PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  alang on Mon 07 Mar 2011, 17:05

JABRIK....AYAM KEBON DARI SELATAN

Wuihhhh. Penonton semakin riuh rendah. Jabrik dalam posisi asor. Ronde ketiga sudah berakhir. Ronde keempat akan segera diluncurkan. Hhhhhh… jabrik melenguh. Darah menetes dari luka di kepalanya. Ia menggoyangkan bulu lehernya. Air bercampur darah menyiprat membasahi dinding ring. Matanya tajam menatap musuhnya, seekor Bangkok champion dari Thailand.

“Mari kita selesaikan pertarungan ini anak muda”, Jabrik membatin.
“Kau atau aku yang meninggalkan bangkai di arena terkutuk ini”

Seperti mengerti isi hati musuhnya, Jago muda dari Bangkok menggoyangkan rawis di lehernya. Gagah nian anak muda ini. Muda, tinggi besar, juara kelas berat di negeri asalnya. Akankah ini menjadi pertaruangan Jabrik yang terakhir, setelah sembilan kali menang dengan gemilang?

“Tidak ada rasa takut sedikitpun di dalam hatiku. Tapi jago tua ini, sungguh-sungguh mengerikan.”

Edan. Rupanya Si Jago muda pun mulai merasa gentar. Bukan karena tusukan jalu di lehernya. Tapi karena ketangguhan lawan tua-nya dalam menerima tikaman jalunya yang berbahaya. Mata jago tua ini, seperti gurun pasir yang tiada batas. Panas, kering, menebar aroma kematian di setiap butir debu yang ada diatasnya.

“Jabriiiiikkkkkk…….”

Sontak ia melompat. Mendenngar suara yang sangat ia kenal. Yang selama ini selalu merawatnya sepenuh hati. Sayapnya membentang. Kakinya melayang. Jalunya mengkilat dibawah sinar matahari pagi.

Srettttt. Detik berikutnya, dua jago berbeda umur dan ukuran itu sudah bergumul. Jabrik memejamkan matanya dibawah tembolok lawan. Kematian kian dekat ke tenggorokannya. Dalam terpejam, ia menitipkan semua anak cucunya kepada Tuhan. Jika hari ini ia harus mati, seperti enam musuhnya yang telah mati di bawah tikaman jalunya.

Jago muda kian ganas dan liar, dalam keputus asaan yang menggila. Hewan tua ini sangat sulit ditaklukkan. Kepala si jago muda terus berputar ke kiri dan kanan, mencari dengan penuh kebencian, untuk segera menghabisi lawan.

“Bedebah, tidak pernah aku bertarung sebegini lama.” Kutuknya dalam hati.

Mukanya mulai pucat. Tikaman jalu di bawah dagunya mulai panas terasa. Darah basah menetes-netes membasahi kepala musuhnya yang kini bersandar di dadanya.

“Hancurkaaann…..”

Terkejut oleh komando sang majikan, jago muda mengangkat kaki setinggi-tingginya….dalam sepersekian detik, Jabrik berada diujung jari malaikat maut. Tetapi dalam ketabahan yang tiada tara, ia melancarkan pukulan terakhirnya. Pukulan seekor jawara yang sedang teracam kematian. Tepat ketika musuhnya mengangkat badan, sepasang jalunya menghantam luka yang masih menganga di tenggorokan lawannya.

Wuihhhhh……tiba-tiba sunyi. Penonton seperti masuk ke dalam ruang yangsangat dingin. Beku. Hampir tanpa udara. Jabrik berdiri dengan muka bulat seperti bola. Darah terus menetes satu satu dari lukanya.

Sang juara dari Bangkok tertatih-tatih. Suara sember keluar dari mulutnya, bersamaan dengan semburan darah membasahi arena. Mukanya pucat. Kakinya gemetar. Ingatannya timbul tenggelam.
Penonton makin senyap ketika sepasang tangan kokoh, dalam panik dan putus asa, meraih badan sang jago muda, ditarik dari arena.

Jabrik tertegun. Mengumpulkan segenap ingatan yang masih tersisa. Dalam perih luka dan sisa-sisa keberanian seekor ayam tua, ia mengepakkan sayapnya. Suara kokoknya yang panjang mengalun nyaris tanpa tenaga, tetapi penuh wibawa yang menakutkan.

“Cukup sampai disini saja kawan”

Sebuah suara yang sangat ia kenal. Pelukannya yang erat dan hangat,sedikit megurangi perih.
“Ini adalah pertarunganmu yang terkahir, sobat. Cukup sudah untuk membuktikan, bahwa kamu memang perkasa.”

Seminggu kemudian.
Di kebun yang banyak ditumbuhi perdu dan rerumputan, seekor ayam tua berwarna merah, asik masyuk dengan babon-babon pilihan. Luka di kepalanya sudah mengering. Tapi bulunya belum lagi tumbuh.

Dahulu, di kebum inilah dia dibuang, ketika umurnya elum lagi genap tiga bulan. Dicampakkan karena kualitas tulangnya yang tipis, mukanya yang kampung dan bulunya yang lemas tiada perkasanya. Tak dinyana, sepuluh kali ia bertarung, enam kali membunuh lawan, dan kini saatnya ia memikirkan rumah tangganya, tanpa harus kuatir kehilangan nyawa di dalam arena.

Selesai.

Terinspirasi dari seekor jawara dari selatan. Seekor ayam yang tidak memiliki ciri2 katuranggan khas calon jawara. Seekor ayam kebon milik teman, yang sekarang sudah tiada.
Sepuluh kali bertarung. Sepuluh kali menang. Enam kali membunuh lawan.
Dalam kenangan "JABRIK"

Salam.

alang
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 988
Join date : 28.07.09
Age : 44
Lokasi : Ciputat, Tangerang

Kembali Ke Atas Go down

Re : PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Abang toyib on Mon 07 Mar 2011, 17:11

cuiii....
mk gile,bs jg ente bikin cerpen....hehehehe.... Very Happy Very Happy Very Happy

Abang toyib
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 250
Join date : 29.12.09
Age : 45
Lokasi : PD GLEDEK,PAMULANG

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Jhon Gultom on Mon 07 Mar 2011, 17:13

wah ada bakat jadi pengarang juga nih abang satu ini,.. Cool

Jhon Gultom
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1369
Join date : 14.10.08
Age : 34
Lokasi : jatibening, Bekasi

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  alang on Mon 07 Mar 2011, 17:19

Hahahahahaahahaha..........
Sapa tau Mas Taviv dan Mas Tedjo baca. Sapa tau diajak kerja di majalah asuhan beliau2..... ya ga.....(beeeuuuuhhhh...ngarep.com)......Hahahahaha.

alang
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 988
Join date : 28.07.09
Age : 44
Lokasi : Ciputat, Tangerang

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  surya27 on Mon 07 Mar 2011, 18:07

Abang toyib wrote:cuiii....
mk gile,bs jg ente bikin cerpen....hehehehe.... Very Happy Very Happy Very Happy



Embarassed Embarassed Embarassed Embarassed mau nangis./// Embarassed Embarassed Embarassed

surya27
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 1771
Join date : 16.12.09
Age : 39
Lokasi : JAKARTA BARAT

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  zakkir man on Mon 07 Mar 2011, 18:40

alang wrote:JABRIK....AYAM KEBON DARI SELATAN

Wuihhhh. Penonton semakin riuh rendah. Jabrik dalam posisi asor. Ronde ketiga sudah berakhir. Ronde keempat akan segera diluncurkan. Hhhhhh… jabrik melenguh. Darah menetes dari luka di kepalanya. Ia menggoyangkan bulu lehernya. Air bercampur darah menyiprat membasahi dinding ring. Matanya tajam menatap musuhnya, seekor Bangkok champion dari Thailand.

“Mari kita selesaikan pertarungan ini anak muda”, Jabrik membatin.
“Kau atau aku yang meninggalkan bangkai di arena terkutuk ini”

Seperti mengerti isi hati musuhnya, Jago muda dari Bangkok menggoyangkan rawis di lehernya. Gagah nian anak muda ini. Muda, tinggi besar, juara kelas berat di negeri asalnya. Akankah ini menjadi pertaruangan Jabrik yang terakhir, setelah sembilan kali menang dengan gemilang?

“Tidak ada rasa takut sedikitpun di dalam hatiku. Tapi jago tua ini, sungguh-sungguh mengerikan.”

Edan. Rupanya Si Jago muda pun mulai merasa gentar. Bukan karena tusukan jalu di lehernya. Tapi karena ketangguhan lawan tua-nya dalam menerima tikaman jalunya yang berbahaya. Mata jago tua ini, seperti gurun pasir yang tiada batas. Panas, kering, menebar aroma kematian di setiap butir debu yang ada diatasnya.

“Jabriiiiikkkkkk…….”

Sontak ia melompat. Mendenngar suara yang sangat ia kenal. Yang selama ini selalu merawatnya sepenuh hati. Sayapnya membentang. Kakinya melayang. Jalunya mengkilat dibawah sinar matahari pagi.

Srettttt. Detik berikutnya, dua jago berbeda umur dan ukuran itu sudah bergumul. Jabrik memejamkan matanya dibawah tembolok lawan. Kematian kian dekat ke tenggorokannya. Dalam terpejam, ia menitipkan semua anak cucunya kepada Tuhan. Jika hari ini ia harus mati, seperti enam musuhnya yang telah mati di bawah tikaman jalunya.

Jago muda kian ganas dan liar, dalam keputus asaan yang menggila. Hewan tua ini sangat sulit ditaklukkan. Kepala si jago muda terus berputar ke kiri dan kanan, mencari dengan penuh kebencian, untuk segera menghabisi lawan.

“Bedebah, tidak pernah aku bertarung sebegini lama.” Kutuknya dalam hati.

Mukanya mulai pucat. Tikaman jalu di bawah dagunya mulai panas terasa. Darah basah menetes-netes membasahi kepala musuhnya yang kini bersandar di dadanya.

“Hancurkaaann…..”

Terkejut oleh komando sang majikan, jago muda mengangkat kaki setinggi-tingginya….dalam sepersekian detik, Jabrik berada diujung jari malaikat maut. Tetapi dalam ketabahan yang tiada tara, ia melancarkan pukulan terakhirnya. Pukulan seekor jawara yang sedang teracam kematian. Tepat ketika musuhnya mengangkat badan, sepasang jalunya menghantam luka yang masih menganga di tenggorokan lawannya.

Wuihhhhh……tiba-tiba sunyi. Penonton seperti masuk ke dalam ruang yangsangat dingin. Beku. Hampir tanpa udara. Jabrik berdiri dengan muka bulat seperti bola. Darah terus menetes satu satu dari lukanya.

Sang juara dari Bangkok tertatih-tatih. Suara sember keluar dari mulutnya, bersamaan dengan semburan darah membasahi arena. Mukanya pucat. Kakinya gemetar. Ingatannya timbul tenggelam.
Penonton makin senyap ketika sepasang tangan kokoh, dalam panik dan putus asa, meraih badan sang jago muda, ditarik dari arena.

Jabrik tertegun. Mengumpulkan segenap ingatan yang masih tersisa. Dalam perih luka dan sisa-sisa keberanian seekor ayam tua, ia mengepakkan sayapnya. Suara kokoknya yang panjang mengalun nyaris tanpa tenaga, tetapi penuh wibawa yang menakutkan.

“Cukup sampai disini saja kawan”

Sebuah suara yang sangat ia kenal. Pelukannya yang erat dan hangat,sedikit megurangi perih.
“Ini adalah pertarunganmu yang terkahir, sobat. Cukup sudah untuk membuktikan, bahwa kamu memang perkasa.”

Seminggu kemudian.
Di kebun yang banyak ditumbuhi perdu dan rerumputan, seekor ayam tua berwarna merah, asik masyuk dengan babon-babon pilihan. Luka di kepalanya sudah mengering. Tapi bulunya belum lagi tumbuh.

Dahulu, di kebum inilah dia dibuang, ketika umurnya elum lagi genap tiga bulan. Dicampakkan karena kualitas tulangnya yang tipis, mukanya yang kampung dan bulunya yang lemas tiada perkasanya. Tak dinyana, sepuluh kali ia bertarung, enam kali membunuh lawan, dan kini saatnya ia memikirkan rumah tangganya, tanpa harus kuatir kehilangan nyawa di dalam arena.

Selesai.

Terinspirasi dari seekor jawara dari selatan. Seekor ayam yang tidak memiliki ciri2 katuranggan khas calon jawara. Seekor ayam kebon milik teman, yang sekarang sudah tiada.
Sepuluh kali bertarung. Sepuluh kali menang. Enam kali membunuh lawan.
Dalam kenangan "JABRIK"

Salam.

wuihhh... seru critanya, sampe2 aku tahan nafas ngebacanya wkwkwk Very Happy Very Happy Very Happy

zakkir man
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 117
Join date : 18.01.11
Lokasi : makassar

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Tamu on Mon 07 Mar 2011, 18:56

Jhon Gultom wrote:wah ada bakat jadi pengarang juga nih abang satu ini,.. Cool

jangan2 kang diat pernah nulis salah satu cerpen ENNY ARROW Razz Razz Razz

Tamu
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Administrator on Mon 07 Mar 2011, 18:58

Copy - paste dari mana nih kang...????
wkwkwkwkkkkk....

Razz Razz Razz

Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting : 6447
Join date : 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Yuri_GG on Mon 07 Mar 2011, 19:56

sebuah crita penebar semangat., sesuatu mungkin sja terjadi, kasi judul aja cerpen ini

"Si anak Kampung, Si petarung sejati"

gmn bagus ndak judulnya

Yuri_GG
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1725
Join date : 21.01.11
Age : 28
Lokasi : Kediri (Jatim) -Semarang(Jateng)

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Jagonantang on Mon 07 Mar 2011, 20:30

bagussss!!!!!
ditunggu crita crita yang lainnya dari yang lain pula.

Jagonantang
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 1856
Join date : 15.08.08
Lokasi : pondok kelapa,jakarta timur

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  alang on Mon 07 Mar 2011, 21:26

Administrator wrote:Copy - paste dari mana nih kang...????
wkwkwkwkkkkk....

Razz Razz Razz

Hahahaha.....
Ini cuma hayalan sy mas ary. Idenya dari ayam temen. Kalo sy, mana mungkin punya ayam sedasyat itu....hehehe.

@Goes babe : Eny errow blom pernah bang, kalo nick carter pernah bbrp episode.....hahahahhaahhahahaha

Buat temen2 yang punya kisah paling tak terlupakan seputar pertarungan jagoan2nya, silahkan tuangkan di topik ini. Bentuknya boleh cerpen, puisi, reportase, dll.
Sekedar selingan untuk menghibur diri, siapa tau bisa membangkitkan semangat...hehehe.
Salam.

alang
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 988
Join date : 28.07.09
Age : 44
Lokasi : Ciputat, Tangerang

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Hendro on Mon 07 Mar 2011, 21:36

alang wrote:
Administrator wrote:Copy - paste dari mana nih kang...????
wkwkwkwkkkkk....

Razz Razz Razz

Hahahaha.....
Ini cuma hayalan sy mas ary. Idenya dari ayam temen. Kalo sy, mana mungkin punya ayam sedasyat itu....hehehe.

@Goes babe : Eny errow blom pernah bang, kalo nick carter pernah bbrp episode.....hahahahhaahhahahaha

Buat temen2 yang punya kisah paling tak terlupakan seputar pertarungan jagoan2nya, silahkan tuangkan di topik ini. Bentuknya boleh cerpen, puisi, reportase, dll.
Sekedar selingan untuk menghibur diri, siapa tau bisa membangkitkan semangat...hehehe.
Salam.

Begini ini neeh yang udah lama nggak muncul dari kang Diat....dulu sebelum begitu sibuknya postingan beliau ini selalu puitis dan menyejukkan..... cuman beberapa bulan terakhir mulai berubah, menghilang dan angin2an.......eeehhh baru nongol lagi profil aslinya sekarang...!!...ayo kang kembalikan semangat dan jiwa senimanmu seperti yang aku kenal dulu kala.......

Salam cheers sunny Very Happy

Hendro
moderator
moderator

Jumlah posting : 7288
Join date : 06.08.09
Age : 47
Lokasi : Semarang

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  alang on Mon 07 Mar 2011, 21:54

Hendro wrote:Begini ini neeh yang udah lama nggak muncul dari kang Diat....dulu sebelum begitu sibuknya postingan beliau ini selalu puitis dan menyejukkan..... cuman beberapa bulan terakhir mulai berubah, menghilang dan angin2an.......eeehhh baru nongol lagi profil aslinya sekarang...!!...ayo kang kembalikan semangat dan jiwa senimanmu seperti yang aku kenal dulu kala.......

Salam cheers sunny Very Happy
Maklum kuli mas hendro. Waktunya masih diatur org lain. Hehehehe.
Semangatnya masih naik turun, seperti suhu politik di negeri ini....hahahaha
Tp bagaimanapun....maju teruuuuusssss...... Razz Razz Razz Razz

alang
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 988
Join date : 28.07.09
Age : 44
Lokasi : Ciputat, Tangerang

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Nardy on Tue 08 Mar 2011, 08:19

alang wrote:JABRIK....AYAM KEBON DARI SELATAN

Wuihhhh. Penonton semakin riuh rendah. Jabrik dalam posisi asor. Ronde ketiga sudah berakhir. Ronde keempat akan segera diluncurkan. Hhhhhh… jabrik melenguh. Darah menetes dari luka di kepalanya. Ia menggoyangkan bulu lehernya. Air bercampur darah menyiprat membasahi dinding ring. Matanya tajam menatap musuhnya, seekor Bangkok champion dari Thailand.

“Mari kita selesaikan pertarungan ini anak muda”, Jabrik membatin.
“Kau atau aku yang meninggalkan bangkai di arena terkutuk ini”

Seperti mengerti isi hati musuhnya, Jago muda dari Bangkok menggoyangkan rawis di lehernya. Gagah nian anak muda ini. Muda, tinggi besar, juara kelas berat di negeri asalnya. Akankah ini menjadi pertaruangan Jabrik yang terakhir, setelah sembilan kali menang dengan gemilang?

“Tidak ada rasa takut sedikitpun di dalam hatiku. Tapi jago tua ini, sungguh-sungguh mengerikan.”

Edan. Rupanya Si Jago muda pun mulai merasa gentar. Bukan karena tusukan jalu di lehernya. Tapi karena ketangguhan lawan tua-nya dalam menerima tikaman jalunya yang berbahaya. Mata jago tua ini, seperti gurun pasir yang tiada batas. Panas, kering, menebar aroma kematian di setiap butir debu yang ada diatasnya.

“Jabriiiiikkkkkk…….”

Sontak ia melompat. Mendenngar suara yang sangat ia kenal. Yang selama ini selalu merawatnya sepenuh hati. Sayapnya membentang. Kakinya melayang. Jalunya mengkilat dibawah sinar matahari pagi.

Srettttt. Detik berikutnya, dua jago berbeda umur dan ukuran itu sudah bergumul. Jabrik memejamkan matanya dibawah tembolok lawan. Kematian kian dekat ke tenggorokannya. Dalam terpejam, ia menitipkan semua anak cucunya kepada Tuhan. Jika hari ini ia harus mati, seperti enam musuhnya yang telah mati di bawah tikaman jalunya.

Jago muda kian ganas dan liar, dalam keputus asaan yang menggila. Hewan tua ini sangat sulit ditaklukkan. Kepala si jago muda terus berputar ke kiri dan kanan, mencari dengan penuh kebencian, untuk segera menghabisi lawan.

“Bedebah, tidak pernah aku bertarung sebegini lama.” Kutuknya dalam hati.

Mukanya mulai pucat. Tikaman jalu di bawah dagunya mulai panas terasa. Darah basah menetes-netes membasahi kepala musuhnya yang kini bersandar di dadanya.

“Hancurkaaann…..”

Terkejut oleh komando sang majikan, jago muda mengangkat kaki setinggi-tingginya….dalam sepersekian detik, Jabrik berada diujung jari malaikat maut. Tetapi dalam ketabahan yang tiada tara, ia melancarkan pukulan terakhirnya. Pukulan seekor jawara yang sedang teracam kematian. Tepat ketika musuhnya mengangkat badan, sepasang jalunya menghantam luka yang masih menganga di tenggorokan lawannya.

Wuihhhhh……tiba-tiba sunyi. Penonton seperti masuk ke dalam ruang yangsangat dingin. Beku. Hampir tanpa udara. Jabrik berdiri dengan muka bulat seperti bola. Darah terus menetes satu satu dari lukanya.

Sang juara dari Bangkok tertatih-tatih. Suara sember keluar dari mulutnya, bersamaan dengan semburan darah membasahi arena. Mukanya pucat. Kakinya gemetar. Ingatannya timbul tenggelam.
Penonton makin senyap ketika sepasang tangan kokoh, dalam panik dan putus asa, meraih badan sang jago muda, ditarik dari arena.

Jabrik tertegun. Mengumpulkan segenap ingatan yang masih tersisa. Dalam perih luka dan sisa-sisa keberanian seekor ayam tua, ia mengepakkan sayapnya. Suara kokoknya yang panjang mengalun nyaris tanpa tenaga, tetapi penuh wibawa yang menakutkan.

“Cukup sampai disini saja kawan”

Sebuah suara yang sangat ia kenal. Pelukannya yang erat dan hangat,sedikit megurangi perih.
“Ini adalah pertarunganmu yang terkahir, sobat. Cukup sudah untuk membuktikan, bahwa kamu memang perkasa.”

Seminggu kemudian.
Di kebun yang banyak ditumbuhi perdu dan rerumputan, seekor ayam tua berwarna merah, asik masyuk dengan babon-babon pilihan. Luka di kepalanya sudah mengering. Tapi bulunya belum lagi tumbuh.

Dahulu, di kebum inilah dia dibuang, ketika umurnya elum lagi genap tiga bulan. Dicampakkan karena kualitas tulangnya yang tipis, mukanya yang kampung dan bulunya yang lemas tiada perkasanya. Tak dinyana, sepuluh kali ia bertarung, enam kali membunuh lawan, dan kini saatnya ia memikirkan rumah tangganya, tanpa harus kuatir kehilangan nyawa di dalam arena.

Selesai.

Terinspirasi dari seekor jawara dari selatan. Seekor ayam yang tidak memiliki ciri2 katuranggan khas calon jawara. Seekor ayam kebon milik teman, yang sekarang sudah tiada.
Sepuluh kali bertarung. Sepuluh kali menang. Enam kali membunuh lawan.
Dalam kenangan "JABRIK"

Salam.


Cocok nich jd pengarang Pilm2 Laughing Laughing Laughing

Nardy
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 809
Join date : 11.02.10
Lokasi : Zibond - Bondowoso PP 10Rb

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  amrogen on Tue 08 Mar 2011, 09:21

alang wrote:Hahahahahaahahaha..........
Sapa tau Mas Taviv dan Mas Tedjo baca. Sapa tau diajak kerja di majalah asuhan beliau2..... ya ga.....(beeeuuuuhhhh...ngarep.com)......Hahahahaha.

boleh tuh masuk media ayam next month...kekekeke, hebring-lah kang diat!... Laughing

amrogen
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1276
Join date : 12.09.08
Lokasi : Klarifornia, Karawang West Java

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  sendymister on Tue 08 Mar 2011, 10:36

jadi terharu.. ayam dengan tuannya seakan menyatu.bahasanya puitis khalil gibran lewat dah Embarassed Embarassed Embarassed

sendymister
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 77
Join date : 06.12.10
Age : 34
Lokasi : Karawang/jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Abang toyib on Tue 08 Mar 2011, 10:47

si JABRIK mang the legend
tp penerusmu tak kalah hebatnya....dah 3xwin
bentar lagi cucu2mu kan lahir

please,jaga & rawat sang penerus

=========== I LOVE YOU......BUROQ ========


Terakhir diubah oleh Abang toyib tanggal Tue 08 Mar 2011, 13:46, total 1 kali diubah

Abang toyib
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 250
Join date : 29.12.09
Age : 45
Lokasi : PD GLEDEK,PAMULANG

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  surya27 on Tue 08 Mar 2011, 12:16

Abang toyib wrote:si JABRIK mang the legend
tp penerusmu tak kalah hebatnya....dah 2xwin
bentar lagi cucu2mu kan lahir

please,jaga & rawat sang penerus

=========== I LOVE YOU......BUROQ ========

Abangku sotoy ach....wakakkakakakakk Very Happy

surya27
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 1771
Join date : 16.12.09
Age : 39
Lokasi : JAKARTA BARAT

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Abang toyib on Tue 08 Mar 2011, 13:47

bang surya gak percaya?
tanya dah warung sebelah!

preet ah dikit


Abang toyib
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 250
Join date : 29.12.09
Age : 45
Lokasi : PD GLEDEK,PAMULANG

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  akikeren on Tue 08 Mar 2011, 20:08

bagus, kang. bisa tuh disinetronkan. he he....

akikeren
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 109
Join date : 28.07.09

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  gisalom on Tue 08 Mar 2011, 20:53

ternyata mas alang punya bakat terpendam nih..he..he

gisalom
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 762
Join date : 24.06.10
Lokasi : Aceh/Lhokseumawe

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  surya27 on Tue 08 Mar 2011, 21:17

akikeren wrote:bagus, kang. bisa tuh disinetronkan. he he....


Ayo kang diat keluarkan ide2 cemerlang lagi...mas tapiv dah siap jadi produsernya...hehehe

Pesen cerita bisa ga kang....judulnya suka duka bakul cengkareng....haahahahha

surya27
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 1771
Join date : 16.12.09
Age : 39
Lokasi : JAKARTA BARAT

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  alang on Tue 08 Mar 2011, 21:53

@akikeren : wah, kalo yg komen reporter senior,bisa ge-er nih saya.....hahahahaha.....

@surya : suka duka bakul cengkareng? susah kang.....saya liat yg ada cuma sukanya doag...dukanya nyaris ga ada....hahahahahah

alang
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 988
Join date : 28.07.09
Age : 44
Lokasi : Ciputat, Tangerang

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Hendro on Wed 09 Mar 2011, 05:29

Ciaaat......gedubrak..!!! sialan cuma lewat atas kepala saja gumam si Stempel, malahan nabrak geber dan jadi agak nanar, ketika mau berbalik dan siap melancarkan pukulan lagi si Tronton juga sudah melancarkan pukulan mautnya....braaakkk..!!!....dan terkulailah si Stempel hanya dengan sekali tampar.......entah kebetulan terkena bagian pusat syarafnya atau memang si Tronton punya pukulan ampuh maka dengan sekali pukul mampu menewaskan si Stempel ayam dengan reputasi 5x menang dibawah 2 air......tamatlah riwayat jawara kampung yang cukup disegani oleh seekor ayam muda hanya dengan sekali tebas...!!!.....( sebuah kisah nyata).....

* Setelah memenangkan pertarungan beberapa hari kemudian si Tronton berlaga lagi dan hanya kurang dari 5 menit si Tronton dibuat keok oleh lawannya.......

*Stempel mati lebih karena kesombongan pemiliknya yang terlalu berani melawan ayam yang berbeda kelas/ukuran.....

* Kesimpulannya tidak ada seekor ayampun yang tidak bisa dikalahkan.....


Hendro
moderator
moderator

Jumlah posting : 7288
Join date : 06.08.09
Age : 47
Lokasi : Semarang

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  jaghana on Wed 09 Mar 2011, 07:49

Sad Sad Sad Sad Sad Sad Sad

jaghana
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 7111
Join date : 01.07.10
Age : 39
Lokasi : matraman jak-tim 085217314302. pin BB 2843A31C

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Sponsored content Today at 09:50


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik