Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Halaman 1 dari 5 1, 2, 3, 4, 5  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  Administrator on Sat Jun 18, 2011 4:17 pm

Dikutip dari : Poultryindonesia.com,

Newcastle Disease yang di Indonesia lebih dikenal dengan Tetelo merupakan penyakit lama yang tetap aktual untuk dikaji ulang, karena penyakit ini sangat berbahaya dan sewaktu-waktu dapat menyerang ternak unggas.

ND merupakan masalah besar dan momok bagi dunia peternakan, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan.

Penyebab dan Kejadiannya

Penyakit ND disebabkanoleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan.

Penyebaran
Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin/udara (dapat mencapai radius 5 km). Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian.

Gejala Klinis
Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini. Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua.

Bedah Bangkai
Untuk lebih meyakinkan bahwa suatu peternakan benar atau tidanya terserang ND, maka tindakan bedah bangkai adalah jalan terbaik dalam menegakkan diagnosa. Pada kasus ND hasil bedah bangkai berupa gejala khas penyakit ini, yaitu adanya bintik-bintik merah (ptechie) pada proventriculus (kantong depan ampela). Selain itu juga terjadi perubahan pada lapisan usus berupa pendarahan dan kematian jaringan (nekrosa). Pada organ pernafasan akan mengalami eksudasi dan kantong udaranya menipis.

Penanggulangan
Berhubung penyakit ND disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif.

Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan pada hari ke-empat umur ayam. Vaksinasi lanjutan pada umur empat minggu, dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan.

Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan
- cara semprot,
- tetes (mata, hidung, mulut),
- campur air minum
- suntikan.
(Dosis dan cara pemakaian masing2 silakan dilihat pada leaflet yg ada dalam vaksin).


Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya :
· Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat
· Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan
· Hindari vaksin dari sinar matahari langsung
· Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak
· Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi


Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting: 6106
Join date: 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  Hamdan Fauzie on Tue Aug 30, 2011 1:14 pm

mau nanya nih mas admin. . . .apakh vaksin sisa msh bsa dgnakn lgi atau tidak?untuk pemusnahan vaksin sisa baiknya sprti apa???apa hrs dbakar,dtimbun atau dbuang bgu sja????mhon pncrahannya

Hamdan Fauzie

Jumlah posting: 5
Join date: 29.08.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  Administrator on Tue Aug 30, 2011 1:17 pm

Hamdan Fauzie wrote:mau nanya nih mas admin. . . .apakh vaksin sisa msh bsa dgnakn lgi atau tidak?untuk pemusnahan vaksin sisa baiknya sprti apa???apa hrs dbakar,dtimbun atau dbuang bgu sja????mhon pncrahannya

Vaksin tipe aktif, harus sekali pakai (2 jam) langsung buang.
Vaksin in-aktif, bisa disimpan kembali.

Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting: 6106
Join date: 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  yudo susilo on Thu Sep 22, 2011 10:25 pm

alhamdulillah berarti sy baru aja kena 4 pejantan 20 anakan umur 1 - 2 bln kena ND.
di awali wkt sy beli ayam dari teman yg sy tidak tau ayam tsb sakit ato sehat. kalo di lihat dari fisik sangat2 sehat n segar.
nah yg jd pertanyaan saya : apa ayam baru yg masuk lingkungan sy harus d vaksin ato gmn menurut sepuh PAPAJI ni....? ato ada cr lain
n apa tindakan sy setelah ada kejadian virus makan virus ini ?
mhn penjelasan N sharing para rekan2 n sepuh PAPAJI tks

yudo susilo
kopral
kopral

Jumlah posting: 20
Join date: 20.08.11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  Si Jems on Fri Sep 23, 2011 6:55 pm

Hamdan Fauzie wrote:mau nanya nih mas admin. . . .apakh vaksin sisa msh bsa dgnakn lgi atau tidak?untuk pemusnahan vaksin sisa baiknya sprti apa???apa hrs dbakar,dtimbun atau dbuang bgu sja????mhon pncrahannya

menurut saya vaksin yang super itu cuma ada satu mas, , ,
yaitu dibangun benteng setinggi 3m ato lebih, memutari kandang mas hamdan.
menurut saya begitu mas,heheheheh lol! lol! lol!

Si Jems
Sersan
Sersan

Jumlah posting: 99
Join date: 16.09.11
Age: 20
Lokasi: Karangnyar,Jawa Tengah

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  ari delta on Sat Sep 24, 2011 9:21 am

Very Happy Very Happy Very Happy Very Happy

ari delta
Jendral
Jendral

Jumlah posting: 1428
Join date: 30.05.10
Age: 29
Lokasi: semarang

Kembali Ke Atas Go down

mas kalo ayam yg udh kn PNYKIT TETELO apa msh bsa di smbuhin..........???mhon pncerhan y'

Post  bocah baru on Tue Oct 04, 2011 6:11 pm

Administrator wrote:Dikutip dari : Poultryindonesia.com,

Newcastle Disease yang di Indonesia lebih dikenal dengan Tetelo merupakan penyakit lama yang tetap aktual untuk dikaji ulang, karena penyakit ini sangat berbahaya dan sewaktu-waktu dapat menyerang ternak unggas.

ND merupakan masalah besar dan momok bagi dunia peternakan, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan.

Penyebab dan Kejadiannya

Penyakit ND disebabkanoleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan.

Penyebaran
Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin/udara (dapat mencapai radius 5 km). Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian.

Gejala Klinis
Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini. Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua.

Bedah Bangkai
Untuk lebih meyakinkan bahwa suatu peternakan benar atau tidanya terserang ND, maka tindakan bedah bangkai adalah jalan terbaik dalam menegakkan diagnosa. Pada kasus ND hasil bedah bangkai berupa gejala khas penyakit ini, yaitu adanya bintik-bintik merah (ptechie) pada proventriculus (kantong depan ampela). Selain itu juga terjadi perubahan pada lapisan usus berupa pendarahan dan kematian jaringan (nekrosa). Pada organ pernafasan akan mengalami eksudasi dan kantong udaranya menipis.

Penanggulangan
Berhubung penyakit ND disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif.

Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan pada hari ke-empat umur ayam. Vaksinasi lanjutan pada umur empat minggu, dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan.

Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan
- cara semprot,
- tetes (mata, hidung, mulut),
- campur air minum
- suntikan.
(Dosis dan cara pemakaian masing2 silakan dilihat pada leaflet yg ada dalam vaksin).


Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya :
· Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat
· Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan
· Hindari vaksin dari sinar matahari langsung
· Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak
· Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi

Very Happy Neutral

bocah baru

Jumlah posting: 8
Join date: 15.09.11
Age: 17
Lokasi: subang

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  herikris haidar on Sun Oct 23, 2011 11:25 am

Apakah daerah (kandang) yang baru terjangkit ND (Newcastle Deseas) bisa menjadi daerah/tempat yang endemi?

Kalau memang bisa menjadi daerah yang endemi, berapa lamakah kira2 endemi tersebut bisa benar2 clear dan aman bagi ayam2 yang lain?

Ada suatu anggapan bahwa endemi tersebut bisa benar2 clear apabila tersapu oleh hujan deras, benarkah anggapan tersebut?

Terus terang saya juga sedang berduka, hampir seminggu yang lalu ND (Newcastle Deseas) menyambangi kandang saya dan merenggut beberapa ayam kesayangan saya yang rencananya untuk meramaikan acaranya Papaji.

Sungguh suatu kenyataan yang cukup membuat hati miris dan semoga tidak menimpa rekan2 Papaji lainnya...

herikris haidar
Premium member
Premium member

Jumlah posting: 846
Join date: 02.07.11
Age: 38
Lokasi: jati sampurna, bekasi

Kembali Ke Atas Go down

jadwal pemberian & jenis vaksin

Post  kebongce on Tue Jan 24, 2012 4:33 pm

Numpang saran para sepuh & senior ...

Mohon bisa di informasikan untuk jadwal waktu dan jenis vaksin apa saja yg perlu diberikan dalam rangka meng-vaksinasi unggas kita.

Mungkin contoh format seperti tabel berikut:

Keterangan ____ Vaksin ke-1 ____ Ke-2 ____ Ke-3 ___ Ke-4 ____ Ke-5 ___ Dst....
umur: _____________ xxx ________ xxx _______ xxx ____ xxx ______ xxx
jenis vaksin: ________ xxx ________ xxx _______ xxx ____ xxx ______ xxx
Takaran: ___________ xxx ________ xxx _______ xxx ____ xxx ______ xxx
Cara pemberian: _____ xxx ________ xxx _______ xxx ____ xxx ______ xxx


Semoga tabel bisa langsung di print dan bisa dijadikan acuan para peternak/penghobi unggas.

Maap Jika sebelumnya sudah pernah dibahas, mohon bisa diinformasikan link-nya.


Terima Kasih

Salam

Hady



kebongce
Kapten
Kapten

Jumlah posting: 366
Join date: 16.01.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  tracy_rhyn on Wed Jan 25, 2012 11:59 am

mantap infonya semoga bisa bebas dari tetelo.............

tracy_rhyn

Jumlah posting: 3
Join date: 24.01.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  coki on Thu Jan 26, 2012 6:21 pm

Keong/Kiong Racun atau Bekicot yang berwarna loreng-loreng ditambahkan Gula Aren, bisa menyembuhkan TETELO/ND.
Tapi seteleh Sembuh Mengapa Ayam Menjadi TengKLeng/ceLeng yah ?
Neutral Neutral

coki
Jendral
Jendral

Jumlah posting: 1278
Join date: 10.01.12
Age: 32
Lokasi: Jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  Administrator on Thu Jan 26, 2012 6:38 pm

coki wrote:Keong/Kiong Racun atau Bekicot yang berwarna loreng-loreng ditambahkan Gula Aren, bisa menyembuhkan TETELO/ND.
Tapi seteleh Sembuh Mengapa Ayam Menjadi TengKLeng/ceLeng yah ?
Neutral Neutral
ND adlh penyakit akibat virus. Semua penyakit yg diakibatkan oleh virus tidak ada obatnya.
Kesembuhan hanya berasal dari daya tahan tubuhnya sendiri. Itulah sebabnya ayam harus divaksin ND supaya meningkatkan kekebalan tubuhnya.
98% ayam yg kena ND dipastikan mati. Bila ada yg lolos (sembuh/tidak mati) pasti akan memiliki daya tahan terhadap penyakit ND seumur hidupnya.

Celeng bukan hanya disebabkan oleh ND. Bakteri salmonela yg menyerang saraf juga bisa mengakibatkan celeng. Untungnya, Salmonela adlh penyakit yg disebabkan oleh bakteri. Bisa disembuhkan dgn antibiotik.


Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting: 6106
Join date: 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  kebongce on Fri Jan 27, 2012 9:00 am

Om sepuh n senior n admin....

Ternyata penyakit tetelo berbahaya banget ya, sampe2 cm 2% kemungkinan hidup.

Ayam yang kena ND boleh diopor/digoreng utk dikonsumsi ga ya?


Mohon infonya untuk jadwal dan jenis pemberian vaksin pada ayam mulai dari DOC sampai sudah dewasa?

terima kasih

Salam

Terima Kasih


kebongce
Kapten
Kapten

Jumlah posting: 366
Join date: 16.01.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  badaxpraz on Sat Jan 28, 2012 6:49 pm

Hamdan Fauzie wrote:mau nanya nih mas admin. . . .apakh vaksin sisa msh bsa dgnakn lgi atau tidak?untuk pemusnahan vaksin sisa baiknya sprti apa???apa hrs dbakar,dtimbun atau dbuang bgu sja????mhon pncrahannya

klo bisa bangkai nya di timbun di tanah.......

badaxpraz
Sersan
Sersan

Jumlah posting: 135
Join date: 28.01.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: Penyakit Tetelo (Newcastle Desease)

Post  sirait on Sat Jan 28, 2012 11:26 pm

saya udah 1 minggu ini pacek saya kena tetelo dan menurut asal sy beli itu udah divaksin tetelo, tapi sebelumnya pacek saya kena kolera dan sembuh, sempat berkoko 2hari, habis itu dia kena tetelo.

Mas Admin...apa iya itu ayam tinggal 2% peluang utk hidup?
Krn sampai skrg tuh ayam masih sy rawat. Dari pada emang mubazir..tuh ayam diapakan mas?
need advice from the master...pleaseeeee! jika memang tidak ada tuh obat atau penanganan ayam yg kena tetelo.

trims before.

sirait
kopral
kopral

Jumlah posting: 38
Join date: 11.10.11
Lokasi: Sebelat-Bengkulu Utara-Bengkulu

Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 5 1, 2, 3, 4, 5  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik