[info] Pemuliaan Ternak

Halaman 22 dari 24 Previous  1 ... 12 ... 21, 22, 23, 24  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  dedhe on Tue 08 Jul 2014, 09:20

Masih bingung saya mulai dari mana... Kalau rekan" ada betina inbreed dgn gaya tarung meluk tempel pukul boleh di PM dong kesaya  Very Happy 

dedhe
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1503
Join date : 16.01.13
Age : 34
Lokasi : Klender - Jakarta Timur

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Yayank on Wed 23 Jul 2014, 18:06

Mas ADMIN ada yang saya mau tanyakan soal InBreeding pada Ayam.
Sementara ini saya masih Pemula/ NewBie dalam hal masalah Ayam-ayam Petarung.
Yang saya mau tanyakan,

1. Apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk InBreeding?
2. Bagaimana cara-cara untuk InBreeding yang Baik dan Akurat?
3. InBreeding disini yang menyilangkan Ayah/ Ibu + Anak atau Anak + Anak?
dan Lebih baik mana diantara keduanya?
4. Bagaimana menyeleksi keturunan yang kita inginkan?
5. Bisa tidak mengembalikan Ras Murni (contoh. Ras Ayam Saigon), Sedangkan saya punya 1 Pasangan Jantan dan Betina sudah Silangan dari Ayam Saigon + BK?

Terima Kasih...!!!

Yayank

Jumlah posting : 6
Join date : 21.07.14
Age : 28
Lokasi : Malang

http://yayankroosterbreeder.blogspot.com/

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Nurkhasan on Wed 23 Jul 2014, 23:39

Yayank wrote:Mas ADMIN ada yang saya mau tanyakan soal InBreeding pada Ayam.
Sementara ini saya masih Pemula/ NewBie dalam hal masalah Ayam-ayam Petarung.
Yang saya mau tanyakan,

1. Apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk InBreeding?
2. Bagaimana cara-cara untuk InBreeding yang Baik dan Akurat?
3. InBreeding disini yang menyilangkan Ayah/ Ibu + Anak atau Anak + Anak?
dan Lebih baik mana diantara keduanya?
4. Bagaimana menyeleksi keturunan yang kita inginkan?
5. Bisa tidak mengembalikan Ras Murni (contoh. Ras Ayam Saigon), Sedangkan saya punya 1 Pasangan Jantan dan Betina sudah Silangan dari Ayam Saigon + BK?

Terima Kasih...!!!
baca dr awal tread ini mas...nanti pasti paham...

Nurkhasan
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 566
Join date : 13.01.12
Lokasi : pemalang,085777087727

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Yayank on Thu 24 Jul 2014, 23:48

Nurkhasan wrote:
Yayank wrote:Mas ADMIN ada yang saya mau tanyakan soal InBreeding pada Ayam.
Sementara ini saya masih Pemula/ NewBie dalam hal masalah Ayam-ayam Petarung.
Yang saya mau tanyakan,

1. Apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk InBreeding?
2. Bagaimana cara-cara untuk InBreeding yang Baik dan Akurat?
3. InBreeding disini yang menyilangkan Ayah/ Ibu + Anak atau Anak + Anak?
dan Lebih baik mana diantara keduanya?
4. Bagaimana menyeleksi keturunan yang kita inginkan?
5. Bisa tidak mengembalikan Ras Murni (contoh. Ras Ayam Saigon), Sedangkan saya punya 1 Pasangan Jantan dan Betina sudah Silangan dari Ayam Saigon + BK?

Terima Kasih...!!!
baca dr awal tread ini mas...nanti pasti paham...
Iya mas Trima Kasih?
Ini ada yang saya mau tanyakan lagi tentang InBreeding.
Katakan saya sudah mau memulai InBreed Generasi k-2.

A+B=C (Indukan)
A+C=D (Gen-1)
?+D=E (Gen-2)
Yang saya tanyakan:
Pada Gen-2 ini Lebih Baik Mana untuk diInBreed?
A (Kakek sekaligus sebagai Bapak) + D (Cucu/ Anak), atau
Paman + D (Keponakan)...
Dan Seterusnya menuju Generasi Berikutnya.

Terima Kasih...!!!

Yayank

Jumlah posting : 6
Join date : 21.07.14
Age : 28
Lokasi : Malang

http://yayankroosterbreeder.blogspot.com/

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  ridwan palallo on Fri 05 Sep 2014, 22:50

apakah semua anakan hasil inbred memilki kekurangan vtalitas atau cuma 1 anak ayam dari setiap tetasan??atau lebih???
kalau memang dari hasil inbred semua anakan itu kurang vit...truss dri manah kita bisa tau kalau anakan mana yg bisa di jadikan indukan untuk di line bred??

mohon penjelasannya kang Very Happy

ridwan palallo
kopral
kopral

Jumlah posting : 38
Join date : 07.07.14
Age : 26
Lokasi : sorowako,luwu timur,sulawesi selatan

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Gusti_Anggie on Tue 09 Sep 2014, 10:27

kok kayaknya treed ini udh gk di-respon2 lg y sama admin nya???

Gusti_Anggie
kopral
kopral

Jumlah posting : 12
Join date : 03.08.13

Kembali Ke Atas Go down

mudah2an di bales sama admin :D

Post  Gusti_Anggie on Tue 09 Sep 2014, 10:39

Ada contoh kasus sbb :
1. P+B1 = PB1 jantan
2. P+B2 = PB2 jantan

Lalu saya crossbreed antara :
1. PB1 jantan + B2
2. PB2 Jantan + B1

Pertanyaannya :
1. Bisakah sy crossbreed anak hasil pemuliaan ternak dari (PB1 jantan + B2) dgn (PB2 Jantan + B1)??

Ini menjadi pertanyaan besar buat saya karena mengingat PB1&PB2 sama2 keturunan P walaupun induk B dari keturunan berbeda, lalu PB1 mengawini B2 yg notabene adalah induk dari PB2 dan begitu pula sebaliknya.

Mohon pencerahannya lur, tx..

Gusti_Anggie
kopral
kopral

Jumlah posting : 12
Join date : 03.08.13

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  tumini on Tue 09 Sep 2014, 13:47

Mungkin pak admin lagi banyak kerjaan mas Smile

Saran: dibaca dulu pelan2 dari awal plus tanya jawab senior2 dibawahnya. Jadi pak admin gak ngulang2 jawaban.
Saya jg gak begitu paham.. tapi sepertinya pertanyaan sampean sudah diwakili pertanyaan di halaman2 sebelumnya.

mungkin begitu.. sambil nunggu jawaban pak admin.

tumini
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 207
Join date : 18.08.11
Lokasi : Nganjuk

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Mr. Prass on Wed 10 Sep 2014, 12:42

Butuh kesabaran ekstra, untuk menghasilkan calon jawara.

berarti ambil cuti dulu untuk tidak ke arena dong Very Happy Very Happy Very Happy

Mr. Prass
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 298
Join date : 20.03.14
Lokasi : Jl. Rawa Indah Bjg. Pondok Terong Depok Pin BB 535DE0C8 HP. 085715598503

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  hoky_btg on Wed 10 Sep 2014, 20:03

Gusti_Anggie wrote:Ada contoh kasus sbb :
1. P+B1 = PB1 jantan
2. P+B2 = PB2 jantan

Lalu saya crossbreed antara :
1. PB1 jantan + B2
2. PB2 Jantan + B1

Pertanyaannya :
1. Bisakah sy crossbreed anak hasil pemuliaan ternak dari (PB1 jantan + B2) dgn (PB2 Jantan + B1)??

Ini menjadi pertanyaan besar buat saya karena mengingat PB1&PB2 sama2 keturunan P walaupun induk B dari keturunan berbeda, lalu PB1 mengawini B2 yg notabene adalah induk dari PB2 dan begitu pula sebaliknya.

Mohon pencerahannya lur, tx..

saya coba bantu ya mas kebetulan pernah coba,kalau bisa di adu sih bisa mas.
kualitas tulang juga lumayan ( lebih baik dari pada anak dng ibu atau sebaliknya )
ini ada tapinya ya mas,ga tau hanya kebetulan aja ya,begitu di adu jual beli pukul saraf matanya rusak jadi tetap utuh tapi tdk melihat ( dari 3 ekor 1 yg mengalami patah jari tapi semua bs di pakai )

hanya pengalaman pribadi aja .

nb:hati2 ketika inbreed harus betul2 di perhatikan smua aspek ini pengalaman gagal saya selama 6 tahun .

hoky_btg
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 149
Join date : 26.08.08

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  mustgewol on Mon 20 Oct 2014, 19:52

Mohon pencerahan admin...bagaimana dgn istilah,,,ayam 3 darah,,,,atau 3 gen..
trimakasih,,,,mohon di bantu

mustgewol

Jumlah posting : 1
Join date : 17.08.14

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Jack Sparow on Tue 21 Oct 2014, 09:37

mustgewol wrote:Mohon pencerahan admin...bagaimana dgn istilah,,,ayam 3 darah,,,,atau 3 gen..
trimakasih,,,,mohon di bantu

Newbie Ijin menjawab, smoga sesuai dg ilmu yg dishare kan Pak Ary.
Ayam 3 darah itu= ayam hasil silangan 3 trah yg berbeda, misal A(BK) + B(Birma) = C(BK Birma, adalah 2 darah), kmd C(BK Birma) + D(Vietnam) = E(BK Birma Vietnam, adalah 3darah).

Jack Sparow
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 273
Join date : 18.06.14
Lokasi : Jl. Wadaslintang arah wonosobo

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  kentucky on Thu 08 Jan 2015, 03:01

berarti awalnya crossbreed lalu inbreed trus dilanjutkan linebreed dan crosbreed lagi ya.

kentucky

Jumlah posting : 5
Join date : 19.02.13
Lokasi : cimanggis depok

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  salas on Thu 22 Jan 2015, 16:40

Mohon pencerahannyya senior, sy punya induk betina yg saya sukai tapi sudah tewas
tersisa 3 ankan (2 jantan 1 betina) dari pacek A dan adiknya 4 ekor (jantan) dari pacek B.
pertanyaannya bagaimana caranya utk mendapatkan kembali karakter betina indukan tersebut.
salam Very Happy

salas
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 108
Join date : 16.10.14

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Setiawan Aradea on Thu 22 Jan 2015, 21:09

salas wrote:Mohon pencerahannyya senior, sy punya induk betina yg saya sukai tapi sudah tewas
tersisa 3 ankan (2 jantan 1 betina) dari pacek A dan adiknya 4 ekor (jantan) dari pacek B.
pertanyaannya bagaimana caranya utk mendapatkan kembali karakter betina indukan tersebut.
salam Very Happy
Ijin belajar bareng kang,sambil nunggu senior2 jwb!.
Singkatnya anakan 1 ibu beda bp,bs d seleksi dulu 4 jntan dr pcek B yg tekniknya paling mirip biangnya,kawinkan dgn betina ank pacek A,secara teori hasil akn dominan darah biang.Kemudian hasil anakan yg betina bs d kawinkan lagi dgn jantan anak pacek A/pacek B yg lainnya yg jg mirip biangnya!..
Salam!.

Setiawan Aradea
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 181
Join date : 02.11.13
Lokasi : SUBANG

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  juragan_rabay on Thu 22 Jan 2015, 21:37

salas wrote:Mohon pencerahannyya senior, sy punya induk betina yg saya sukai tapi sudah tewas
tersisa 3 ankan (2 jantan 1 betina) dari pacek A dan adiknya 4 ekor (jantan) dari pacek B.
pertanyaannya bagaimana caranya utk mendapatkan kembali karakter betina indukan tersebut.
salam Very Happy

betinanya cetakan atau unggul om ?
kalau cetakan agak susah, karena biasanya dari 8 telur yg menetas, hanya 1 yg sama persis seperti ibunya.
kalau unggul rata2 anak betinanya 75% yg seperti ibunya.

juragan_rabay
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 360
Join date : 26.09.14

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  salas on Thu 22 Jan 2015, 22:04

juragan_rabay wrote:
salas wrote:Mohon pencerahannyya senior, sy punya induk betina yg saya sukai tapi sudah tewas
tersisa 3 ankan (2 jantan 1 betina) dari pacek A dan adiknya 4 ekor (jantan) dari pacek B.
pertanyaannya bagaimana caranya utk mendapatkan kembali karakter betina indukan tersebut.
salam Very Happy

betinanya cetakan atau unggul om ?
kalau cetakan agak susah, karena biasanya dari 8 telur yg menetas, hanya 1 yg sama persis seperti ibunya.
kalau unggul rata2 anak betinanya 75% yg seperti ibunya.

Nah itu dia bang ini betina yg sdh mati ini F1 hasil crossbreed jadi belum msk kategori unggul/superbreed genotifnya masih 50:50. anakannya yg msh ada 2 generasi dari pacek yg berbeda. bgimana cara olahnya supaya muncul karakter kuat dr betina induknya yg mati itu
mksh

salas
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 108
Join date : 16.10.14

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Tamu on Sun 12 Apr 2015, 14:09

Administrator wrote:Artikel ini ditulis oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya beternak merpati pos di Eropa sana. Dituangkan dalam buku berjudul Mini Course The Art of Breeding.
Meskipun hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam. Mengingat kedua spesies ini banyak memiliki kesamaan.

Berikut ringkasannya :

Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "population genetics".
Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi yang ada dalam kandang dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 ayam di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super fight.

Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!!

Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas ayam yg nantinya ingin kita hasilkan.

Berikut penerapannya di lapangan :

Tahapan ternak berdasar teori ini :
1. Cross breed I -----> 2. inbreed -----> 3. line breed -----> 4. cross breed II

1. Cross breed I
Sebelum mulai ternak, kita harus berkhayal dulu. Berkhayal tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat ayam juara yang ada. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealis kelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapun sulitnya.

Untuk cross breed I, carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai ayam juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot!!!. Ayam juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya ayam dgn pukul keras, maka carilah ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudian cari juga pasangan betinanya yg keturunan ayam pukul keras.
Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya.

Cross breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasil anakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu percuma.

2. Inbreed :
Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turun ke anaknya (dominan).
Hasil inilah yg disebut 'investasi', modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasil inbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo. Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikan fighter. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi petarung. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.

3. Line breed :
Setelah dapat 'modal' dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya pukul keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna yg sangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai 'super breed'. Yaitu ayam yg memiliki daya turun breeding yg kuat thdp anak2nya.

4. Cross breed 2 :
Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn ayam dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utk menambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalau di cross dgn ayam lain yg pukul keras, hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda, -teknik bagus misalnya- maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayam dgn tipikal pukul keras dan teknik bagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’.


Beberapa prinsip yg harus dipahami :

1. Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dari indukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah "geno-type") , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuan teori ini adlh menciptakan ‘super ‘breeder’.

2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 individu yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). Oleh karenanya rumus inbreeding adalah "the best vs the best". Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung "khayalan" kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus teknik bagus, maka cari indukan yg teknik bagus. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg "ideal", menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.
Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya "super breeder" kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics??
jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilangan modal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terus menurun. Dan banyak ayam2 juara yg terputus generasinya.

3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari dua darah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaitu apabila kita ingin memproduksi petarung dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada (menambahkan elemen baru atau "additive characteristics" yg sudah ada).

4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. Beberapa waktu yg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadi ahli "membunuh". Istilah ini sebenarnya hanya untuk memberikan tekanan bahwa anakan yg akan melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dan anak jantan yg mirip ibunya. Yang perlu dipahami, pengertian "mirip" disini bukan mirip secara fisik, tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini lagi-lagi diperlukan "feeling" dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita tetaskan 3 X, lalu dari situ dilakukan seleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.

5. Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (ayam hasil inbreeding menunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada ayam hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus ( confused  confused ).
Ayam hasil inbreeding tidak cocok untuk tarung, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukan untuk dimainkan tapi untuk breeding). Turunanya nanti yang dimainkan.
Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan ayam lain. Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya (offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada seperti menambah vitalitas, karakter dan kekuatan.
Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasi atau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka turunannya akan mirip satu sama lain.
Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnya dari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinya dampaknya berbeda).


semoga bermanfaat
salam
threadnya menambah wawasan member forum papaji mas Smile ayam di avatar tampang bak model, ada saudara kembarnya nggak mas ? kalau dihibahin 500 diluar ongkir, aku bungkus mas Very Happy

Tamu
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Boyka 19 on Sun 12 Apr 2015, 19:37

ijin nyimak om
study study study

Boyka 19
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 833
Join date : 21.11.12
Age : 27
Lokasi : Surabaya

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  jatra05 on Sun 12 Apr 2015, 22:21

Cemen wrote:
Administrator wrote:Artikel ini ditulis oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya beternak merpati pos di Eropa sana. Dituangkan dalam buku berjudul Mini Course The Art of Breeding.
Meskipun hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam. Mengingat kedua spesies ini banyak memiliki kesamaan.

Berikut ringkasannya :

Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "population genetics".
Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi yang ada dalam kandang dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 ayam di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super fight.

Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!!

Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas ayam yg nantinya ingin kita hasilkan.

Berikut penerapannya di lapangan :

Tahapan ternak berdasar teori ini :
1. Cross breed I -----> 2. inbreed -----> 3. line breed -----> 4. cross breed II

1. Cross breed I
Sebelum mulai ternak, kita harus berkhayal dulu. Berkhayal tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat ayam juara yang ada. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealis kelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapun sulitnya.

Untuk cross breed I, carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai ayam juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot!!!. Ayam juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya ayam dgn pukul keras, maka carilah ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudian cari juga pasangan betinanya yg keturunan ayam pukul keras.
Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya.

Cross breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasil anakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu percuma.

2. Inbreed :
Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turun ke anaknya (dominan).
Hasil inilah yg disebut 'investasi', modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasil inbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo. Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikan fighter. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi petarung. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.

3. Line breed :
Setelah dapat 'modal' dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya pukul keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna yg sangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai 'super breed'. Yaitu ayam yg memiliki daya turun breeding yg kuat thdp anak2nya.

4. Cross breed 2 :
Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn ayam dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utk menambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalau di cross dgn ayam lain yg pukul keras, hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda, -teknik bagus misalnya- maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayam dgn tipikal pukul keras dan teknik bagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’.


Beberapa prinsip yg harus dipahami :

1. Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dari indukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah "geno-type") , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuan teori ini adlh menciptakan ‘super ‘breeder’.

2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 individu yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). Oleh karenanya rumus inbreeding adalah "the best vs the best". Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung "khayalan" kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus teknik bagus, maka cari indukan yg teknik bagus. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg "ideal", menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.
Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya "super breeder" kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics??
jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilangan modal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terus menurun. Dan banyak ayam2 juara yg terputus generasinya.

3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari dua darah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaitu apabila kita ingin memproduksi petarung dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada (menambahkan elemen baru atau "additive characteristics" yg sudah ada).

4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. Beberapa waktu yg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadi ahli "membunuh". Istilah ini sebenarnya hanya untuk memberikan tekanan bahwa anakan yg akan melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dan anak jantan yg mirip ibunya. Yang perlu dipahami, pengertian "mirip" disini bukan mirip secara fisik, tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini lagi-lagi diperlukan "feeling" dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita tetaskan 3 X, lalu dari situ dilakukan seleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.

5. Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (ayam hasil inbreeding menunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada ayam hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus ( confused  confused ).
Ayam hasil inbreeding tidak cocok untuk tarung, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukan untuk dimainkan tapi untuk breeding). Turunanya nanti yang dimainkan.
Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan ayam lain. Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya (offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada seperti menambah vitalitas, karakter dan kekuatan.
Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasi atau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka turunannya akan mirip satu sama lain.
Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnya dari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinya dampaknya berbeda).


semoga bermanfaat
salam
threadnya menambah wawasan member forum papaji mas Smile ayam di avatar tampang bak model, ada saudara kembarnya nggak mas ?  kalau dihibahin 500 diluar ongkir, aku bungkus mas Very Happy
Kalo ayam ny mas ary dapet 500, kyny semua member papaji bakalan ngantri panjang Very Happy
Mungkin yg harga 500 itu ayam umur 2 bulanan Laughing

jatra05
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 71
Join date : 21.12.14
Age : 24
Lokasi : palas, Lampung selatan.

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Tedi on Sat 23 May 2015, 23:36

Salam,, informasi yang luar biasa sangat akan manfaat, kaya akan ilmu dan wawasan. terimakasih bang admin. Kalo boleh menambahkan untuk sherr dengan teman2 yaitu; dalam hal pemilihan bibit awal untuk dibudidayakan sebaiknya berasal dari peternakan yang dapat dipercaya, bukan semata ayam tersebut juwara atau trah juwara atau katurrangga yang serba ada atau trah impor, akan tetapi jelas akan turunannya (paceknya, induk, kakek, bahkan buyut2nya bila perlu) dengan begitu kita akan cepat menciptakan supper breed yang kita inginkan karena kita pasti akan cepat mengetahui karakter2 ayam yang kita akan breeder, diingat setiap breeder mempunyai karakter sendiri2 dan pasti ada kelemahan dan kelebihannya,. Trims_

Tedi

Jumlah posting : 3
Join date : 13.05.15

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  c4punk on Tue 26 May 2015, 15:26

mas admin minta ijin share ilmuny ke grup fb boleh ??

c4punk
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 254
Join date : 14.12.11
Lokasi : Depok Jl Rawa Geni Rt06 Rw01 no 11 Ratu Jaya Cipayung Depok Lama, Pin BB 5A12881B , Hp 081586729990

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  putra daya on Mon 13 Jul 2015, 22:53

Administrator wrote:Artikel ini ditulis oleh Steven van Breemen, sesuai dgn pengalamannya beternak merpati pos di Eropa sana. Dituangkan dalam buku berjudul Mini Course The Art of Breeding.
Meskipun hewan yg digunakan adalah merpati, tapi saya rasa bisa diterapkan pada Ayam. Mengingat kedua spesies ini banyak memiliki kesamaan.

Berikut ringkasannya :

Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "population genetics".
Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi yang ada dalam kandang dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 ayam di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super fight.

Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!!

Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas ayam yg nantinya ingin kita hasilkan.

Berikut penerapannya di lapangan :

Tahapan ternak berdasar teori ini :
1. Cross breed I -----> 2. inbreed -----> 3. line breed -----> 4. cross breed II

1. Cross breed I
Sebelum mulai ternak, kita harus berkhayal dulu. Berkhayal tentang seperti apa typical karakter ayam terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat ayam juara yang ada. Ayam juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar juara. Agak idealis kelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapun sulitnya.

Untuk cross breed I, carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai ayam juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot!!!. Ayam juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya ayam dgn pukul keras, maka carilah ayam juara yg tipikal kerjanya pukul keras. Kemudian cari juga pasangan betinanya yg keturunan ayam pukul keras.
Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul ayam2 dgn karakter pukul keras secara merata pada anakannya.

Cross breed 1 ini dianggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasil anakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu percuma.

2. Inbreed :
Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turun ke anaknya (dominan).
Hasil inilah yg disebut 'investasi', modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasil inbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo. Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikan fighter. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi petarung. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.

3. Line breed :
Setelah dapat 'modal' dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya pukul keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : ayam dgn karakter pukul sempurna yg sangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai 'super breed'. Yaitu ayam yg memiliki daya turun breeding yg kuat thdp anak2nya.

4. Cross breed 2 :
Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn ayam dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utk menambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalau di cross dgn ayam lain yg pukul keras, hasilnya pasti ayam dgn pukulan sempurna. Kalau di cross dgn ayam yg sifatnya agak berbeda, -teknik bagus misalnya- maka pukul kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap ayam dgn tipikal pukul keras dan teknik bagus. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super fighter’.


Beberapa prinsip yg harus dipahami :

1. Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dari indukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah "geno-type") , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuan teori ini adlh menciptakan ‘super ‘breeder’.

2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 individu yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada ayam yg sempurna). Oleh karenanya rumus inbreeding adalah "the best vs the best". Mr. Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung "khayalan" kualitas ayam yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus teknik bagus, maka cari indukan yg teknik bagus. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg "ideal", menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.
Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya "super breeder" kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics??
jawab : Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilangan modal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terus menurun. Dan banyak ayam2 juara yg terputus generasinya.

3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari dua darah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaitu apabila kita ingin memproduksi petarung dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada (menambahkan elemen baru atau "additive characteristics" yg sudah ada).

4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. Beberapa waktu yg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadi ahli "membunuh". Istilah ini sebenarnya hanya untuk memberikan tekanan bahwa anakan yg akan melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dan anak jantan yg mirip ibunya. Yang perlu dipahami, pengertian "mirip" disini bukan mirip secara fisik, tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini lagi-lagi diperlukan "feeling" dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita tetaskan 3 X, lalu dari situ dilakukan seleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.

5. Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (ayam hasil inbreeding menunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada ayam hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus ( confused  confused ).
Ayam hasil inbreeding tidak cocok untuk tarung, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukan untuk dimainkan tapi untuk breeding). Turunanya nanti yang dimainkan.
Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan ayam lain. Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya (offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada seperti menambah vitalitas, karakter dan kekuatan.
Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasi atau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka turunannya akan mirip satu sama lain.
Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnya dari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinya dampaknya berbeda).


semoga bermanfaat
salam

maaf rekan2 papaji
baru gabung nih,,masih pemula Very Happy
mau tanya:
1. kalo misal pada tahap awal cross breed 1 karakter anakannya tidak merata apa harus diulang?
untuk mengetahui rata atau tdk nya karakter,,harus di abar brati mas?

putra daya

Jumlah posting : 9
Join date : 13.07.15

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Administrator on Tue 14 Jul 2015, 01:16

putra daya wrote:
mau tanya:
1. kalo misal pada tahap awal cross breed 1 karakter anakannya tidak merata apa harus diulang?
untuk mengetahui rata atau tdk nya karakter,,harus di abar brati mas?
Betul. Bila anaknya tidak merata dan atau tidak sesuai keinginan kita, sebaiknya bongkar pasangan. Tentunya harus diabar.

Untuk itu, jangan menunggu sampai anaknya dewasa baru bongkar pasangan.
Setelah induknya mengeram, segera ganti betina lain utk dipasangkan.
Dgn begini kita bisa menghemat waktu dan nantinya bisa menilai mana pasangan yg dirasa cocok.

Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting : 6448
Join date : 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  putra daya on Wed 15 Jul 2015, 00:15

Administrator wrote:
putra daya wrote:
mau tanya:
1. kalo misal pada tahap awal cross breed 1 karakter anakannya tidak merata apa harus diulang?
untuk mengetahui rata atau tdk nya karakter,,harus di abar brati mas?
Betul. Bila anaknya tidak merata dan atau tidak sesuai keinginan kita, sebaiknya bongkar pasangan. Tentunya harus diabar.

Untuk itu, jangan menunggu sampai anaknya dewasa baru bongkar pasangan.
Setelah induknya mengeram, segera ganti betina lain utk dipasangkan.
Dgn begini kita bisa menghemat waktu dan nantinya bisa menilai mana pasangan yg dirasa cocok.

tp begini bang admin...
kalo misal saya sudah punya jago pemacek tipe pukul keras dengan teknik sudah sesuai selera saya,,kemudian saya cross kan dengan biang yg karakternya mirip dengan pemacek,,apakah tidak otomatis anakannya sudah mirip dengan indukannya?
kan kalo gak salah saya baca2,,indukan dengan karakter mirip,,akan melahirkan anakan yg sebagian besar sudah punya karakter mirip dengan indukannya...
jd buat apa kita harus nunggu smpai ke langkah cross breed 2 dengan waktu yg cukup lama bang?

note ; ini cuma secara logika saya aja bang admin,,mohon koreksinya untuk bang admin yg sudah sangat berpengalaman Very Happy

putra daya

Jumlah posting : 9
Join date : 13.07.15

Kembali Ke Atas Go down

Re: [info] Pemuliaan Ternak

Post  Sponsored content Today at 02:50


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 22 dari 24 Previous  1 ... 12 ... 21, 22, 23, 24  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik