PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  aliem on Wed 09 Mar 2011, 20:56

alang wrote:@akikeren : wah, kalo yg komen reporter senior,bisa ge-er nih saya.....hahahahaha.....

@surya : suka duka bakul cengkareng? susah kang.....saya liat yg ada cuma sukanya doag...dukanya nyaris ga ada....hahahahahah

Bukan cerita ayam saya kan?? hehehehe...

sayang ya jabrik telah tiada, karena lawan terakhir g terkalahkan juga, yang namanya penyakit!!!
Anak kesayangan juga telah tiada (naruto).. tetapi semoga bouroq bisa meneruskan kiprah Jabrik!!!

aliem
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 686
Join date : 19.08.08
Lokasi : Magelang-Pekalongan PP

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  zin494 on Wed 09 Mar 2011, 21:46

ceritanya mengharukan mas, sayang si jabrik sudah tiada. Pengen bgt punya ayam kampung tipe kyk gt

zin494
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 425
Join date : 09.07.09
Age : 34
Lokasi : sumatra utara

http://www.facebook.com/csinaga

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  khaddafi on Thu 21 Jan 2016, 14:55


Pagi itu bukan main indahnya di dalam hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga). Matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk.
Cahaya kuning emas membawa kehangatan, keindahan, penghidupan itu mengusir halimun
tebal, dan halimun lari pergi dari cahaya raja kehidupan itu, meninggalkan butiran-butira
n embun yang kini menjadi penghias ujung-ujung daun dan rumput membuat bunga-bunga yang
beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar dan bers
eri-seri.
Cahaya matahari yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun,
namun kelembutannya membuat cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun
dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang tampak jelas di antara bayang-bayang
pohon meluncur ke bawah, disana sini bertemu dengan pantulan air membentuk warna
pelangi yang amat indahnya, warna yang dibentuk oleh segala macam warna terutama oleh
warna dasar merah, kuning dan biru. Indah! Bagi mata yang bebas dari segala ikatan,
keindahan itu makin terasa, keindahan yang baru dan yang senantiasa akan nampak baru
biarpun andaikata dilihatnya setiap hari Sebelum cahaya pertama yang kemerahan dari
matahari pagi tampak, keadaan sunyi senyap. Yang mula-mula membangunkan hutan itu
adalah kokok ayam hutan yang pendek dan nyaring sekali, kokok yang tiba-tiba dan
mengejutkan, susul menyusul dari beberapa penjuru. Kokok ayam jantan inilah yang
menggugah para burung yang tadinya diselimuti kegelapan malam, menyembunyikan muka
ke bawah selimut tebal dan hangat dari sayap mereka, kini terjadilah gerakan-gera
kan hidup di setiap pohon besar dan terdengar kicau burung yang sahut-menyahut, bermacam-macam suaranya, bersaing indah dan ramai namun kesemuanya memiliki kemerduan yang khas.
Sukar bagi telinga untuk menentukan mana yang lebih indah, karena suara yang bersahut-
sahutan itu merupakan kesatuan seperangkat alat musik yang dibunyikan bersama. Yang ada
pada telinga hanya indah! Sukar dikatakan mana yang lebih indah, suara burung-burung itu
sendiri ataukan keheningan kosong yang terdapat di antara jarak suara-suara itu. Anak la
ki-
laki itu masih amat kecil. Tidak akan lebih dari tujuh tahun usianya. Dia berdiri se
perti sebuah
patung, berdiri di tempat datar yang agak tinggi di hutan Gunung Seribu Bunga itu,
menghadap ke timur dan sudah ada setengah jam lebih dia berdiri seperti itu, hanya mata
nya saja yang bergerak-gerak, mata yang lebar yang penuh sinar ketajaman dan kelembuta
n,
seperti biasa mata kanak-kanak yang hidupnya masih bebas dan bersih, namun di antara
kedua matanya, kulit di antara alis itu agak terganggu oleh garis-garis lurus. Aneh m
elihat
seorang anak kecil seperti itu sudah ada keriput di antara kedua alisnya! Anak itu pak
aiannya
sederhana sekali, biarpun amat bersih seperti bersihnya tubuhnya, dari rambut sam
pai ke kuku
jari tangannya yang terpelihara dan bersih, wajahnya biasa saja, seperti anak-ana
k lain dengan
bentuk muka yang tampan, hanya matanya dan keriput di antara matanya itulah yang jarang
terdapat pada anak-anak dan membuat dia menjadi seorang anak yang mudah mendatangkan
kesan pada hati pemandangnya sebagai seorang anak yang aneh dan tentu memiliki sesuatu
yang luar biasa. Sepasang mata anak itu bersinar-sinar penuh seri kehidupan ketik
a dia tadi
melihat munculnya bola merah besar di balik puncak gunung sebelah timur, bola merah yang
amat besar dan yang mula-mula merupakan pemandangan yang amat menarik hati, akan tetapi
lambat laun merupakan benda yang tak kuat lagi mata memandangnya karena cahaya yang
makin menguning dan berkilauan. Maka dia mengalihkan pandangannya, kini menikmati
betapa cahaya yang tiada terbatas luasnya itu menghidupkan segala sesuatu, dari puncak
pegunungan sampai jauh di sana, di bawah kaki gunung. Anak itu lalu menanggalkan
pakaiannya, satu semi satu dengan gerakan sabar dan tidak tergesa-gesa, tanpa menengok ke
kanan kiri karena selama ini dia tahu bahwa di pagi hari seperti itu tidak akan ada
seorang pun
manusia kecuali dirinya sendiri berada di situ. Dengan telanjang bulat dia lalu mengha
mpiri
sebuah batu dan duduk bersila, menghadap matahari. Duduknya tegak lurus, kedua kakinya
bersilang dan napasnya masuk keluar dengan halus tanpa diatur, tanpa paksaan seperti
pernapasan seorang bayi sedang tidur nyenyak. Sudah beberapa tahun dia melakukan ini
setiap hari duduk sambil mandi cahaya matahari selama dua tiga jam sampai sem
ua tubuhnya
bermandi peluh dan terasa panas barulah dia berhenti. Juga di waktu malam terang bulan, di
a
duduk pula di batu itu, telanjang bulat, mandi cahaya bulan purnama selama tujuh malam,
kadang-kadang sampai lupa diri dan duduk bersila sampai setengah tidur, dan barulah dia
berhenti kalau tubuh sudah hampir membeku dan bulan sudah lenyap bersembunyi di balik
pumcak barat. Anak yang luar biasa! Memang. Demikian pula penduduk di sekitar
Pegunungan Jeng Hoa San menyebutnya Sin Tong (Anak Ajaib), demikianlah nama anak ini
yang diketahui orang. Anak ajaib, anak sakti dan lain-lain sebutan lagi. Karena semua
orangmenyebutnya Sin Tong dan memang dia sendiri tidak pernah mau menyatakan siapa
namanya, maka anak itu sudah menjadi terbiasa dengan sebutan ini dan menganggap namanya
Sin Tong! Mengapakah orang-orang dusun, penghuni semua dusun di sekitar lereng dan kaki
Pegunungan Jeng Hoa San menyebutnya anak ajaib? Hal ini ada sebabnya, yaitu karena anak
berusia tujuh tahun itu pandai sekali mengobati penyakit dengan memberi daun-daun, buah-
buah, dan akar-akar obat yang benarbenar manjur sekali! Hampir semua penduduk yang
terkena penyakit datang ke lereng Hutan Seribu Bunga, yaitu nama hutan di mana anak itu
tinggal karena di antara sekalian hutan di Pegunungan Seribu Bunga, hutan inilah yang benar-
benar tepat disebut Hutan Seribu Bunga denga tetumbuhan beraneka warna, penuh dengan
bunga-bunga indah, terutama sekali pada musim semi. Dan anak ini memberi daun atau akar
obat dengan hati terbuka, dengan hati terbuka, dengan tulus ikhlas, suka rela dan selalu
menolak kalau diberi uang! Maka berduyun-duyun orang dusun datang kepadanya dan diam-
diam memujanya sebagai seorang anak ajaib, sebagai dewa yang menjelma menjadi
seorang
anak-anak yang menolong dusun-dusun itu dari malapetaka. Bahkan ketika terjangkit
penyakit menular, penyakit demam hebat yang menimbulkan banyak korban tahun lalu, bocah
ajaib inilah yang membasminya dengan memberi akar-akar tertentu yang harus diminu
m
airnya setelah dimasak. Dengan akar itu, yang sakit banyak tertolong dan yang belum terkena
penyakit tidak akan ketularan. Ketika orang-orang dusun itu, terutama yang wanita, da
tang
membawa pakaian baru yang sudah dijahit rapi, anak itu tak dapat menolak, dan menyataka
n
terima kasihnya dengan butiran air mata menetes di kedua pipinya akan tetapi tida
k ada kata-

kata yang keluar dari mulutnya. Karena jasa orang-orang dusun ini, maka anak itu selalu
berpakaian sederhana sekali, potongan "dusun". Siapakah sebetulnya anak kecil ajaib ya
ng
menjadi penghuni Hutan Seribu Bunga seorang diri saja itu? Benarkah dia seorang dewa ya
ng
turun dari kahyangan menjadi seorang anak-anak untuk menolong seorang manusia


Bukek Siansu > karya Kho Ping Hoo > published by buyankaba.com
3

khaddafi
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 430
Join date : 31.10.12
Lokasi : antara pasir dan batu

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Hendro on Fri 22 Jan 2016, 05:44

Setelah Bukek siansu lanjut ke pendekar2 pulau es..ke..ke..ke..ke..Smile Wink I love you

Hendro
moderator
moderator

Jumlah posting : 7288
Join date : 06.08.09
Age : 47
Lokasi : Semarang

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Abiemanyu on Sat 23 Jan 2016, 08:28

Hendro wrote:Setelah Bukek siansu lanjut ke pendekar2 pulau es..ke..ke..ke..ke..Smile Wink I love you  

Sang Pewaris Istana Pulau Es.... Pendekar Super Sakti  Suma Han hehehehe... Laughing

Abiemanyu
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 448
Join date : 20.07.12
Lokasi : Bekasi - Hp. 0817195050

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  agha on Sun 24 Jan 2016, 21:31

Klo untuk ayam aduan kayaknya yang lebih dekat itu cerita BU PUNSU serial pendekar sakti. Very Happy Very Happy Very Happy
Jangan lupakan cerita 4 sekawan (Semar, petruk, gareng dan bagong), asli dari Indonesia... Laughing Laughing Laughing Laughing

agha
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 172
Join date : 28.04.15
Lokasi : Pekanbaru

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  BADRUN on Mon 25 Jan 2016, 05:24

pertarungan terahir biasanya dimenangkan lakonya orang baik penumpas kejahatan(dipelem batman dan manix) begitu gan Razz Razz

BADRUN
kopral
kopral

Jumlah posting : 42
Join date : 19.08.15

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  khaddafi on Mon 25 Jan 2016, 07:55

agha wrote:Klo untuk ayam aduan kayaknya yang lebih dekat itu cerita BU PUNSU serial pendekar sakti. Very Happy  Very Happy  Very Happy
Jangan lupakan cerita 4 sekawan (Semar, petruk, gareng dan bagong), asli dari Indonesia... Laughing Laughing Laughing Laughing

kho ping ho aslinya orang sragen om... Very Happy

khaddafi
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 430
Join date : 31.10.12
Lokasi : antara pasir dan batu

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Hendro on Mon 25 Jan 2016, 10:19

agha wrote:Klo untuk ayam aduan kayaknya yang lebih dekat itu cerita BU PUNSU serial pendekar sakti. Very Happy  Very Happy  Very Happy
Jangan lupakan cerita 4 sekawan (Semar, petruk, gareng dan bagong), asli dari Indonesia... Laughing Laughing Laughing Laughing

Bupunsu oke juga sampai pendekar bodoh, pendekar sadis dan terakhir pedang kayu harum..ke..ke..ke..ke..Laughing Laughing Laughing

Kalo Punakawan (Semar Gareng Petruk dan Bagong sebenarnya adalah filosofi orang Indonesia (Jawa) dan inti dari terciptanya sebuah kehidupan, coba kita terjemahkan arti kata diatas :

Semar : Mesam mesem nang kamar (senyum2 di dalam kamar)
Gareng : Megar ake barang kang aeng (membukakan sesuatu anggota tubuh yang "aneh")
Petruk : dicepitake "jeruk" (dijepitkan "jeruk")
Bagong : Ngobahke bokong (Menggoyangkan pinggul)

Maka terciptalah sebuah kehidupan dikemudian hari...ke..ke..ke..ke..ke...
Razz Razz Razz

Hendro
moderator
moderator

Jumlah posting : 7288
Join date : 06.08.09
Age : 47
Lokasi : Semarang

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  benkliwon on Mon 25 Jan 2016, 18:45

Hendro wrote:
agha wrote:Klo untuk ayam aduan kayaknya yang lebih dekat itu cerita BU PUNSU serial pendekar sakti. Very Happy  Very Happy  Very Happy
Jangan lupakan cerita 4 sekawan (Semar, petruk, gareng dan bagong), asli dari Indonesia... Laughing Laughing Laughing Laughing

Bupunsu oke juga sampai pendekar bodoh, pendekar sadis dan terakhir pedang kayu harum..ke..ke..ke..ke..Laughing Laughing Laughing

Kalo Punakawan (Semar Gareng Petruk dan Bagong sebenarnya adalah filosofi orang Indonesia (Jawa) dan inti dari terciptanya sebuah kehidupan, coba kita terjemahkan arti kata diatas :

Semar : Mesam mesem nang kamar (senyum2 di dalam kamar)
Gareng : Megar ake barang kang aeng (membukakan sesuatu anggota tubuh yang "aneh")
Petruk : dicepitake "jeruk" (dijepitkan "jeruk")
Bagong : Ngobahke bokong (Menggoyangkan pinggul)

Maka terciptalah sebuah kehidupan dikemudian hari...ke..ke..ke..ke..ke...
Razz Razz Razz    

wkwkwkwk baru ngertgi aku kalau ada filosofi tersembunyi punakawan Very Happy Very Happy Very Happy

benkliwon
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 274
Join date : 21.03.15
Age : 40
Lokasi : jombang, 081234094357

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  agha on Mon 25 Jan 2016, 21:11

Hendro wrote:
agha wrote:Klo untuk ayam aduan kayaknya yang lebih dekat itu cerita BU PUNSU serial pendekar sakti. Very Happy  Very Happy  Very Happy
Jangan lupakan cerita 4 sekawan (Semar, petruk, gareng dan bagong), asli dari Indonesia... Laughing Laughing Laughing Laughing

Bupunsu oke juga sampai pendekar bodoh, pendekar sadis dan terakhir pedang kayu harum..ke..ke..ke..ke..Laughing Laughing Laughing

Kalo Punakawan (Semar Gareng Petruk dan Bagong sebenarnya adalah filosofi orang Indonesia (Jawa) dan inti dari terciptanya sebuah kehidupan, coba kita terjemahkan arti kata diatas :

Semar : Mesam mesem nang kamar (senyum2 di dalam kamar)
Gareng : Megar ake barang kang aeng (membukakan sesuatu anggota tubuh yang "aneh")
Petruk : dicepitake "jeruk" (dijepitkan "jeruk")
Bagong : Ngobahke bokong (Menggoyangkan pinggul)

Maka terciptalah sebuah kehidupan dikemudian hari...ke..ke..ke..ke..ke...
Razz Razz Razz    

Mantap pak ketua.... Laughing Laughing Laughing

agha
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 172
Join date : 28.04.15
Lokasi : Pekanbaru

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  azka on Sun 03 Jul 2016, 20:03

Hendro wrote:
agha wrote:Klo untuk ayam aduan kayaknya yang lebih dekat itu cerita BU PUNSU serial pendekar sakti. Very Happy  Very Happy  Very Happy
Jangan lupakan cerita 4 sekawan (Semar, petruk, gareng dan bagong), asli dari Indonesia... Laughing Laughing Laughing Laughing

Bupunsu oke juga sampai pendekar bodoh, pendekar sadis dan terakhir pedang kayu harum..ke..ke..ke..ke..Laughing Laughing Laughing

Kalo Punakawan (Semar Gareng Petruk dan Bagong sebenarnya adalah filosofi orang Indonesia (Jawa) dan inti dari terciptanya sebuah kehidupan, coba kita terjemahkan arti kata diatas :

Semar : Mesam mesem nang kamar (senyum2 di dalam kamar)
Gareng : Megar ake barang kang aeng (membukakan sesuatu anggota tubuh yang "aneh")
Petruk : dicepitake "jeruk" (dijepitkan "jeruk")
Bagong : Ngobahke bokong (Menggoyangkan pinggul)

Maka terciptalah sebuah kehidupan dikemudian hari...ke..ke..ke..ke..ke...
Razz Razz Razz    
hahaha baru ngerti aku..

azka
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 246
Join date : 14.08.13
Age : 33
Lokasi : pemalang, 087882534806

Kembali Ke Atas Go down

Re: PERTARUNGAN TERAKHIR (SEBUAH CERITA PENDEK)

Post  Sponsored content Today at 09:54


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik