History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Calli Celebes on Sun 19 Feb 2012, 17:34

KATA ini, Manu’ (Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Jika mendapatkan pembahasan yang berimbang maka kata ini bisa jadi sangat mewarnai perjalanan sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan.

Ketika hal ini saya sampaikan kepada lima mahasiswa sejarah UNHAS yang datang bertamu ke rumah, mereka malahan tertawa seakan tidak percaya terhadap apa yang baru saja didengarnya. Mereka seakan lupa bahwa Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur” dan lambang universitas tempat mereka kuliah adalah gambar ayam.

Masyarakat Bugis Makassar selain menjadikan ayam sebagai ternak peliharaan juga menjadikannya sebagai hewan aduan. Karena keakraban dengan ayam ini dengan senantiasa memperhatikan tanda – tanda fisik, bulu dan bunyi kokoknya, orang Bugis Makassar memiliki kepercayaan, firasat, alamat atau pertanda dari ayam ini :
1) Bila ayam betina beradu dibawah kolong rumah, maka itu pertanda bahwa yang empunya rumah akan kedatangan tamu ;
2) Bila ayam betina berkotek di waktu malam, maka itu pertanda akan ada kerabat yang akan meninggal. Ayam ini disebut “Manu’ patula-tula” dan karenanya harus disembelih, tidak boleh dibiarkan bertelur karena dapat membawa sial atau celaka ;
3) Bila ayam memakai jambul (simpolong), maka itu pertanda ayam tersebut tidak baik dipelihara karena bisa membawa sial ;
4) Bila ayam berbulu kelabu (kawu) maka ayam tersebut juga tidak baik untuk dipelihara karena dianggap sorokau (ayam pembawa sial),
5) Bila ayam jantan berkokok seperti menyuarakan ‘pelihara aku’ (makkau) maka ayam tersebut baik untuk dipelihara karena dianggap pembawa rezeki.

Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya.
Dan hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan “Massaung Manu”. (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa). ***

Pada tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut dimeriahkan dengan acara ’massaung manu’. Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange’ bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).
Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di lain pihak, kemenangan Manu Bakkana Bone menempatkan Kerajaan Bone dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan – kerajaan kecil yang terletak di sekitarnya.

Dampak positifnya, tidak lama sesudah peristiwa sabung ayam tersebut serta merta kerajaan – kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Bone menyatakan diri bergabung dengan atau tanpa tekanan militer, seperti Ajang Ale, Awo, Teko, serta negeri Tellu Limpoe. Peristiwa itu menunjukkan betapa besar pengaruh psikologis ’Massaung Manu’ tersebut sehingga menjadi pangkal konflik dan perang Bone Vs Gowa.

Bergabungnya Tellu Limpoe menjadi wanua palili Bone yang sebelumnya berstatus wanua palili Kerajaan Gowa dijadikan dalih oleh Gowa melancarkan serangan militer pertama ke Bone dalam tahun 1562.
Tahun berikutnya, serangan militer kedua menyusul dengan jumlah pasukan yang lebih besar, Serangan militer ketiga dan keempat dilancarkan lagi dalam tahun 1565. Raja Gowa XI, I Tajibarani Daeng Marumpa Karaeng Data Tunibata yang hanya naik takhta selama 20 hari ini tewas dalam peperangan ini. Dalam setiap serangan militer Gowa ke Bone, Gowa tidak pernah menaklukkan betul Bone sehingga selalu diakhiri dengan perjanjian Perdamaian, namun Gowa selalu mengingkari perjanjian itu dan tetap menunggu kesempatan yang baik untuk menaklukkan Bone.

Dalam tahun 1575, dilancarkanlah serangan militer kelima sampai akhirnya Bone benar – benar dikalahkan dan ditaklukkan dimasa pemerintahan Raja Gowa I Mangerangi Daeng Manrabia Sultan Alauddin Tumenanga ri Gaukanna dalam tahun 1611.
Sejarah konflik dan Perang Gowa Vs Bone ini menarik dicermati karena diakhir penaklukan Bone oleh Gowa, alasan perang yang dipakai Sultan Alauddin adalah alasan ”Bundu Kasallangan” atau ”Musu Sellenge”, yaitu memerangi suatu kerajaan supaya masuk Islam. Sementara dalam istana Bone, beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Gowa merupakan satu pelanggaran kedaulatan negara atas negara lain sehingga setiap peperangan harus dibalas dengan peperangan.

Di belakang hari, sebab inilah yang memicu kebangkitan semangat Arung Palakka untuk memerdekan Bone (Negeri Bugis) atas penjajahan Gowa, terlebih lagi setelah pengerahan sekitar 40.000 tenaga kerja paksa orang Bone – Soppeng membangun Benteng – benteng Makassar. (Makkulau, 2008). ***

Ayam adalah simbol kejantanan. Ayam merupakan hewan simbolis sekaligus pertaruhan gengsi laki – laki. Mungkin jika diambilkan perumpamaan, sekarang ini tidak disebut seseorang itu laki – laki jika tidak menggemari bola dan kalau dahulu, tidak disebut seseorang itu laki – laki jika tidak menggemari sabung ayam.
Hanya saja, kini terjadi pergeseran cara pandang, apa – apa dijudikan. Sabung ayam dijudikan, Sepak bola dijudikan. Maka wajar saja jika sabung ayam dan sepakbola kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Padahal dulunya, sabung ayam malah menjadi tontonan yang sangat menarik, termasuk para bangsawan dan raja.

Adalah Ustadz Hattab, mantan pegawai Departemen Agama Pangkep yang setiap saat menyempatkan singgah di rumah usai mengantar isterinya mengajar di suatu sekolah yang juga tak jauh dari rumah, mengungkapkan bahwa sabung ayam sebenarnya—sebagaimana juga ma’barazanji—merupakan sarana bersosialisasi untuk mengenal banyak orang dan banyak kampung. Mantan penyabung ayam ini mengakui bahwa dirinya mengenal banyak orang dan sering diundang keluar masuk kampong karena ayam sabungannya yang terkenal sanggup mematikan ayam sabungan lainnya hanya dengan satu kali lompatan.

Tradisi sabung ayam ternyata bukan hanya milik kebudayaan Bugis Makassar. Di Toraja Sa’dang, tradisi sabung ayam dikenal dengan nama paramisi, biasanya digelar sebagai rangkaian masa duka dalam sebuah keluarga. Bagi orang Toraja, ayam adalah simbol langit. Di Kajang, ada tradisi yang disebut pabitte passapu’, yaitu mengadu ikat kepala yang telah disimpul seperti ayam. Ikat kepala itu akan berkelahi layaknya ayam. Hal ini tentu saja terjadi karena adanya kekuatan mistis dan supranatural untuk menggerakkan ikat kepala itu menjadi ’hidup'.


Terakhir diubah oleh Administrator tanggal Sun 19 Feb 2012, 19:03, total 1 kali diubah (Reason for editing : biar enak bacanya.)

Calli Celebes
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 842
Join date : 04.03.11
Lokasi : Makassar

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Administrator on Sun 19 Feb 2012, 19:03

Kereeennn... Sy baru baca nih...
Smile

Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting : 6448
Join date : 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Rizki on Sun 19 Feb 2012, 19:19

Sejarah yang hampir terlupakan., kerenkerenkeren.
-salam-

Rizki
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 460
Join date : 14.11.11
Age : 36
Lokasi : Bandar Lampung

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Tamu on Sun 19 Feb 2012, 21:09

Swear, keren banget... Saya juga punya lho ayam bugis (ayam ketawa) Smile

Tamu
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Calli Celebes on Sun 19 Feb 2012, 21:39

Administrator wrote:Kereeennn... Sy baru baca nih...
Smile

Trims editannya bang admin.. Jd lbh enak dibaca... Ini sy ambil dr salah satu teman di FB.. Ketika sy baca, sy memandang perlu utk membagi ke teman2 disini krn bukan hanya di daerah bugis makassar, di daerah lain pun pasti akan memiliki sejarah yg mirip dgn ini... Jadi kalo msh ada melarang adu ayam (apalagi jelas2 non judi) adalah org2 yg tdk menghargai kebudayaan bangsa sendiri..
Jadi... Hidup Ayam Laga Indonesia... Laughing

Calli Celebes
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 842
Join date : 04.03.11
Lokasi : Makassar

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Calli Celebes on Sun 19 Feb 2012, 22:16

Rizki wrote:Sejarah yang hampir terlupakan., kerenkerenkeren.
-salam-

Salam jg mas Rizki...

Calli Celebes
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 842
Join date : 04.03.11
Lokasi : Makassar

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Calli Celebes on Sun 19 Feb 2012, 22:17

gwdonk wrote:Swear, keren banget... Saya juga punya lho ayam bugis (ayam ketawa) Smile

Laughing

Calli Celebes
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 842
Join date : 04.03.11
Lokasi : Makassar

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  coki on Sun 19 Feb 2012, 22:58

PahLawan NasionaL

= SuLtan Hasanuddin

= (Ujung Pandang/Makasar)

= AYAM JANTAN DARI TIMUR

-----------OK''------------


Terakhir diubah oleh coki tanggal Mon 20 Feb 2012, 00:26, total 2 kali diubah

coki
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1274
Join date : 10.01.12
Age : 34
Lokasi : Jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  dalange on Mon 20 Feb 2012, 00:05

persoalan ayam, khususnya jago, bagi masyarakat asia tenggara khususnya merupakan simbol dari manusia unggul... (kalo di Timur tengah adalah domba)... banyak dijumpai cerita rakyat yang berjkenaan dengan "jago"... dalam pewayangan juga dijumpai cerita dengan topik "adu jago"; di antaranya : kangsa adu jago dan geger Wiratha;
seseorang dikatakan jagoan apabila ia memiliki kelebihan atau ahli di suatu bidang.. artinya, jagoo adalah simbul kesempurnaan.. oleh karena itu dalam sesaji pun, orang Jawa selalu menggunakan ingkung (jago), sebagai perwujudan dari persembahan yang terbaik kepada Tuhan seperti halnya domba (perwujudan dari Ismail, putra Ibrahim)..
mungkin untuk masing-masing tradisi (suku bangsa) di indonesia memiliki personifikasi yang demikian dalam wujud binatang mitologi yang lainnya...
apabila hakekat cultur model personifikasi ini digali dan dipahami secara antropologi, saya berasumsi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi konflik horisontal yang sekarang sedang marak terjadi di negri ini.. dan sekaligus apabila dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan sebagai aset wisata...
"ADU JAGO TIDAK IDENTIK DENGAN JUDI" tetapi merupakan "CULTURE" sebagian besar bangsa Indoonesia..
"JUDI" adalah niatan hati; "APAPUN DAPAT DIJADIKAN SARANA JUDI"
ooollleh karena itu; MAJU TERUS PAPAJI!!!!!!!!

dalange
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 349
Join date : 02.11.11
Lokasi : Tulungagung - Bantul - Yogyakarta 087839303588

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Jagonantang on Mon 20 Feb 2012, 07:56

pengungkapan sebuah kenyataan sejarah budaya berkaitan dengan ayam jago yang bukan hanya sebagai kegemaran semata.
mantap !

Jagonantang
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 1856
Join date : 15.08.08
Lokasi : pondok kelapa,jakarta timur

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  kicksawunk on Mon 20 Feb 2012, 10:20

Good...Good...Good...Amazing!!! albino albino

kicksawunk
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 398
Join date : 19.06.11
Lokasi : Demak-Solo-Pekanbaru

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  zeus on Mon 20 Feb 2012, 12:05

aku tambahin nich ceritanya...mudah2an berkenan... lol! lol! lol! lol! lol!

BALI :

Sabung ayam atau tajen nyaris tak dapat dilepaskan dari kehidupan orang Bali,terutama kaum lelaki.
Adanya larangan tajen karena sering dikaitkan dengan judi sejal tahun 1981,memang membuat acara tajen tak lagi dilakukan secara terbuka di wantilan yaitu bangunan tradisional yang umum terdapat di desa.Acara tajen kemudian dilakukan secara sembunyi2 oleh warga Bali.Namun belakangan,sejak era reformasi,acara tajen diadakan untuk penggalangan dana.
Acara tajen di Bali sudah ada sejak jaman Majapahit.Konon tajen sangat lekat dengan tradisi tabuh rah,yaitu salah satu upacara dalam masyarakat Hindu Bali.Upacara tabuh rah ini tak ubahnya sebuah upacara persembahan dengan mengorbankan ternak seperti ayam,babi,kerbau,atau hewan peliharaan lain.Persembahan ini dilakukan dengan cara menyembelih bagian leher hewan tsb.Sebelum upacara persembahan,dilakukan serangkaian upacara,antara lain perang sata yaitu pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang melambangkan penciptaan,pemeliharaan,dan pemusnahan dunia.Masyarakat Bali percaya bahwa perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.
Tradis tabuh rah di Bali sering diselenggarakandalam rangkaian upacara Butha Yadnya,yaitu upacara suci yang ditujukan untuk menyelaraskan unsur2 alam dengan kehidupan manusia.Salah satu upacara Butha Yadnya adalah acara Tawur yg diadakan sehari sebelum nyepi.Dalam acara ini biasanya diadakan pertarungan ayam.Selain itu dalam Prasasti Batur Abang thn 933 Saka dan Prasasti Batuan tahun 944 Saka juga disebutkan bahwa sabung ayam untuk upacara tabuh rah diperbolehkan,namun bukan untuk berjudi.Jumlah ayam yg boleh disabung pun dibatasi cuma tiga pasang ayam.
Pada tulisan Geertz tentang sabung ayam atau adu ayam pada msyarakat Bali,kita akan menemukan banyak hal menarik tentang sabung ayam yg dikaitkan dan terkait dengan struktur sosial dan kehidupan masyarakat Bali sehari-hari,khususnya kaum pria.Sabung ayam bagi masyarakat Bali telah merupakan bagian dari gaya hidup mereka ("The Balinese Way of Life").Sabung ayam biasanya diadakan disalah satu sudut desa yang jarang dilewati orang banyak dan tempatnya dirahasiakan oleh masyarakat sekitarPada arena adu ayam yg terlihat bertarung adalah ayam,tetapi ayam2 tersebut merupakan perwakilan dari kaum pria di Bal.
Identifikasi psikologi yang mendalam tentang kaum pria di Bali dgn ayam mereka tidak dapat dipisahkan.Bateson dan Mead mengatakan jika dikaitkan dengan konsepsi masyarakat Bali tentang tubuh sebagai satu bagian terpisah alat ambulant genital dengan kehidupan mereka sendiri.Pada kenyataannya ayam2 tersebut merupakan simbol dari kemaskulinan mereka.
Seorang pria yang penuh rasa percaya diri dan perilakuna sesuai dgn apa yg dia katakan,dibandingkan dengan ayam berekor yang ekornya besar,kuat dan spektakuler.Seoarang pria yang mudah menyerah dikaitkan dengan ayam yg hampir mati dan telah membuat suatu keputusan,yang pada akhirnya akan menyeret orang tsb dalam kehancuran.Seorang pria pelit,yg menjanjikan akan memberi banyak tapi memberisedikit,dibandingkan dgn seekor ayam yg dipegang ekornya,yg memfokuskan pada satu orang tanpa berusaha membahagiakan orang tsb.
Tempat pengadilan,perang,kontes politik,warisan budaya dan percakapan sehari2 semuanya dibandingkan dengan sabung ayam.Kegilaan terhadap ayam mempunyai beberapa dimensi yg dapat dicermati,yaitu bahwa selain ayam merupakan simbol ekspresi dan magnifikasi dari pemiliknya sendiri,ego narsisitik pria.Ayam juga merupakan ekspresi dari penghargaan masysrakat Bali terhadap estetika,moral,dan metafisika dari status manusia ; animality.Mengahadiri dan berpartisipasi dalam sabung ayam bagi masyarakat Bali merupakan pendidikan sentimentil,apa yg dipelajari merupakan etos dari kebudayaannya dan aspek2 yg terkait.
Seperti yg telah dijelaskan diatas bahwa sabung ayam merupakan refleksi dari masyarakat Bali tentang penampilan,kegunaan,kekuasaan dan ketertarikan masyarakat, dan hal ini terdapat pada hampir setiap level atau tingkatan hidup masyarakat Bali.
Kebudayaan masyarakat merupakan teks yg mereka ciptakan sendiri,yg pada akhirnya disadari atau tidak merupakan perwujudan dari apa yang mereka pahami dan kerjakan selama ini dan telah menjadi bagian dari pola hidup masyarakatnya. ( disalin dari buku "cara jitu mencetak ayam jawara")

lol! lol! lol!

zeus
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 558
Join date : 05.09.11
Lokasi : Banyuwangi/Pin BB: 20CEB20D

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  zeus on Mon 20 Feb 2012, 12:36

DAYAK :

Orang Dayak Linoh di Kalimantan Barat adalah salah satu rumpun suku Dayak yg memiliki pengetahuan yang khusus,salah satunya adalah dalam hal menyelesaikan perkara yang rumit.Dalam tradisi orang Dayak Linoh,perkara rumit yg tidak dapat diselesaikan dgn adat akan diselesaikan dengan cara melakukan sabung ayam (Koentjaraningrat,1980).Hingga saat ini,sisa-sisa tradisi ini masih dapat disaksikan dalam kehidupan orang Dayak Linoh (ALfian,1985).
Sabung ayam dianggap lebih bijaksana,lebih sederhana dan lebih bermartabat dibanding hukum adat lainnya,seperti hukum rendam,atau hukuman goreng tangan (letup).Pada hukum rendam,kepala kedua orang yang berselisih dimasukkan ke dalam air.Siapa yg lebih dulu muncul,maka dia yg ditetapkan bersalah.Sedangkan hukum goreng tangan dilakukan dengan cara mencelupkan tangan kedua orang yg berselisih ke dalam minyak mendidih.Tangan siapa yg lebih dulu meletup,maka dia yang diputuskan bersalah (J.U Lontaan,1975).
Menurut cerita,tradisi sabung ayam diilhami dari cerita Hayam Wuruk (bukan raja Majapahit).SYAHdan,adalah seorang Raja yg memiliki kebiasaan sabung ayam.Terkadang Raja menantang rakyatnya untuk sabung ayam.Bagi siapa yg kalah akan dipancung,sebaliknya bagi yang menang akan dijadikan menantu.Hingga akhirnya,ayam milik raja dapat dikalahkan oleh ayam milik seorang pemuda.Sesuai janjinya,sang pemenang diangkat sebagai menantu raja dan dianugerahi gelar Hayam Wuruk,yang artinya "ayam jago muda" (Lontaan,1975).

Konsep sabung ayam....
Sabung ayam ditujukan untuk menyelesaikan perkara yg tidak dapat diselesaikan secara adat.Kedua pihak yg berselisih terlebih dahulu menyiapkan ayam jagonya.Persiapan yg dilakukan biasanya yaitu dgn memanterai ayam,memasang pisau taji beracun di kaki ayam,dan memberi makan ayam dgn ramuan tertentu.
Semua persiapan diatas dikerjakan dgn rahasia agar tidak diketahui oleh pihak lawan.Menurut orang Dayak Linoh,kuat atau tidaknya ayam dipengaruhi oleh beberapa hal,misalnya warna bulu,jam makan,dan bagaimana cara ayam tersebut mencari makan.
Pengaruh sosial...
Pengetahuan suku Dayak Linoh tentang sabung ayam turut mempengaruhi kehidupan sosial mereka,antara lain sbb....:
1. Melestarikan tradisi leluhur.Pelaksanaan pengetahuan ini merupakan bentuk upaya pelestarian ajaran leluhur.Tradisi ini menjadi tanda penghormatan terhadap leluhur yg jeli memperhatikan kehidupan ayam jago dan burung.
2. Memperkuat identitas sosial.Tradisi sabung ayam secara tidak langsung juga menjadi perekat identitas mereka dalam satu suku besar.Dalam pelaksanaan sabung ayam sebenarnya terjadi proses identifikasi diri dengan kebudayaan Dayak yg lebih besar.Tradisi ini sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh satu sub suku saja,melainkan seluruh suku Dayak secara keseluruhan.
3. Memperkuat kepemimpinan adat.Sabung ayam yg ditetapkan oleh ketua adat untuk menyelesaikan perkara mencerminkan metode kepemimpinan yang unik dan hal tersebut berefek pada menguatnya kepemimpinan adat
(disalin dari buku "Cara jitu mencetak ayam jawara")
lol! lol! lol! lol! lol!

zeus
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 558
Join date : 05.09.11
Lokasi : Banyuwangi/Pin BB: 20CEB20D

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Calli Celebes on Mon 20 Feb 2012, 17:27

makasih tambahannya bang zeus... keren jg...

Calli Celebes
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 842
Join date : 04.03.11
Lokasi : Makassar

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  zeus on Tue 21 Feb 2012, 10:53

Calli Celebes wrote:makasih tambahannya bang zeus... keren jg...

he...he...he...sama-sama bang...gimana biar tambah keren kalo judulnya di ganti ya???
lol! lol! lol! lol! lol!

zeus
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 558
Join date : 05.09.11
Lokasi : Banyuwangi/Pin BB: 20CEB20D

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  coki on Tue 21 Feb 2012, 14:19

PahLawan NasionaL

= SuLtan Hasanuddin

= (Ujung Pandang/Makasar)

= AYAM JANTAN DARI TIMUR

-----------OK''------------

coki
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1274
Join date : 10.01.12
Age : 34
Lokasi : Jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  ¤Di@n-M@gelang¤ on Tue 21 Feb 2012, 15:39

coki wrote:PahLawan NasionaL

= SuLtan Hasanuddin

= (Ujung Pandang/Makasar)

= AYAM JANTAN DARI TIMUR

-----------OK''------------
Aym jg lekat dgn SepakBola ad Julukan Team Aym Jantan buat Negara Perancis!

¤Di@n-M@gelang¤
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1902
Join date : 30.05.11
Age : 33
Lokasi : ¤B@nTul-JogjA/M@g€lAng-G€milAng¤

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  coki on Tue 21 Feb 2012, 18:38

Mas Dian sebutan Tim Sepak Bola Prancis bukan Ayam Jantan, tapi Ayam Jago:
http://lomba.kompasiana.com/gempita-afsel/2010/06/12/perancis-bukan-ayam-jago-lagi/

Mas Dian JuLukan Ayam Jantan Dari Timur sampai sekarang masih di Pegang Sultan Hasanuddin:
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/295-pahlawan/925-ayam-jantan-dari-timur

Smile Smile
OK’’

coki
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1274
Join date : 10.01.12
Age : 34
Lokasi : Jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  ¤Di@n-M@gelang¤ on Wed 22 Feb 2012, 05:50

coki wrote:Mas Dian sebutan Tim Sepak Bola Prancis bukan Ayam Jantan, tapi Ayam Jago:
http://lomba.kompasiana.com/gempita-afsel/2010/06/12/perancis-bukan-ayam-jago-lagi/

Mas Dian JuLukan Ayam Jantan Dari Timur sampai sekarang masih di Pegang Sultan Hasanuddin:
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/295-pahlawan/925-ayam-jantan-dari-timur

Smile Smile
OK’’
Ya sama saja to,Aym Jago pasti jantan mosok Ayam Jago Betina'nah lho!!!

¤Di@n-M@gelang¤
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1902
Join date : 30.05.11
Age : 33
Lokasi : ¤B@nTul-JogjA/M@g€lAng-G€milAng¤

Kembali Ke Atas Go down

Re: History sabung ayam sgt lekat dgn kultur Bugis Makassar

Post  Sponsored content Today at 01:33


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik