Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  bunsun on Tue 21 Feb 2012, 12:47

coki wrote:Ayam adalah Termasuk Barang Interior.
Yaitu suatu barang yang semakin tinggi nilainya apabila semakin banyak peminatnya.
OK''
apakah ini yang anda tulis Tuan OK ? anda mengaku orang ekonomi ?, untuk mencari contoh barang interior saya rasa anda tidak perlu membuka 'mesin google', kalaupun maksud anda barang barang inferior, relevansinya dimana, silahkan buka di 'mesin google' untuk definisi barang inferior, (sepakat?), Maaf, semoga anda tidak mengidap penyakit parkinson sehingga mengalami disharmonisasi antara jari tangan, mata dan otak anda (maaf-red) pada saat berada diatas tuts keyboard dan layar monitor komputer. mohon tinjau kembali 'statement' anda. Terhadap judul topik saya mohon Tuan OK memperhatikan tanda petiknya. (sepakat ?)

baiklah, saya hanya mencoba 'membumikan' topik yang berkaitan dengan anomali harga ayam.
dan hendak 'sharing' dengan rekan2 Papaji bagaimana meninjau harga ayam atau membuat semacam 'buffer' seperti pembagian bibit unggul kepada cabang Papaji dinusantara, untuk menghindari 'tangan kapitalis' he3,,, harapan saya pribadi maupun rekan rekan Papaji baik di Pusat maupun Cabang adanya solusi terhadap ternak ayam berkualitas yang harganya merakyat. masalah hargakan tinggal 'political will' peternak saja yang bernaung dibawah Papaji. karena postingan yang saya lihat dan baca belum ada selain sanggahan 'lembut' dan teori ekonomi mikro, namun ada juga langkah baik yang diutarakan oleh mas admin/ary dan beberapa rekan peternak papaji yang telah melakukan rasionalisasi harga...

mohon maaf bila tulisan ini sedikit mengusik rekan rekan papaji dan para ekonom dalam skala mikro, saya tidak ada maksud untuk lain, selain menawarkan wacana terbuka ini untuk di pikirkan secara bersama. tks mohon maaf lahir dan bathin, BRAVO PAPAJI


Terakhir diubah oleh bunsun tanggal Wed 22 Feb 2012, 11:16, total 1 kali diubah

bunsun
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 194
Join date : 16.02.12
Age : 43
Lokasi : Palembang

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Lock Thea on Tue 21 Feb 2012, 13:44

Wadu...uUu...uh...makin berat aja bahasa di topik neh..!Makin mumet dgn istilah2 yg busedh dwuach kykx ane blom knal jga..!Tpi simple aja,kalo tujuan qt pmerataan kualitas trnak,slain dgn mnjual hsil trnak jga bz diupayakan dgn share ilmu perawatan,pakan,latihan,pngobatan,pnyilangan pacek dan babon..!Tpi kalo murni usaha,udah jelas si ptrnak bsikaf tak ubahnya sprti tukang serabi tadi..!Hny distribusi hsil produksi dgn hrga tinggi+meminimalkan tingkat residu baik dgn teknik breeding ato bhkan pura2 ga ada residu...!Tnggl pintr2 qt memilah+memilih aja...!

Lock Thea
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 2091
Join date : 24.07.11
Age : 30
Lokasi : Kuningan

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  coki on Tue 21 Feb 2012, 13:55

bunsun wrote:
coki wrote:Ayam adalah Termasuk Barang Interior.
Yaitu suatu barang yang semakin tinggi nilainya apabila semakin banyak peminatnya.
OK''
apakah ini yang anda tulis Tuan OK ? anda mengaku orang ekonomi ?, untuk mencari contoh barang interior saya rasa anda tidak perlu membuka 'mesin google', kalaupun maksud anda barang barang inferior, relevansinya dimana, silahkan buka di 'mesin google' untuk definisi barang inferior, (sepakat?), Maaf, semoga anda tidak mengidap penyakit parkinson sehingga mengalami disharmonisasi antara jari tangan, mata dan otak anda (maaf-red) pada saat berada diatas tuts keyboard dan layar monitor komputer. Tuan OK, kalau bicara tiket pesawat ? saya hanya tahu Tuslah yang ditetapkan oleh 'Regulator', lain bila anda menjadi korban "sophiscated' sehingga membeli tiket dengan harga yang tinggi, atau mungkin anda ingin menunjukan bahwa anda pengguna 'airplane' komersil ? baru naik pesawat komersil aja sudah.....,hmm apakah anda pernah menaiki pesawat Hercules, Helikopter, bahkan mengendarai Alat berat ? (maaf rekan2 sedikit sombong karena ada yang 'nyenggol' tiket pesawat), kalau belum pernah, mohon tinjau kembali 'statement' anda. Terhadap judul topik saya mohon Tuan OK memperhatikan tanda petiknya. (sepakat ?)

baiklah, saya hanya mencoba 'membumikan' topik yang berkaitan dengan anomali harga ayam.
dan hendak 'sharing' dengan rekan2 Papaji bagaimana meninjau harga ayam atau membuat semacam 'buffer' seperti pembagian bibit unggul kepada cabang Papaji dinusantara, untuk menghindari 'tangan kapitalis' he3,,, harapan saya pribadi maupun rekan rekan Papaji baik di Pusat maupun Cabang adanya solusi terhadap ternak ayam berkualitas yang harganya merakyat. masalah hargakan tinggal 'political will' peternak saja yang bernaung dibawah Papaji. karena postingan yang saya lihat dan baca belum ada selain sanggahan 'lembut' dan teori ekonomi mikro, namun ada juga langkah baik yang diutarakan oleh mas admin/ary dan beberapa rekan peternak papaji yang telah melakukan rasionalisasi harga...

mohon maaf bila tulisan ini sedikit mengusik rekan rekan papaji dan para ekonom dalam skala mikro, saya tidak ada maksud untuk lain, selain menawarkan wacana terbuka ini untuk di pikirkan secara bersama. tks mohon maaf lahir dan bathin, BRAVO PAPAJI
Yah, saya sepakat dengan anda Ayam Bukan jenis barang Inferior.
Oiya Inferior saya salah Ketik Interior…..kwkwk. saya Edit yah……. Smile
Ok”

coki
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1274
Join date : 10.01.12
Age : 34
Lokasi : Jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  coki on Tue 21 Feb 2012, 13:56

Mas-Bunsun Boleh Juga orangnya ,,,Nih....... Smile
Ok''

coki
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1274
Join date : 10.01.12
Age : 34
Lokasi : Jakarta

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Lock Thea on Wed 22 Feb 2012, 08:49

Ikut nyimak lg..!

Lock Thea
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 2091
Join date : 24.07.11
Age : 30
Lokasi : Kuningan

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  bunsun on Wed 22 Feb 2012, 11:13

coki wrote:Mas-Bunsun Boleh Juga orangnya ,,,Nih....... Smile
Ok''
sama sama mas, salam kenal ya, saya juga minta maaf secara pribadi bila ada kata yang kurang mengena dihati, perubahan hanya bisa terjadi ditangan orang yang berani berpendapat, salah satunya anda, saya hanya coba berpikir 'out of the box', dan saya pun perlu masukan orang orang seperi mas coki, biar gak bingung di perempatan jalan. he he he,...bravo Papaji.

bunsun
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 194
Join date : 16.02.12
Age : 43
Lokasi : Palembang

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  martha004 on Thu 22 Nov 2012, 05:40

kebetulan ane pemula di bangkok nih, menurut ane yg berhubungan erat dg BEP juga bagaimana kita hemat dalam perawatan tanpa mengorbankan kualitas.

terutama mencari pakan yg murah atau pakan alternatif..

ane pun lagi nyari pakan murah untuk daerah bekasi, mungkin para sepuh disini bisa share..

martha004
kopral
kopral

Jumlah posting : 12
Join date : 17.11.12

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Just_Tondy on Thu 22 Nov 2012, 14:41

study study study study

Just_Tondy
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 299
Join date : 23.09.11
Age : 37
Lokasi : 08170088644

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Kembangsawit on Fri 23 Nov 2012, 10:42

kesimpulan :
Ayam Aduan bukan ayam pasaran bisa disesuaikan dengan harga pasar nasional.
Ayam Aduan bukan ayam konsumsi untuk daging bisa dijual belikan dengan harga daging pasar nasional.
Pembeli ayam aduan adalah penghobie ayam seni tarung, bukan tukang jagal ayam.
Penjual ayam aduan tidak sembarangan memberi harga ayamnya.
Ayam aduan bukan suku bunga bank yang bisa naik turun sesuai harga pasar.

Kembangsawit
Premium member
Premium member

Jumlah posting : 3818
Join date : 29.10.12
Age : 34
Lokasi : Madiun

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Romipatir on Mon 26 Nov 2012, 15:27

bunsun wrote:saya mau ungkapkan uneg uneg saya mengenai harga ayam aduan, KENAPA HARGA AYAM ADUAN CENDERUNG MAHAL ? apakah karena merupakan hobies sehingga tidak ada batasan yang jelas ?
mungkin kalau saya gunakan hitung hitungan (menurut saya yang awam), bila seorang peternak membeli atau investasi awal berupa sepasang ayam aduan terbaik yang dewasa (umur 12 bulan) dengan harga Rp 10 juta termasuk kandang dan pola peternakan semi intensif, maka pada tahun 2 paling lambat sudah balik modal (BEP), tetapi kenapa pada tahun berikutnya pemilik breeder tidak melakukan penyesuaian harga menjadi lebih murah dan malah penyesuaian untuk menjadi lebih mahal. apalagi bila hasil ternakannya dipuji puji ataupun menang dimana mana. saya menggunakan istilah "digoreng" sehingga bau harumnya kemana mana ( padahal bisa jadi yang "menggoreng" dia sendiri ataupun rekan rekannya). maka harga semakin menggila, bisa jadi calon pembeli yang berada di pulau A membaca berita baik dari rekan dipulau B maka secara psikologis calon pembeli akan terpengaruh dan akan membeli ayam mahal adalah wajar menurutnya. apalagi penjual modal Handphone dan meja, maka lebih dahsyat lagi mengorengnya. Kalaupun tujuan kita dalam hal ini PAPAJI, ingin memasyarakatkan atau mengenalkan Ayam aduan kepada masyarakat luas menurut saya belum tercapai bahkan untuk anggota PAPAJI sekalipun. Ayam baik dan super hanya bisa dinikmati oleh segolongan orang saja. dan penghobies pemula ataupun menengah hanya bisa menonton saja dan mimpi, sambil menceritakan kehebatan ayam orang lain tanpa dia bisa memilikinya. apakah ini salah satu tujuan PAPAJI ? kadang secara sadar dan tidak sadar kita diarahkan untuk membeli ayam aduan kepada orang tertentu, pakar ataupun senior dibidang ayam aduan, namun apa boleh buat harganya cukup tinggi bahkan tinggi, sambil menjual trah ataupun asal ayam, karena menurut saya bila bicara PAPAJI berarti bicara ayam aduan berkualitas. bukan predikat dan embel2 yang menyertainya. ini bukan kontes burung yang ada jenis jenisnya, tapi ayam aduan, dan pada saat digelanggangpun pada saat diadu kita tidak bertanya jenis ayam apa kepada lawan tanding kita, karena menurut saya ujian akhir ayam aduan adalah pada saat diadu. mudah mudahan yang membaca ini tergerak hatinya untuk berbuat yang lebih baik bila masih membawa tujuan misi dan visi pemebentukan PAPAJI dan bila yang tidak tergerak hatinya berarti anda tengah membuat kartel dalam perdagangan ayam aduan, kepda yang menjual ayam aduan berkualitas dan murah 4 jempol untuk anda. mohon maaf bila ada salah kata dalam penulisan dan ada pihak tertentu yang tersinggung, karena hal ini saya sampaikan semata mata untuk perbaikan PAPAJI semata. salam Papajirs

Ha Ha Ha.... ( maaf saya tertawa karna sering membuka topik yang satu ini )Sesungguhnya apa yg di maksud oleh pak Bunsun ini cukup menarik,dan kalau mau JUJUR mungkin separoh dari Member PAPAJI Terutama yang yunior/yang baru dalam dunia perayaman juga mengharapkan hal serupa spt apa yang dimaksud oleh pak BUNSUN. Spt halnya saya sendiri yang beberapa waktu terakhir mengalami musibah,jago2 saya dikandang pada berguguran. ingin rasanya kembali mau nambah koleksi jago,tapi karna sesuatu hal spt yang dimaksud diatas terpaksa dipending. maju terus PAPAJI salam sehoby... sunny sunny sunny Basketball Basketball Basketball

Romipatir
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 185
Join date : 09.07.12
Age : 39
Lokasi : Batusangkar,SUMBAR

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  jackone on Mon 26 Nov 2012, 15:50

.. Apa Kabar Pak Busun, semoga anda dalam keadaan sehat selalu.
Semoga respon dari rekan-rekan memberi pandangan positif dan menjawab kegalauan bpk.

19 Februari-26 November 2012 ... sudah sembilan bulan semoga sudah BEP jika beternak Very Happy

Salam hangat Jack One

jackone
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 351
Join date : 02.09.10
Age : 46
Lokasi : Laampiri, Jatibening Baru, Bekasi

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  jaghana on Tue 27 Nov 2012, 09:35

ekekekkkek....kalau saya sangat sangat tidak setuju kalau ayam ternakan sndiri dihargai murah...kapan peternak kita bisa terdongkrak ekonominya kalau dihargai murah...tenaga,psikis n moralnya dihargai berapa??...meskipun ayam jelek tersingkir dengan sendirinya dan tinggallah ayam kwalitas bagus..masih mau dihargai murah... Laughing Laughing
dibandingkan dengan ayam import yg gak jelas kwalitasnya yg masih tetap dibeli dengan harga tinggi.
eeekekekekekkekekeeee.... pirat
...lagu lama kaset baru...maunya pemain mah beli ayam semurah mungkin....karna dia buat judi...beli murah taruhan gede... Razz Razz Razz Razz Razz Razz Razz Razz Razz Razz....
atau dijual lagi...beli murah semurah murahnya..dijual tinggi.... Razz Razz Razz Razz
pemain ayam memang terkenal pinter2...pinter ngakalin... Razz Razz Razz Razz Razz Razz Razz

ini pendapat saya lho..eekekekkeke...silahkan yg lain berpendapat.. pirat

jaghana
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 7111
Join date : 01.07.10
Age : 39
Lokasi : matraman jak-tim 085217314302. pin BB 2843A31C

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  robet99 on Tue 27 Nov 2012, 10:22

kalo menurut saya sih sama saja.peternak yang jual ayamnya mahal yang minatnya dikit,tapi peternak yang jual ayamnya murah peminat banyak..kepuasanyapun beda ketika kita membeli ayam murah tapi ternyata kualitasnya bagus,baik dari penjual maupun pembeli,dan jika ternyata ayam yang kita beli murah ternyata kwalitasnya jelek,yaaa ga rugi-rugi amat.ttapi jika ayam yang kita beli dari harga yang mahal ternyata kualitas yang pembeli buktikan jelek,jelas imbas dari penjual sangatlah telak..
salam harmonis

robet99
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 440
Join date : 26.05.12
Age : 28
Lokasi : Bogor HP 081295229979 BB 7CFAF79D

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  ekotepong on Tue 27 Nov 2012, 10:38

Kalo mau murah......ya keliling2 dong cari supplier yg murah

Bukannya ada orang jual mahal....trus ditodong disuruh murah......

hehehehehehehe.....

Piss........ Laughing Laughing Laughing

ekotepong
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 441
Join date : 19.10.11
Lokasi : Ungaran

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Ringgas Hutagaol on Tue 27 Nov 2012, 10:49

Kapan "Break Even Point" (BEP) nya Breeder atau Peternak ?
Ini pertanyaan bagus, tapi lebih bagus lagi kalau tidak mengajukan pertanyaan ini. Laughing Laughing Laughing
Kenapa ?
Pertanyaan di atas sama aja dengan menanyakan :
1. Berapa ekor ayam kita yang menetas setiap tahun ?
2. Berapa ekor ayam kita yang mati setiap tahun ?
Ekonom kelas dunia seperti Sri Mulyani tidak akan mampu menjawab pertanyaan ini secara pasti.

Saya tersenyum saat ada yang mencoba menghitung biaya sampai ayam berani tarung (lancuran) dgn komponen sebagai berikut :
1. Pakan
2. Obat2an + vitamin
3. Gaji pegawai
4. Penyusutan kandang
5. Biaya pacek
6. dll.
Kalau yang dihitung hanya komponen di atas, saya jamin modal seekor lancuran ayam aduan nggak jauh beda dengan ayam kampung. Jual lancuran Rp. 100.000/ekor sdh pasti untung.

Permasalahan utama ternak ayam aduan adalah tingkat kematian yang relatif tinggi dibanding ayam buras atau ayam kampung. Penyebabnya :
1. Pemeliharaan ayam aduan terus menerus, tanpa jeda. Tidak ada masa pengosongan kandang untuk memutus rantai pembiakan bakteri/virus. Pada ayam potong setelah panen 40 hari, kandang dibersihkan dan dikosongkan beberapa saat, sehingga bakteri dan virus yang ada tidak berkembang biak karena medianya (tubuh ayam) tidak ada.
2. Vaksinasi tidak bisa serentak karena usia ayam aduan di kandang bervariasi, mulai yang baru netas sampai pacek yang sdh uzur. Akibatnya banyak peternak yang tidak melakukan vaksinasi secara teratur.
3. Interaksi manusia dgn ayam aduan relatif sering, ini potensi untuk penularan penyakit.

Tingginya tingkat kematian inilah yang menyulitkan untuk memastikan berapa BEP ayam aduan. Bahkan sampai saat ini, ternak saya masih rugi. Kalau saya tidak hobby, mungkin sdh berhenti berternak.

Salam Ternak ...








Ringgas Hutagaol
Jendral
Jendral

Jumlah posting : 1055
Join date : 27.02.11
Age : 52
Lokasi : Jakarta Utara - 081398023456

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Administrator on Tue 27 Nov 2012, 11:49

Ternak hobi tidak bisa disamakan dgn ternak ayam konsumsi (ayam potong) dimana kualitas dinilai berdasar berat badannya. Utk ayam potong, harga semua dipukul rata berdasar timbangan berat badan (jual daging).

Utk ayam hobi (ayam aduan), harus juga dihitung :

Dalam satu tetasan misalkan ada 5 ekor jago.
Yg kualitas bagus rata2 2-3 ekor.
Yg dipilih orang utk dibeli pastilah yg bagus saja.
Kalau yg bagus ini kita jual 'murah' lalu berapa harga yg harus kita jual utk kualitas yg 'biasa' saja?

Idealnya, yg kualitas 'biasa2 saja' kita jual 'murah' sekedar ganti pakan dan lelah.
Sementara yg kualitas bagus kita jual 'agak mahal' utk subsidi produk 'biasa2' tsb.

Kemudian juga harus dihitung biaya pakan utk sodara2 betinanya yg tidak terjual. Tentu harus dapat 'subsidi' dari produk yg bagus tsb.

Jadi, pembeli juga harus 'menghargai' jerih payah peternak. Belum lagi kalau dihitung investasi pembelian pacek dan babon, ilmu dan pengalamannya, waktu yg tersita, dll.

Utk 'pemerataan' hasil bagi suatu komunitas macam papaji, menurut hemat saya lebih baik pakai sistem ternak bareng dimana pacek, babon dan pakan ditanggung bersama.
Ibarat kata pepatah, yg harus kita berikan adalah alat pancingnya. Bukan hasil ikannya.
Very Happy

Administrator
Admin
Admin

Jumlah posting : 6443
Join date : 15.08.08

http://papaji.forumotion.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  kicksawunk on Tue 27 Nov 2012, 12:18

SALAM PAPAJIERS!!! albino albino

Yups, Sy sependapat dg Mas Bro Jagh!!!

SEKEDAR TAMBAHAN:

Sebelum kt Bicara BEP (ini Relatif jg u/ masing2 Peternak), ada baiknya kita berpikir "MIND SET" terlebih dahulu. apakah dalam dunia Ayam Laga ini,kita;

1. Hobi Sekedar Hobi (beternak pun sekedar beternak).
2. Hobi yang Berkelanjutan (Sustainable).
===============

ALL RIGHT !!!!

1.Kalau Hobi hanya sekedar Hobi ( atau ternak hanya sekedar ternak)
maka Faktor Biaya/BEP dsb. bla..bla..bla...sebaiknya diabaikan aja. gak usah dipikirin, termasuk
resiko2 nya.

2.Kalau kita berfikir Hobi yg Berkelanjutan (Sustainable)
maka mau tdk mau Hobi ayam Laga ini Harus "Menumbuhkan Potensi Ekonomi yang Signifikan"

karena apapun alasannya (walau ada bbrp org yg krg sependapat~monggo);

a.Keberlanjutan Hobbi akan Berbanding Lurus dengan Ekonomi (Harga Bagus).
- Orang akan tertarik u/ beternak ayam laga karena Pendapatan yg bagus dr hobbi ini.
- Orang akan berani Investasi Lebih u/ peningkatan Kualitas yg lebih baik & melakukan
mengembangkan (R&D).
- Orang akan Berani melakukan Rekruitment Tenaga Kerja demi Peningkatan&Pengembangan
Produk.
Pertanyaannya;
apakah bs demikian kalo Ternak ayam laga justru membebani Ekonomi krn harga
yg pas2-an (bahkan cenderung rendah????)

b.Harga Berbanding Lurus dengan Kualitas (walau ada unsur Relatifitas disini).
- Semakin DiHargai Tinggi sebuah Produk Ternak, maka Kualitas Hasil Ternak dimungkinkan akan
Meningkat (contoh analog Produk2 burung Perkutut yg makin Mewah Suaranya).
- Dengan adanya Harga bagus utk Produk2 berkualitas, maka otomatis ada Persaingan positif
dlm arti orang akan berlomba2 menghasilkan Produk2 Terbaik. krn berarti pula akan
meningkatkan pendapatan pihak2 yg terlibat didalamnya ( Peternak, Perawat, dsb akan
berusaha mempersembahkan yg terbaik).

c.Nilai Hobbies berbanding lurus dengan Pride (Kebanggaan).
-Jujur saja, Ayam2 Import lebih banyak diminati Hobbies karena Faktor"Pride" daripada
Faktor kualitas-nya. salah satunya karena"Stempel" nilai alias Harga. import dianggap lebih
Wah & Prestice drpada Lokal. (walau faktor kualitas ttp ada)
Logikanya;
Lokal Harus lebih Wah drpd Import (conth; Beras Rajalele lbh mewah drpd Beras
import-ini yg benar). ironisnya, Logika ni terbalik, justru karena Peternak kita sendiri
"Lebih nyaman" berada pd posisi yg Terkalahkan alias berpikir Harga Rendah????
(ndonya kwalik.com...he..he...)

d.Fairplay & Posisi Tawar.
Prinsip Fairplay dalam Hobbi adalah;
- Masing2 Stoke Holder harus sama2 untung, sama2 dapat, dan sama2 maju.
- Kosumen(Pemakai) & Produsen(Peternak) hrs pada Posisi setara.
- Posisi Tawar harus dipandang sebagai Toleransi terhadap suatu Keadaan. kalo Harga sdh
diluar toleransi ya jangan dipaksakan. namun, yg banyak terjadi adalah Peternak berada
pada Posisi yg Paling Lemah (Harga Tertekan habis, kadang Muncul Komplain Sepihak dsb).

ALL RIGHT,

Dari Uraian diatas IRONISASI justru Terjadi manakala;
- Peternak atau Calon Peternak Masih Berpikir "Lebih baik harga murah drpd harga Tinggi/Bagus"
- Peternak Men-Standard-kan BEP Rendah drpd BEP Tinggi. (kunci; Faktor Kualitas).
- Peternak Memposisikan diri Sebagai Obyek drpd Subyek.

Secara tdk Langsung kalo ini berlangsung terus-menerus, maka sebuah "Nilai" akan Hobbi ayam Laga ini akan merosot & merosot. ujung2nya Siap2 aja Hobbi ini mati Suri karena dianggap Tidak Propektif lagi.

ALL RIGHT,

Karena itu, Mari kita Perjuangkan NILAI & PRIDE hobbi kita Tercinta ini demi Kelangsungan Hobbi itu Sendiri.

SALAM PAPAJIERS......MERDEKA !!!!! albino albino





kicksawunk
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 398
Join date : 19.06.11
Lokasi : Demak-Solo-Pekanbaru

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  denyGT on Tue 27 Nov 2012, 12:21

study



bounce bounce

denyGT
Registered Sellers
Registered Sellers

Jumlah posting : 1024
Join date : 15.04.11
Age : 94
Lokasi : Kebalen 4,Blok S jakarta selatan

http://deny_9t@ymail.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  ekotepong on Tue 27 Nov 2012, 13:11

Kok itung2annya pake BEP sih....berarti perhitungannya di landasi bisnis....sistem jual beli.

Kalo jual beli....nggak cuma BEP dong....masih banyak itungan yg lain. Salah satunya Brand.

Ayam goreng Ny. Suharti aja...belum tentu lbh enak drpd ayam goreng yg ada di pasar. Kenapa lbh mahal.....ya jelas Brand nya beda.

Kenapa Brand ada harganya...emang signifikan sama kualitas.

Utk. kasus Ny. Suharti....kerja keras dia dr dulu...banting tulang...keluar keringat...waktu....tenaga...modal (uang yg seharusnya bisa buat senang2...rela ditabung buat ngembangin usaha)...dan lain2 yg kita sendiri nggak tau gimana susahnya. Apakah itu nggak sepadan bila dihargai dengan harga yg lbh tinggi.

Saya rasa...utk kasus peternak ayam Bangkok juga banyak yg seperti itu.



ekotepong wrote:Kalo mau murah......ya keliling2 dong cari supplier yg murah

Bukannya ada orang jual mahal....trus ditodong disuruh murah......

hehehehehehehe.....

Piss........ Laughing Laughing Laughing

Ya itu tadi ........kalo memang kita nggak mau membayar lebih mahal...pake cara ini

ekotepong
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 441
Join date : 19.10.11
Lokasi : Ungaran

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  akbar farm on Tue 27 Nov 2012, 16:29

PETERNAK dan PEDAGANG dan PENGHOBI tidak bisa diPISAHKAN... lol! lol! lol!

masing-masing ada klasifikasinya dan penuh dengan lika-likunya,

SELAMAT MENIKMATI...!!! Very Happy Very Happy Very Happy

akbar farm
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 137
Join date : 15.11.11
Lokasi : Jl. Kebon Kacang 19-Tanah Abang, Jakarta Pusat - 081389859191 / PIN.BB.28C033A1

http://akbar.farm@yahoo.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  jaymustf on Tue 27 Nov 2012, 18:57

kalo berdasarkan pengmatan saya selama ini.....
temen temen yang awal mula masuk papaji ada beberapa yang mencari pacekan dengan harga yang relatif murah....
lama kelamaan ... eee.... jualan juga dengan harga yang wow......
fenomena apa ya gerangan??????...... Question Question Question

jaymustf
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 978
Join date : 03.01.10
Age : 33
Lokasi : banjarsari bojonegoro 085240515154

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  sigombak on Tue 27 Nov 2012, 19:42

menurut saya, kalau ngomongin BEP, 7 bulanan saya ternak hasilnya modal terjun bebas, seperti menimbun sumur... Tabur terus gak jg penuh2... Skrg diambang pailit... Wekekekekeke

kalau ngomongi harga ayam mahal, ya balik lg ke prinsip bisnis/investasi. High risk high return... Resiko beternak sangat besar.. Mulai dr penyakit, walau biang bagus hasil ternak tidak merata (atau malah merata jeleknya, wekekeke), sampai resiko malas kerja karena mikirin dan angan2 soal ayam teruuuuussss, wekekekeke...

Kemudian jg faktor pemasaran.... Ayam aduan hanya hobby bagi segelintir org, beda dg ayam pedaging yg kebutuhan bnyak org... Jd hukum ekonomi lg, keinginan vs kebutuhan..

Kesmpulan saya, kalau mau cpt BEP dan harga ayam tidak terlalu mahal, yg jual pacek dan biang bagus jangan mahal2... Pasti bnyak yg bikin peternakan dlm skala besar kayak ayam potong... Kalau ayam bagus udah bnyak beredar, siapa lg yg sanggup meletakan banderol tinggi? Wekekekeke....

Hanya pendapat saya, tanpa literatur dan referensi yg bisa dipertangungjawabkan... Wekekekekeke

sigombak
Kolonel
Kolonel

Jumlah posting : 598
Join date : 13.04.12
Lokasi : Muara Tebo / Muara Bungo/ Jambi

http://www.penggilablog.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Slamet M on Wed 28 Nov 2012, 01:26

kicksawunk wrote:SALAM PAPAJIERS!!! albino albino

Yups, Sy sependapat dg Mas Bro Jagh!!!

SEKEDAR TAMBAHAN:

Sebelum kt Bicara BEP (ini Relatif jg u/ masing2 Peternak), ada baiknya kita berpikir "MIND SET" terlebih dahulu. apakah dalam dunia Ayam Laga ini,kita;

1. Hobi Sekedar Hobi (beternak pun sekedar beternak).
2. Hobi yang Berkelanjutan (Sustainable).
===============

ALL RIGHT !!!!

1.Kalau Hobi hanya sekedar Hobi ( atau ternak hanya sekedar ternak)
maka Faktor Biaya/BEP dsb. bla..bla..bla...sebaiknya diabaikan aja. gak usah dipikirin, termasuk
resiko2 nya.

2.Kalau kita berfikir Hobi yg Berkelanjutan (Sustainable)
maka mau tdk mau Hobi ayam Laga ini Harus "Menumbuhkan Potensi Ekonomi yang Signifikan"

karena apapun alasannya (walau ada bbrp org yg krg sependapat~monggo);

a.Keberlanjutan Hobbi akan Berbanding Lurus dengan Ekonomi (Harga Bagus).
- Orang akan tertarik u/ beternak ayam laga karena Pendapatan yg bagus dr hobbi ini.
- Orang akan berani Investasi Lebih u/ peningkatan Kualitas yg lebih baik & melakukan
mengembangkan (R&D).
- Orang akan Berani melakukan Rekruitment Tenaga Kerja demi Peningkatan&Pengembangan
Produk.
Pertanyaannya;
apakah bs demikian kalo Ternak ayam laga justru membebani Ekonomi krn harga
yg pas2-an (bahkan cenderung rendah????)

b.Harga Berbanding Lurus dengan Kualitas (walau ada unsur Relatifitas disini).
- Semakin DiHargai Tinggi sebuah Produk Ternak, maka Kualitas Hasil Ternak dimungkinkan akan
Meningkat (contoh analog Produk2 burung Perkutut yg makin Mewah Suaranya).
- Dengan adanya Harga bagus utk Produk2 berkualitas, maka otomatis ada Persaingan positif
dlm arti orang akan berlomba2 menghasilkan Produk2 Terbaik. krn berarti pula akan
meningkatkan pendapatan pihak2 yg terlibat didalamnya ( Peternak, Perawat, dsb akan
berusaha mempersembahkan yg terbaik).

c.Nilai Hobbies berbanding lurus dengan Pride (Kebanggaan).
-Jujur saja, Ayam2 Import lebih banyak diminati Hobbies karena Faktor"Pride" daripada
Faktor kualitas-nya. salah satunya karena"Stempel" nilai alias Harga. import dianggap lebih
Wah & Prestice drpada Lokal. (walau faktor kualitas ttp ada)
Logikanya;
Lokal Harus lebih Wah drpd Import (conth; Beras Rajalele lbh mewah drpd Beras
import-ini yg benar). ironisnya, Logika ni terbalik, justru karena Peternak kita sendiri
"Lebih nyaman" berada pd posisi yg Terkalahkan alias berpikir Harga Rendah????
(ndonya kwalik.com...he..he...)

d.Fairplay & Posisi Tawar.
Prinsip Fairplay dalam Hobbi adalah;
- Masing2 Stoke Holder harus sama2 untung, sama2 dapat, dan sama2 maju.
- Kosumen(Pemakai) & Produsen(Peternak) hrs pada Posisi setara.
- Posisi Tawar harus dipandang sebagai Toleransi terhadap suatu Keadaan. kalo Harga sdh
diluar toleransi ya jangan dipaksakan. namun, yg banyak terjadi adalah Peternak berada
pada Posisi yg Paling Lemah (Harga Tertekan habis, kadang Muncul Komplain Sepihak dsb).

ALL RIGHT,

Dari Uraian diatas IRONISASI justru Terjadi manakala;
- Peternak atau Calon Peternak Masih Berpikir "Lebih baik harga murah drpd harga Tinggi/Bagus"
- Peternak Men-Standard-kan BEP Rendah drpd BEP Tinggi. (kunci; Faktor Kualitas).
- Peternak Memposisikan diri Sebagai Obyek drpd Subyek.

Secara tdk Langsung kalo ini berlangsung terus-menerus, maka sebuah "Nilai" akan Hobbi ayam Laga ini akan merosot & merosot. ujung2nya Siap2 aja Hobbi ini mati Suri karena dianggap Tidak Propektif lagi.

ALL RIGHT,

Karena itu, Mari kita Perjuangkan NILAI & PRIDE hobbi kita Tercinta ini demi Kelangsungan Hobbi itu Sendiri.

SALAM PAPAJIERS......MERDEKA !!!!! albino albino




Sy pemula dalam beternak dan Hobby Ayam Jago ( Laga ) di awal beternak sy juga berharap mendapatkan Jago dngn harga murah dan kwalitas bagus tetapi setelah jalan beternak sy lebih sependapat dngn yg dikatakan P' Jaghana dan P' Kick Sawung krn dlm beternak sy sendiri berusaha untuk mendapatkan hasil ternak yg bagus tentunya dngn biaya tertentu sekaligus untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Pabila harga Jago relatif murah mendingan sy pelihara ayam kampung,tinggal bikin kandang trus lepas di kebun,cari makan sendiri,cukup umur tinggal panen..Kwalitas dan Harga relatif lah...he..he..he...Maaf kl salah.. yg penting GUYUB.... Very Happy Very Happy Very Happy

Slamet M
Sersan
Sersan

Jumlah posting : 163
Join date : 25.05.12
Age : 32
Lokasi : Pekanbaru

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  d'SANTOS on Wed 28 Nov 2012, 13:05

sigombak wrote:menurut saya, kalau ngomongin BEP, 7 bulanan saya ternak hasilnya modal terjun bebas, seperti menimbun sumur... Tabur terus gak jg penuh2... Skrg diambang pailit... Wekekekekeke

kalau ngomongi harga ayam mahal, ya balik lg ke prinsip bisnis/investasi. High risk high return... Resiko beternak sangat besar.. Mulai dr penyakit, walau biang bagus hasil ternak tidak merata (atau malah merata jeleknya, wekekeke), sampai resiko malas kerja karena mikirin dan angan2 soal ayam teruuuuussss, wekekekeke...

Kemudian jg faktor pemasaran.... Ayam aduan hanya hobby bagi segelintir org, beda dg ayam pedaging yg kebutuhan bnyak org... Jd hukum ekonomi lg, keinginan vs kebutuhan..

Kesmpulan saya, kalau mau cpt BEP dan harga ayam tidak terlalu mahal, yg jual pacek dan biang bagus jangan mahal2... Pasti bnyak yg bikin peternakan dlm skala besar kayak ayam potong... Kalau ayam bagus udah bnyak beredar, siapa lg yg sanggup meletakan banderol tinggi? Wekekekeke....

Hanya pendapat saya, tanpa literatur dan referensi yg bisa dipertangungjawabkan... Wekekekekeke

Saya pribadi cenderung setuju dengan pendapat ini....
Masalahnya sebetulnya sederhana bro...itu semua terjadi karena yg jual lebih banyak dari pada yg beli...dan kalo mo dirunut lagi..yg benar-benar hobi juga tidak banyak jumlahnya..rata-rata karena faktor ekonomi...dan untuk mencari tambahan penghasilan karena ayam dianggap komoditi yg mudah karena sudah dikenal sejak lama oleh sebagian besar masy...maka yg terjadi banyak peternak baru yg berusaha memeilhara ayam dalam jumlah banyak..tanpa melihat kualitas rawatan maupun kualitas materi..kalo perlu diliarkan...sambil nunggu waktu untuk panen raya ayam yg lolos seleksi alam...

Dan apabila hal tersebut dilakukan secara massal yg terjadi adalah overload produksi..sehingga hukum ekonomi berjalan permintaan dan penawaran...shg harga terus melemah...dg kondisi demikian tinggal menunggu waktu untuk membuktikan yg mana yg mampu bertahan. Apakah peternak dg BEP tinggi atau rendah?..Apalagi dalam dunia ternak ayam faktor LUCK sangat besar pengaruhnya..siapa yg mampu menjamin bahwa materi mahal selalu lebih unggul dr pada materi murah..???? Apalagi yg materi murah dilakukan secara massal dengan proyeksi pemasarannya di pasar tradisional..secara luas..maka ada pameo ayam kalah sama ayam...ayam murah tidak selalu murahan...Satu yg pasti..masyarakat kelas bawah sudah sadar diri bahwa tidak akan mampu melawan kelas THE HAVE..walaupun materi breeding lebih mewah...mereka juga tahu bahwa untuk menjual produk mahal tidak semudah yg dibayangkan...perlu jaringan..perlu promosi di undangan dsbnya..dan itu tidak murah...terlebih lagi konsumen utama ayam petarung adalah para penggemar judi adu ayam yg sampai saat ini belum legal...

d'SANTOS
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 469
Join date : 22.12.11
Lokasi : BAKUL PITIK di SOLO AREA 081326768794

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  d'SANTOS on Wed 28 Nov 2012, 13:20

ayam betatto wrote:Klo mahal aja laku, ngapain di jual murah bang?? Hehehe
Saran: jgn beli ayam dgn melihat nama besar penjualnya bang! Liat ayamnya bang, n coba dulu disekitar lingkungan kita, banyak kok ayam bagus dgn harga murah, tapi ga sedikit pula ayam jelek dgn harga mahal.
Salam kenal

Yg ini juga masuk akal....

d'SANTOS
Kapten
Kapten

Jumlah posting : 469
Join date : 22.12.11
Lokasi : BAKUL PITIK di SOLO AREA 081326768794

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kapan "Break even point" (BEP) nya Breeder atau Peternak

Post  Sponsored content Today at 09:02


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik