Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Halaman 5 dari 5 Previous  1, 2, 3, 4, 5

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  acay on Fri 13 Dec 2013, 08:48

shinobi_jago wrote:
... saya mendefinisikan kecerdasan ayam itu lebih ke arah kemampuan penilaian secara sadar dari otak ayam dalam  menentukan  pilihan / bertindak ( tentunya bukan dengan pemikiran yang mendalam )
lantas kalau seekor hewan (ayam) ,memiliki kemampuan kecerdasan seperti penjelasan diatas mengapa pada saat ayam itu diadu.. misalkan menang 1x dan mengalami luka dan dapat memberikan kondisi yg kurang baik pada tubuh nya (contoh, kehilangan 1 bola mata nya)
ko masih saja ada kasus... begitu si ayam ini dihadapkan dengan pertarungan lain dia masih memilih / bertindak melakukan pertarungan itu  Question toh menurut sy hal itu tidak membutuhkan pemikiran yg mendalam  Rolling Eyes  

shinobi_jago wrote:
..jadi saya tidak mengartikan kecerdasan ayam itu yang berat berat sepeti : kemampuan mempelajari suatu keahlian baru, kemampuan menganalisis dalam memecahkan masalah, dll

contoh kasus lain lagi, ko ada ayam yg setelah kalah dalam pertarungan dan kemudian dihadapkan lagi dengan yg mengalahkan nya... biasanya tidak mau menghadapi ayam tersebut  Question  so, bukan kah 2 contoh diatas adalah merupakan sekedar naluri hewani (dan terkadang ada manusia yg terlalu hiperbola dalam meng-apresiasi nya) sederhana yg ingin menunjukan / membuktikan kejantanan / kekuatan nya dalam 'sosialisasi' versi hewan yg konon kata nya beberapa literatur hal itu dilakukan demi mendapatkan / menguasai kebutuhan hewan itu sendiri, seperti... wilayah/ teritori, betina, porsi makan (agar bisa serakah) dll

shinobi_jago wrote:
contoh sedikit pemahaman versi saya tentang kecerdasan ayam  : Naluri makan (nutritive instinct)  merupakan suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun ..   bakat : dorongan makan .. ada penelitian saat diberi dua pilihan antara dua butir telur plastik ( disajikan sebagai makanan).. Keputusan yang ditunjukkan ayam ( yg di teleti) tidak pernah berubah-ubah, yaitu dengan memilih telur dengan ukuran yang lebih besar. Bahkan saat memilih di antara tiga telur, ayam tetap menunjukkan kemampuannya dengan baik.Bahkan saat salah seorang peneliti mencoba untuk mengecohnya dengan cara memindahkan telur secara acak pada kelompok yang lain, ayam itu tetap dapat memilih telur ( yang lebih besar ) tersebut dengan tepat. dalam menggunakan bakat dorongan makan, faktor intelegensia/penilaian otak  ternyata berperan( respon secara sadar dari bakat / naluri makan )

ini contoh dalam hal naluri makan,
si ayam tidak mampu menganalisa/memutuskan pilihan kalau telur (bohongan) plastik itu tidak menguntungkan dia (karena tidak dapat dimakan, bukan sungguhan) melainkan (mungkin) tetap memilih yg sesuai naluri hewani nya saja (besar, banyak dll) ...CMIIW



acay
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1687
Join date : 30.09.12
Lokasi : SWO - HLP

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  shinobi_jago on Fri 13 Dec 2013, 10:54

acay wrote:
shinobi_jago wrote:
... saya mendefinisikan kecerdasan ayam itu lebih ke arah kemampuan penilaian secara sadar dari otak ayam dalam  menentukan  pilihan / bertindak ( tentunya bukan dengan pemikiran yang mendalam )
1. lantas kalau seekor hewan (ayam) ,memiliki kemampuan kecerdasan seperti penjelasan diatas mengapa pada saat ayam itu diadu.. misalkan menang 1x dan mengalami luka dan dapat memberikan kondisi yg kurang baik pada tubuh nya (contoh, kehilangan 1 bola mata nya)
ko masih saja ada kasus... begitu si ayam ini dihadapkan dengan pertarungan lain dia masih memilih / bertindak melakukan pertarungan itu  Question toh menurut sy hal itu tidak membutuhkan pemikiran yg mendalam  Rolling Eyes  

shinobi_jago wrote:
..jadi saya tidak mengartikan kecerdasan ayam itu yang berat berat sepeti : kemampuan mempelajari suatu keahlian baru, kemampuan menganalisis dalam memecahkan masalah, dll

2. contoh kasus lain lagi, ko ada ayam yg setelah kalah dalam pertarungan dan kemudian dihadapkan lagi dengan yg mengalahkan nya... biasanya tidak mau menghadapi ayam tersebut  Question  so, bukan kah 2 contoh diatas adalah merupakan sekedar naluri hewani (dan terkadang ada manusia yg terlalu hiperbola dalam meng-apresiasi nya) sederhana yg ingin menunjukan / membuktikan kejantanan / kekuatan nya dalam 'sosialisasi' versi hewan yg konon kata nya beberapa literatur hal itu dilakukan demi mendapatkan / menguasai kebutuhan hewan itu sendiri, seperti... wilayah/ teritori, betina, porsi makan (agar bisa serakah) dll

shinobi_jago wrote:
contoh sedikit pemahaman versi saya tentang kecerdasan ayam  : Naluri makan (nutritive instinct)  merupakan suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun ..   bakat : dorongan makan .. ada penelitian saat diberi dua pilihan antara dua butir telur plastik ( disajikan sebagai makanan).. Keputusan yang ditunjukkan ayam ( yg di teleti) tidak pernah berubah-ubah, yaitu dengan memilih telur dengan ukuran yang lebih besar. Bahkan saat memilih di antara tiga telur, ayam tetap menunjukkan kemampuannya dengan baik.Bahkan saat salah seorang peneliti mencoba untuk mengecohnya dengan cara memindahkan telur secara acak pada kelompok yang lain, ayam itu tetap dapat memilih telur ( yang lebih besar ) tersebut dengan tepat. dalam menggunakan bakat dorongan makan, faktor intelegensia/penilaian otak  ternyata berperan( respon secara sadar dari bakat / naluri makan )

3.ini contoh dalam hal naluri makan,
si ayam tidak mampu menganalisa/memutuskan pilihan kalau telur (bohongan) plastik itu tidak menguntungkan dia (karena tidak dapat dimakan, bukan sungguhan) melainkan (mungkin) tetap memilih yg sesuai naluri hewani nya saja (besar, banyak dll) ...CMIIW



1. sebenernya saya agak kurang memahami pertanyaannya mas acai, tapi saya coba menanggapi versi pendapat saya ( yang belom tentu benar karena tidak ada dasar ilmiahnya ).. ayam kondisi fisik rusak dihadapkan pada ayam jantan lain.. masih ingin bertarung.. itu karena naluri bawaan ayam jantan memang bertarung , misal pada saat pertarungan dia kabur ( kabur ini naluri juga , naluri hewan menyelamatkan diri )   saya rasa keputusan kabur itu karena ada faktor keterlibatan  penilaian otaknya secara sadar,  memilih kabur daripada melanjutkan pertarungan

2. mungkin  itu salah satu wujud kecerdasan ayam , memiliki daya ingat  

3. konon kabarnya tidak semua ayam yg diteliti ini lulus tes tsb mas acay.. saya tidak tau faktor apa yg menyebabkannya


awalnya ,saya tertarik sama topik ini karena dulu memang saya pernah baca2 banyak tentang kecerdasan ayam ( arti kecerdasan disini jgn di konotasikan dengan kecerdasan seperti manusia) .. hewan tetaplah hewan ga punya " akal"... karena dulu ada 1 ayam saya, sebutlah ayam A matanya  keserempet jalu oleh  ayam B (menyebabkan berkabut 3 hari tapi tidak buta )  .. saat pertarungan  ayam A ini lari... seminggu  kemudian saat pagi ayam A ini masih takut sama ayam B.. waktu diintimidasi ayam B dari luar kandang ayam A  keok2 ketakutan... sorenya ayam B jalunya patah satu  dan berdarah.. ayam A malah berani nantangin ayam B.. di gebrak  malah terkesan  lebih semangat tarungnya  dibanding B.. saat itu saya berpikir rupanya ayam tidak sebodoh yg saya bayangkan

Segala perbuatan berawal dari niat , Selama diskusi itu  bertujuan baik , share pengalaman , share cara pandang yang berbeda .. saya rasa masih ok lah  , kecuali diskusi yang dilandasi  niat yang   kurang baik.. contohnya pengen exist.. kalo ada kalimat  yg dirasa menggurui atau terkesan sok tahu , sebenernya itu lebih bertujuan memudahkan pemahaman saja.. tidak ada maksud menggurui atau  yang lainnya.

sebenarnya saya juga lebih mengharapkan   diskusi ini tidak perlu diperpanjang atau melebar kemana mana ,  cukup untuk menjadi pemahaman masing2 saja


Terakhir diubah oleh shinobi_jago tanggal Fri 13 Dec 2013, 11:25, total 1 kali diubah

shinobi_jago
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 62
Join date : 28.07.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  shinobi_jago on Fri 13 Dec 2013, 11:24

black tunder wrote:
Hendro wrote:Kalo saya nggak mau repot mikir ayam pintar atau bodoh sebodo amat...ke..ke..ke..ke... Laughing  Laughing  Laughing  Laughing 

Yang penting kontrol jaga waspada - pukul - glethak selesai !!! ke..ke..ke..ke....
 Razz  Razz  Razz 

siipppp ...

setuju mas.. cheers 

shinobi_jago
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 62
Join date : 28.07.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  acay on Fri 13 Dec 2013, 13:24

shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:
... saya mendefinisikan kecerdasan ayam itu lebih ke arah kemampuan penilaian secara sadar dari otak ayam dalam  menentukan  pilihan / bertindak ( tentunya bukan dengan pemikiran yang mendalam )
1. lantas kalau seekor hewan (ayam) ,memiliki kemampuan kecerdasan seperti penjelasan diatas mengapa pada saat ayam itu diadu.. misalkan menang 1x dan mengalami luka dan dapat memberikan kondisi yg kurang baik pada tubuh nya (contoh, kehilangan 1 bola mata nya)
ko masih saja ada kasus... begitu si ayam ini dihadapkan dengan pertarungan lain dia masih memilih / bertindak melakukan pertarungan itu  Question toh menurut sy hal itu tidak membutuhkan pemikiran yg mendalam  Rolling Eyes  
1. sebenernya saya agak kurang memahami pertanyaannya mas acai, tapi saya coba menanggapi versi pendapat saya ( yang belom tentu benar karena tidak ada dasar ilmiahnya ).. ayam kondisi fisik rusak dihadapkan pada ayam jantan lain.. masih ingin bertarung.. itu karena naluri bawaan ayam jantan memang bertarung , misal pada saat pertarungan dia kabur ( kabur ini naluri juga , naluri hewan menyelamatkan diri )   saya rasa keputusan kabur itu karena ada faktor keterlibatan  penilaian otaknya secara sadar,  memilih kabur daripada melanjutkan pertarungan

shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:
..jadi saya tidak mengartikan kecerdasan ayam itu yang berat berat sepeti : kemampuan mempelajari suatu keahlian baru, kemampuan menganalisis dalam memecahkan masalah, dll
2. contoh kasus lain lagi, ko ada ayam yg setelah kalah dalam pertarungan dan kemudian dihadapkan lagi dengan yg mengalahkan nya... biasanya tidak mau menghadapi ayam tersebut  Question  so, bukan kah 2 contoh diatas adalah merupakan sekedar naluri hewani (dan terkadang ada manusia yg terlalu hiperbola dalam meng-apresiasi nya) sederhana yg ingin menunjukan / membuktikan kejantanan / kekuatan nya dalam 'sosialisasi' versi hewan yg konon kata nya beberapa literatur hal itu dilakukan demi mendapatkan / menguasai kebutuhan hewan itu sendiri, seperti... wilayah/ teritori, betina, porsi makan (agar bisa serakah) dll
2. mungkin  itu salah satu wujud kecerdasan ayam , memiliki daya ingat  


kalau ayam memiliki daya ingat yg merupakan wujud dari kecerdasan seperti yg anda sampaikan bukan kah seharus nya dia langsung mengambil tindakan ( yg kabur) pada point 1 diatas yg pada dasar nya hal tersebut telah ada menjadi bagian dari kecerdasan itu... lain hal nya kalau hanya naluri yg berperan

jadi 2 statement mas Shinobi diatas (sepertinya) mengalami inkonsistensi dengan apa yg telah anda posting sbelum nya  Rolling Eyes  berikut sy lampirkan pemahamaan anda sebelum nya (mohon maaf kalau sy keliru)

shinobi_jago wrote:
setuju mas ary ,intelegensia ayam tidak dapat menganalisa dan mengambil kesimpulan.. semua hewan pun tidak memiliki kemampuan analisa, berpikir yang dalam, menarik kesimpulan.. hanya manusia yg di beri anugrah itu ..kita artikan intelegensia disini hanya sebatas ayam menggunakan otak nya ( otak yang tidak memiliki kemampuan analisia, pemikiran yg dalam. dll ) dalam  melakukan suatu tindakan yang bermanfaat berguna  baginya




shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:
contoh sedikit pemahaman versi saya tentang kecerdasan ayam  : Naluri makan (nutritive instinct)  merupakan suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun ..   bakat : dorongan makan .. ada penelitian saat diberi dua pilihan antara dua butir telur plastik ( disajikan sebagai makanan).. Keputusan yang ditunjukkan ayam ( yg di teleti) tidak pernah berubah-ubah, yaitu dengan memilih telur dengan ukuran yang lebih besar. Bahkan saat memilih di antara tiga telur, ayam tetap menunjukkan kemampuannya dengan baik.Bahkan saat salah seorang peneliti mencoba untuk mengecohnya dengan cara memindahkan telur secara acak pada kelompok yang lain, ayam itu tetap dapat memilih telur ( yang lebih besar ) tersebut dengan tepat. dalam menggunakan bakat dorongan makan, faktor intelegensia/penilaian otak  ternyata berperan( respon secara sadar dari bakat / naluri makan )

3.ini contoh dalam hal naluri makan,
si ayam tidak mampu menganalisa/memutuskan pilihan kalau telur (bohongan) plastik itu tidak menguntungkan dia (karena tidak dapat dimakan, bukan sungguhan) melainkan (mungkin) tetap memilih yg sesuai naluri hewani nya saja (besar, banyak dll) ...CMIIW




3. konon kabarnya tidak semua ayam yg diteliti ini lulus tes tsb mas acay.. saya tidak tau faktor apa yg menyebabkannya


awalnya ,saya tertarik sama topik ini karena dulu memang saya pernah baca2 banyak tentang kecerdasan ayam ( arti kecerdasan disini jgn di konotasikan dengan kecerdasan seperti manusia) .. hewan tetaplah hewan ga punya " akal"... karena dulu ada 1 ayam saya, sebutlah ayam A matanya  keserempet jalu oleh  ayam B (menyebabkan berkabut 3 hari tapi tidak buta )  .. saat pertarungan  ayam A ini lari... seminggu  kemudian saat pagi ayam A ini masih takut sama ayam B.. waktu diintimidasi ayam B dari luar kandang ayam A  keok2 ketakutan... sorenya ayam B jalunya patah satu  dan berdarah.. ayam A malah berani nantangin ayam B.. di gebrak  malah terkesan  lebih semangat tarungnya  dibanding B.. saat itu saya berpikir rupanya ayam tidak sebodoh yg saya bayangkan

Segala perbuatan berawal dari niat , Selama diskusi itu  bertujuan baik , share pengalaman , share cara pandang yang berbeda .. saya rasa masih ok lah  , kecuali diskusi yang dilandasi  niat yang   kurang baik.. contohnya pengen exist.. kalo ada kalimat  yg dirasa menggurui atau terkesan sok tahu , sebenernya itu lebih bertujuan memudahkan pemahaman saja.. tidak ada maksud menggurui atau  yang lainnya.

sebenarnya saya juga lebih mengharapkan   diskusi ini tidak perlu diperpanjang atau melebar kemana mana ,  cukup untuk menjadi pemahaman masing2 saja

saya tertarik mengambil space pada diskusi ini pun karena ingin menambah wawasan atau cara pandang dalam memahami sesuatu yg coba dipaparkan oleh rekan diskusi lain yg terlibat Cool 

lain hal nya kalau sudah melebar dengan menggunakan (mungkin) emosi dan meniadakan rasa saling mencoba menerima dan memahami satu pandangan dengan yg lain nya sampai2 terlontar justifikasi yg sama sekali tidak relevan... seperti, pengen exist  Laughing 


salam existensi dengan diskusi sehat



acay
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1687
Join date : 30.09.12
Lokasi : SWO - HLP

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  def on Fri 13 Dec 2013, 19:27

acay wrote:
shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:
... saya mendefinisikan kecerdasan ayam itu lebih ke arah kemampuan penilaian secara sadar dari otak ayam dalam  menentukan  pilihan / bertindak ( tentunya bukan dengan pemikiran yang mendalam )
1. lantas kalau seekor hewan (ayam) ,memiliki kemampuan kecerdasan seperti penjelasan diatas mengapa pada saat ayam itu diadu.. misalkan menang 1x dan mengalami luka dan dapat memberikan kondisi yg kurang baik pada tubuh nya (contoh, kehilangan 1 bola mata nya)
ko masih saja ada kasus... begitu si ayam ini dihadapkan dengan pertarungan lain dia masih memilih / bertindak melakukan pertarungan itu  Question toh menurut sy hal itu tidak membutuhkan pemikiran yg mendalam  Rolling Eyes  
1. sebenernya saya agak kurang memahami pertanyaannya mas acai, tapi saya coba menanggapi versi pendapat saya ( yang belom tentu benar karena tidak ada dasar ilmiahnya ).. ayam kondisi fisik rusak dihadapkan pada ayam jantan lain.. masih ingin bertarung.. itu karena naluri bawaan ayam jantan memang bertarung , misal pada saat pertarungan dia kabur ( kabur ini naluri juga , naluri hewan menyelamatkan diri )   saya rasa keputusan kabur itu karena ada faktor keterlibatan  penilaian otaknya secara sadar,  memilih kabur daripada melanjutkan pertarungan

shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:
..jadi saya tidak mengartikan kecerdasan ayam itu yang berat berat sepeti : kemampuan mempelajari suatu keahlian baru, kemampuan menganalisis dalam memecahkan masalah, dll
2. contoh kasus lain lagi, ko ada ayam yg setelah kalah dalam pertarungan dan kemudian dihadapkan lagi dengan yg mengalahkan nya... biasanya tidak mau menghadapi ayam tersebut  Question  so, bukan kah 2 contoh diatas adalah merupakan sekedar naluri hewani (dan terkadang ada manusia yg terlalu hiperbola dalam meng-apresiasi nya) sederhana yg ingin menunjukan / membuktikan kejantanan / kekuatan nya dalam 'sosialisasi' versi hewan yg konon kata nya beberapa literatur hal itu dilakukan demi mendapatkan / menguasai kebutuhan hewan itu sendiri, seperti... wilayah/ teritori, betina, porsi makan (agar bisa serakah) dll
2. mungkin  itu salah satu wujud kecerdasan ayam , memiliki daya ingat  


kalau ayam memiliki daya ingat yg merupakan wujud dari kecerdasan seperti yg anda sampaikan bukan kah seharus nya dia langsung mengambil tindakan ( yg kabur) pada point 1 diatas yg pada dasar nya hal tersebut telah ada menjadi bagian dari kecerdasan itu... lain hal nya kalau hanya naluri yg berperan

jadi 2 statement mas Shinobi diatas (sepertinya) mengalami inkonsistensi dengan apa yg telah anda posting sbelum nya  Rolling Eyes  berikut sy lampirkan pemahamaan anda sebelum nya (mohon maaf kalau sy keliru)

shinobi_jago wrote:
setuju mas ary ,intelegensia ayam tidak dapat menganalisa dan mengambil kesimpulan.. semua hewan pun tidak memiliki kemampuan analisa, berpikir yang dalam, menarik kesimpulan.. hanya manusia yg di beri anugrah itu ..kita artikan intelegensia disini hanya sebatas ayam menggunakan otak nya ( otak yang tidak memiliki kemampuan analisia, pemikiran yg dalam. dll ) dalam  melakukan suatu tindakan yang bermanfaat berguna  baginya





shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:
contoh sedikit pemahaman versi saya tentang kecerdasan ayam  : Naluri makan (nutritive instinct)  merupakan suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun ..   bakat : dorongan makan .. ada penelitian saat diberi dua pilihan antara dua butir telur plastik ( disajikan sebagai makanan).. Keputusan yang ditunjukkan ayam ( yg di teleti) tidak pernah berubah-ubah, yaitu dengan memilih telur dengan ukuran yang lebih besar. Bahkan saat memilih di antara tiga telur, ayam tetap menunjukkan kemampuannya dengan baik.Bahkan saat salah seorang peneliti mencoba untuk mengecohnya dengan cara memindahkan telur secara acak pada kelompok yang lain, ayam itu tetap dapat memilih telur ( yang lebih besar ) tersebut dengan tepat. dalam menggunakan bakat dorongan makan, faktor intelegensia/penilaian otak  ternyata berperan( respon secara sadar dari bakat / naluri makan )

3.ini contoh dalam hal naluri makan,
si ayam tidak mampu menganalisa/memutuskan pilihan kalau telur (bohongan) plastik itu tidak menguntungkan dia (karena tidak dapat dimakan, bukan sungguhan) melainkan (mungkin) tetap memilih yg sesuai naluri hewani nya saja (besar, banyak dll) ...CMIIW




3. konon kabarnya tidak semua ayam yg diteliti ini lulus tes tsb mas acay.. saya tidak tau faktor apa yg menyebabkannya


awalnya ,saya tertarik sama topik ini karena dulu memang saya pernah baca2 banyak tentang kecerdasan ayam ( arti kecerdasan disini jgn di konotasikan dengan kecerdasan seperti manusia) .. hewan tetaplah hewan ga punya " akal"... karena dulu ada 1 ayam saya, sebutlah ayam A matanya  keserempet jalu oleh  ayam B (menyebabkan berkabut 3 hari tapi tidak buta )  .. saat pertarungan  ayam A ini lari... seminggu  kemudian saat pagi ayam A ini masih takut sama ayam B.. waktu diintimidasi ayam B dari luar kandang ayam A  keok2 ketakutan... sorenya ayam B jalunya patah satu  dan berdarah.. ayam A malah berani nantangin ayam B.. di gebrak  malah terkesan  lebih semangat tarungnya  dibanding B.. saat itu saya berpikir rupanya ayam tidak sebodoh yg saya bayangkan

Segala perbuatan berawal dari niat , Selama diskusi itu  bertujuan baik , share pengalaman , share cara pandang yang berbeda .. saya rasa masih ok lah  , kecuali diskusi yang dilandasi  niat yang   kurang baik.. contohnya pengen exist.. kalo ada kalimat  yg dirasa menggurui atau terkesan sok tahu , sebenernya itu lebih bertujuan memudahkan pemahaman saja.. tidak ada maksud menggurui atau  yang lainnya.

sebenarnya saya juga lebih mengharapkan   diskusi ini tidak perlu diperpanjang atau melebar kemana mana ,  cukup untuk menjadi pemahaman masing2 saja

saya tertarik mengambil space pada diskusi ini pun karena ingin menambah wawasan atau cara pandang dalam memahami sesuatu yg coba dipaparkan oleh rekan diskusi lain yg terlibat Cool 

lain hal nya kalau sudah melebar dengan menggunakan (mungkin) emosi dan meniadakan rasa saling mencoba menerima dan memahami satu pandangan dengan yg lain nya sampai2 terlontar justifikasi yg sama sekali tidak relevan... seperti, pengen exist  Laughing 


salam existensi dengan diskusi sehat



Ingat mas bro, ayam tarung lebih menggunakan kekuatan otot dibandingkan dengan kekuatan otaknya yang terbatas, tidak seperti manusia yang dengan keterbatasannya dapat menggunakan otaknya untuk memiliki kemampuan belajar, adaptasi, aplikasi, serta memiliki kuantum learning dari para pendahulu-pendahulunya sehingga dapat mengatasi kekuatan alam dalam tanda kutip, menurut saya ayam bangkok yang baik adalah ayam yang memiliki power otot yang maksimal, memiliki daya tahan/endurance yang baik, serta memiliki kemampuan untuk meminimalisir resiko kesalahan dalam memukul (serangan), dan meminimalisir resiko terkena pukulan yang berefek negatif pada saat menyerang, bertahan maupun menghindar.
Sebagai pemilik ayam pintar-pintarnyalah kita menilai dan membangkitkan potensi dan bakat ayam kita, ada ayam yang terkenal di kota makassar menang berkali-kali ternyata didapat dipasar hobi, tetapi karena pemiliknya mampu mengoptimalkan bakat ayamnya sehingga ayamnya dapat menjadi jawara dan menjadi legenda

def
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 83
Join date : 04.01.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  shinobi_jago on Sat 14 Dec 2013, 00:09

acay wrote:
shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:

1. lantas kalau seekor hewan (ayam) ,memiliki kemampuan kecerdasan seperti penjelasan diatas mengapa pada saat ayam itu diadu.. misalkan menang 1x dan mengalami luka dan dapat memberikan kondisi yg kurang baik pada tubuh nya (contoh, kehilangan 1 bola mata nya)
ko masih saja ada kasus... begitu si ayam ini dihadapkan dengan pertarungan lain dia masih memilih / bertindak melakukan pertarungan itu  Question toh menurut sy hal itu tidak membutuhkan pemikiran yg mendalam  Rolling Eyes  
1. sebenernya saya agak kurang memahami pertanyaannya mas acai, tapi saya coba menanggapi versi pendapat saya ( yang belom tentu benar karena tidak ada dasar ilmiahnya ).. ayam kondisi fisik rusak dihadapkan pada ayam jantan lain.. masih ingin bertarung.. itu karena naluri bawaan ayam jantan memang bertarung , misal pada saat pertarungan dia kabur ( kabur ini naluri juga , naluri hewan menyelamatkan diri )   saya rasa keputusan kabur itu karena ada faktor keterlibatan  penilaian otaknya secara sadar,  memilih kabur daripada melanjutkan pertarungan

shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:
..jadi saya tidak mengartikan kecerdasan ayam itu yang berat berat sepeti : kemampuan mempelajari suatu keahlian baru, kemampuan menganalisis dalam memecahkan masalah, dll
2. contoh kasus lain lagi, ko ada ayam yg setelah kalah dalam pertarungan dan kemudian dihadapkan lagi dengan yg mengalahkan nya... biasanya tidak mau menghadapi ayam tersebut  Question  so, bukan kah 2 contoh diatas adalah merupakan sekedar naluri hewani (dan terkadang ada manusia yg terlalu hiperbola dalam meng-apresiasi nya) sederhana yg ingin menunjukan / membuktikan kejantanan / kekuatan nya dalam 'sosialisasi' versi hewan yg konon kata nya beberapa literatur hal itu dilakukan demi mendapatkan / menguasai kebutuhan hewan itu sendiri, seperti... wilayah/ teritori, betina, porsi makan (agar bisa serakah) dll
2. mungkin  itu salah satu wujud kecerdasan ayam , memiliki daya ingat  


kalau ayam memiliki daya ingat yg merupakan wujud dari kecerdasan seperti yg anda sampaikan bukan kah seharus nya dia langsung mengambil tindakan ( yg kabur) pada point 1 diatas yg pada dasar nya hal tersebut telah ada menjadi bagian dari kecerdasan itu... lain hal nya kalau hanya naluri yg berperan

jadi 2 statement mas Shinobi diatas (sepertinya) mengalami inkonsistensi dengan apa yg telah anda posting sbelum nya  Rolling Eyes  berikut sy lampirkan pemahamaan anda sebelum nya (mohon maaf kalau sy keliru)




jujur saya agak kurang mengerti pertanyaannya mas acai pada paragraf 1  bisa lebih spesifik pertanyaannya mas?




mengenai inkonsistensi.. bisa di uraikan mas antar kalimat yang mana dengan kalimat yang mana..agar jadi bahan pembelajaran bagi saya  study 

jika pada  definisi inteleginsia ayam tidak memiliki kemampuan analisa  dst dst.. analisa disana masih berkonotasi analisa pada manusia..

acay wrote:
shinobi_jago wrote:
acay wrote:
shinobi_jago wrote:
.



3. konon kabarnya tidak semua ayam yg diteliti ini lulus tes tsb mas acay.. saya tidak tau faktor apa yg menyebabkannya


awalnya ,saya tertarik sama topik ini karena dulu memang saya pernah baca2 banyak tentang kecerdasan ayam ( arti kecerdasan disini jgn di konotasikan dengan kecerdasan seperti manusia) .. hewan tetaplah hewan ga punya " akal"... karena dulu ada 1 ayam saya, sebutlah ayam A matanya  keserempet jalu oleh  ayam B (menyebabkan berkabut 3 hari tapi tidak buta )  .. saat pertarungan  ayam A ini lari... seminggu  kemudian saat pagi ayam A ini masih takut sama ayam B.. waktu diintimidasi ayam B dari luar kandang ayam A  keok2 ketakutan... sorenya ayam B jalunya patah satu  dan berdarah.. ayam A malah berani nantangin ayam B.. di gebrak  malah terkesan  lebih semangat tarungnya  dibanding B.. saat itu saya berpikir rupanya ayam tidak sebodoh yg saya bayangkan

Segala perbuatan berawal dari niat , Selama diskusi itu  bertujuan baik , share pengalaman , share cara pandang yang berbeda .. saya rasa masih ok lah  , kecuali diskusi yang dilandasi  niat yang   kurang baik.. contohnya pengen exist.. kalo ada kalimat  yg dirasa menggurui atau terkesan sok tahu , sebenernya itu lebih bertujuan memudahkan pemahaman saja.. tidak ada maksud menggurui atau  yang lainnya.

sebenarnya saya juga lebih mengharapkan   diskusi ini tidak perlu diperpanjang atau melebar kemana mana ,  cukup untuk menjadi pemahaman masing2 saja

saya tertarik mengambil space pada diskusi ini pun karena ingin menambah wawasan atau cara pandang dalam memahami sesuatu yg coba dipaparkan oleh rekan diskusi lain yg terlibat Cool

lain hal nya kalau sudah melebar dengan menggunakan (mungkin) emosi dan meniadakan rasa saling mencoba menerima dan memahami satu pandangan dengan yg lain nya sampai2 terlontar justifikasi yg sama sekali tidak relevan... seperti, pengen exist  Laughing


salam existensi dengan diskusi sehat



kalo ada yang menganggap pengen exist?
saya cuma bisa berdoa :semoga saya  dijauhkan dari sifat pengen exist dalam  berdiskusi sehat  Very Happy 


coba di lihat dari awal mas , saya rasa prosesnya sudah sehat.. ada cara pandang  A dan ada cara pandang B..tejadi pemaparan dan tanggapan terhadap  cara pandang masing masing.. kemudian tetap  menjadi pemahaman masing2 saja


Jadi hanya sekedar  penyampaian tanggapan dari  cara pandang yang berbeda saja.. jika ada kesan menggurui dan lain lain oleh sebagian pembaca , mungkin dikarenakan    penyampaian yang  lugas / to the point , padahal hal tsb  tujuannya nya semata mata   agar  informasi / tanggapan  yang  ingin  disampaikan melalui tulisan,  dapat diterima dan dimengerti secara utuh ,    

hal 2 seperti itu mungkin akan terasa indah, jika disikapi dengan landasan berkeinginan berdiskusi secara sehat  .. gt loh mas..ga ada maksud lain lain kok  ..  cheers  cheers

shinobi_jago
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 62
Join date : 28.07.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  Hercules on Sat 14 Dec 2013, 22:45

Semua Hewan tidak mempunyai akal pikiran termasuk ayam, mereka bertindak dengan naluri mereka bukan dengan akal pikiran seperti halnya manusia. Lihat dan bandingkan. kehidupan manusia zaman dulu dengan sekarang sangat jelas perbedaanya manusia memiliki peradaban yang semakin maju dan berkembang karena mereka mempunyai akal pikiran. Tetapi, lihatlah ayam dari zaman dulu sampai sekarang peradaban ayam ya masih seperti itu2 juga. apa ada ayam yang bisa  buat mobil, apa ada ayam yang bisa buat pesawat, apa ada ayam yg bisa buat komputer. dan itu tidak bisa dibantah baik secara ilmiah ataupun religi, ayam bertindak dengan naluri, manusia bertindak dengan akal pikiranya. Jika ada pertanyaan mengapa hewan tertentu bisa dilatih misalkan untuk pertunjukan sirkus, yang ada para pelatih melatih nalurinya bukan akal pikiranya... sehingga dapat dikatakan hewan tidak mempunyai kecerdasan/ intelegensi sperti halnya manusia.

Hercules
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 114
Join date : 10.01.13
Lokasi : Banyumas

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  sugiarto on Wed 18 Dec 2013, 13:15

Hendro wrote:Kalo saya nggak mau repot mikir ayam pintar atau bodoh sebodo amat...ke..ke..ke..ke... Laughing  Laughing  Laughing  Laughing 

Yang penting kontrol jaga waspada - pukul - glethak selesai !!! ke..ke..ke..ke....
 Razz  Razz  Razz 
Ternyata yang di pukul bangun lagi pak hendro.....dan njalu mata + pok ping akhirnya gantian gletak......

kabur dulu ahhhh.....

sugiarto
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 310
Join date : 15.03.12
Lokasi : jl. Jelidro 79 surabaya

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bagaimana sebaiknya tehnik ayam ??? (kasus ras bangkok)

Post  Sponsored content Today at 15:15


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 5 dari 5 Previous  1, 2, 3, 4, 5

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik