[info] Pemuliaan Ternak

Halaman 21 dari 24 Previous  1 ... 12 ... 20, 21, 22, 23, 24  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Administrator on Wed 29 Jan 2014, 01:30

YUWONOTIKO wrote:
-Apakah "pukul unik/antik" merupakan gen yang bisa diturunkan
Ada beberapa ayam yg memiliki 'keunikan' sendiri seolah2 tidak dimiliki oleh ayam lain.
Misalnya pukulan yg kelihatannya tidak bertenaga, hanya 'melangkah' kecil saja tapi musuh jadi biru mukanya seperti kena racun.
Hal seperti ini merupakan 'specific ability' atau bisa juga disebut sbg 'anugrah' yg hanya dimiliki oleh ayam tsb. Sulit sekali diturunkan ke anak2nya.

Tapi kalau kelebihan yg umum sifatnya, seperti akurasi pukulan yg tinggi, ini bisa diturunkan.

YUWONOTIKO wrote:
-Apakah benar dari hasil Cros-In-line akan didapat anakan yang cenderung berkwalitas bagus dari segi tarung tapi mengalami penurunan dari segi kontruksi tulangan.
-Apakah hasil dari In-Line ada kecenderungan rentan pada kaki
Tidak benar.
Hasil inbreed secara fisik akan terlihat normal. Tapi secara vitalitas akan menurun.
Ayam sulit dirawat, fisiknya bisa turun secara tajam dan lambat utk naik kembali.
Minggu ini bagus, minggu depan drop. Kemajuan fisiknya (stamina, tenaga) juga agak lambat.
Mungkin ini yg dimaksud 'rentan pada kaki'. Jadi sebetulnya bukan kakinya yg rentan. Tapi memang ayam tsb kurang vitalitas.
Tapi setelah nanti dikawinkan (crossbreed), hasil anaknya akan normal.


Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting : 6448
Join date : 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  ayam betatto on Sat 01 Feb 2014, 08:00

Sori bang admin rada OOT niy,
Saya mau memulai ternak ayam pelung, lagi hunting materi, yg dinilai dlm kontes pelung: suara,penampilan,bobot(berat badan) saya mauberkonsentrasi di suara dl yg merupakan genotype, tipe suara impian saya: type U, besar(jero), panjang (kebat), saya ada materi paceknya, yg saya bingungkan, cari suara betina, yg sangat jarang ada yg bisa berkokok.

Materi yg ada: pacek X bikang merupakan saudara tiri. (1 bapak, beda ibu)
Menurut bang admin, udeh bener belum cara ternak saya?
Atau sebaiknya materi ternak yg bagaimana buat potong kompas agar menghasilkan anakan yg kualitasnya merata? Mumpung baru mulai.

PS: tulisan pemulyaan ternak bang admin,jadi bahan diskusi di grup kita, gimana caranya mengundang bang admin jadi narasumber, di forum diskusi (kongkur) selanjutnya, heheh
Nuhun sateuacana bang...

ayam betatto
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 740
Join date : 17.09.11
Lokasi : Jakarta-Subang-Bandung PP

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  1c4-farm on Sat 01 Feb 2014, 22:15

Administrator wrote:Kenapa ternak kita hasilnya acak-acakan dan banyak yang boncos..??
Hasil tidak seragam, dan kualitas mutunya lambat laun terasa semakin menurun…
Kebanyakan peternak di Indonesia sangat fanatik dgn trah juara. Juara VS Juara, tapi anakannya tidak ada yg juara… Ini menimbulkan pertanyaan tersendiri...

Salah satu penyebabnya mungkin krn indukan kita geno-typenya tidak seragam alias acak-acakan. Itulah sebabnya diperlukan ternak dgn "rekayasa genetik" untuk menyeragamkan geno-type melalui proses ternak yg lebih terpadu, tersistematis atau terpola dengan baik. Bukan sekedar ayam menangan saja.

Buat rekan2 sekalian, ini ada sedikit artikel mengenai teknik2 breeding (beternak) dgn cara yg lebih sistematis sehingga bisa juga disebut sebagai ‘Rekayasa Genetika’.
Mungkin saja diantara teman2 ada yg lebih berpengalaman dan menemukan cara ternak yg lebih baik. Tapi minimal, artikel ini bisa menjadi sebuah wawasan baru mengenai bagaimana cara beternak yg baik dgn teknik modern sesuai dgn teori genetika.

Sebelum dilanjut, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa kosa kata yg ada dalam artikel ini agar tdk terjadi salah penafsiran.

Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.

Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.

Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.

Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.

Super fight : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.

mau tanya ni bang admin...
1. klo pacek ngawinin anak, cucu, cicit, dst... apakah vitalitas anakannya semakin menurun atau semakin naik?
2. apa dampaknya klo fase inbreed dilakukan 2x...
contohnya:
a) jantanA kawin sama induknya sendiri, trus anaknya nanti (bisa dibilang saudaranya)
dikawinin lg sama jantanA.
b) saudara kandung dikawinkan, trus anaknya nanti dikawinkan sesamanya(sesaudaraannya)
3) teori steven van breeman=> tujuan inbreed untuk menciptakan induk unggul yg memiliki sifat yg dominan, jadi induk betina hasil inbreed ini dikawinkan ke pacek manapun (cross breed II) anaknya nanti dominan mirip si induk betina... trus yg jadi pertanyaan, adakah kemungkinan dalam proses pemuliaan ternak ini kita mendapatkan induk cetak (kebalikan induk unggul)? kalau jawabannya tidak, adakah rumus untuk menciptakan induk cetak? kalau jawabannya iya, hasil perkawinan yg mana? bagaimana ciri2nya? bagaimana caranya?

maaf bang admin, baru mau belajar... jadi banyak tanya ni
mohon pencerahannya, trims

1c4-farm
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 59
Join date : 21.01.14

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  iwan supriyanto on Sun 02 Feb 2014, 15:05

anakan hasil Inbreed , lalu akan kita teruskan ke LineBreed Dengan Cara anakan nya yang biang kita pasangkan lagi dengan kakeknya bukan dengan paman nya bisa atau tidak pak Admin ?  scratch scratch 

iwan supriyanto
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 595
Join date : 29.12.11
Lokasi : watukumpul pemalang

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Wong Im on Mon 03 Feb 2014, 18:12

iwan supriyanto wrote:anakan hasil Inbreed , lalu akan kita teruskan ke LineBreed Dengan Cara anakan nya yang biang kita pasangkan lagi dengan kakeknya bukan dengan paman nya bisa atau tidak pak Admin ?  scratch scratch 
Kalau mau menyimak tulisan mas ary, sepertinya ini yg dimaksud perkawinan "kakek vs cucu". Jika demikian maka ( ma'af klo lancang ) bisa !

Wong Im
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 349
Join date : 24.07.11
Lokasi : Karangayam, Im

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Gusti_Anggie on Tue 11 Feb 2014, 18:31

Administrator wrote:
Gusti_Anggie wrote:Bang admin, gmn klo misal nya tahap line breeding nya kita skip dan langsung ke cross breed II untuk menghemat waktu??. Mohon masukan nya bang admin, trims.
Boleh aja..
Smile 

1. Ada kah perbedaan nya bang admin jika kita skip line breed atau dari inbreed langsung ke cross breed II, dengan yang tidak di skip dari inbreed ke line breed nya baru ke cross breed II?
2. Apa kah line breed harus menggunakan saudara setetasan dari babon/pacek yg di inbreed dengan bapak/ibu nya atau yang penting ada hubungan darah yg cukup dekat (satu pacek beda babon atau sebaliknya).

Gusti_Anggie
kopral
kopral

Jumlah posting : 12
Join date : 03.08.13

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  jawara on Tue 11 Feb 2014, 19:19

makasi infonya pak

jawara
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1517
Join date : 20.11.12
Age : 35
Lokasi : Banyuwangi - Jatim

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  losi on Tue 11 Feb 2014, 21:36

Administrator wrote:Artikel ini ditulis oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya beternak merpati pos di Eropa sana. Dituangkan dalam buku berjudul Mini Course The Art of Breeding.
Meskipun hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam. Mengingat kedua spesies ini banyak memiliki kesamaan.

Berikut ringkasannya :

Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "population genetics".
Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi yang ada dalam kandang dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 ayam di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super fight.

Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!!

Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas ayam yg nantinya ingin kita hasilkan.

Berikut penerapannya di lapangan :

Tahapan ternak berdasar teori ini :
1. Cross breed I -----> 2. inbreed -----> 3. line breed -----> 4. cross breed II

1. Cross breed I
Sebelum mulai ternak, kita harus berkhayal dulu. Berkhayal tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat ayam juara yang ada. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealis kelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapun sulitnya.

Untuk cross breed I, carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai ayam juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot!!!. Ayam juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya ayam dgn pukul keras, maka carilah ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudian cari juga pasangan betinanya yg keturunan ayam pukul keras.
Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya.

Cross breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasil anakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu percuma.

2. Inbreed :
Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turun ke anaknya (dominan).
Hasil inilah yg disebut 'investasi', modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasil inbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo. Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikan fighter. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi petarung. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.

3. Line breed :
Setelah dapat 'modal' dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya pukul keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna yg sangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai 'super breed'. Yaitu ayam yg memiliki daya turun breeding yg kuat thdp anak2nya.

4. Cross breed 2 :
Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn ayam dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utk menambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalau di cross dgn ayam lain yg pukul keras, hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda, -teknik bagus misalnya- maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayam dgn tipikal pukul keras dan teknik bagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’.


Beberapa prinsip yg harus dipahami :

1. Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dari indukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah "geno-type") , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuan teori ini adlh menciptakan ‘super ‘breeder’.

2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 individu yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). Oleh karenanya rumus inbreeding adalah "the best vs the best". Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung "khayalan" kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus teknik bagus, maka cari indukan yg teknik bagus. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg "ideal", menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.
Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya "super breeder" kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics??
jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilangan modal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terus menurun. Dan banyak ayam2 juara yg terputus generasinya.

3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari dua darah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaitu apabila kita ingin memproduksi petarung dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada (menambahkan elemen baru atau "additive characteristics" yg sudah ada).

4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. Beberapa waktu yg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadi ahli "membunuh". Istilah ini sebenarnya hanya untuk memberikan tekanan bahwa anakan yg akan melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dan anak jantan yg mirip ibunya. Yang perlu dipahami, pengertian "mirip" disini bukan mirip secara fisik, tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini lagi-lagi diperlukan "feeling" dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita tetaskan 3 X, lalu dari situ dilakukan seleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.

5. Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (ayam hasil inbreeding menunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada ayam hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus ( confused confused ).
Ayam hasil inbreeding tidak cocok untuk tarung, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukan untuk dimainkan tapi untuk breeding). Turunanya nanti yang dimainkan.
Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan ayam lain. Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya (offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada seperti menambah vitalitas, karakter dan kekuatan.
Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasi atau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka turunannya akan mirip satu sama lain.
Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnya dari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinya dampaknya berbeda).


semoga bermanfaat
salam

izin copy y om...

losi
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 944
Join date : 21.01.14
Lokasi : Dapur magma

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Gusti_Anggie on Fri 14 Feb 2014, 22:09

Gusti_Anggie wrote:
Administrator wrote:
Gusti_Anggie wrote:Bang admin, gmn klo misal nya tahap line breeding nya kita skip dan langsung ke cross breed II untuk menghemat waktu??. Mohon masukan nya bang admin, trims.
Boleh aja..
Smile 

1. Ada kah perbedaan nya bang admin jika kita skip line breed atau dari inbreed langsung ke cross breed II, dengan yang tidak di skip dari inbreed ke line breed nya baru ke cross breed II?
2. Apa kah line breed harus menggunakan saudara setetasan dari babon/pacek yg di inbreed dengan bapak/ibu nya atau yang penting ada hubungan darah yg cukup dekat (satu pacek beda babon atau sebaliknya).
3. Di tunggu mas admin balesan nya, hehehe...

Gusti_Anggie
kopral
kopral

Jumlah posting : 12
Join date : 03.08.13

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Administrator on Sat 15 Feb 2014, 00:35

Gusti_Anggie wrote:
1. Ada kah perbedaan nya bang admin jika kita skip line breed atau dari inbreed langsung ke cross breed II, dengan yang tidak di skip dari inbreed ke line breed nya baru ke cross breed II?
Pada intinya, tidak ada cara yg paling jitu dalam beternak. Semua tergantung sikon dan inovasi serta modifikasi dari masing2 peternak.
Apa yg saya tulis hanya bersifat pencerahan saja. Bukan sesuatu hal yg wajib diikuti.
Jadi, silakan saja lakukan langsung cross breed.

Bedanya, tentu gen2nya tidak terlalu kental dibanding ketika melewati tahapan line breed dulu.

Gusti_Anggie wrote:
2. Apa kah line breed harus menggunakan saudara setetasan dari babon/pacek yg di inbreed dengan bapak/ibu nya atau yang penting ada hubungan darah yg cukup dekat (satu pacek beda babon atau sebaliknya).
Line breed yg penting ada hubungan darah dan memiliki karakter yg serupa.



Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting : 6448
Join date : 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  berliant09 on Sun 16 Feb 2014, 01:24

Mas admin, mhn pencerahannya.. Maafkan sy jika sbelumnya sudah ada pertanyaan yg sama sperti pertanyaan sy ini nanti, dikarenakan kekurang telitian sy, sbelumnya sudah dijelaskan:
Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.
Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.
Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.
Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.
Super fight : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.
Sy punya modal ayam 1 tetasan & cuma sepasang(jantan sy namakan Wiro & yg betina sy namakan Kithing), lalu kbetulan sy dikasih teman 1 ekor pejantan BK,
1. Cros Breed I : BK x Kithing = Trondhol(betina), bisa ga Trondhol disebut sbagai kponakan Wiro?
2. Perkawinan II : Wiro x Trondhol = Betara Karang(jantan 1 & betina 2), bisa ga Betara Karang disebut sbagai cucu Kithing? Bisa ga ini disebut sbagai Line Breed(paman x kponakan)?
3. Perkawinan III : Betara Karang x Kithing = Jenglot(jantan 6 betina 2), bisa ga ini disebut sbagai Line Breed?
4. Jika sperti itu memang bisa disebut sbagai Line Breed berarti sy melewati tahap In Breed ya mas?
5. Klo sy melewati tahap In Breed(karena sudah di tahap Line Breed) bagaimana plus minusnya jk sy In Breed lg? Misal: Jenglot(jantan) x Kithing
terima kasih utk pencerahannya

berliant09

Jumlah posting : 6
Join date : 29.04.11
Age : 36
Lokasi : klaten - jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  musthofa bisri on Sun 16 Feb 2014, 20:48

berliant09 wrote:Mas admin, mhn pencerahannya.. Maafkan sy jika sbelumnya sudah ada pertanyaan yg sama sperti pertanyaan sy ini nanti, dikarenakan kekurang telitian sy, sbelumnya sudah dijelaskan:
Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.
Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.
Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.
Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.
Super fight : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.
Sy punya modal ayam 1 tetasan & cuma sepasang(jantan sy namakan Wiro & yg betina sy namakan Kithing), lalu kbetulan sy dikasih teman 1 ekor pejantan BK,
1. Cros Breed I : BK x Kithing = Trondhol(betina), bisa ga Trondhol disebut sbagai kponakan Wiro?
2. Perkawinan II : Wiro x Trondhol = Betara Karang(jantan 1 & betina 2), bisa ga Betara Karang disebut sbagai cucu Kithing? Bisa ga ini disebut sbagai Line Breed(paman x kponakan)?
3. Perkawinan III : Betara Karang x Kithing = Jenglot(jantan 6 betina 2), bisa ga ini disebut sbagai Line Breed?
4. Jika sperti itu memang bisa disebut sbagai Line Breed berarti sy melewati tahap In Breed ya mas?
5. Klo sy melewati tahap In Breed(karena sudah di tahap Line Breed) bagaimana plus minusnya jk sy In Breed lg? Misal: Jenglot(jantan) x Kithing
terima kasih utk pencerahannya

Maaf mas berlian, saya bantu jawab sesuai apa yang saya ketahui. Pemuliaan ternak yang ditulis pak admin, hanya salah satu bentuk pemuliaan ternak. Selain yg versi pak admin, ada pemuliaan ternak trah pejantan atau pemuliaan trah betina. Trah pejantan maksudnya, darah pejantan dipertahankan terus betina yang selalu diganti. Begitu sebaliknya, pemuliaan trah betina, darah betina dipertahankan, pejantannya yang terus diganti. Saya menilah pemuliaan yang anda lakukan bisa dikatakan pemuliaan trah betina.

Pemuliaan juga tidak harus dimulai dari inbred. Jika kita punya bahan untuk linebred silahkan. Selama ini metode saya yg saya pakai pemuliaan trah pejantan dengan dua cara yaitu inbred lalu crosbred, inbred lagi, cros lagi, tidak pakai linebred.


musthofa bisri
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 253
Join date : 19.08.11
Age : 31
Lokasi : Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  berliant09 on Thu 20 Feb 2014, 14:00

Makasih mas musthofa atas jawabannya

berliant09

Jumlah posting : 6
Join date : 29.04.11
Age : 36
Lokasi : klaten - jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  YUWONOTIKO on Fri 21 Feb 2014, 13:16

permisi yang awam mau nanya lagi "Apakah pukul dengan sasaran/selalu mengarah lutut/paha termasuk special ability/anugerah atau tidak bang Admin?ada yang menarik untuk dipertanyakan,dari hasil cros>>In>> line= dari 5 ekor jantan, 2 saudaranya 3x abar(durasi 10 menitan) punya kebisaan tarung seperti itu,yang satu biasa(tidak jauh dari harapan)tapi yang satunya ngak kepakai, padahal pacek dan biangnya setype kontrol pukul konde,apakah mungkin dari catatan rekam jejak paceknya dari sekian kali kemenangannya pernah 3x dalam duelnya(jalu dah panjang) pukulnya mengarah pada lutut/paha sewaktu "bayar"(dari depan sama2 matuk, sama2 mukul) mohon pencerahan dan tanggapanya trims...

YUWONOTIKO
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 63
Join date : 24.11.13

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  1c4-farm on Mon 24 Feb 2014, 00:19

berliant09 wrote:Mas admin, mhn pencerahannya.. Maafkan sy jika sbelumnya sudah ada pertanyaan yg sama sperti pertanyaan sy ini nanti, dikarenakan kekurang telitian sy, sbelumnya sudah dijelaskan:
Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.
Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.
Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.
Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.
Super fight : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.
Sy punya modal ayam 1 tetasan & cuma sepasang(jantan sy namakan Wiro & yg betina sy namakan Kithing), lalu kbetulan sy dikasih teman 1 ekor pejantan BK,
1. Cros Breed I : BK x Kithing = Trondhol(betina), bisa ga Trondhol disebut sbagai kponakan Wiro?
2. Perkawinan II : Wiro x Trondhol = Betara Karang(jantan 1 & betina 2), bisa ga Betara Karang disebut sbagai cucu Kithing? Bisa ga ini disebut sbagai Line Breed(paman x kponakan)?
3. Perkawinan III : Betara Karang x Kithing = Jenglot(jantan 6 betina 2), bisa ga ini disebut sbagai Line Breed?
4. Jika sperti itu memang bisa disebut sbagai Line Breed berarti sy melewati tahap In Breed ya mas?
5. Klo sy melewati tahap In Breed(karena sudah di tahap Line Breed) bagaimana plus minusnya jk sy In Breed lg? Misal: Jenglot(jantan) x Kithing
terima kasih utk pencerahannya

mohon izin ciap2, maaf klo salah, saya mau coba jawab secara logika aja (bkn secara pengalaman yach)
1. cross breed I : Bk x Kithing = trondol (50%Bk, 50%kithing)
2. perkawinan II : Wiro x trondol = Betara Karang (50%wiro, 25%Bk, 25%Kiting)
3. Perkawinan III : Betara Karang x Kiting = Jenglot (25%wiro, 12,5%Bk, 62,5%kiting)
4. sesuai dengan tujuan pemuliaan ternak adalah mengumpulkan sifat2 terbaik untuk diturunkan ke anak...
klo ingin sifat kiting yg dominan (inbreed yg benar) semestinya kiting dikawinkan dengan anaknya yg jantan sehingga hasilnya 75%kiting, 25%Bk nah dalam hal Perkawinan III yg mas lakukan cuma 62,5%kiting (udah kalah dgn inbreed yg benar)
klo hasil dari perkawinan line breed seharusnya 87%kiting, 12,5%Bk...
berarti perkawinan III tsb apakah bisa dibilang line breed klo persentase sifat dominannya aja kalah sama inbreed yg benar apalagi dibandingkan dgn linebreed yg benar...
5. klo di inbreed lagi jenglot x kiting = jengkit (12,5%wiro, 6,25%bk, 81,25%kiting) (nilainya kurang sedikit dari linebreed sebenarnya) klo dikaji lebih dalam lg kelemahan tahapan ini kemungkinan besar terjadi kesalahan dalam proses penyortiran materi yg di kawinkan karena peluang nilai sifat yg diturunkan pada suatu perkawinan itu sangat fleksibel ex : Bk x kiting = trondol (nilainya tidak pasti 50:50 bisa aja 40:60 dan kemungkinan yg lain banyak) trus gimana mau menghitung perkawinan selanjutnya (II,III) karena karena ada campur tangan si wiro ini...

mohon maaf klo ada kesalahan,,,, sekali lagi mas, atau rekan papajier yg ikut nyimak ini hanya logika saya yg belum tentu benar...

kembali lagi pada tujuan pemuliaan ternak yaitu mengumpulkan sifat terbaik hingga menjadi dominan, klo pemuliaan ternak ayam aduan bukan dilihat dari warna bulu, bentuk badan, jengger atau ciri fisik lainnya melainkan dari gaya tarung ayam tsb (pukul keras/lemah, main atas/bawah, dorong/atret)
jadi mas harus teliti dulu gaya tarung dr materi ternak yg mas kawinkan... klo kiting, wiro, Bk memiliki gaya tarung yg sama (pukul keras, main atas, dorong) bisa dipastikan sekarang mas memiliki super breed (pukul keras, main atas, dorong)
akan tetapi klo kiting (pukul keras, atas, dorong) wiro (pukul keras, bawah, dorong) Bk (pukul lemah, bawah dorong) sifat dominan akan sangat sulit dihitung...

yg jadi pertanyaan saya, gaya tarung yg ingin dibuat dominan dari 3 materi mas itu apakah wiro? kiting? atau Bk?

pendapat saya melihat kondisi yg mas alami skrg,,, telitilah dulu gaya tarung antara wiro dgn kiting klo terdapat gaya tarung yg sama -> (pukul keras, main atas) ada kemungkinan yg cukup besar sifat dominan mereka dimiliki oleh jenglot -> (pukul Keras, main atas) sortir jenglot harus teliti
wiro x jenglot = 62,5%wiro, 6,25%bk, 31,25%kiting => klo ada gaya tarung yg sama antara wiro n kiting, gaya tarung tsb akan sangat dominan 93,75% (dlm segi vitaslitasnya saya gak paham, test abar) klo vitalitasnya jelek berarti harus dicrossbreed lg dg ayam yg mirip gaya tarungnya dg wiro
kiting x jenglot = 12,5%wiro, 6,25%bk, 81,25%kiting (dlm segi vitaslitasnya saya gak paham, test abar) klo vitalitasnya jelek berarti harus dicrossbreed lg dg ayam yg mirip gaya tarungnya dg kiting
yg paling baik adalah jenglot x betara karang II (pamannya) klo vitalitasnya jelek berarti harus dicrossbreed lg dg betara karang III

kekekekek, banyak jg yg saya tulis ya... klo menurut mas gak sependapat jgn diturutin tulisan saya mas,,,
bagi senior yg lebih berpengalaman tolong dilurusin tulisan saya
mohon maaf klo ada kesalahan...
ciap... ciap.... ciap....... 100000000X  lol!

1c4-farm
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 59
Join date : 21.01.14

Kembali Ke Atas Go down

kemuliaan berternak

Post  ajilancur on Sun 02 Mar 2014, 05:23

Administrator wrote:Kenapa ternak kita hasilnya acak-acakan dan banyak yang boncos..??
Hasil tidak seragam, dan kualitas mutunya lambat laun terasa semakin menurun…
Kebanyakan peternak di Indonesia sangat fanatik dgn trah juara. Juara VS Juara, tapi anakannya tidak ada yg juara… Ini menimbulkan pertanyaan tersendiri...

Salah satu penyebabnya mungkin krn indukan kita geno-typenya tidak seragam alias acak-acakan. Itulah sebabnya diperlukan ternak dgn "rekayasa genetik" untuk menyeragamkan geno-type melalui proses ternak yg lebih terpadu, tersistematis atau terpola dengan baik. Bukan sekedar ayam menangan saja.

Buat rekan2 sekalian, ini ada sedikit artikel mengenai teknik2 breeding (beternak) dgn cara yg lebih sistematis sehingga bisa juga disebut sebagai ‘Rekayasa Genetika’.
Mungkin saja diantara teman2 ada yg lebih berpengalaman dan menemukan cara ternak yg lebih baik. Tapi minimal, artikel ini bisa menjadi sebuah wawasan baru mengenai bagaimana cara beternak yg baik dgn teknik modern sesuai dgn teori genetika.

Sebelum dilanjut, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa kosa kata yg ada dalam artikel ini agar tdk terjadi salah penafsiran.

Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.

Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.

Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.

Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.

Super fight : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.




bang admin makasih informasinya.buat saya makin bersemangat untuk ternak.dan teori berternak ayam ternyata tidak jauh berbeda dengan teori bertenak ikan yang saya dapat di dinas perikanan purwakarta.dan untuk melengkapi teori ini di butuhkan kesabaran,teliti,dan ketekunan.


sekali lagi terimakasih

ajilancur
kopral
kopral

Jumlah posting : 13
Join date : 23.02.14
Lokasi : cariu bogor

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  penyebar semangat on Mon 03 Mar 2014, 15:24

artikel ini sangat membantu dalam memahami dunia unggas ayam bangkok, minimal teori harus ada , kenyataannya bagaimana adalah urusan belakangan..!! bagus artikelnya...!!!!!!!!!!

penyebar semangat
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 322
Join date : 22.02.14
Age : 46
Lokasi : semarang

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Gusti_Anggie on Sat 15 Mar 2014, 00:54

Administrator wrote:
Sabuk Mas wrote:Mas Adm,

Bagusan mana untuk linebreeding antara paman vs keponakan dan kakek vs cucu?
Bisakah anak dari line breeding paman vs keponakan untuk cross breed II dgn type yg sedikit berbeda dan hasilnya bisa acak2 jg?

Suwun
Dari pengalaman saya, utk hasil stok indukan, kakek vs cucu lebih baik.
Tapi utk tarung, paman vs keponakan lebih bagus.

Untuk hasil yg lebih merata, sebaiknya paman, kakek dan cucu masih memiliki kemiripan tipe tarung.

bang admin, bisa tlg di perjelas lg soal line breed kakek vs cucu nya   Question  Question 
apakah kakek dan cucu yang dimaksud dsini adalah bapak yang kita pakai untuk indbreed itu lalu mengawini anak hasil dari inbreed itu sendiri  Question Question


Terakhir diubah oleh Gusti_Anggie tanggal Tue 18 Mar 2014, 19:56, total 2 kali diubah

Gusti_Anggie
kopral
kopral

Jumlah posting : 12
Join date : 03.08.13

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Gusti_Anggie on Tue 18 Mar 2014, 19:49

Gusti_Anggie wrote:
Administrator wrote:
Sabuk Mas wrote:Mas Adm,

Bagusan mana untuk linebreeding antara paman vs keponakan dan kakek vs cucu?
Bisakah anak dari line breeding paman vs keponakan untuk cross breed II dgn type yg sedikit berbeda dan hasilnya bisa acak2 jg?

Suwun
Dari pengalaman saya, utk hasil stok indukan, kakek vs cucu lebih baik.
Tapi utk tarung, paman vs keponakan lebih bagus.

Untuk hasil yg lebih merata, sebaiknya paman, kakek dan cucu masih memiliki kemiripan tipe tarung.

bang admin, bisa tlg di perjelas lg soal line breed kakek vs cucu nya  Question Question 
apakah kakek dan cucu yang dimaksud dsini adalah bapak yang kita pakai untuk indbreed itu lalu mengawini anak hasil dari inbreed itu sendiri Question  Question 

mohon pencerahan nya mas admin, soal nya sebentar lg saya akan memasuki tahap line breeding. atau ada kawan2 yang bisa membantu???

Gusti_Anggie
kopral
kopral

Jumlah posting : 12
Join date : 03.08.13

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Manu B@ule on Fri 21 Mar 2014, 07:36


bang admin, bisa tlg di perjelas lg soal line breed kakek vs cucu nya  Question Question 
apakah kakek dan cucu yang dimaksud dsini adalah bapak yang kita pakai untuk indbreed itu lalu mengawini anak hasil dari inbreed itu sendiri Question  Question  [/quote]

mohon pencerahan nya mas admin, soal nya sebentar lg saya akan memasuki tahap line breeding. atau ada kawan2 yang bisa membantu???[/quote]

Ijin sundul bang...

 bounce bounce bounce 
 Very Happy Very Happy Very Happy

Manu B@ule
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 64
Join date : 29.11.13
Age : 30
Lokasi : MORUT

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  arlusa on Fri 21 Mar 2014, 23:13

Breeding I
A x B = C
A x C = D
A x D = E ( A x D itu inbreed atau line bred, karna status D itu cucu sekaligus anak si A)

Breeding II
1 x 2 = 3
1 x 3 = 4
1 x 4 = 5 (betina)

Crosbreed
E x 5 = ?
Nah kalau E dicros breed dengan 5 hasilnya kira-kira bagus nggak yah?
Dan pasti bisa memakan waktu yang lama banget


arlusa

Jumlah posting : 9
Join date : 18.03.14
Age : 27
Lokasi : pekanbaru

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Gusti_Anggie on Thu 27 Mar 2014, 22:18

arlusa wrote:Breeding I
A x B = C
A x C = D
A x D = E ( A x D itu inbreed atau line bred, karna status D itu cucu sekaligus anak si A)




ooo begitu y, trims mas bro  Very Happy 
btw, ada yang sudah pernah mempraktekan line breed kakek vs cucu??

Gusti_Anggie
kopral
kopral

Jumlah posting : 12
Join date : 03.08.13

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Ranowibowo on Fri 28 Mar 2014, 14:00

Administrator wrote:Kenapa ternak kita hasilnya acak-acakan dan banyak yang boncos..??
Hasil tidak seragam, dan kualitas mutunya lambat laun terasa semakin menurun…
Kebanyakan peternak di Indonesia sangat fanatik dgn trah juara. Juara VS Juara, tapi anakannya tidak ada yg juara… Ini menimbulkan pertanyaan tersendiri...

Salah satu penyebabnya mungkin krn indukan kita geno-typenya tidak seragam alias acak-acakan. Itulah sebabnya diperlukan ternak dgn "rekayasa genetik" untuk menyeragamkan geno-type melalui proses ternak yg lebih terpadu, tersistematis atau terpola dengan baik. Bukan sekedar ayam menangan saja.

Buat rekan2 sekalian, ini ada sedikit artikel mengenai teknik2 breeding (beternak) dgn cara yg lebih sistematis sehingga bisa juga disebut sebagai ‘Rekayasa Genetika’.
Mungkin saja diantara teman2 ada yg lebih berpengalaman dan menemukan cara ternak yg lebih baik. Tapi minimal, artikel ini bisa menjadi sebuah wawasan baru mengenai bagaimana cara beternak yg baik dgn teknik modern sesuai dgn teori genetika.

Sebelum dilanjut, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa kosa kata yg ada dalam artikel ini agar tdk terjadi salah penafsiran.

Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.

Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.

Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.

Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.

Super fight : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.

berarti super breed /super fight itu kalau betina biasa yang disebut babon cetak yaa mas ary..??

Ranowibowo
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 935
Join date : 11.08.12
Age : 30
Lokasi : SOBA, Hp: 085252564940 / BB : 55291D93

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  berliant09 on Sun 13 Apr 2014, 13:48

1c4-farm wrote:
berliant09 wrote:Mas admin, mhn pencerahannya.. Maafkan sy jika sbelumnya sudah ada pertanyaan yg sama sperti pertanyaan sy ini nanti, dikarenakan kekurang telitian sy, sbelumnya sudah dijelaskan:
Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.
Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.
Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.
Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.
Super fight : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba/tarung.
Sy punya modal ayam 1 tetasan & cuma sepasang(jantan sy namakan Wiro & yg betina sy namakan Kithing), lalu kbetulan sy dikasih teman 1 ekor pejantan BK,
1. Cros Breed I : BK x Kithing = Trondhol(betina), bisa ga Trondhol disebut sbagai kponakan Wiro?
2. Perkawinan II : Wiro x Trondhol = Betara Karang(jantan 1 & betina 2), bisa ga Betara Karang disebut sbagai cucu Kithing? Bisa ga ini disebut sbagai Line Breed(paman x kponakan)?
3. Perkawinan III : Betara Karang x Kithing = Jenglot(jantan 6 betina 2), bisa ga ini disebut sbagai Line Breed?
4. Jika sperti itu memang bisa disebut sbagai Line Breed berarti sy melewati tahap In Breed ya mas?
5. Klo sy melewati tahap In Breed(karena sudah di tahap Line Breed) bagaimana plus minusnya jk sy In Breed lg? Misal: Jenglot(jantan) x Kithing
terima kasih utk pencerahannya

mohon izin ciap2, maaf klo salah, saya mau coba jawab secara logika aja (bkn secara pengalaman yach)
1. cross breed I : Bk x Kithing = trondol (50%Bk, 50%kithing)
2. perkawinan II : Wiro x trondol = Betara Karang (50%wiro, 25%Bk, 25%Kiting)
Wiro sodara 1 tetasan Kithing & kbetulan karakter main+pukulan ayamnya sama, bisa ga Wiro disebut sbagai Pamannya Trondhol? Klo bisa disebut sbagai Paman berarti ini Line Breed ya? Yg disebut dgn Paman adl sodara 1 tetasan atau tetasan I dgn tetasan II? Mohon pencerahannya karena sy masih bingung dgn istilah Paman/Kakek dlm dunia perayaman


3. Perkawinan III : Betara Karang x Kiting = Jenglot (25%wiro, 12,5%Bk, 62,5%kiting)
Betara Karang adalah anak dr Trondhol, Trondhol adalah anak dr Kithing, bisa ga Betara Karang disebut sbagai Cucu Kithing? Klo Betara Karang bisa disebut sbagai Cucu Kithing berarti terjadi double Line Breed ya mas?


4. sesuai dengan tujuan pemuliaan ternak adalah mengumpulkan sifat2 terbaik untuk diturunkan ke anak...
klo ingin sifat kiting yg dominan (inbreed yg benar) semestinya kiting dikawinkan dengan anaknya yg jantan sehingga hasilnya 75%kiting, 25%Bk nah dalam hal Perkawinan III yg mas lakukan cuma 62,5%kiting (udah kalah dgn inbreed yg benar)
klo hasil dari perkawinan line breed seharusnya 87%kiting, 12,5%Bk...
berarti perkawinan III tsb apakah bisa dibilang line breed klo persentase sifat dominannya aja kalah sama inbreed yg benar apalagi dibandingkan dgn linebreed yg benar...
5. klo di inbreed lagi jenglot x kiting = jengkit (12,5%wiro, 6,25%bk, 81,25%kiting) (nilainya kurang sedikit dari linebreed sebenarnya) klo dikaji lebih dalam lg kelemahan tahapan ini kemungkinan besar terjadi kesalahan dalam proses penyortiran materi yg di kawinkan karena peluang nilai sifat yg diturunkan pada suatu perkawinan itu sangat fleksibel ex : Bk x kiting = trondol (nilainya tidak pasti 50:50 bisa aja 40:60 dan kemungkinan yg lain banyak) trus gimana mau menghitung perkawinan selanjutnya (II,III) karena karena ada campur tangan si wiro ini...
Wiro sodara 1 tetasan Kithing & kbetulan karakter ayamnya sama mas..


mohon maaf klo ada kesalahan,,,, sekali lagi mas, atau rekan papajier yg ikut nyimak ini hanya logika saya yg belum tentu benar...
kembali lagi pada tujuan pemuliaan ternak yaitu mengumpulkan sifat terbaik hingga menjadi dominan, klo pemuliaan ternak ayam aduan bukan dilihat dari warna bulu, bentuk badan, jengger atau ciri fisik lainnya melainkan dari gaya tarung ayam tsb (pukul keras/lemah, main atas/bawah, dorong/atret)
jadi mas harus teliti dulu gaya tarung dr materi ternak yg mas kawinkan... klo kiting, wiro, Bk memiliki gaya tarung yg sama (pukul keras, main atas, dorong) bisa dipastikan sekarang mas memiliki super breed (pukul keras, main atas, dorong)
akan tetapi klo kiting (pukul keras, atas, dorong) wiro (pukul keras, bawah, dorong) Bk (pukul lemah, bawah dorong) sifat dominan akan sangat sulit dihitung...

yg jadi pertanyaan saya, gaya tarung yg ingin dibuat dominan dari 3 materi mas itu apakah wiro? kiting? atau Bk?
Wiro/Kithing sama aja mas, BK jg hampir sama, cuma bedanya BK menang di bobot pukulan.

pendapat saya melihat kondisi yg mas alami skrg,,, telitilah dulu gaya tarung antara wiro dgn kiting klo terdapat gaya tarung yg sama -> (pukul keras, main atas) ada kemungkinan yg cukup besar sifat dominan mereka dimiliki oleh jenglot -> (pukul Keras, main atas) sortir jenglot harus teliti
wiro x jenglot = 62,5%wiro, 6,25%bk, 31,25%kiting => klo ada gaya tarung yg sama antara wiro n kiting, gaya tarung tsb akan sangat dominan 93,75% (dlm segi vitaslitasnya saya gak paham, test abar) klo vitalitasnya jelek berarti harus dicrossbreed lg dg ayam yg mirip gaya tarungnya dg wiro
kiting x jenglot = 12,5%wiro, 6,25%bk, 81,25%kiting (dlm segi vitaslitasnya saya gak paham, test abar) klo vitalitasnya jelek berarti harus dicrossbreed lg dg ayam yg mirip gaya tarungnya dg kiting
yg paling baik adalah jenglot x betara karang II (pamannya) klo vitalitasnya jelek berarti harus dicrossbreed lg dg betara karang III

kekekekek, banyak jg yg saya tulis ya... klo menurut mas gak sependapat jgn diturutin tulisan saya mas,,,
bagi senior yg lebih berpengalaman tolong dilurusin tulisan saya
mohon maaf klo ada kesalahan...
ciap... ciap.... ciap....... 100000000X  lol!

berliant09

Jumlah posting : 6
Join date : 29.04.11
Age : 36
Lokasi : klaten - jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  arlusa on Tue 10 Jun 2014, 09:17

Ketika kita sudah mendapatkan pacek dan indukan yang pas atau sesuai keinginan maka dilakukan cross breed I.
Nah pertanyaanya : Gimana cara penyeleksian calon induk yang efektif pada hasil cross breed I untuk dilanjutkan ke fase inbreed? Apakah dengan melihat semua saudara jantannya, kalau rata-rata anakan jantan bagus maka yang betina bisa dipakai untuk tahap inbreed? Atau apakah dengan melihat teknik bertarung betina calon induk atau dengan melihat kualitas gaya bertarung anakan jantan sekaligus melihat gaya tarung anakan betina juga?

arlusa

Jumlah posting : 9
Join date : 18.03.14
Age : 27
Lokasi : pekanbaru

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Sponsored content Today at 23:39


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 21 dari 24 Previous  1 ... 12 ... 20, 21, 22, 23, 24  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik