berperang pasti punya pengalaman buruk seperti itu.
menghujat Belanda sepertinya sudah bukan masanya lagi, untuk apa menghujat negara
yang sekarang sudah menjadi negara sahabat meskipun dulu pernah menjajah kita
Kalo mau hujat-menghujat maka dunia ini akan penuh dengan hujatan karena sejarah
perang dan penjajahan ada di seluruh muka bumi ini.

Daripada lebay, lebih baik kita mencontoh bangsa Jepang yg berhasil bangkit dari
kekalahan perang dunia II menjadi negara maju dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Menengok masa lalu sebagai kenangan pahit maupun manis boleh-boleh saja
Tapi jangan sampai lupa menatap masa depan yang jauh lebih penting. Very Happy
Thread ini disampaikan tanggal 14 Agustus, 3 hari menjelang 17 Agustus, jadi momentnya pas untuk membahas hal-hal bersejarah seperti ini, kalau anda berpikir ini lebay, kayaknya kita tidak butuh koment anda yang hambar itu... kita toh tetap menatap ke-depan, mana ada orang yang hanya menatap ke belakang? anda ini orang aneh... dan tentu tidak ada orang yang menyarankan untuk melupakan masa depan... saran anda garing, hanya cocok untuk anak kecil... mungkin saja keluarga atau leluhur anda tidak pernah menjadi korban penjajahan atau tidak pernah terlibat dalam pahit getirnya perjuangan kemerdekaan ini... makanya anda santai saja dan mengganggap enteng masalah sejarah ini untuk pemahaman generasi muda kita... semangat anda mirip dengan semangat para penghianat perjuangan waktu itu, lebih dari 300 orang dieksekusi karena jadi spion skutu, yang selalu menyarankan untuk menyerah dan tidak perlu berjuang karena akan kalah persenjataan dengan sekutu, semangat anda ini adalah virus bagi revolusi anak muda tunas negeri ini.... Evil or Very Mad Exclamation
SALAM DAN SALUT UNTUK KOMENTAR CAK ABU ASLAM... I love you

SANGSANG
Kapten
Kapten

Jumlah posting: 392
Join date: 10.08.11
Lokasi: Cibinong

http://www.papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  Modesto on Tue Aug 28, 2012 8:37 pm

SANGSANG wrote:
Thread ini disampaikan tanggal 14 Agustus, 3 hari menjelang 17 Agustus, jadi momentnya pas untuk membahas hal-hal bersejarah seperti ini, kalau anda berpikir ini lebay, kayaknya kita tidak butuh koment anda yang hambar itu... kita toh tetap menatap ke-depan, mana ada orang yang hanya menatap ke belakang? anda ini orang aneh... dan tentu tidak ada orang yang menyarankan untuk melupakan masa depan... saran anda garing, hanya cocok untuk anak kecil... mungkin saja keluarga atau leluhur anda tidak pernah menjadi korban penjajahan atau tidak pernah terlibat dalam pahit getirnya perjuangan kemerdekaan ini... makanya anda santai saja dan mengganggap enteng masalah sejarah ini untuk pemahaman generasi muda kita... semangat anda mirip dengan semangat para penghianat perjuangan waktu itu, lebih dari 300 orang dieksekusi karena jadi spion skutu, yang selalu menyarankan untuk menyerah dan tidak perlu berjuang karena akan kalah persenjataan dengan sekutu, semangat anda ini adalah virus bagi revolusi anak muda tunas negeri ini.... Evil or Very Mad Exclamation
SALAM DAN SALUT UNTUK KOMENTAR CAK ABU ASLAM... I love you
Makasih sarannya bos
moga-moga saya tambah pinter.
ngomong-ngomong bagi ayamnya dong bos Very Happy

Modesto
Jendral
Jendral

Jumlah posting: 1147
Join date: 21.03.10
Age: 33
Lokasi: Ponorogo

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  Modesto on Tue Aug 28, 2012 8:51 pm

didik adi wrote:
mungkin tanpa kita sadari saat ini kita juga sedang dijajah koq.
saya pernah mendengar dari seorang pembicara dunia pendidikan yg mengatakan sekarang kita sedang dijajah secara opini dan pemikiran dan itu lebih sulit untuk dihadapai dibanding penjajahan secara fisik seperti jaman dulu(menurut pakar kita dijajah belanda gak selama 350 tahun).
dan kalo kita perhatkan dunia pendidikan sekarang pun hanya menciptakan manusia pinter tanpa mengenal akar budaya bangsa kita sendiri, jadi bukan melulu kesalahan generasi sekarang kalo mereka pun kurang paham sejarah bangsa ini. Sad
Dijajah lewat media massa, pendidikan, politik dan penguasaan sumber daya alam. Lucunya banyak rakyat Indonesia yg ga sadar tentang hal ini.

Modesto
Jendral
Jendral

Jumlah posting: 1147
Join date: 21.03.10
Age: 33
Lokasi: Ponorogo

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  Modesto on Tue Aug 28, 2012 9:13 pm

herikris haidar wrote: Laughing Laughing Laughing
Mencontoh jepang?
Jangan mimpi selagi masih ada pembungkam rasa nasionalisme di negeri ini!
Jepang adalah bangsa yang mempunyai rasa nasionalisme yang luar biasa, mereka begitu menghargai budaya bangsanya, mereka bangsa yang gentle yang tidak pernah bersembunyi dari jatidirinya yang sesungguhnya, mereka tidak butuh pencitraan!!!

Wah, bahasa mas Heri terlalu politik...ketinggian mas hehehe
Yang sederhana saja :
Orang Jepang gemar membaca dan pekerja keras
dimulai dari itu saja sudah sangat bagus kok
asal jangan kebanyakan nonton JAV aja...hahahaha

Modesto
Jendral
Jendral

Jumlah posting: 1147
Join date: 21.03.10
Age: 33
Lokasi: Ponorogo

Kembali Ke Atas Go down

Re: Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Post  herikris haidar on Tue Aug 28, 2012 9:26 pm

Modesto wrote:
herikris haidar wrote: Laughing Laughing Laughing
Mencontoh jepang?
Jangan mimpi selagi masih ada pembungkam rasa nasionalisme di negeri ini!
Jepang adalah bangsa yang mempunyai rasa nasionalisme yang luar biasa, mereka begitu menghargai budaya bangsanya, mereka bangsa yang gentle yang tidak pernah bersembunyi dari jatidirinya yang sesungguhnya, mereka tidak butuh pencitraan!!!

Wah, bahasa mas Heri terlalu politik...ketinggian mas hehehe
Yang sederhana saja :
Orang Jepang gemar membaca dan pekerja keras
dimulai dari itu saja sudah sangat bagus kok
asal jangan kebanyakan nonton JAV aja...hahahaha
Mosok sih???
Kayaknya kalau cuma gemar membaca dan pekerja keras aja belum cukup tuh, untuk bisa seperti bangsa jepang tidaklah sesederhana itu.
Sampeyan iku iso ae... saya lho gak ngerti apa itu JAV, yang saya tau dan sering tonton cuma AVJ...eh salah maksudnya OVJ Smile Very Happy Laughing

herikris haidar
Premium member
Premium member

Jumlah posting: 976
Join date: 02.07.11
Age: 38
Lokasi: jati sampurna, bekasi

Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik