AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  NUR WAKHID on Fri 02 Nov 2012, 06:41

salam breeding, papajier setelah mengamati beberapa topik tentng persilangan dan cerita sukses mencetak ayam andal, dari pelung seuperrrman, melatih ayam dengan teknik mukul pake leher, ayam legenda, ciparage, rumus primbon, dll. saya paling sependapat dengan bang admin, semua rasional, jeli analisa. saya juga nyoba nyilang pingin niru orang luar, tapi saya lihat potensi yang munkin di ambil, utamanya harus ganas (menurut GA NOI), bentuk fisik, struktur anatomi, sikap ayam, atletis, proporsi( panjang leher, panjang badan, panjang kaki). hal lain misalnya kelopak mata, paruh, bentuk kepala, jenis bulu( saya pernah tulis di topik n tanggapan papajier banyak yang sinis n ngejek). kita masih kental dengan istilah katanya, kata si, tidak analisis kritis kaya cocker di luar negeri. saran saya baca artikel2nya. semua butuh kepintaran dan ilmu, kecerdasan milih bibit(Tan Bak)

NUR WAKHID
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 676
Join date : 06.04.11
Age : 43
Lokasi : Bantul Yogyakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  rudi070880 on Fri 02 Nov 2012, 08:15

topik mantabs..

izin nyimak......

rudi070880
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 127
Join date : 11.09.12
Age : 36
Lokasi : blitar/085234249999

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  acay on Fri 02 Nov 2012, 16:49

NUR WAKHID wrote:salam breeding, papajier setelah mengamati beberapa topik tentng persilangan dan cerita sukses mencetak ayam andal, dari pelung seuperrrman, melatih ayam dengan teknik mukul pake leher, ayam legenda, ciparage, rumus primbon, dll. saya paling sependapat dengan bang admin, semua rasional, jeli analisa. saya juga nyoba nyilang pingin niru orang luar, tapi saya lihat potensi yang munkin di ambil, utamanya harus ganas (menurut GA NOI), bentuk fisik, struktur anatomi, sikap ayam, atletis, proporsi( panjang leher, panjang badan, panjang kaki). hal lain misalnya kelopak mata, paruh, bentuk kepala, jenis bulu( saya pernah tulis di topik n tanggapan papajier banyak yang sinis n ngejek). kita masih kental dengan istilah katanya, kata si, tidak analisis kritis kaya cocker di luar negeri. saran saya baca artikel2nya. semua butuh kepintaran dan ilmu, kecerdasan milih bibit(Tan Bak)

setuju mas... giliran ditanya balik ngelak ada saja alasan nya
berbeda dengan mas admin (so far) tidak menggurui, open minded, edukatif dan logic



acay
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1687
Join date : 30.09.12
Lokasi : SWO - HLP

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  paracetamol on Sun 04 Nov 2012, 13:22

acay wrote:
NUR WAKHID wrote:salam breeding, papajier setelah mengamati beberapa topik tentng persilangan dan cerita sukses mencetak ayam andal, dari pelung seuperrrman, melatih ayam dengan teknik mukul pake leher, ayam legenda, ciparage, rumus primbon, dll. saya paling sependapat dengan bang admin, semua rasional, jeli analisa. saya juga nyoba nyilang pingin niru orang luar, tapi saya lihat potensi yang munkin di ambil, utamanya harus ganas (menurut GA NOI), bentuk fisik, struktur anatomi, sikap ayam, atletis, proporsi( panjang leher, panjang badan, panjang kaki). hal lain misalnya kelopak mata, paruh, bentuk kepala, jenis bulu( saya pernah tulis di topik n tanggapan papajier banyak yang sinis n ngejek). kita masih kental dengan istilah katanya, kata si, tidak analisis kritis kaya cocker di luar negeri. saran saya baca artikel2nya. semua butuh kepintaran dan ilmu, kecerdasan milih bibit(Tan Bak)

setuju mas... giliran ditanya balik ngelak ada saja alasan nya
berbeda dengan mas admin (so far) tidak menggurui, open minded, edukatif dan logiclanjut ditunggu alien



paracetamol
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1325
Join date : 23.01.12
Lokasi : west borneo

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  NUR WAKHID on Mon 05 Nov 2012, 18:50

[quote="acay"]
setuju mas... giliran ditanya balik ngelak ada saja alasan nya
berbeda dengan mas admin (so far) tidak menggurui, open minded, edukatif dan logic


[/quot]


bang acay senengnyan becanda tapi ngledek, saya pernah nulis topik tentang jenis bulu wah banyak yang ngledek ,
saya juga hanya baca d internet ga ngapal satu2,
TUH BACA YANG AKU PUNYA
1. Jangan memulai ternak dengan munggunakan indukan yang tidak jelas asal-usulnya atau belum teruji kinerjanya karena peluang untuk gagal akan lebih besar dibandingkan dengan menggunakan burung yang trah dan kinerjanya sudah jelas.
2. Untuk memulai ternak sebaiknya menggunakan 1 jantan dan minimal 2 betina yang bagus. Semakin banyak betina tersedia semakin baik, tetapi sebaiknya berasal dari trah yang sama.
Pertanyaan kedua adalah "bagaimana beternak yang benar" Pada prinsipnya ada 2 sistem beternak yang biasa digunakan yaitu "outcrossing atau outbreeding" dan genetic breeding. Outcrossing adalah sistem breeding yang paling sederhana dan paling mudah dilaksanakan. Di sini 2 burung yang tidak ada hubungan darah sama sekali disilangkan. Sistem breeding ini adalah yang paling konvensional namun karena mudah maka sampai sekarang pun masih dipraktekan. Outcrossing bukan tidak mungkin menghasilkan burung yang bagus, bahkan dengan outcrossing ada kemungkinan menghasilkan anakan yang lebih bagus dari induknya. Argumentasi pendukung sistem outcrossing adalah justru dengan crossing maka akan memperkaya komposisi gen. Secara teoritis argumen ini benar, tapi outcrossing juga mempunyai kelemahan antara lain:
1. Kualitas anakan sulit diprediksi dan cenderung beraneka ragam dari yang sangat jelek sampai yang sangat bagus.
2. Hasil dari ternak kita tidak mempunyai ciri-ciri yang khas (trademark).
3. Tidak ada jaminan kesinambungan karena begitu indukan tidak berproduksi lagi maka harus mulai dari awal dan dapat merusak seluruh hasil yang sudah dicapai atau bahkan merusak reputasi peternak karena tidak ada jaminan dapat memperoleh indukan baru yang sama baiknya.
4. Kualitas anakan hasil crossing semakin lama akan semakin menurun.

Metode kedua adalah genetic breeding yaitu sistem breeding dengan menggunakan prinsip-prinsip atau hukum penurunan karakter (fisik dan psikis) dari indukan kepada turunannya (hereditas).

Sabtu, 20 Maret 2010
Rekayasa Genetika “PemuliaanTernak”

Kebanyakan peternak di Indonesia sangat fanatik dgn trah juara. Juara VS Juara, tapi anakannya tidak ada yg juara… Ini karena indukan kita geno-typenya tidak seragam. Dengan "rekayasa genetik" penyeragaman geno-type terpola dengan baik. Bukan sekedar ayam menangan saja, tapi teknik modern sesuai dgn teori genetika.
Line breed : Perkawinan hubungan darah tidak terlalu jauh. Cross breed : Perkawinan tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darah lebih jauh. Super breed: Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya. Super fight: Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung. Oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya berternak merpati pos berjudul Mini Course The Art of Breeding. hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam.:Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "population genetics". Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!! Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas ayam yg nantinya ingin kita hasilkan.
1.Cross-breed-I
Sebelum mulai ternak, Berkhayal tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealis kelihatannya, tapi harus dicapai, bagaimanapun sulitnya. Untuk cross-breed I, carilah pasangan indukan dgn karakter harus sama sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Misalkan ingin punya ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudian cari juga pasangan betina pukul keras.Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya, membuat basic caracter.
Cross-breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi, anakan 75% harus rata karakternya.
2. Line breed: Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya pukul keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna yg sangat dominan. inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai 'superbreed'. Kalau di cross dgn ayam lain yg pukul keras, hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda, -teknik bagus misalnya- maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayam dgn tipikal pukul keras dan teknik bagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’…………………………………………………….
(Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). "the best vs the best". Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung "khayalan" kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg "ideal", menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding. Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya "super breeder" kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics?? jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang.
3.Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini diperlukan "feeling" dan keahlian melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya pada setiap generasi kita tetaskan 3 X untuk mengambil 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, semakin bagus……………

Sejak anakan menetas sampai umur 4 bulan merupakan masa pembentukan phisik ayam bangkok, di umur-umur inilah kita seharusnya dapat memberikan konsumsi pangan dan kebebasan gerakan yang maksimal. Bila tidak, maka upaya membesarkan ayam menjadi sia-sia.

rekayasa 2
"Bibit yang baik adalah hanya soal pilihan cerdas anda dari unggas induk ..." (Tan Bark, Ayam Game dan Bagaimana Breed Them, 1964, hal 27). Mereka yang diinginkan untuk dapat memprediksi dengan tingkat akurasi yang memadai hasil dari kawin tertentu. Kemudian, memilih ayam terbaik (s) dan ayam (s) Anda mulai lagi (Narragansett, The ayam sabungan, 1985, hlm 44-45). CA Finsterbusch merekomendasikan strategi pemuliaan yang sama dalam bukunya yang terkenal sabungan All Over halaman 152-153 Firman. Jika mereka memilih untuk melanjutkan garis pemuliaan unggas ini adalah apa yang mereka sebut "bibit." Benih saham tidak pernah diadu. Sebaliknya, mereka lintas strain yang berbeda untuk menghasilkan andalan, dan tidak pernah digunakan dalam pemuliaan. Atau, pada titik ini Anda memilih tiga sampai lima ayam terbaik dan memulai sistem perkawinan klan(Tan Bark, Ayam Game, 1964, hal 28).

Rekayasa 3
Jago + babon. X X CROSS xY
1. 1st Gen keturunan (1 / 2) = batllefowl. Xx - Xx --- XY - XY
mengambil pullet yang terbaik dan dibiak untuk ayam perpaduan cirri induk
XY:: Xx cross HEN

2. Gen 2 Offspring (3 / 4) XX XX XY XY:: Xx xx XY XY
Tapi di sisi memiliki x dari babon dan yang lain patut memiliki X. Pilihlah paling mirip sifatnya. Jika pilihan yang tepat dilakukan, peternak telah memilih xx dan tidak Xx.
XY ayam baru :: xx babon hasil silang

3. 3rd Gen Offspring (7 / 16) = murni, XX XX XY XY:: xx xx XY XY
Sebagian besar, generasi ketiga mirip dengan aslinya.

4. 4 generasi. jika linebreeding selanjutnya adalah menerapkan garis keturunannya akan menjadi 15/16.

Simbol “F” (= Filium) menyatakan turunan, sedang simbol “P” (=Parentum) menyatakan induk.

Pembibitan dan Seleksi
Budidaya ga noi melibatkan pekerjaan rumit. Sebuah panduan lengkap tentang menjaga dan seleksi ga noi adalah topik panjang yang tidak akan dibahas di halaman ini.
Pembiakan
- Sebuah ayam ganas dipilih berdasarkan tampilan visual dan faktor lainnya. Ayam yang dipilih harus berada di bawah usia 6 tahun.
- Seekor ayam babon dengan trah yang sangat baik, usia 1,5-4 tahun dari bloodline yang berbeda dipilih.
- Periode Perkawinan dimulai pada akhir Desember dan awal Januari. Nutrisi suplemen diberikan kepada induk ayam dan ayam selama satu bulan penuh sebelum kawin.
- Spring dipilih sebagai musim menetas.

Pertama babak eliminasi:
Proses pemusnahan berbeda untuk setiap orang. Untuk KE SU yang tahu KE Kinh, mereka akan menyisihkan ayam umur 2 bulan yang memiliki skala buruk. Setidaknya ada 13 skala buruk untuk memeriksa.

Putaran kedua eliminasi
Pada 7 bulan, semua stag harus melalui eliminasi putaran kedua. Stags yang memiliki "vẹo lườn", (keel bengkok), "vẹo co," (leher bengkok), dan "Ghim ho", (tulang cupit renggang) dieliminasi.

Untuk persiapan perang, cockers akan mencukur kepala, bulu, dan bulu underwing. Pemangkasan tidak diperlukan dalam banyak kasus karena kebanyakan ga đòn memiliki leher telanjang, kepala, dan paha. Sebagian besar akan kehilangan bulu kepala mereka setelah beberapa untulan. Untuk tipe berbulu yang memerlukan pemangkasan, hal itu dilakukan sebagai berikut:

Kepala - Bulu-bulu dipangkas untuk membuatnya lebih mudah untuk SU Ke (ayam master/ handler) untuk melakukan operasi bedah pada luka kepala. Bulu leher paha dipangkas untuk membuatnya lebih mudah untuk melumuri kunyit, penggunaan campuran herbal untuk menguatkan kulit. Leher, dada, dan paha dikondisikan dengan kunyit untuk membantu unggas untuk menahan pukulan kuat.
Fluff - Bulu dan bulu bawah sayap juga dipangkas untuk memudahkan melumuri kunyit. Pemangkasan membantu memandikan dan mudah mencuci mereka selama istirahat. Hal ini juga membantu untuk memperdingin unggas selama tarung karena cuaca di Viet Nam panas.

Pelatihan
Dji Hoi, van, Quan: Masing-masing dari kata ini berarti hal yang sama. Semua stags yang dipilih harus melalui proses pelatihan ketat sparing, mereka dibungkus paruh dan taji tertutup sehingga kedua ayam akan gulat- leher selama berjam-jam. Teknik pelatihan membantu mendapatkan dan memperkuat daya tahan otot leher itu.

Ayam diletakkan di dalam kandang bulat kecil dikelilingi oleh kandang lebih besar dan ayam yang latihan ditempatkan di luar kandang lebih besar. Sehingga ia akan berlari sekitar selama jam. Metode ini membantu mengembangkan otot paha ayam.

Vo Nghe: Semua ayam harus mandi kunyit. Campuran kunyit dilumurkan daerah kritis seperti dada, paha, dan sisi rusuk.

Dam dapat: kaki jago dicelupkan ramuan herbal dalam ember besar untuk menguatkan cakar dan jari kaki. Dua kali sehari, pagi dan sore hari. Sekitar lima belas menit hingga setengah jam.

Quan Sương: udara segar pagi hari membantu paru-paru jago. Caranya melepaskan ayam ke halaman awal pagi untuk memungkinkan mereka untuk mengepak, berkokok, dan strut selama sekitar 30 menit.

Om: Stags di mandi uap herbal. Sebuah handuk kecil dicelupkan ke dalam air panas herbal dan diterapkan pada, leher dada tubuh,, dan underwing.

Struktur tulang ga noi besar dan memerlukan waktu untuk matang sepenuhnya. GA noi biasanya akan perlu 12 bulan untuk dewasa dan 6 bulan lagi untuk pelatihan. Dengan 18 bulan, tubuh ayam pertempuran akan keras seperti batu. Lebih lama, lebih berpengalaman cockers hanya akan menyabung mereka ketika telah mencapai tahap tertentu dari perkembangan. cockers muda cenderung terburu-buru dan biasanya kalah oleh para tetua.
VO = seni bela diri.
KE = gamefowl.
Quyen = pukulan


oleh R Charles Everett Dr H & Craig Russell

Penelitian pribadi saya dalam pemuliaan telah menuntun saya untuk mengumpulkan artikel dan buku oleh cockfighters (cockers) masa lalu yang mempertahankan berbagai keturunan beberapa ayam selama ratusan bahkan mungkin ribuan tahun. Selama waktu itu mereka mempertahankan jenis dan nyali untuk gelar berkelanjutan. Ini adalah keyakinan saya bahwa metode pembiakan mereka harus diperiksa secara detail untuk digunakan oleh preservationist modern. Saya yakin preservationist modern dapat belajar jauh lebih banyak dari teknik pemuliaan cockers daripada dari buku teks pada peternakan unggas komersial. "Bibit yang baik adalah hanya soal pilihan cerdas dari unggas induk ..." (Tan Bark, Ayam Game dan Bagaimana Breed Them,, 1964, hal 27).

Generasi Kedua Induk untuk ayam ayam Cock putra dengan putri ¾ ¾, Generasi Ketiga Induk untuk Cock cucu ke cucu 7/8 7/8, Generasi Keempat Induk untuk Cock cucu ke cucu 15/16 15/16

Generasi ke-5 Anda berkembang biak ayam ayam 15/16 ke 15/16. Kemudian, memilih ayam terbaik (s) dan ayam (s) Anda mulai lagi (Narragansett, The ayam sabungan, 1985, hlm 44-45). CA Finsterbusch merekomendasikan strategi pemuliaan yang sama dalam bukunya yang terkenal sabungan All Over halaman 152-153 Firman. Jika mereka memilih untuk melanjutkan garis pemuliaan unggas ini adalah apa yang mereka sebut "bibit." Benih saham tidak pernah diadu. Sebaliknya, mereka lintas strain yang berbeda untuk menghasilkan Aduan tidak pernah digunakan dalam pemuliaan. Atau, pada titik ini Anda memilih tiga sampai lima ayam terbaik dan memulai sistem perkawinan klan. Alva Campbell yang menciptakan "Campbell Blue Boones" selama tahun-tahun awal abad kedua puluh dibesarkan garis pullets yang luar biasa dari satu ayam, "Daniel Boone," selama belasan berturut2 (Histories Game Strain, Grit dan Baja, tidak ada tanggal yang diberikan, hal.26). DH Pierce mengklaim nya "Wisconsin Merah Shufflers" adalah baris dibiakkan selama 35 tahun dengan tanpa kehilangan mutu atau gameness. (Sejarah Game Strain, Grit dan Baja, tidak ada tanggal yang diberikan, hal 20). Bagaimana orang-orang mencapai hal ini ketika buku teks genetika modern begitu banyak tetapi mustahil digunakan? Saya telah menemukan beberapa jawaban kunci.
A, "breeder yang harus berkembang biak hanya dari yang paling kuat nya ... spesimen" (Tan Bark, Ayam Game, 1964, hal 28). B, Eliminasi mereka tanpa ampun. C, dalam bentuk apapun garis pemuliaan generasi saham yang digunakan tidak dapat diabaikan. D, mereka sering dikawinan yang sama (Satu ayam untuk satu ayam) selama empat atau lima tahun. Dengan demikian, dalam dua puluh tahun adalah mungkin untuk hanya menghasilkan empat atau lima generasi yang berbeda. E, mereka menyimpan catatan akurat dari setiap perkawinan dan sering berlatih perkawinan tunggal. F, mereka hanya berusaha kawin dekat pada kisaran bebas memberikan setiap burung keuntungan dari memproduksi kesehatan konstitusional dan vitalitas (Tan Bark, Ayam Game, 1964, hal 28). Keenam kunci berlangsung sangat sukses di abad pemuliaan seni permainan unggas sebelum munculnya genetika modern. Banyak cockers mempraktekkan variasi-perkawinan rolling dan sistem perkawinan- marga. Ketika berlatih-perkawinan rolling mereka sering akan mencakup perkawinan sisi garis keturunan. Bila menggunakan sistem klan peternak besar sering disimpan 06:55 klan. (Mereka menyebut mereka "meter.") Dengan perkawinan klan mereka paling sering menggunakan sistem matriarkal seperti yang dianjurkan oleh Dick Demansky. Pada saat mereka akan menciptakan marga "baru" atau meter dari trah ayam terpilih dalam klan yang menghasilkan anak-anak tipe baru yang luar biasa. Jadi, dari satu ayam terhebat klan diplus lebih kuat generasi baru melalui anak-anaknya.

Meningkatkan kualitas melalui pembiakan

oleh Everett Chuck

1. keturunan Langka membutuhkan perbaikan. Peningkatan tersebut dapat dikaitkan dengan kesehatan dan kekuatan, jenis atau warna bulu. Mungkin itu dapat mencakup semua hal ini. Penting untuk diingat bahwa tidak ada unggas yang sempurna. Mereka semua memiliki beberapa kelemahan di dirinya. Bahkan yang terbaik dari strain masih muncul dan membuang anak ayam sortiran. Hal ini guna mendapatkan keturunan mayoritas bagus.

2. Perbaikan membutuhkan kesabaran. Pada tahun-tahun pertama berkembang biak, Anda akan melihat beberapa perbaikan dramatis yang terjadi dengan proses seleksi sederhana. Namun, ini semua berkurang setelah mereka melewati generasi pertama. Kadang-kadang, bahkan tampaknya Anda ke mundur bukan ke depan.

3. Perbaikan membutuhkan pemusnahan. Pemusnahan adalah bagian dari proses seleksi. Hal ini dimulai ketika anak ayam menetas dan terus sampai ke pena berkembang biak.

4. Perbaikan membutuhkan informasi kinerja dari ras dasar yang Anda ingin tingkatkan. Anda harus mencari tahu Standar dari negara asal atau keturunan dari negara lain yang telah menulis Standar.

5. Peningkatan dilengkapi dengan pengalaman. Yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Membaca dan melakukan adalah dua hal yang sama sekali bebeda. Berhati-hatilah tentang bahan unggas lama. Deskripsi catatan keturunan unggas lama kita sebelumnya sering tidak dapat dipercaya. Abad ke-19 banyak dikutip dari penulis lain seolah-olah mereka berbicara dari pengetahuan pribadi. Apa yang mereka kutip mungkin tidak benar sama sekali.

6. Perbaikan membutuhkan pemahaman penangkaran dan pembiakan sistem. Salah satu hal yang hebat tentang beternak ayam adalah bahwa aku bisa dengan cara saya. Anda tidak perlu menemukan kembali roda. Baca tentang sistem ini, berbicara dengan orang lain dan memutuskan apa yang akan menjadi paling cocok untuk Anda.

7. Perbaikan membutuhkan manajemen yang baik. Manajemen mencakup segala sesuatu dari umpan ke perumahan. Saya telah menemukan bahwa jika saya range invest bebas ayam saya lebih sehat. Tidak ada pengganti untuk rumput hijau dan sinar matahari.. Burung perlu rutin wormed dan disemprot untuk kutu dan tungau.

ASILS
Pada dasarnya ada 3 ras Asils berbeda dengan banyak varietas dalam setiap kategori. Dalam istilah bahasa Inggris ini 3 ras yang berbeda kecil, menengah dan besar. Paling sering di Amerika kita menemukan Asil kecil atau jenis Reza. Burung-burung ini tidak melebihi 6 1/2 lbs. atau lebih kecil. Untuk mata bahkan 6 £ Asil akan muncul kecil. Namun, ketika dia rawat akan menjadi sangat padat dan sangat berotot.

Asil adalah jenis unggas didokumentasikan tertua di dunia. Ada teks Hindu yang tanggal ke 1500 SM yang menggambarkan pertempuran unggas yang sempurna sesuai dengan Asil yang kita miliki saat ini. Jadi, pemuliaan mereka telah bertahan selama lebih dari 3500 tahun.

Asil sangat lambat untuk dewasa. Kebanyakan stag tidak akan berkokok sampai 9 atau bahkan 10 bulan. Ayam Asil tidak boleh ditangkar pemuliaan sampai setidaknya 2 tahun dan cockers India tidak diternak sebelum dia sampai 4-5 tahun. Hal ini tidak jarang ayam masih subur pada 15 tahun dan diberitakan bahwa ayam umur 20 tahun masih berguna dalam penangkaran. Asils sangat cerdas. Bagi yg cermat dari anakan campuran masih dikenali dites bertarung dengan Asils lain. Jika jeli alami, maka tidak ditemukan anakan yang usia dua minggu dipatuk ibunya. Secara alami Asil akan tetap menjaga di atas anak-anaknya jauh lebih lama dari unggas Bankiva. Induk ayam masih mengurus anakan yang membesar beberapa bulan. Jika Anda menginginkan banyak anak ayam maka satu-satunya alternatif adalah dengan menggunakan penetas.
Bentuk otot ayam seperti bruce lee
ketepatan pukulan seekor ayam laga atau ayam aduan ini dipengaruhi juga oleh struktur tulang kaki dan ditambah lagi dengan peranan otot dalam menentukan arah, kecepatan dan kekuatan pukulannya..maka, tidak heranlah kalau sisik kaki menjadi garis panduan penting dalam menentukan potensi seekor ayam sabung.

tindakan pergerakan otot adalah dengan cara menarik dan mengendur dan bukannya menekan..pergerakan otot melibatkan penggunaan karbohidrat, lemak dan juga protein yang dioksidakan melalui siklus Kreb dan secara langsung membebaskan ATP, adenosin triphospate sebagai bahan bakar otot..di samping itu, kalsium juga diperlukan untuk proses rehat dan kontraksi otot..
Bentuk otot yang baik pada ayam laga adalah otot yang berserat ramping tanpa lemak serta tanpa pembesaran sel otot. Hal ini untuk mendapatkan akurasi pukulan yang baik, sehingga otot harus kuat, liat dan lentur. keadaan ini berbeda dengan yang kebanyakan dipraktikkan oleh pemilik yang ingin ayamnya memiliki pukulan yang berat atau kaki masin dan berharap lawan akan lekas lari. Pada manusia dapat dianalogikan kira-kira sama dengan otot yang dimiliki atlit tinju kelas ringan, karate, lari cepat atau bulu tangkis yang mengutamakan kecepatan, kelenturan dan akurasi pukulan. Banyak pemilik ayam laga yang bangga dgn jenis ayam pukulan berat, padahal akan lebih baik bila ayam laga memiliki pukulan yang mempunyai ketepatan dan frekuensi yang tinggi, istilah lainnya adalah memukul dengan tepat, padat dan cepat. Dan selain itu, ayam laga yang memiliki otot yang ramping akan mempunyai kelebihan dan kemungkinan besar untuk mampu memukul di jarak sudut yang sempit dibandingkan dengan ayam berserat otot yang kekar yang cenderung hanya dapat memukul baik jika mendapat jarak pukul yang cukup.

MODERN TYPE
1. Ayam Pama
Trend Ayam aduan sekarang ini telah mengalami suatu perubahan kemajuan yang sangat besar. Ayam dari genetik Burma mix Bangkok atau yang lebih dikenal dengan Pama, sekarang di negeri Siam telah terbukti menjadi yang terbaik. Dari gen inilah telah banyak di lakukan perkawinan silang (crossbreeding) dengan gen ayam Thai, Saigon/ganoi, Pakhoe, Brazilian, yang menghasilkan berbagai jenis seperti ayam Magon (pama-saigon), MaThai (pama-thai) dan nama-nama lain. Ayam Pama mempunyai jenis permainan yang bisa dibilang unik dimana tingkat akurasi/ ketepatan pukulannya sangat tinggi. Pukulannya yang keras & cepat selalu mengenai bagian kepala, mata & paruh. Permainannya unik, banyak sepak (Tembak/ mranggal) dan devensif susah masuk belit selain tidak makan pancing (Lock) telah banyak menyebabkan ayam dari jenis Bangkok (Thai) yang terkenal dengan super lock harus sering tersungkur. Evolusi Pama telah berlaku di Thailand di mana hampir 90% darah ayam Aduan mereka yang masuk arena gelanggang aduan di sana kini merupakan turunan dari darah ayam Pama.
2. Ayam Pakhoe
Menurut informasi ayam Pakhoe sebenarnya ayam new release dari bangkok, awalnya ayam tersebut khusus untuk melawan Burma. karena untuk ukuran kelas di bawah 3 kg Burma di kalangan di bangkok hampir tidak terkalahkan, maka ayam burma di juluki hoe=setan oleh peternak di bangkok membuat trah baru yang terdiri dari 4 darah (bangkok, burma, Saigon, Brazil) yang setelah direlease ternyata hampir selalu mampu mengalahkan ayam Burma, maka di sebut pakhoe=pemukul setan. Dengan ciri khas antara lain :
Ø Memiliki kecepatan yang bagus. (Menyesuaikan Ayam Birma yang rata-rata cepat)
Ø Arah Serangan Ke Badan.(Ayam Birma mempunyai tulangan yang tipis)
Ø Jika ada jarak keluarkan pukulan sawat / timpuk / tipam / gombel / pranggal. (Senjata Utama menyerang Birma yang selalu jaga jarak)
Ø Pukul berat. (Ayam Birma tidak kuat menerima pukul berat kearah badan)
Ø Selalu masuk mendekati lawan dari bawah (sangat rendah sehingga saat mendekat sulit di pukul sawat / timpuk / tipam / gombel).
Ø Terkadang ada yang mau mematuk lawan di semua bagian tubuh. (Karena kepala ayam birma cepat dan sulit di patuk)

STANDAR KESEMPURNAAN Game Inggris Kuno.

KEPALA. Kecil dan runcing, kulit wajah dan tenggorokan lembut-liat dan longgar. kulit tenggorokan longgar, untuk memungkinkan ayam bernapas lega ketika dalam peperangan yang panjang.

Paruhbesar bengkok atau seperti elang, menunjuk, kuat di setting. (Lihat catatan B.) fungsi pengaruh pukulan, paruh bagian atas menutup rapat dan menutup bawah

mata besar, berani, berapi-api dan tak kenal takut.

leher bertulang besar, bulat, kuat, dan panjang seimbang, pangkal leher menyatu bahu.

punggung pendek, rata, lebar di bahu, meruncing ke ekornya. dada, penuh, menonjol, dengan otot-
otot dada besar, tulang dada tidak nyudut, atau runcing. (Lihat catatan C) Sebuah poin penting.
Kuat otot-otot dada besar memberi kekuatan ayam untuk terbang dengan kekuatan, dan melengkapi jumlah maksimum daging dada
sayap besar, panjang dan kuat, dengan batang bulu yang kuat besar hinga menutup paha. Member
lengan bersih bertulang, berotot, bersisik padat, kering , tegak tidak kaku, atau terlalu lebar, menyiku. (Lihat F catatan) Kaki, menyiku, hocks membungkuk dan paha berotot seperti kelinci dan kangguru, untuk kekuatan mendorong.

KAKI. - Jari-jari kaki, tipis/ merit, panjang, lurus dan meruncing keujung, kuat, kuku mencengkeram, jari belakang panjang, sejajar dan lurus kebelakang.

Karakter; Bangga, menantang, sigap, aktif di kaki rus, siap untuk keadaan darurat, waspada, gesit, cepat dalam gerakannya.
kekuatan tambahan untuk meniup ketika serangan ayam.

ekor lebat, naik dan lebar, bulu utama dan batang bulu besar dan kuat cenderung untuk membentuk kipas. ekor tinggi yang kuat sebagai kemudi, mendukung dan saldo ayam ketika mukul, atau melompat mundur, dan menunjukkan keberanian, kalah akan menurunkan ekornya.
brutu kecil dan ketat.

Paha-pendek, gepeng, dan berotot, jongkok mengikuti garis tubuh.


pegangan, seimbang, keras, namun ringan fleshed, gesit, lembut, dan hangat, dengan kontraksi yang kuat dari sayap dan paha untuk tubuh.

Mengutip otoritas lain: "Beberapa ayam yang lebar dan mengangkangi dalam perjalanan mereka, dan saat mereka berjalan mereka terbang, tetapi di ayam kecubung tumit lebih terbalik dan sempit dan mengerikan dalam pertahanan hidup mereka, mengancam lawan mereka di setiap stroke. ayam harus sempit belakang, untuk konformasi dan sayap yang panjang harus memenuhi dalam waktu sekitar satu inci dan setengah di ujung bawah ekor. "

ekor meninggi memiliki punggung lebih pendek daripada ekor, yang sering jatuh ekor yang tinggi biasanya menunjukkan keberanian tinggi dalam ayam Game Inggris Kuno.
batang bulu di kedua sayap dan ekor harus besar, keras dan sangat kuat dan elastis, dan jaring suara dan sempurna. Saya berikan gambar dari sayap yang baik (Gbr. 1), dan yang buruk (Gbr. 2). Ini akan terlihat sayap yang luas, hingga menutup diperpanjang, seperti memungkinkan ayam untuk terbang dengan kekuatan besar No 2 relatif tidak efektif. bulu harus bersuara , mengkilap, elastis dan cukup, dengan bulu sangat sedikit atau ke bawah.
Kaki dan jari kaki harus tidak bundar dan bergetah, tapi kaki-tulang, bulat di depan dan otot menunjukkan balik sesuatu seperti kaki kuda darah itu, jari-jari kaki tipis dan meruncing ke kuku, tidak bulat tebal seperti sosis.

THE REVIVAL OF OLD ENGLISH GAME IN THE SHOW PEN

legs, wing secondaries ginger.
5. Brown-breasted brown red --dark eyes, dark or bronzy legs

GREYS.
6. Black-breasted dark grey -black eyes, beaks and legs, wing secondaries black.
7. Mealy-breasted mealy grey -black eyes, beaks and legs.
8. Black-breasted birchen duckwings -red or yellow eyes, yellow legs.
9. Black-breasted silver duckwings -pearl or light eyes, white legs.
10. Brown-breasted yellow birchen -yellow eyes, yellow legs.

PILES.
11. Smock-breasted bloodwing pile -red eyes, white legs.
12. Streaky-breasted ginger pile -red eyes, yellow legs.
13. Streaky-breasted custard pile -red eyes, yellow or white legs.
14. Marble-breasted spangled pile -red eyes, white legs.
15. Ginger-breasted yellow pile -red or yellow eyes, yellow legs.

DUNS.
16. Dun-breasted dun -dark eyes, dark legs.
17. Dun-breasted blue dun -dark eyes, dark legs.
18. Streaky-breasted red dun --dark eyes, dark legs.
19. Dun-breasted yellow dun --dark eyes.

BLACKS.
20. Black-breasted blacks -black eyes, legs and beak, gipsy face.
21. Black -breasted brassy winged -black or red eyes, bronzy legs.
22. Black -breasted furnaces --dark eyes, dark legs.
23. Black-breasted polecat --dark eyes, dark legs.

WHITES .
24. Smock-breasted smock, or pure white -pearl eyes, white legs and beaks.
25. Smock-breasted white -yellow or red eyes, yellow legs.
26. Cuckoo-breasted cuckoo -red eyes, legs various.
27. Spangle-breasted spangled red -red eyes, legs various.
VARIETY
28. Henny -legs, eyes and beak to match plumage.
29. Muff -legs, eyes and beak to match plumage.
30. Tassell -legs, eyes and beak to match plumage

I will now make some further remarks on the various breeds generally found at present, and will begin with the black -breasted light reds with white legs, as they seem the most popular at the present time with fanciers and at the poultry shows.

THE POINTS OF OLD ENGLISH GAME.
Since the last edition was printed, the standard has been revised and rendered more complete. No pains were spared, and the oldest and most experienced breeders consulted to tender it as clear as possible in describing the typical specimen of the breed.

STANDARD OF PERFECTION.
HEAD. -Small, and taper, skin of face and throat flexible and loose. (See note A.)
BEAK -Big, boxing, crooked or hawk-like, pointed, strong at the setting on. (See note B.)
EYES -Large, bold, fiery and fearless.
COMB, WATTLES AND EAR-LOBES - Of fine texture, small and thin, in undubbed chickens and hens.
NECK -Large boned, round, strong, and of fair length, neck hackle covering the shoulders.
BACK -Short, flat, broad at the shoulders, tapering to the tail.
.
BREAST. -Broad, full, prominent, with large pectoral muscles, breast bone not deep, or pointed. (See note C.)
WINGS -Large, long and powerful, with large strong quills, amply protecting the thighs. (See note D.)

TAIL. -Large, up, and spread, main feathers and quills, large and strong. In the hen inclined to fan shape, and carried well up. (See note E.)
BELLY -Small, and tight.
THIGHS -Short, round, and muscular, following the line of the body or slightly curved.
LEGS. -Strong, clean boned, sinewy, close scaled, not fat and gummy like other fowls, not stiffly upright, or too wide apart, and having a good bend, or angle at the hock. (See note F)
FEET. - Toes, thin, long, straight and tapering, terminating in long, strong, curved nails, hind toe of good length, and strength, extending backwards in almost a straight line.
SPURS -Hard, fine, set low on the leg.
PLUMAGE -Hard, sound, resilient, smooth, glossy and sufficient, without much fluff.
CARRIAGE -Proud, defiant, sprightly, active on rus feet, ready for any emergency, alert, agile, quick in his movements.
IN HAND -Clever, well balanced, hard, yet light fleshed, corky, mellow, and warm, with strong contraction of wings and thighs to the body.
SERIOUS DEFECTS: Thin thighs, or neck; flat -sided; deep keel, pointed, crooked or indented breast bone; thick insteps, or toes, duck feet; straight or stork legs, in-knees; soft flesh; broken, soft, or rotten plumage; bad carriage, or action; any indication of weakness of constitution.


NOTES AND EXPLANATION.
(A.) -A loose skin to the throat, to enable the cock to breathe freely when distressed in a long battle.
(B.) - Boxing means, the upper mandible shutting tightly and closing over the lower one, a long under beak lacks holding power.
(c.) -An important point. Strong big pectoral muscles give to the cock power to fly with strength and force, and furnishes the maximum amount of breast meat for the table.
(D.) -Long and strong wings impart additional force to the blow when the cock strikes.
(E.) -A high strong tail acts as a rudder, supports and balances the cock when striking, or springing backwards, and indicates courage, the first act of a coward is to lower his tail.
(F.) -Legs, the bend of the hock, or rather the juncture of the metatarsal bone with the tibia, may be compared to the bent hocks and muscular thighs of the hare and kangaroo, in furnishing them with such wonderful propelling power. In cocks of this perfect conformation there is nothing wasted in these bones, which are constructed to enable him to move with force and velocity commensurate with their distance from the centre of action, this is the reason the stork-legged bird has no force in his blow; and the cock with legs set wide apart and straight thigh bones is dry heeled, his blows do not wound or kill his adversary.
he battle can be divided into as pits, or
day's play, at the cock pit aforesaid ; and that the parties' cocks that win the greatest number of battle matches out of the number aforesaid shall be entitled to the sum of__________ guineas as odd



Kapan saya akan memiliki nick?
Saya tidak tahu kapan lompatan besar peningkatan sukses akan terjadi. Tetapi jika itu terjadi pada pemuliaan saya, inilah yang saya akan lakukan.

1. Saya akan kembang biakan pada garis sisi kedua bibit sampai mati keduanya.
Mengapa? Aku harus menduplikasi gen atau dekat dengan duplikat, genetika bukanlah matematika sederhana pada persentase darah. Sehingga saya bisa mengganti bibit ketika mereka mati. Mereka akan baik disilangkan ketika saatnya tiba. Dan garis murni dibiakkan jauh dari pertempuran.

2. Saya akan pasangan saudara dan saudari (disebut nick) pada keturunan kemudian terus selamanya sampai aku mati.
Mengapa? Ini adalah cara untuk membuat keturunan ketemu dan jenis yang sama. Breed terbentuk untuk genotipe dan fenotipe. Fenotip tidak begitu penting jika Anda mulai dengan warna kaki campuran dan campuran bulu-bulu dll Sama seperti strain Kelso dari gamecocks - datang semua jenis merah (bahkan putih) dan semua warna kaki dan semua jenis rawis. Pembiakan selektif genotipe seragam lebih penting (seperti keputusan Walter Kelso untuk berkembang biak semua jenis dan warna - meskipun Walter juga terus menyilangkan, ditinggalkan, dan keluarga brokewing - mayoritas pada fenotipe tertentu tapi masih tidak utuh sama). Sama seperti strain Lemon dari gamecocks oleh Duke Hulsey. Lemon adalah silang dari tiga strain ayam sabungan - Claret, Jagal, dan McLean. Duke diciptakan dan dikembangkan ini berkembang biak atau strain nick ini atau campuran.

Kesimpulan
Para nick (alias F1) lebih sulit untuk digunakan sebagai stok induk daripada menggunakan saham murni sebagai saham induk. Saham induk F1 tidak selalu memiliki keturunan (F2)konsisten. Dengan demikian, seleksi saham induk F1 untuk induk harus menjadi prioritas utama. Ingat, nick (F1 alias) adalah persilangan (hibrida alias).

Duplikasi nick
• # 1 di atas saya akan menduplikasi dari nick tua. Baik untuk cross karena mereka sangat sejalan dibesarkan DAN lagi mungkin membuat nick ketika saya menyeberangi garis dan garis ayam ayam - ini adalah menduplikasi nick.
Menciptakan ketegangan
• di # 2 di atas akan menciptakan dan menyamakan gen dari nick dan akan berkembang biak sendiri dan saya bisa menyebutnya "INH". Ini adalah menciptakan strain.
Pertempuran ayam
Aku harus produksi ayam pertempuran menggunakan # 1 atau # 2 dari keturunan baru lain atau pembiak induk tetapi berbeda dari keduanya. Mungkin, jenis yang sama dari ternakan yang berbeda saya sebut cross. Beberapa akan menyebutnya masih murni karena mereka memiliki garis keturunan yang sama. Beberapa akan menyebutnya outcross. Tapi itu adalah silang sebagai pemuliaan berbeda dari saya dng peternak lain. Dan ini berkembang biak jenis yang sama dari saya dan dari peternak lain ketika dikawinkan akan menghasilkan kekuatan hibrida juga.

Diabadikan INH
Saya berharap itu akan menjadi sama seperti Kelso, Lemon, dll Dan akan dikembangbiakkan oleh semua cockfighters peternak terbaik. Bukan hanya aku. Jadi, ketika akan Anda mendapatkan INH murni Anda? Biar saya tahu. Mungkin ada daftar tunggu yang panjang ketika saya mendapat nick. Cadangan saya sekarang sebelum nick terjadi Anda akan menjadi pemilik bangga dan cockfighter peternak strain INH dari gamecocks.

Beberapa notasi yang digunakan ketika mengacu pada hewan WC, CB, F1, F2, F3, dll WC = liar ditangkap dan berkembang biak CB = tawanan. Ada beberapa variasi pada F1, F2, dll Kebanyakan orang biasanya menganggap F1 untuk menjadi keturunan dari hewan yang tidak terkait dan F2, F3, dll untuk menjadi keturunan dari hewan terkait. Jadi jika Anda memiliki WC laki-laki dari garis darah A (Laki-laki A) dan seorang perempuan dari garis darah WC B (Perempuan B) dan Anda berkembang biak mereka, keturunannya akan menjadi AB F1. Jika Anda kemudian mengambil anak mereka dan dibesarkan kakak & adik (Hei ada lelucon tentang KY dan TN), keturunannya akan menjadi AB F2. Jika kemudian dibesarkan saudara-saudara dari kelompok itu, keturunannya akan menjadi AB F3. Sekarang jika AB laki F3 dikawinkan dengan betina F3 yaitu dari garis keturunan. Perempuan CD F3, keturunannya akan menjadi F1 (AB x CD). Ini adalah ketika kontroversi dimulai. Beberapa orang hanya mempertimbangkan keturunan itu WC menjadi F1s dan kemudian mereka mempertimbangkan setiap generasi berkembang biak tawanan setelah itu F # yang berbeda. Jadi cara terbaik untuk menentukan latar belakang hewan adalah meminta peternak jika dia tahu apa pohon keluarga adalah untuk binatang itu. Juga, ada beberapa bukti bahwa perkawinan sedarah tidak masalah sampai F10 dan sebagian orang akan mengatakan F30.

warisan Mendel
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi , cari
Pewarisan Mendel (atau genetika Mendel atau Mendelisme atau warisan Monogenetic) adalah sebuah teori ilmiah tentang bagaimana keturunan karakteristik diwariskan dari organisme induk kepada keturunannya, melainkan mendasari banyak genetika . Kerangka teoritis pada awalnya berasal dari karya Gregor Johann Mendel diterbitkan pada tahun 1865 dan 1866 yang ditemukan kembali pada tahun 1900, itu pada awalnya sangat kontroversial. Ketika teori Mendel yang terintegrasi dengan teori kromosom warisan oleh Thomas Hunt Morgan pada tahun 1915, mereka menjadi inti dari genetika klasik .

Sejarah
Artikel utama: Sejarah genetika
Hukum warisan diturunkan oleh Gregor Mendel , seorang abad ke-19 Austria imam - pendeta melakukan eksperimen hibridisasi dalam kacang polong taman ( Pisum sativum ). [1] Antara 1856 dan 1863, ia dibudidayakan dan diuji beberapa 29.000 tanaman kacang polong. Dari eksperimen ini, ia menyimpulkan dua generalisasi yang kemudian dikenal sebagai Prinsip Mendel dari Keturunan atau pewarisan Mendel. Dia menggambarkan prinsip-prinsip ini dalam kertas dua bagian, Percobaan pada Hibridisasi Tanaman , bahwa ia membaca untuk Society Natural History dari Brno pada tanggal 8 Februari dan 8 Maret 1865, dan yang diterbitkan pada tahun 1866. [2]
Kesimpulan Mendel sebagian besar diabaikan. Meskipun mereka tidak sepenuhnya diketahui oleh ahli biologi dari waktu, mereka tidak dilihat sebagai yang berlaku umum, bahkan oleh Mendel sendiri, yang mengira mereka hanya berlaku untuk kategori tertentu dari spesies atau sifat. Sebuah blok besar untuk memahami signifikansi mereka adalah pentingnya dipasang abad ke-19 ahli biologi dengan jelas pencampuran sifat diwariskan dalam keseluruhan tampilan keturunan, sekarang dikenal karena interaksi multigene, berbeda dengan organ-spesifik karakter biner dipelajari oleh Mendel. [1] Pada tahun 1900, namun karyanya "ditemukan kembali" oleh tiga ilmuwan Eropa, Hugo de Vries , Carl Correns , dan Erich von Tschermak . Sifat yang tepat dari "re-discovery" telah agak diperdebatkan: De Vries diterbitkan pertama pada subjek, menyebutkan Mendel dalam catatan kaki, sementara Correns menunjukkan prioritas Mendel setelah membaca koran De Vries dan menyadari bahwa dia sendiri tidak memiliki prioritas . De Vries mungkin tidak mengakui dengan jujur berapa banyak pengetahuannya tentang hukum-hukum berasal dari bekerja sendiri, atau datang hanya setelah membaca kertas Mendel. Kemudian ulama menuduh Von Tschermak tidak benar-benar memahami hasil sama sekali. [1]
Apapun, "re-penemuan" yang dibuat Mendelisme teori penting namun kontroversial. Promotor yang paling kuat di Eropa adalah William Bateson , yang menciptakan istilah " genetika "dan" alel "untuk menggambarkan banyak ajaran nya. Model keturunan ini sangat ditentang oleh para ahli biologi lainnya karena tersirat bahwa faktor keturunan adalah terputus, bertentangan dengan variasi diamati rupanya terus menerus untuk banyak sifat. Banyak ahli biologi juga menolak teori ini, karena mereka tidak yakin itu akan berlaku untuk semua spesies. Namun, kemudian bekerja dengan ahli biologi dan ahli statistik seperti RA Fisher menunjukkan bahwa jika beberapa faktor Mendel terlibat dalam ekspresi suatu sifat individu, mereka bisa menghasilkan hasil yang beragam diamati. Thomas Hunt Morgan dan asistennya kemudian mengintegrasikan model teori Mendel dengan dengan kromosom teori pewarisan, di mana kromosom dari sel yang diperkirakan mengandung materi herediter yang sebenarnya, dan menciptakan apa yang sekarang dikenal sebagai genetika klasik , yang sangat sukses dan disemen tempat Mendel dalam sejarah.
Penemuan Mendel memungkinkan para ilmuwan lainnya untuk memprediksi ekspresi sifat-sifat berdasarkan probabilitas matematika. Sebuah kontribusi besar untuk sukses Mendel dapat ditelusuri kepada keputusan untuk memulai salib-Nya yang dengan tanaman yang menunjukkan benar-peternakan. Dia juga hanya diukur absolut (biner) karakteristik, seperti warna, bentuk posisi, dan keturunan, daripada karakteristik kuantitatif. Ia menyatakan hasil itu secara numerik dan dikenakan mereka untuk analisis statistik. Nya metode analisis data dan besarnya ukuran sampel memberikan kredibilitas untuk datanya. Dia juga memiliki keinginan untuk mengikuti beberapa generasi berturut-turut (f2, f3) tanaman kacang dan merekam variasi mereka. Akhirnya, ia melakukan "uji salib" (back-persimpangan keturunan hibridisasi awal untuk benar-peternakan baris awal) untuk mengungkapkan adanya dan proporsi karakter resesif. Tanpa ketekunan dan perhatian terhadap prosedur dan detail, karya Mendel akan memiliki dampak yang jauh lebih kecil pada dunia genetika. [ rujukan? ]
hukum Mendel
Mendel menemukan bahwa saat melintasi bunga putih dan tanaman bunga ungu, hasilnya tidak campuran. Alih-alih menjadi campuran dari dua, keturunannya adalah ungu-bunga. Dia kemudian dikandung gagasan unit hereditas, yang ia sebut "faktor", salah satunya adalah karakteristik resesif dan yang lainnya dominan. Mendel mengatakan bahwa faktor, kemudian disebut gen , biasanya terjadi pada pasangan dalam sel tubuh biasa, namun memisahkan selama pembentukan sel kelamin. Setiap anggota dari pasangan menjadi bagian dari sel kelamin terpisah. Gen dominan, seperti bunga ungu pada tanaman Mendel, akan menyembunyikan gen resesif, bunga putih. Setelah Mendel diri dibuahi generasi F1 dan diperoleh rasio 3:1, ia benar berteori bahwa gen dapat dipasangkan dengan tiga cara berbeda untuk masing-masing sifat: AA, aa, dan Aa. Modal "A" merupakan faktor dominan dan huruf kecil "a" merupakan resesif tersebut. (Kombinasi terakhir tercantum di atas, Aa, akan terjadi sekitar dua kali sesering setiap dua lainnya, karena dapat dibuat dalam dua cara yang berbeda, Aa atau aA.)
Mendel menyatakan bahwa setiap individu memiliki dua faktor untuk setiap sifat , satu dari setiap orangtua. Dua faktor mungkin atau mungkin tidak mengandung informasi yang sama. Jika dua faktor yang identik, individu disebut homozigot untuk sifat tersebut. Jika dua faktor memiliki informasi yang berbeda, individu disebut heterozigot . Bentuk-bentuk alternatif dari faktor disebut alel . Genotipe individu terdiri dari banyak alel yang dimilikinya. Penampilan fisik seseorang, atau fenotipe, ditentukan oleh alel nya maupun oleh lingkungannya. Seorang individu memiliki dua alel untuk masing-masing sifat; satu alel diberikan oleh induk betina dan yang lainnya oleh induk jantan. Mereka tetap dilanjutkan ketika individu dewasa dan menghasilkan gamet : telur dan sperma. Ketika gamet bentuk, alel berpasangan memisahkan secara acak sehingga setiap gamet menerima copy dari salah satu dari dua alel. Kehadiran alel tidak berarti bahwa sifat tersebut akan dinyatakan dalam individu yang memilikinya. Pada individu heterozigot, alel yang diungkapkan adalah dominan. Alel resesif hadir tapi ekspresi tersembunyi (pengecualian adalah codominance ).
Mendel diringkas temuannya dalam dua hukum: Hukum Segregasi dan Hukum Assortment Independen.
Hukum Pemisahan ("Hukum Pertama")
Hukum negara Pemisahan bahwa setiap individu memiliki sepasang alel (asumsi diploidy) untuk setiap sifat tertentu dan bahwa setiap orangtua melewati salinan dipilih secara acak (alel) hanya salah satunya untuk keturunannya. Keturunannya kemudian menerima pasangan sendiri alel untuk sifat itu. Mana saja dari dua alel pada keturunannya adalah bagaimana menentukan dominan keturunannya mengungkapkan bahwa sifat (misalnya warna tanaman, warna bulu hewan, warna mata seseorang).
Lebih tepatnya, hukum menyatakan bahwa ketika setiap individu menghasilkan gamet , salinan dari gen terpisah sehingga setiap gamet menerima hanya satu salinan (alel). Gamet A akan menerima satu alel atau yang lain. Bukti langsung ini kemudian ditemukan setelah pengamatan meiosis oleh dua ilmuwan independen, ahli botani Jerman Oscar Hertwig pada tahun 1876, dan zoologi Belgia Edouard Van Beneden di tahun 1883. Pada meiosis, kromosom ayah dan ibu bisa dipisahkan dan alel dengan sifat-sifat karakter dipisahkan menjadi dua gamet yang berbeda.
ATAU
Dua alel hidup bersama individu untuk sifat masing-masing memisahkan (terpisah) selama pembentukan gamet sehingga gamet masing-masing mendapat hanya salah satu dari dua alel. Alel lagi bersatu di fertilisasi acak gamet.
Hukum Assortment Independen ("Hukum Kedua")
Hukum Assortment Independen, juga dikenal sebagai "Hukum Waris", menyatakan bahwa gen terpisah untuk sifat yang terpisah dilewatkan bebas satu sama lain dari orang tua kepada keturunannya. Artinya, pemilihan biologis gen tertentu dalam pasangan gen untuk satu sifat yang harus diteruskan ke keturunannya tidak ada hubungannya dengan pemilihan gen untuk sifat lainnya. Lebih tepatnya, hukum menyatakan bahwa alel gen yang berbeda bergaul bebas satu sama lain selama pembentukan gamet. Sementara percobaan Mendel dengan pencampuran satu sifat selalu menghasilkan rasio 3:1 (Gambar 1) antara fenotip dominan dan resesif, percobaan dengan pencampuran dua sifat (dihibrid salib) menunjukkan rasio 9:3:3:1 (Gambar 2) . Tapi tabel 9:3:3:1 menunjukkan bahwa masing-masing dua gen secara independen diwariskan dengan rasio fenotip 3:1. Mendel menyimpulkan bahwa sifat-sifat yang berbeda diwariskan secara independen satu sama lain, sehingga tidak ada hubungan, misalnya, antara warna kucing dan panjang ekor. Ini sebenarnya hanya berlaku untuk gen yang tidak terkait satu sama lain.
Berbagai Independen terjadi pada eukariotik organisme selama metafase meiosis I , dan menghasilkan gamet dengan campuran kromosom organisme. Dasar fisik dari berbagai macam independen kromosom adalah orientasi acak dari setiap kromosom bivalen sepanjang piringan metafase sehubungan dengan kromosom bivalen lainnya. Seiring dengan menyeberang , perpasangan bebas meningkatkan keragaman genetik dengan memproduksi kombinasi genetik baru.
Dari 46 kromosom dalam normal diploid sel manusia, separuhnya berasal maternal (dari ibu telur ) dan setengah dari ayah yang berasal (dari ayah sperma ). Hal ini terjadi sebagai reproduksi seksual melibatkan fusi dua haploid gamet (telur dan sperma) untuk menghasilkan organisme baru yang memiliki lengkap kromosom. Selama gametogenesis -produksi gamet baru dengan pelengkap dewasa normal dari 46 kromosom perlu dibelah dua menjadi 23 untuk memastikan bahwa gamet haploid yang dihasilkan dapat bergabung dengan gamet lain untuk menghasilkan organisme diploid. Kesalahan dalam jumlah kromosom, seperti yang disebabkan oleh gamet diploid bergabung dengan gamet haploid, disebut aneuploidi .
Dalam berbagai macam independen, kromosom yang dihasilkan secara acak diurutkan dari semua kemungkinan kombinasi kromosom ibu dan ayah. Karena gamet berakhir dengan campuran acak bukan sebuah "set" yang telah ditentukan dari salah satu orangtua, gamet karena itu dianggap berbagai macam independen. Dengan demikian, gamet dapat berakhir dengan kombinasi kromosom dari pihak ayah atau ibu. Salah satu kemungkinan kombinasi gamet yang terbentuk dari kromosom ibu dan ayah akan terjadi dengan frekuensi yang sama. Untuk gamet manusia, dengan 23 pasang kromosom, jumlah kemungkinan adalah 2 23 atau 8.388.608 kombinasi yang mungkin. [3] Para gamet biasanya akan berakhir dengan 23 kromosom, tapi asal ada orang tertentu akan dipilih secara acak dari pihak ayah atau ibu kromosom. Hal ini memberikan kontribusi terhadap variabilitas genetik keturunan.


Gambar 1: fenotip dominan dan resesif.
(1) orang tua generasi. (2) F 1 generasi. (3) F 2 generasi. Dominan (merah) dan resesif (putih) fenotip terlihat sama pada generasi F 1 (pertama) dan menunjukkan rasio 3:1 pada generasi 2 F (detik).

Gambar 2: fenotip dua sifat independen menunjukkan rasio 9:3:3:1 pada generasi F 2. Dalam contoh ini, warna bulu diindikasikan oleh B (coklat, dominan) atau b (putih) sedangkan panjang ekor ditandai dengan S (pendek, dominan) atau s (panjang). Ketika orang tua adalah homozigot untuk setiap sifat ('SSbb dan ssBB), anak-anak mereka pada generasi 1 F adalah heterozigot pada kedua lokus dan hanya menunjukkan fenotipe dominan. Jika pasangan anak-anak satu sama lain, pada generasi F 2 semua kombinasi warna bulu dan panjang ekor terjadi: 9 adalah cokelat / pendek (kotak ungu), 3 berwarna putih / pendek (kotak warna pink), 3 berwarna coklat / panjang (biru kotak) dan 1 adalah putih / panjang (kotak hijau).


Gambar 3: alel Warna dari Mirabilis jalapa tidak dominan atau resesif.
(1) orang tua generasi. (2) F 1 generasi. (3) F 2 generasi. The "putih" "merah" dan alel bersama-sama membuat "merah muda" fenotipe, menghasilkan rasio 01:02:01 merah: merah muda: putih pada generasi F 2.


Tabel yang menunjukkan bagaimana gen bertukar menurut segregasi atau perpasangan bebas selama meiosis dan bagaimana ini diterjemahkan menjadi hukum Mendel


Hukum Mendel: Lupakan-aku-tidak
Alasan hukum-hukum ini ditemukan dalam sifat inti sel . Hal ini terdiri dari beberapa kromosom yang membawa genetik sifat . Dalam sel normal, masing-masing kromosom memiliki dua bagian, yaitu kromatid . Sebuah sel reproduksi, yang dibuat dalam proses yang disebut meiosis , biasanya hanya berisi salah satu kromatid dari setiap kromosom. Dengan penggabungan dua sel-sel ini (biasanya satu laki-laki dan satu perempuan), set lengkap dipulihkan dan gen dicampur. Sel yang dihasilkan menjadi baru embrio . Fakta bahwa kehidupan baru ini memiliki separuh gen dari setiap orangtua (23 dari ibu, 23 dari ayah untuk total 46 dalam kasus manusia) adalah salah satu alasan hukum Mendel. Alasan yang paling penting kedua adalah berbagai dominasi gen yang berbeda, menyebabkan beberapa sifat muncul tidak merata, bukan rata-rata keluar (dimana dominan tidak berarti lebih mungkin untuk mereproduksi- gen resesif dapat menjadi yang paling umum, juga).
Ada beberapa keuntungan dari metode ini (reproduksi seksual) lebih reproduksi tanpa pertukaran genetik:
1. Daripada salinan hampir identik dari suatu organisme, berbagai keturunan berkembang, yang memungkinkan kemampuan lebih yang berbeda dan evolusi strategi.
2. Biasanya ada beberapa kesalahan dalam setiap inti sel. Menyalin gen biasanya menambahkan lebih dari mereka. Dengan membagi mereka secara acak lebih kromosom yang berbeda dan pencampuran gen, kesalahan tersebut akan didistribusikan tidak merata selama anak-anak berbeda. Beberapa dari mereka karena itu hanya akan memiliki masalah seperti itu sangat sedikit. Ini membantu mengurangi masalah dengan menyalin kesalahan sedikit.
3. Gen dapat menyebar lebih cepat dari satu bagian dari populasi yang lain. Hal ini berguna jika misalnya ada isolasi sementara dari dua kelompok. Gen baru berkembang di masing-masing populasi jangan dikurangi menjadi setengah ketika satu sisi menggantikan yang lain, mereka mencampur dan membentuk populasi dengan keuntungan dari kedua belah pihak.
4. Kadang-kadang, mutasi dapat memiliki efek samping positif. Misalnya, anemia sel sabit adalah mutasi yang dapat menyebabkan manfaat malaria perlawanan. Mekanisme di balik hukum-hukum Mendel dapat memungkinkan bagi anak untuk membawa beberapa keuntungan tanpa kerugian sampai lebih lanjut mutasi memecahkan masalah.
Sebuah sifat Mendel adalah salah satu yang dikontrol oleh satu lokus dan menunjukkan pola pewarisan Mendelian sederhana. Dalam kasus tersebut, mutasi pada gen tunggal dapat menyebabkan penyakit yang diwariskan menurut hukum Mendel. Contohnya termasuk sel sabit anemia , penyakit Tay-Sachs , cystic fibrosis dan xeroderma pigmentosa . Sebuah penyakit dikendalikan oleh gen tunggal kontras dengan penyakit multi-faktorial, seperti radang sendi , yang dipengaruhi oleh lokus beberapa (dan lingkungan) serta mereka penyakit warisan dalam non-Mendelian mode. Para Warisan Mendel di Man database katalog, antara lain, gen di mana sifat Mendel menyebabkan penyakit.

1. ^ a b c Henig, Robin Marantz (2009) The Monk di Taman:. The Genius Hilang dan Ditemukan dari Gregor Mendel, Bapak Genetika Modern. Houghton Mifflin. ISBN 0-395-97765-7 . "Artikel yang ditulis oleh seorang biarawan Austria bernama Gregor Johann Mendel ..."
2. ^ Lihat Kertas Mendel dalam bahasa Inggris: Gregor Mendel (1865). "Percobaan di Hibridisasi Tanaman" . http://www.mendelweb.org/Mendel.html .
3. ^ Perez, Nancy. "Meiosis" . http://www.web-books.com/MoBio/Free/Ch8C.htm . Diperoleh 2007/02/15.
• Peter J. Bowler (1989) Revolusi Mendel:. Munculnya Konsep Hereditarian dalam Sains modern dan Masyarakat. Johns Hopkins University Press.
• Atics, Jean Genetika:. Kehidupan DNA. ANDRNA pers.




Terakhir diubah oleh NUR WAKHID tanggal Mon 05 Nov 2012, 20:01, total 1 kali diubah

NUR WAKHID
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 676
Join date : 06.04.11
Age : 43
Lokasi : Bantul Yogyakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  zali_kebumen on Mon 05 Nov 2012, 19:11

NUR WAKHID wrote:
saya juga hanya baca d internet ga ngapal satu2,
TUH BACA YANG AKU PUNYA
1. Jangan memulai ternak dengan munggunakan indukan yang tidak jelas asal-usulnya atau belum teruji kinerjanya karena peluang untuk gagal akan lebih besar dibandingkan dengan menggunakan burung yang trah dan kinerjanya sudah jelas.
........................................
........................................

kayak mbaca tesis peternakan. puyeeeeng study Question Arrow Idea bom bom

zali_kebumen
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 195
Join date : 21.07.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  acay on Mon 05 Nov 2012, 19:22

NUR WAKHID wrote:
bang acay senengnyan becanda tapi ngledek, saya pernah nulis topik tentang jenis bulu wah banyak yang ngledek ,


mas Nur, sy sungguh setuju dengan njenengan
tidak ada maksud meledek sama sekali
sy juga sudah membaca tulisan2 mas Nur (salah satu nya tentang 'kelor')
maka nya sy tulis hal ini

acay wrote:
setuju mas... giliran ditanya balik ngelak ada saja alasan nya
berbeda dengan mas admin (so far) tidak menggurui, open minded, edukatif dan logic





acay
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1687
Join date : 30.09.12
Lokasi : SWO - HLP

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  cay on Mon 05 Nov 2012, 19:26

@ bang Zali : Tul bang Zali.....tp kutipannya juga spt tesis stensilan ha ha ha ha
Maap canda ajah bang....saran ajah sebaiknya kalo ngutip pakai spoiler biar gak terlampau panjang...he he he...
@ bang nur wakhid: mantab tulisannya bang...nambah waewasan utamanya saya

cay
moderator
moderator

Jumlah posting : 3975
Join date : 08.11.11
Lokasi : depok PIN BB: 51CC3639

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  NUR WAKHID on Mon 05 Nov 2012, 20:21

mas Nur, sy sungguh setuju dengan njenengan
tidak ada maksud meledek sama sekali
sy juga sudah membaca tulisan2 mas Nur (salah satu nya tentang 'kelor')
maka nya sy tulis hal ini

acay wrote:
setuju mas... giliran ditanya balik ngelak ada saja alasan nyaberbeda dengan mas admin (so far) tidak menggurui, open minded, edukatif dan logic


maksud saya informasi dan saran baca, agar temen2 juga dengan usaha memperkaya pengetahuan papajier, tidak hanya baca di forum ini, agar lebih kaya dan luas, agar para papajier juara semua di laga luar. impian penting. forum serius dengan cara santai. saya salah persepsi ya bang?


NUR WAKHID
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 676
Join date : 06.04.11
Age : 43
Lokasi : Bantul Yogyakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  acay on Mon 05 Nov 2012, 20:35

NUR WAKHID wrote:mas Nur, sy sungguh setuju dengan njenengan
tidak ada maksud meledek sama sekali
sy juga sudah membaca tulisan2 mas Nur (salah satu nya tentang 'kelor')
maka nya sy tulis hal ini

acay wrote:
setuju mas... giliran ditanya balik ngelak ada saja alasan nyaberbeda dengan mas admin (so far) tidak menggurui, open minded, edukatif dan logic


maksud saya informasi dan saran baca, agar temen2 juga dengan usaha memperkaya pengetahuan papajier, tidak hanya baca di forum ini, agar lebih kaya dan luas, agar para papajier juara semua di laga luar. impian penting. forum serius dengan cara santai. saya salah persepsi ya bang?


sip mas Nur cheers






acay
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1687
Join date : 30.09.12
Lokasi : SWO - HLP

Kembali Ke Atas Go down

Re: AYAM PETARUNG, RASIONAL CARA TERNAK DAN ANALISA BIBIT, BAGAIMANA?

Post  Sponsored content Today at 19:08


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik