WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  suherman285 on Wed 22 Jan 2014, 21:10

SIANTAR,Sumatera Utara – Joy Saragih (21) nekat menggorok leher Ranto Sibarani (19), teman sekampungnya di warung tuak milik M Hutasuhut di Lorong 7, Kelurahan Sigulang-gulang, Siantar Utara, Kamis (18/10) pukul 01.00 WIB. Masalahnya sepele, keduanya terlibat pertengkaran mulut tentang ayam laga milik Ranto yang diduga digelapkan Joy.

Informasi yang dihimpun METRO, Rabu (17/10) pukul 14.00 WIB, Ranto Sibarani mendatangi kediaman pelaku Joy Saragih. Keduanya masih satu kampung di Lorong 7, Kelurahan Sigulang-gulang, Siantar Utara. Saat itu, korban menanyakan kepada pelaku tentang keberadaan ayam laganya yang sengaja dititipkan kepada pelaku. Hanya saja, pelaku mengatakan bahwa ayam laga korban telah hilang. Mendengar jawaban dari pelaku ini, korban langsung emosi sehingga mereka bertengkar di tempat itu.

Ketika mereka bertengkar, korban melihat ayam laga seperti miliknya sedang berkeliaran di sekitar rumah pelaku. Disebabkan ini, dia pun sangat kesal dan tidak mempercayai pelaku lagi. Tidak lama kemudian, korban pulang ke rumahnya.

Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya kembali bertemu di warung tuak milik M Hutasuhut yang ada di kampung itu. Setelah menenggak tuak beberapa gelas, keduanya kembali terlibat pertengkaran mulut. Korban merasa tidak senang dan mempertanyakan kembali ayam laganya yang dititipkan kepada pelaku.

Saat itu, pelaku menyebutkan, ayam laga itu sudah lepas. Korban lagi-lagi tidak percaya. Disebabkan sudah sama-sama panas, pelaku merasa tidak senang dituduh sebagai orang yang mencuri atau menggelapkan ayam tersebut. Pertengkaran mulut keduanya memuncak pukul 01.00 WIB Kamis dini hari. Disebabkan sudah dibalut emosi, pelaku lalu berlari ke rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari warung tuak itu.

Pelaku kemudian mengambil pisau belati sepanjang 20 cm yang ada di dapurnya. Setelah dapat pisau, dia kembali ke warung dan secara tiba-tiba menggorok leher korban dari belakang. Menerima perlakuan ini, korban melawan. Usaha menggorok leher korban ini dilakukan pelaku hingga tiga kali, dua kali di leher dan satu kali di dagu korban. Pada usaha keempat, korban berhasil melepaskan diri dari gorokan pelaku. Hanya saja, gorokan keempat ini malah menyayat tangan kiri korban.

Melihat situasi ini, anak pemilik warung, Todi Hutasuhut, berusaha melerai keduanya. Tidak lama kemudian, keduanya berhasil dipisahkan. Pelaku sendiri langsung melarikan diri dari warung itu. Sementara korban langsung dibawa ke klinik terdekat yang tidak jauh dari lokasi itu. Disebabkan luka di lehernya cukup parah, korban lalu dianjurkan untuk dibawa ke RSU Djasamen Saragih. Usai kejadian, Kamis pagi, korban menghubungi abangnya Robert Sibarani (25) yang berdomisili di Rantau Prapat. Korban juga menghubungi abangnya Janter Sibarani (27) yang berdomisili di Kabanjahe. Pada Kamis sore, kedua abangnya ini tiba di Kota Siantar.

Kamis siang, sepupu korban, Anggiat Dame Sibarani mendatangi kediaman pelaku. Hanya saja, disebabkan pelaku tidak ada, orangtua pelaku lalu meminta keluarga korban untuk datang pada Kamis malam. Kamis malam, keluarga korban pun mendatangi kediaman pelaku. Namun saat itu, yang ada di dalam rumah hanya orangtua pelaku saja. Sementara pelaku tetap tidak ada. Malah orangtua pelaku mengatakan agar keluarga korban menemui anaknya di Jalan Bali karena anaknya sedang di Jalan Bali.

Disebabkan tidak ada niat baik dari keluarga pelaku, mereka pun akhirnya mengadukan masalah ini ke Polres Siantar pada Jumat pagi. Korban ditemani dua abangnya dan beberapa saudaranya yang lain.

Di Mapolres, abang korban, Robert Sibarani mengatakan, mereka sudah mendatangi kediaman pelaku. Pada dasarnya mereka kasihan melihat pelaku karena istrinya baru melahirkan dan anaknya masih berusia sekitar tiga minggu. Kemudian, adik pelaku yaitu Ucok Parningotan Saragih juga sedang menjalani perawatan di RS Vita Insani karena mengalami kecelakaan lalu lintas.
“Bagaimana lagi, kami mau berdamai, keluarga pelaku yang tidak mau. Malah si Roy Saragih ini mengancam adik saya.

Dia mengirim SMS ke handphone pacar adik saya boru Hutasoit. Isinya ‘Jangan Kulihat lagi dia di Lorong 7’. Siapa yang senang adiknya diancam. Karena tidak ada niat baik dari mereka, makanya kami laporkan ini ke polisi,” jelasnya. Robert mengatakan, korban merupakan anak ke enam dari delapan bersaudara. Mereka segera datang ke Siantar setelah mendengar adiknya digorok pelaku. Adiknya mendapat dua luka gorok di leher, satu didagu dan satu lagi di telapak tangan.

Di lokasi kejadian di Lorong 7, anak pemilik warung, Todi Hutasuhut mengatakan, dia sempat melerai keduanya berkelahi. Saat itu, dia melihat korban sudah berdarah-darah di bagian leher. Tidak lama kemudian, setelah pelaku pergi, dia lalu membawa korban ke klinik terdekat.

“Pergilah kalian, buat ribut aja kalian di sini,” ujar korban menirukan ucapannya malam itu kepada korban dan pelaku. Tidak jauh dari warung atau berjarak sekitar 50 meter, kediaman pelaku saat itu terlihat sunyi, rumah pelaku tanpa penghuni. Polisi yang mendatangi kediaman pelaku juga membawa hasil nihil sebab keluarga pelaku tidak terlihat lagi dirumah itu. Kasubag Humas Polres Siantar AKP Altur Pasaribu membenarkan laporan pengaduan korban. Mereka sedang menyelidiki keberadaan pelaku. Penyebab leher korban digorok pelaku karena masalah ayam laga. (ral) Sad  scratch 

suherman285
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 94
Join date : 09.05.12
Age : 34

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  AlfaFarm on Wed 22 Jan 2014, 21:14

Jagalah lisan-lisan kita, karena lisan terkadang lebih tajam dari pada pisau.

Karena lisan yang tajam bisa hancur hubungan persahabatan.

Ini nasehat untuk pribadi dan yang mau mendengar, yang tidak mau mendengarkan abaikan

sahaja...

AlfaFarm
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 167
Join date : 13.01.14
Age : 28
Lokasi : Baturraden Purwokerto

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  rudy lepek on Wed 22 Jan 2014, 22:24

Baik guru....

rudy lepek
kopral
kopral

Jumlah posting : 49
Join date : 17.12.13

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  Hendro on Thu 23 Jan 2014, 06:03

Suruh Joy Saragih dan Ranto Sibarani kontak saya bang nanti saya bagi masing2 seekor anak ayam buat dirawat bersama dan tidak bermusuhan lagi.......ke..ke...ke...ke..... Laughing Laughing Laughing 

Hendro
moderator
moderator

Jumlah posting : 7288
Join date : 06.08.09
Age : 47
Lokasi : Semarang

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  Lian Silitonga on Thu 23 Jan 2014, 07:14

suherman285 wrote:SIANTAR,Sumatera Utara – Joy Saragih (21) nekat menggorok leher Ranto Sibarani (19), teman sekampungnya di warung tuak milik M Hutasuhut di Lorong 7, Kelurahan Sigulang-gulang, Siantar Utara, Kamis (18/10) pukul 01.00 WIB. Masalahnya sepele, keduanya terlibat pertengkaran mulut tentang ayam laga milik Ranto yang diduga digelapkan Joy.

Informasi yang dihimpun METRO, Rabu (17/10) pukul 14.00 WIB, Ranto Sibarani mendatangi kediaman pelaku Joy Saragih. Keduanya masih satu kampung di Lorong 7, Kelurahan Sigulang-gulang, Siantar Utara. Saat itu, korban menanyakan kepada pelaku tentang keberadaan ayam laganya yang sengaja dititipkan kepada pelaku. Hanya saja, pelaku mengatakan bahwa ayam laga korban telah hilang. Mendengar jawaban dari pelaku ini, korban langsung emosi sehingga mereka bertengkar di tempat itu.

Ketika mereka bertengkar, korban melihat ayam laga seperti miliknya sedang berkeliaran di sekitar rumah pelaku. Disebabkan ini, dia pun sangat kesal dan tidak mempercayai pelaku lagi. Tidak lama kemudian, korban pulang ke rumahnya.

Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya kembali bertemu di warung tuak milik M Hutasuhut yang ada di kampung itu. Setelah menenggak tuak beberapa gelas, keduanya kembali terlibat pertengkaran mulut. Korban merasa tidak senang dan mempertanyakan kembali ayam laganya yang dititipkan kepada pelaku.

Saat itu, pelaku menyebutkan, ayam laga itu sudah lepas. Korban lagi-lagi tidak percaya. Disebabkan sudah sama-sama panas, pelaku merasa tidak senang dituduh sebagai orang yang mencuri atau menggelapkan ayam tersebut. Pertengkaran mulut keduanya memuncak pukul 01.00 WIB Kamis dini hari. Disebabkan sudah dibalut emosi, pelaku lalu berlari ke rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari warung tuak itu.

Pelaku kemudian mengambil pisau belati sepanjang 20 cm yang ada di dapurnya. Setelah dapat pisau, dia kembali ke warung dan secara tiba-tiba menggorok leher korban dari belakang. Menerima perlakuan ini, korban melawan. Usaha menggorok leher korban ini dilakukan pelaku hingga tiga kali, dua kali di leher dan satu kali di dagu korban. Pada usaha keempat, korban berhasil melepaskan diri dari gorokan pelaku. Hanya saja, gorokan keempat ini malah menyayat tangan kiri korban.

Melihat situasi ini, anak pemilik warung, Todi Hutasuhut, berusaha melerai keduanya. Tidak lama kemudian, keduanya berhasil dipisahkan. Pelaku sendiri langsung melarikan diri dari warung itu. Sementara korban langsung dibawa ke klinik terdekat yang tidak jauh dari lokasi itu. Disebabkan luka di lehernya cukup parah, korban lalu dianjurkan untuk dibawa ke RSU Djasamen Saragih. Usai kejadian, Kamis pagi, korban menghubungi abangnya Robert Sibarani (25) yang berdomisili di Rantau Prapat. Korban juga menghubungi abangnya Janter Sibarani (27) yang berdomisili di Kabanjahe. Pada Kamis sore, kedua abangnya ini tiba di Kota Siantar.

Kamis siang, sepupu korban, Anggiat Dame Sibarani mendatangi kediaman pelaku. Hanya saja, disebabkan pelaku tidak ada, orangtua pelaku lalu meminta keluarga korban untuk datang pada Kamis malam. Kamis malam, keluarga korban pun mendatangi kediaman pelaku. Namun saat itu, yang ada di dalam rumah hanya orangtua pelaku saja. Sementara pelaku tetap tidak ada. Malah orangtua pelaku mengatakan agar keluarga korban menemui anaknya di Jalan Bali karena anaknya sedang di Jalan Bali.

Disebabkan tidak ada niat baik dari keluarga pelaku, mereka pun akhirnya mengadukan masalah ini ke Polres Siantar pada Jumat pagi. Korban ditemani dua abangnya dan beberapa saudaranya yang lain.

Di Mapolres, abang korban, Robert Sibarani mengatakan, mereka sudah mendatangi kediaman pelaku. Pada dasarnya mereka kasihan melihat pelaku karena istrinya baru melahirkan dan anaknya masih berusia sekitar tiga minggu. Kemudian, adik pelaku yaitu Ucok Parningotan Saragih juga sedang menjalani perawatan di RS Vita Insani karena mengalami kecelakaan lalu lintas.
“Bagaimana lagi, kami mau berdamai, keluarga pelaku yang tidak mau. Malah si Roy Saragih ini mengancam adik saya.

Dia mengirim SMS ke handphone pacar adik saya boru Hutasoit. Isinya ‘Jangan Kulihat lagi dia di Lorong 7’. Siapa yang senang adiknya diancam. Karena tidak ada niat baik dari mereka, makanya kami laporkan ini ke polisi,” jelasnya. Robert mengatakan, korban merupakan anak ke enam dari delapan bersaudara. Mereka segera datang ke Siantar setelah mendengar adiknya digorok pelaku. Adiknya mendapat dua luka gorok di leher, satu didagu dan satu lagi di telapak tangan.

Di lokasi kejadian di Lorong 7, anak pemilik warung, Todi Hutasuhut mengatakan, dia sempat melerai keduanya berkelahi. Saat itu, dia melihat korban sudah berdarah-darah di bagian leher. Tidak lama kemudian, setelah pelaku pergi, dia lalu membawa korban ke klinik terdekat.

“Pergilah kalian, buat ribut aja kalian di sini,” ujar korban menirukan ucapannya malam itu kepada korban dan pelaku. Tidak jauh dari warung atau berjarak sekitar 50 meter, kediaman pelaku saat itu terlihat sunyi, rumah pelaku tanpa penghuni. Polisi yang mendatangi kediaman pelaku juga membawa hasil nihil sebab keluarga pelaku tidak terlihat lagi dirumah itu.  Kasubag Humas Polres Siantar AKP Altur Pasaribu membenarkan laporan pengaduan korban. Mereka sedang menyelidiki keberadaan pelaku. Penyebab leher korban digorok pelaku karena masalah ayam laga. (ral) Sad  scratch 

wah,tinggal di siantar juga bg..??
kebetulan rumah saya tidak jauh dari tempat kejadian,
kapan2 bisa nie maen ke tempat bg Suherman sekalian lihat2 jagoan nya  Smile Smile 

Lian Silitonga
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 308
Join date : 02.09.13
Age : 26
Lokasi : Pematangsiantar (Sumatera Utara) 082165547034

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  jaghana on Thu 23 Jan 2014, 08:39

Lian Silitonga wrote:
suherman285 wrote:SIANTAR,Sumatera Utara – Joy Saragih (21) nekat menggorok leher Ranto Sibarani (19), teman sekampungnya di warung tuak milik M Hutasuhut di Lorong 7, Kelurahan Sigulang-gulang, Siantar Utara, Kamis (18/10) pukul 01.00 WIB. Masalahnya sepele, keduanya terlibat pertengkaran mulut tentang ayam laga milik Ranto yang diduga digelapkan Joy.

Informasi yang dihimpun METRO, Rabu (17/10) pukul 14.00 WIB, Ranto Sibarani mendatangi kediaman pelaku Joy Saragih. Keduanya masih satu kampung di Lorong 7, Kelurahan Sigulang-gulang, Siantar Utara. Saat itu, korban menanyakan kepada pelaku tentang keberadaan ayam laganya yang sengaja dititipkan kepada pelaku. Hanya saja, pelaku mengatakan bahwa ayam laga korban telah hilang. Mendengar jawaban dari pelaku ini, korban langsung emosi sehingga mereka bertengkar di tempat itu.

Ketika mereka bertengkar, korban melihat ayam laga seperti miliknya sedang berkeliaran di sekitar rumah pelaku. Disebabkan ini, dia pun sangat kesal dan tidak mempercayai pelaku lagi. Tidak lama kemudian, korban pulang ke rumahnya.

Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya kembali bertemu di warung tuak milik M Hutasuhut yang ada di kampung itu. Setelah menenggak tuak beberapa gelas, keduanya kembali terlibat pertengkaran mulut. Korban merasa tidak senang dan mempertanyakan kembali ayam laganya yang dititipkan kepada pelaku.

Saat itu, pelaku menyebutkan, ayam laga itu sudah lepas. Korban lagi-lagi tidak percaya. Disebabkan sudah sama-sama panas, pelaku merasa tidak senang dituduh sebagai orang yang mencuri atau menggelapkan ayam tersebut. Pertengkaran mulut keduanya memuncak pukul 01.00 WIB Kamis dini hari. Disebabkan sudah dibalut emosi, pelaku lalu berlari ke rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari warung tuak itu.

Pelaku kemudian mengambil pisau belati sepanjang 20 cm yang ada di dapurnya. Setelah dapat pisau, dia kembali ke warung dan secara tiba-tiba menggorok leher korban dari belakang. Menerima perlakuan ini, korban melawan. Usaha menggorok leher korban ini dilakukan pelaku hingga tiga kali, dua kali di leher dan satu kali di dagu korban. Pada usaha keempat, korban berhasil melepaskan diri dari gorokan pelaku. Hanya saja, gorokan keempat ini malah menyayat tangan kiri korban.

Melihat situasi ini, anak pemilik warung, Todi Hutasuhut, berusaha melerai keduanya. Tidak lama kemudian, keduanya berhasil dipisahkan. Pelaku sendiri langsung melarikan diri dari warung itu. Sementara korban langsung dibawa ke klinik terdekat yang tidak jauh dari lokasi itu. Disebabkan luka di lehernya cukup parah, korban lalu dianjurkan untuk dibawa ke RSU Djasamen Saragih. Usai kejadian, Kamis pagi, korban menghubungi abangnya Robert Sibarani (25) yang berdomisili di Rantau Prapat. Korban juga menghubungi abangnya Janter Sibarani (27) yang berdomisili di Kabanjahe. Pada Kamis sore, kedua abangnya ini tiba di Kota Siantar.

Kamis siang, sepupu korban, Anggiat Dame Sibarani mendatangi kediaman pelaku. Hanya saja, disebabkan pelaku tidak ada, orangtua pelaku lalu meminta keluarga korban untuk datang pada Kamis malam. Kamis malam, keluarga korban pun mendatangi kediaman pelaku. Namun saat itu, yang ada di dalam rumah hanya orangtua pelaku saja. Sementara pelaku tetap tidak ada. Malah orangtua pelaku mengatakan agar keluarga korban menemui anaknya di Jalan Bali karena anaknya sedang di Jalan Bali.

Disebabkan tidak ada niat baik dari keluarga pelaku, mereka pun akhirnya mengadukan masalah ini ke Polres Siantar pada Jumat pagi. Korban ditemani dua abangnya dan beberapa saudaranya yang lain.

Di Mapolres, abang korban, Robert Sibarani mengatakan, mereka sudah mendatangi kediaman pelaku. Pada dasarnya mereka kasihan melihat pelaku karena istrinya baru melahirkan dan anaknya masih berusia sekitar tiga minggu. Kemudian, adik pelaku yaitu Ucok Parningotan Saragih juga sedang menjalani perawatan di RS Vita Insani karena mengalami kecelakaan lalu lintas.
“Bagaimana lagi, kami mau berdamai, keluarga pelaku yang tidak mau. Malah si Roy Saragih ini mengancam adik saya.

Dia mengirim SMS ke handphone pacar adik saya boru Hutasoit. Isinya ‘Jangan Kulihat lagi dia di Lorong 7’. Siapa yang senang adiknya diancam. Karena tidak ada niat baik dari mereka, makanya kami laporkan ini ke polisi,” jelasnya. Robert mengatakan, korban merupakan anak ke enam dari delapan bersaudara. Mereka segera datang ke Siantar setelah mendengar adiknya digorok pelaku. Adiknya mendapat dua luka gorok di leher, satu didagu dan satu lagi di telapak tangan.

Di lokasi kejadian di Lorong 7, anak pemilik warung, Todi Hutasuhut mengatakan, dia sempat melerai keduanya berkelahi. Saat itu, dia melihat korban sudah berdarah-darah di bagian leher. Tidak lama kemudian, setelah pelaku pergi, dia lalu membawa korban ke klinik terdekat.

“Pergilah kalian, buat ribut aja kalian di sini,” ujar korban menirukan ucapannya malam itu kepada korban dan pelaku. Tidak jauh dari warung atau berjarak sekitar 50 meter, kediaman pelaku saat itu terlihat sunyi, rumah pelaku tanpa penghuni. Polisi yang mendatangi kediaman pelaku juga membawa hasil nihil sebab keluarga pelaku tidak terlihat lagi dirumah itu.  Kasubag Humas Polres Siantar AKP Altur Pasaribu membenarkan laporan pengaduan korban. Mereka sedang menyelidiki keberadaan pelaku. Penyebab leher korban digorok pelaku karena masalah ayam laga. (ral) Sad  scratch 

wah,tinggal di siantar juga bg..??
kebetulan rumah saya tidak jauh dari tempat kejadian,
kapan2 bisa nie maen ke tempat bg Suherman sekalian lihat2 jagoan nya  Smile Smile 
berangkaaaattt.... Razz Razz Razz Razz Razz Razz Razz 
 pirat 

jaghana
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 7111
Join date : 01.07.10
Age : 39
Lokasi : matraman jak-tim 085217314302. pin BB 2843A31C

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  suherman285 on Thu 23 Jan 2014, 10:39

Kalau mereka di suruh ke tempat Pak Hendro,bisa2 minta ongkos pula mereka kpd ku Pak... Laughing Laughing Laughing 

suherman285
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 94
Join date : 09.05.12
Age : 34

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  squallj on Thu 23 Jan 2014, 11:45

suherman285 wrote:Kalau mereka di suruh ke tempat Pak Hendro,bisa2 minta ongkos pula mereka kpd ku Pak... Laughing Laughing Laughing 

Wkwkwkwkwkkwkwk........

squallj
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 1062
Join date : 26.02.13
Lokasi : Kediri - Nganjuk

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  haydar alhadad on Thu 23 Jan 2014, 15:23

Hendro wrote:Suruh Joy Saragih dan Ranto Sibarani kontak saya bang nanti saya bagi masing2 seekor anak ayam buat dirawat bersama dan tidak  bermusuhan lagi.......ke..ke...ke...ke..... Laughing Laughing Laughing 
Kontak pak hendro ah....kali2 dikasih ayam gratis.... Laughing  Laughing

haydar alhadad
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 694
Join date : 29.08.13
Age : 36
Lokasi : Surabaya - Jatim HP 082141671240

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  jawara on Tue 18 Feb 2014, 20:26

numpang posting ya bang...

jawara
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1517
Join date : 20.11.12
Age : 35
Lokasi : Banyuwangi - Jatim

Kembali Ke Atas Go down

Re: WARNING!!! TIDAK UNTUK DI TIRU(METROSIANTAR.COM)20 Okt 2012

Post  Sponsored content Today at 09:52


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik