Bumi Itu Hidup

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bumi Itu Hidup

Post  Kembangsawit on Mon 22 Apr 2013, 09:25

Bumi itu hidup…
Di setiap bangun pagi aku selalu mendengar suara kicau burung, ayam berkokok, serta daun kering rontok dari dahannya jatuh sendirinya tertiup hembusan angin yang dingin. Akupun membuka kedua bola mata yang dari awalnya tertutup oleh kelopak – kelopak mataku karena lelah dan lelap tertidur.
Jendela kamar aku buka, sesekali aku termenung melihat sejuknya hawa pagi nan damai, merasakan nikmatnya menguap seraya melepas kantuk yang masih tersisa. Sejenak kemudian aku teringat renunganku kala itu yaitu gerak matahari pagi hingga menjelang malam, hujan dan terik kemarau, hembusan angin serta tumbuhnya berbagai tanaman, dan segala hewan serta jenisnya. Dalam renungan itu akupun menyamakan dengan tubuhku sendiri, contohnya : gerak matahari sama dengan gerak mataku dari lelap tidur menuju terbukanya kelopak mataku dan tersadar dari tidur, hembusan angin sama dengan nafasku yang teratur saat aku santai hingga nafas tersengal – sengal saat aku berlari, daun rontok sama dengan patahnya rambutku, gunung meletus sama dengan ketika aku sakit batuk dan pilek, tsunami karena meluapnya air laut yang tumpah kedaratan sama dengan saat aku marah dan jengkel emosiku pun tumpah ruah, melihat air hujan yang jatuh dari awan – awan di langit bumi sama dengan saat aku bahagia hingga menitikkan air mata hingga sedihnya aku kemudian menangis.
Terdengarlah bisikan dihati seketika itu “ Aku sedang sedih, tubuhku penuh luka, aku menuju sekarat, aku bahagia namun terlalu perih hati ini, bantulah aku, tolonglah aku yang telah memberikan kalian tempat bertapak…” secara perlahan bisikan itu menghilang seraya aku melihat jam dinding menunjukkan pukul 6:30 pagi, namun matahari enggan muncul, hanya rintik hujan yang terjatuh dari awan. Oh bisikan itu muncul kembali “ Tolonglah aku, bantu aku menyembuhkan tubuhku…” hilang kembali. Aku sedikit takut karenanya, lalu sekilas aku melihat guratan tanah terkena rintik hujan berbentuk kesedihan teramat sangat, akhirnya aku sadar bisikan itu adalah ungkapan bumi ini. Maka dengan tulisan ini aku membawa kalian semua untuk memberikan kebahagiaan bumi kita dengan menanam kembali jutaan pohon yang telah ditebang, mengisi kembali bakau yang melindungi pantai dari erosi, mengurangi pengerukan hasil bumi secara tamak dan rakus, stop polusi yang ditimbulkan asap pabrik maupun kendaraan bermotor, hentikan pertikaian sesama umat manusia dengan bersabar, serta perburuan hewan langka secara membabi buta. Keburukan telah kita timbulkan mengakibatkan bumi kehilangan kebahagiaannya, untuk itu bumipun menangis dan marah.
Berdoalah bersama maka bahagia tumbuh kembang kembali di bumi ini. Ingatlah tulisanku kemudian amalkanlah bahwa Bumi itu hidup! Written by : Ardian Rizal

Kembangsawit
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 3818
Join date : 29.10.12
Age : 34
Lokasi : Madiun

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  kasifalham on Mon 22 Apr 2013, 11:25

Kenapa gak sekalian bikin novel mas KS? Nanggung .. Very Happy

kasifalham
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 157
Join date : 17.05.12
Age : 26
Lokasi : Blitar - Jawa Timur. www.blitarroosterfarm.blogspot.co.id

http://www.blitarroosterfarm.blogspot.co.id

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  Kembangsawit on Mon 22 Apr 2013, 11:56

kasifalham wrote:Kenapa gak sekalian bikin novel mas KS? Nanggung .. Very Happy
Embarassed Embarassed Embarassed Very Happy

Kembangsawit
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 3818
Join date : 29.10.12
Age : 34
Lokasi : Madiun

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  den bagus on Sat 27 Apr 2013, 23:30

kok sepi trit nya... dah pada bosen kali ya...????

den bagus
kopral
kopral

Jumlah posting : 35
Join date : 29.08.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  phantom lord on Sat 27 Apr 2013, 23:33

den bagus wrote:kok sepi trit nya... dah pada bosen kali ya...????
Males ngedengerin kompresor kali..

phantom lord
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 317
Join date : 02.05.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  Moreiro on Sun 28 Apr 2013, 03:07

Kembangsawit wrote:Bumi itu hidup…
Di setiap bangun pagi aku selalu mendengar suara kicau burung, ayam berkokok, serta daun kering rontok dari dahannya jatuh sendirinya tertiup hembusan angin yang dingin. Akupun membuka kedua bola mata yang dari awalnya tertutup oleh kelopak – kelopak mataku karena lelah dan lelap tertidur.
Jendela kamar aku buka, sesekali aku termenung melihat sejuknya hawa pagi nan damai, merasakan nikmatnya menguap seraya melepas kantuk yang masih tersisa. Sejenak kemudian aku teringat renunganku kala itu yaitu gerak matahari pagi hingga menjelang malam, hujan dan terik kemarau, hembusan angin serta tumbuhnya berbagai tanaman, dan segala hewan serta jenisnya. Dalam renungan itu akupun menyamakan dengan tubuhku sendiri, contohnya : gerak matahari sama dengan gerak mataku dari lelap tidur menuju terbukanya kelopak mataku dan tersadar dari tidur, hembusan angin sama dengan nafasku yang teratur saat aku santai hingga nafas tersengal – sengal saat aku berlari, daun rontok sama dengan patahnya rambutku, gunung meletus sama dengan ketika aku sakit batuk dan pilek, tsunami karena meluapnya air laut yang tumpah kedaratan sama dengan saat aku marah dan jengkel emosiku pun tumpah ruah, melihat air hujan yang jatuh dari awan – awan di langit bumi sama dengan saat aku bahagia hingga menitikkan air mata hingga sedihnya aku kemudian menangis.
Terdengarlah bisikan dihati seketika itu “ Aku sedang sedih, tubuhku penuh luka, aku menuju sekarat, aku bahagia namun terlalu perih hati ini, bantulah aku, tolonglah aku yang telah memberikan kalian tempat bertapak…” secara perlahan bisikan itu menghilang seraya aku melihat jam dinding menunjukkan pukul 6:30 pagi, namun matahari enggan muncul, hanya rintik hujan yang terjatuh dari awan. Oh bisikan itu muncul kembali “ Tolonglah aku, bantu aku menyembuhkan tubuhku…” hilang kembali. Aku sedikit takut karenanya, lalu sekilas aku melihat guratan tanah terkena rintik hujan berbentuk kesedihan teramat sangat, akhirnya aku sadar bisikan itu adalah ungkapan bumi ini. Maka dengan tulisan ini aku membawa kalian semua untuk memberikan kebahagiaan bumi kita dengan menanam kembali jutaan pohon yang telah ditebang, mengisi kembali bakau yang melindungi pantai dari erosi, mengurangi pengerukan hasil bumi secara tamak dan rakus, stop polusi yang ditimbulkan asap pabrik maupun kendaraan bermotor, hentikan pertikaian sesama umat manusia dengan bersabar, serta perburuan hewan langka secara membabi buta. Keburukan telah kita timbulkan mengakibatkan bumi kehilangan kebahagiaannya, untuk itu bumipun menangis dan marah.
Berdoalah bersama maka bahagia tumbuh kembang kembali di bumi ini. Ingatlah tulisanku kemudian amalkanlah bahwa Bumi itu hidup! Written by : Ardian Rizal
Written by : Ardian Rizal. Yakiin ini tulisan anda...?? afro afro afro

Moreiro
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 302
Join date : 02.10.12
Age : 25
Lokasi : Sidoarjo

http://cara-hipnotis.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  Jagonantang on Sun 28 Apr 2013, 20:51

berharap bisa menggugah rasa,
usaha yang baik dari mas KS.
lanjutkan !

Jagonantang
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 1856
Join date : 15.08.08
Lokasi : pondok kelapa,jakarta timur

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  Jagonantang on Sun 28 Apr 2013, 20:51

berharap bisa menggugah rasa,
usaha yang baik dari mas KS.
lanjutkan !

Jagonantang
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 1856
Join date : 15.08.08
Lokasi : pondok kelapa,jakarta timur

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  jaghana on Mon 29 Apr 2013, 08:26

Moreiro wrote:
Kembangsawit wrote:Bumi itu hidup…
Di setiap bangun pagi aku selalu mendengar suara kicau burung, ayam berkokok, serta daun kering rontok dari dahannya jatuh sendirinya tertiup hembusan angin yang dingin. Akupun membuka kedua bola mata yang dari awalnya tertutup oleh kelopak – kelopak mataku karena lelah dan lelap tertidur.
Jendela kamar aku buka, sesekali aku termenung melihat sejuknya hawa pagi nan damai, merasakan nikmatnya menguap seraya melepas kantuk yang masih tersisa. Sejenak kemudian aku teringat renunganku kala itu yaitu gerak matahari pagi hingga menjelang malam, hujan dan terik kemarau, hembusan angin serta tumbuhnya berbagai tanaman, dan segala hewan serta jenisnya. Dalam renungan itu akupun menyamakan dengan tubuhku sendiri, contohnya : gerak matahari sama dengan gerak mataku dari lelap tidur menuju terbukanya kelopak mataku dan tersadar dari tidur, hembusan angin sama dengan nafasku yang teratur saat aku santai hingga nafas tersengal – sengal saat aku berlari, daun rontok sama dengan patahnya rambutku, gunung meletus sama dengan ketika aku sakit batuk dan pilek, tsunami karena meluapnya air laut yang tumpah kedaratan sama dengan saat aku marah dan jengkel emosiku pun tumpah ruah, melihat air hujan yang jatuh dari awan – awan di langit bumi sama dengan saat aku bahagia hingga menitikkan air mata hingga sedihnya aku kemudian menangis.
Terdengarlah bisikan dihati seketika itu “ Aku sedang sedih, tubuhku penuh luka, aku menuju sekarat, aku bahagia namun terlalu perih hati ini, bantulah aku, tolonglah aku yang telah memberikan kalian tempat bertapak…” secara perlahan bisikan itu menghilang seraya aku melihat jam dinding menunjukkan pukul 6:30 pagi, namun matahari enggan muncul, hanya rintik hujan yang terjatuh dari awan. Oh bisikan itu muncul kembali “ Tolonglah aku, bantu aku menyembuhkan tubuhku…” hilang kembali. Aku sedikit takut karenanya, lalu sekilas aku melihat guratan tanah terkena rintik hujan berbentuk kesedihan teramat sangat, akhirnya aku sadar bisikan itu adalah ungkapan bumi ini. Maka dengan tulisan ini aku membawa kalian semua untuk memberikan kebahagiaan bumi kita dengan menanam kembali jutaan pohon yang telah ditebang, mengisi kembali bakau yang melindungi pantai dari erosi, mengurangi pengerukan hasil bumi secara tamak dan rakus, stop polusi yang ditimbulkan asap pabrik maupun kendaraan bermotor, hentikan pertikaian sesama umat manusia dengan bersabar, serta perburuan hewan langka secara membabi buta. Keburukan telah kita timbulkan mengakibatkan bumi kehilangan kebahagiaannya, untuk itu bumipun menangis dan marah.
Berdoalah bersama maka bahagia tumbuh kembang kembali di bumi ini. Ingatlah tulisanku kemudian amalkanlah bahwa Bumi itu hidup! Written by : Ardian Rizal
Written by : Ardian Rizal. Yakiin ini tulisan anda...?? afro afro afro
study

jaghana
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 7111
Join date : 01.07.10
Age : 39
Lokasi : matraman jak-tim 085217314302. pin BB 2843A31C

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  nagageni212 on Mon 29 Apr 2013, 12:15

kode alam nih...

nagageni212
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 748
Join date : 12.11.12
Lokasi : pengiriman alat berat dan mobil

http://www.arthatrans lintasbuana.co.id

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  Kembangsawit on Mon 29 Apr 2013, 12:20

Jagonantang wrote:berharap bisa menggugah rasa,
usaha yang baik dari mas KS.
lanjutkan !
Embarassed Very Happy bounce cheers sunny

Kembangsawit
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 3818
Join date : 29.10.12
Age : 34
Lokasi : Madiun

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bumi Itu Hidup

Post  Sponsored content Today at 11:13


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik